cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6285641331367
Journal Mail Official
taulany27@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak - Ungaran Timur, Kab. Semarang Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Early Childhood : Jurnal Dunia Anak Usia Dini
ISSN : 2655657X     EISSN : 26556561     DOI : 10.35473
Core Subject : Education,
Focus and Scope of Indonesian Journal Of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini is research, study and analysis related to early childhood include; development of moral and religious values, physical motor development, emotional social development, cognitive development, language development, artistic and creative development, parenting, parenting, management institution of early childhood education, early child development assessment, child development psychology, child empowerment, ,learning strategy, Educational tool play, instructional media, innovation in early childhood education and various fields related to Early Childhood Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2024)" : 25 Documents clear
Efektivitas Permainan Tradisional Budaya Jawa dalam Meningkatkan Kesantunan Bahasa Anak Usia Dini: The Effectiveness of Traditional Javanese Cultural Games in Enhancing Language Politeness in Early Childhood Elina Intan Apriliani; Anita Wardani; Annafi’ Nurul ‘Ilmi Azizah
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v6i2.3341

Abstract

This research aims to explore the effectiveness of traditional Javanese cultural games in enhancing language politeness among young children. Traditional games, rich in cultural and moral values, are believed to play a significant role in shaping children's character and language skills. This study employs a qualitative approach using participatory observation and in-depth interviews with children aged 4-6 years who engage in traditional Javanese games such as 'Cublak-Cublak Suweng', 'Jamuran', and 'Benthik'. Data are analyzed using content analysis techniques to identify changes in the children's language politeness. The results indicate that participation in traditional Javanese games significantly enhances the use of polite expressions, such as 'please', 'sorry', and 'thank you', as well as the children's ability to speak in a polite tone and respect their interlocutors. Additionally, the children show improvements in their ability to speak coherently and appropriately within social contexts. The social interactions that occur during traditional games provide children with opportunities to practice language politeness in real-life situations, thereby reinforcing their understanding of the importance of communication ethics. These findings suggest that traditional Javanese cultural games serve not only as a form of entertainment but also as an effective educational medium for developing polite language skills in young children. Therefore, it is recommended that educators and parents actively integrate traditional games into children's daily activities as an effort to foster better character development. Moreover, educational policies should support the preservation and teaching of traditional games as an integral part of the early childhood education curriculum.   ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas permainan tradisional budaya Jawa dalam meningkatkan kesantunan bahasa pada anak usia dini. Permainan tradisional, yang kaya akan nilai-nilai budaya dan moral, diyakini memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan keterampilan berbahasa anak. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi partisipatif dan wawancara mendalam terhadap anak-anak usia 4-6 tahun yang terlibat dalam permainan tradisional Jawa seperti 'Cublak-Cublak Suweng', 'Jamuran',dakon, lompat tali dan 'layang-layang'. Data dianalisis menggunakan teknik analisis konten untuk mengidentifikasi perubahan dalam kesantunan bahasa anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi dalam permainan tradisional Jawa secara signifikan meningkatkan penggunaan ungkapan-ungkapan santun, seperti penggunaan kata 'tolong', 'maaf', dan 'terima kasih', serta meningkatkan kemampuan anak dalam berbicara dengan nada yang sopan dan menghormati lawan bicara. Selain itu, anak-anak juga menunjukkan peningkatan dalam kemampuan berbicara secara koheren dan sesuai konteks sosial. Interaksi sosial yang terjadi dalam permainan tradisional memberikan anak-anak kesempatan untuk mempraktikkan kesantunan bahasa dalam situasi nyata, yang pada gilirannya memperkuat pemahaman mereka tentang pentingnya etika berkomunikasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa permainan tradisional budaya Jawa tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media edukatif yang efektif dalam mengembangkan keterampilan berbahasa yang santun pada anak usia dini. Oleh karena itu, disarankan agar pendidik dan orang tua lebih aktif mengintegrasikan permainan tradisional dalam kegiatan sehari-hari anak sebagai upaya pembentukan karakter yang lebih baik. Selain itu, kebijakan pendidikan juga perlu mendukung pelestarian dan pengajaran permainan tradisional sebagai bagian integral dari kurikulum pendidikan anak usia dini.
Peran Supervisi Akademik di TK Pembangunan Swasembada Anyar Serang Banten: The Role of Academic Supervision at Pembangunan Swasembada Kindergarten in Anyar, Serang, Banten Risa Latus Sulam; Siti Khosiah; Cucu Atikah
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v6i2.3520

Abstract

Academic supervision is a coaching effort that is carried out systematically with the aim of improving the quality of learning. This study aims to determine the role of school principals in carrying out academic supervision activities. This study uses a descriptive qualitative research method. With data sources coming from the school principal and 5 teachers at the Anyar Serang Banten Self-sufficient Development Kindergarten. The process of collecting data using the technique of collecting sources, namely observation, interviews, documentation. The data is then analyzed by data reduction, data presentation, and conclusions. The results of this study indicate that the role of academic supervision has been carried out well, but not fully optimal. The indicators are: (1) implementation is carried out according to plan, (2) based on the principle of academic supervision, (3) using class visit techniques, (4) there are teacher assessment instruments, (5) coaching in the form of motivational directions and participation in training, workshops , and seminars. As for what has not been implemented properly, namely not carrying out follow-up academic supervision. The supporting factors for academic supervision are trust and relationships, while the inhibiting factors are the lack of facilities and sufficient time. ABSTRAK Supervisi akademik adalah usaha pembinaan yang dilakukan secara sistematis bertujuan memperbaiki kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kepala sekolah dalam melaksanakan kegiatan supervisi akademik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Dengan sumber data berasal dari kepala sekolah beserta 5 orang guru di TK Pembangunan Swasembada Anyar Serang Banten. Proses pengumpulan data menggunakan teknik triangulasi sumber yaitu observasi, wawancara, dokumentasi. Data tersebut kemudian dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran supervisi akademik sudah terlaksana dengan baik, namun sepenuhnya belum optimal. Adapun indikatornya yaitu: (1) pelaksanaan dilakukan sesuai perencanaan, (2) berlandaskan pada prinsip supervisi akademik, (3) menggunakan teknik kunjungan kelas, (4) terdapat instrumen penilaian guru, (5) pembinaan berupa arahan motivasi dan diikutsertakan mengikuti pelatihan dan workshop. Adapun yang belum terlaksana dengan baik yaitu tidak melakukan tindak lanjut supervisi akademik. Adapun faktor pendukung supervisi akademik yaitu kepercayaan dan hubungan, sedangkan faktor penghambatnya adalah fasilitas dan waktu yang kurang cukup.
Konsep Pendidikan Kecakapan Hidup dalam Melatih Kemandirian pada Anak Usia Dini: The Concept of Life Skills Education in Training Independence in Early Childhood Nasratun Najiha; Khamim Zarkasih Putro; Muhammad Basri; Viny Anggradini Puspitaloka
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v6i2.3521

Abstract

Life education in exercising independence does not absorb water, but is carried out repeatedly and consistently by means of habituation to a meaningful lifestyle in order to provide provisions for living independently, confidently, able to help oneself and be able to make wise decisions. This research is a type of library research or library research. References that can be taken from this research are primary and secondary sources. Using library research as data collection. The content analysis (content study) as a data analysis technique that can be used in this study. The results of this study explain that the concept of education that starts life plays a positive role in building children's independence, so it is developed by parents as one of the educational concepts that are learned to do things that are in accordance with the early development of children with independence as a habit. Can ensure that life is an independence that can help early childhood in controlling themselves, and form children who are skilled in all things. ABSTRAK Pendidikan kecakapan hidup dalam melatih kemandirian tidak semudah kapas menyerap air, namun dilakukan berulang kali dan konsisten dengan cara pembiasaan pola hidup yang bermakna agar memberi bekal hidup secara mandiri, percaya diri, mampu menolong diri sendiri serta dapat memutuskan sebuah keputusan yang bijak. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pustaka atau library research. Rujukan yang dapat di ambil dari penelitian ini adalah sumber primer dan sekunder. Menggunakan riset kepustakaan sebagai teknik pengumpulan datanya. Adapun content analysis (kajian isi) sebagai teknik analisis data yang dapat digunakan dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa Konsep Pendidikan kecakapan Hidup berperan positif dalam mendidik kemandirian anak usia dini, sehingga kecakapan hidup digunakan oleh orangtua sebagai salah satu konsep Pendidikan yang membiasakan anak untuk mengerjakan hal-hal yang sederhana sesuai dengan usia tahap perkembangan anak dengan menanamkan nilai kemandirian sebagai sebuah kebiasaan. Dapat disimpulkan bahwa kecakapan hidup merupakan unsur kemandirian yang dapat membantu anak usia dini dalam mengendalikan diri sendiri, dan membentuk anak menjadi berkepribadian yang terampil dalam segala hal apapun.
Hakikat Guru dalam Mengembangkan Nilai Agama dan Moral pada Anak Usia Dini: The Nature of Teachers in Developing Religious and Moral Values in Early Childhood Nurul Hidayah Hadianti Putri; Astuti Darmiyanti; Nida’ul Munafiah
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v6i2.3523

Abstract

This study focuses on the nature of teachers in developing religious and moral values ​​in early childhood. The purpose of the study is that researchers want to know how a teacher develops religious and moral values ​​in Al-Anhar Karawang Kindergarten (TK). The method used is a qualitative method with a descriptive approach. The data collection method is carried out by direct observation and interviews, the participants involved are children aged 4-5 years, teachers and principals. The results of the study show that children aged 4-5 years in Al-Anhar Kindergarten have mostly achieved the target in developing religious and moral values, namely by showing several understandings and activities that are applied both at school and at home, one of which is by reading daily prayers. ABSTRAK Penelitian ini berfokus pada hakikat guru dalam mengembangkan nilai agama dan moral pada anak usia dini. Tujuan penelitian adalah peneliti ingin mengetahui bagaimana cara seorang guru dalam mengembangkan nilai agama dan moral di taman kanak-kanak (TK) Al-Anhar Karawang. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan Pengamatan dan wawancara langsung, partisipan yang terlibat adalah anak usia 4-5 tahun, guru dan kepala sekolah. Hasil penelitian menujukkan bahwa anak usia 4-5 tahun di TK al-Anhar sebagaian besar telah mencapai target dalam mengembangkan nilai agama dan moral yaitu dengan ditunjukkan beberapa pemahaman dan kegiatan yang diterapkan baik di sekolah maupun dirumah, salah satunya dengan membaca doa sehari-hari.
Penerapan Pembelajaran Anak Usia Dini Menggunakan Model Sentra Balok di Tkit Ihya As Sunnah: Early Children's Learning Applicants Using The Beam Center Model At Tkit Ihya As Sunnah Fany Maulany; Intan Maharani Putri
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v6i2.3525

Abstract

PAUD is an educational institution that has the goal of laying the foundation for growth and development of physical-motor, intelligence, socio-emotional, language, and communication, in accordance with the uniqueness and stages of child development. PAUD is aimed at children aged 0-6 years which is often called the golden age in development or the golden age. The central learning model is based on the assumption that children learn by playing with objects and people around them (environment). Describes the Application of Early Childhood Learning using the Beam Center Model at TKIT Ihya Assunah. Data collection techniques using the method of observation, interviews and documentation. The teacher gives playing time to children for approximately 1.5 hours. After the children play with blocks and have become compatible with their respective buildings, they dismantle the buildings they made in an orderly manner. They really follow the procedures that the school makes. They collect all the blocks they have used first, then call the teacher to count and record by the teacher. When finished, they had to save the blocks they had used. Each of them tidied up their blocks back into the special block cupboard that had been provided by the school. ABSTRAK PAUD adalah sebuah lembaga pendidikan yang meiliki tujuan tujuan untuk peletakkan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisikmotorik, kecerdasan, sosio-emosional, bahasa, dan komunikasi, sesuai dengan keunikan yang dimiliki serta tahapan perkembangan anak. PAUD ditujukan bagi anak usia 0-6 tahun yang sering disebut masa emas dalam perkembangan atau golden age Model pembelajaran sentral didasarkan pada anggapan bahwa anak belajar dengan cara bermain dengan benda-benda dan orang-orang di sekitarnya (lingkungan). Mendeskripsikan tentang Penerapan Pembelajaran Anak Usia Dini menggunakan Model Sentra Balok di TKIT Ihya Assunah. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Guru memberikan waktu bermain kepada anak selama kurang lebih 1,5 jam. Setelah anak bermain balok dan telah menjadi sesuai bangunannya masing-masing, mereka membongkar bangunan buatan mereka dengan tertib. Mereka sangat mengikuti prosedur yang sekolah buat. Mereka mengumpulan semua balok yang telah mereka pakai terlebih dahulu, lalu memanggil guru untuk menghitung dan di catat oleh guru. Setelah selesai, mereka harus menyimpan balok-balok yang telah mereka pakai. Masing-masing merapihkan kembali balok-balok nya ke lemari khusus balok yang telah disediakan oleh sekolah.

Page 3 of 3 | Total Record : 25