cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunung Pati, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana
ISSN : -     EISSN : 26866404     DOI : -
Core Subject : Education,
Seminar nasional Pascasarjana merupakan kegiatan rutin yang dilakasanakan oleh Pascasarjana UNNES. Tahun 2018 adalah kali ke 5 pelaksanan yang diselenggarakan oleh Kampus yang telah berubah alamat dari lokasi di Kampus Bendan Ngisor berpindah di Kampus Kelud Utara III Kecamatan Gajahmungkur kota Semarang. Kegiatan akademik ini merupakan kerjasama yang sinergi antar enam Kampus Pascasarjana LPTK di Indonesia.
Articles 171 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2019)" : 171 Documents clear
Upaya Peningkatan Pembelajaran Lari Sprint 100 Meter Menggunakan Metode Bagian Pada Siswa SMA Negeri 6 Pekanbaru M. Fransazeli Makorohim; Trias Agung Hutama Putra; Novri Gazali; Suastika Nurafiati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dalam penelitian ini yaitu, tidak tercapainya kriteria ketuntasan minimal (KKM) siswa pada materi lari jarak pendek. Hal ini dikarenakan metode yang diterapkan belum efektif sehingga pembelajaran tidak mencapai hasi yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pembelajaran lari sprint 100 meter menggunakan metode.. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas X IPA 2 SMA Negeri 6 Pekanbaru dan sampel dalam penelitian ini adalah kelas X IPA 2 SMA Negeri 6 Pekanbaru yang berjumlah 31 orang. Teknik pemilihan sampel dalam penelitian ini adalah random sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi, teknik kepustakaan dan tes unjuk kerja . Data dianalisis dengan menggunakan statistic sederhana.. Dari pelaksanaan sebelum siklus terdapat 16 siswa yang mencapai nilai KKM (51,61%) dan 15 siswa yang belum mencapai nilai KKM (48,39%). Dilanjutkan dengan pelaksanaan siklus I dan hasilnya meningkat dengan jumlah 20 siswa yang mencapai KKM (64,52%) dan 11 siswa yang belum mencapai KKM (35,48%). Maka dilanjutkan dengan pelaksanaan siklus II dan hasilnya meningkat dengan jumlah 25 siswa yang mencapai KKM (80,65%) dan 6 siswa yang belum mencapai KKM (19,35%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pembelajaran lari sprint 100 meter menggunakan metode bagian pada siswa kelas X IPA 2 SMA Negeri 6 Pekanbaru.
Hegemoni Sosial, Budaya, Dan Kekuasaan Wacana Sastra Buku Teks Bahasa Indonesia SMA Mafrukhi Mafrukhi; Rustono Rustono; Subiyantoro Subiyantoro; Muh. Doyin
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam praktiknya, penulis buku teks pelajaran melakukan hegemoni melalui wacana dalam buku teks pelajaran bahasa Indonesia. Menurut Gramsci hegemoni adalah kondisi sosial dalam semua aspek kenyataan sosial yang didominasi atau disokong oleh kelas tertentu. Dalam pandangan Gramsci, hegemoni kekuasaan yang dijalankan oleh alat-alat negara dengan jitu dan jeli bisa membuat rakyat yang ada di dalam kuasanya menjadi tenteram, dan aman dalam penindasannya. Menurut Kristanto, hegemoni tidak tampil dalam wajah seram, tetapi halus memikat siapa saja yang ada di sekitarnya, bahkan akhirnya mereka takluk mutlak dalam tangan kekuasaan.Rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut (1) bagaimanakah hegemoni sosial dalam wacana sastra buku teks pelajaran bahasa Indonesia SMA, (2) bagaimanakah hegemoni budaya dalam wacana sastra buku teks pelajaran bahasa Indonesia SMA, dan (3) bagaimanakah hegemoni kekuasaan dalam wacana sastra buku teks pelajaran bahasa Indonesia SMA? Sebagaimana pandangan Fairclough, wacana sastra dalam buku Bahasa Indonesia Kelas X, XI, dan XII dilihat sebagai praktik sosial. Ada hubungan dialektis antara praktik diskursif dengan identitas dan relasi sosial. Wacana sastra dalam penelitian ini dianalisis dalam tiga dimensi: teks, praktik wacana, dan praktik sosiokultural. Fairclough juga berpendapat bahwa wacana dibentuk oleh hubungan-hubungan kemampuan dan ditanamkan dengan ideologi, sehingga pembentukan wacana berada di ujung tanduk dalam perjuangan kekuasaan. Dengan menggunakan pandangan Fairclough, wacana sastra dalam buku Bahasa Indonesia X, XI, dan XII dapat diklasifikasikan ke dalam hegemoni sosial, budaya, dan kekuasaan. Pembahasan wacana sastra dalam hegemoni sosial menganalisis (a) wacana sebagai realisasi interaksi sosial, (b) wacana mengendalikan atau mengontrol perilaku dan kehidupan material, (c) wacana menciptakan dan menjaga batas-batas kuasa, status, dan peran kehidupan sosial. Pembahasan wacana sastra dalam hegemoni budaya menganalisis (a) makna diproduksi secara simbolik, (b) pengetahuan terikat pada nilai-nilai tertentu, (c) wacana budaya bersifat interdisipliner. Pembahasan wacana sastra dalam hegemoni kekuasaan menganalisis (a) kekuasaan mempengaruhi kehidupan manusia sehari-hari, dan (b) kekuasaan dipandang sebagai kekuatan koersif. Wacana sastra itu diproduksi dan ditafsirkan pembaca sebagai pembebasan hegemoni sosial, budaya, dan kekuasaan.
Analisis Sistem Kerja Aplikasi Transportasi Online dalam Peningkatan Kinerja Driver Mahmud Yunus; Etty Soesilowati; Dewi Liesnoor Setyowati; Thriwaty Arsal
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem aplikasi driver transportasi online mengatur pemberian order pekerjaan kepada mitra driver berdasarkan kinerja driver. Terdapat tiga klasifikasi jenis akun aplikasi driver yaitu akun prioritas, akun normal dan akun yang tidak diperioritaskan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis cara kerja sistem aplikasi transportasi online dan dampaknya terhadap kinerja driver transportasi online. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Informan dari penelitian ini adalah 30 driver di Kota Semarang yang terdiri dari driver Gojek dan driver Grab. Teknik pengambilan data menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukan terdapat dampak yang besar dari cara kerja sistem aplikasi terhadap peningkatan kinerja driver dalam bekerja. Pembagian akun prioritas, akun normal dan akun tidak prioritas memberikan dampak pada cara kerja driver. Pemilik akun yang tidak diprioritaskan berusaha meningkatkan status akunya menjadi akun normal bahkan naik level menjadi akun prioritas dengan meningkatkan kinerjanya. Pemilik akun normal berusaha meningkatkan kinerjanya agar bisa naik level menjadi akun prioritas. Pemilik akun prioritas akan tetap mempertahankan kinerjanya agar tidak turun level ke akun normal bahkan turun level ke akunyang tidak diprioritaskan.
Pendidikan Karakter pada Anak Melalui Kegiatan Assembly Marini Marini; Masrukhi Masrukhi; Agus Hermanto; Agus Wahyudin
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana pendidikan karakter pada anak melalui kegiatan assembly. Artikel ini merupakan hasil kajian dari berbagai referensi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kegiatan assembly merupakan kegiatan rutin bersama antara sekolah dan keluarga. Dalam kegiatan ini anak-anak menunjukkan bakat dan prestasi di hadapan teman, guru, kepala sekolah dan orang tua. Guru dan kepala sekolah memberi motivasi pada orang tua dan anak. Beberapa anak yang secara bergilir menjadi leader, tampil untuk memberikan penghargaan kepada salah satu temannya. Kegiatan ini mendukung terbentuknya karakter berani, percaya diri, saling menghargai, disiplin, sportif, sabar, jujur, dan bertanggungjawab, serta karakter lain yang disisipkan dalam tema. Berdasarkan kajian tersebut disimpulkan bahwa kegiatan assembly merupakan strategi yang tepat dan menyenangkan dalam pendidikan karakter anak. Hal tersebut karena kegiatan assembly memberi contoh nyata, dilakukan melalui praktek langsung secara rutin, serta melibatkan keluarga sebagai lingkungan terdekat anak.
Tingkat Kecerdasan Emosi Atlet Polo Air Sumatera Selatan Martinus Martinus; Bayu Hardiyono; M. Nurdiansyah
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kecerdasan emosi Atlet Polo Air Sumatera Selatan. Metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah metode survei dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket. Populasi berjumlah 14 orang dan sampel berjumlah 14 orang. Teknik analisis data dalam penelitiaan ini mengunakan teknik analisi deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa tingkat kecerdasan emosi atlet putra Polo Air Sumatera Selatan berada pada kategori “kurang sekali” sebesar 0%, kategori “kurang” sebesar 42,9%, kategori “sedang” sebesar 21,4%, kategori “baik” sebesar 35,7%, dan kategori “baik sekali” sebesar 0%. Jadi dapat disimpulkan bahwa tingkat kecerdasan emosi atlet putra Polo Air Putra Sumatera Selatan masuk dalam kategori kurang.
Peran Direct Corrective Feedback dalam Pembelajaran Means-ends Analysis Terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Mei Astuti; Kartono Kartono; Nuriana Rachmani Dewi
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berpikir tingkat tinggi sangat ditekankan dalam pembelajaran kurikulum 2013. Berpikir tingkat tinggi memainkan peran penting dalam pemahaman matematis dan penyelesaian masalah. Berdasarkan PISA dalam OCEAD menunjukkan kemampuan matematika siswa Indonesia berada pada peringkat 62 dari 70 negara, selain itu TIMMS menunjukkan kemampuan berpikir tingkat tinggi anak Indonesia masih rendah dan berada pada peringkat 45 dari 56 negara. Salah satu peran untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi yaitu dengan direct corrective feedback. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peran direct corrective feedback untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Direct corrective feedback merupakan suatu bentuk umpan balik yang menginformasikan letak kesalahan siswa pada lembar tes sekaligus memperbaiki kesalahan tersebut sehingga diperoleh jawaban yang benar. Untuk mengetahui kemampuan berpikir tingkat tinggi diperlukan pembelajaran yang bervariasi serta mampu memecahkan masalah salah satunya yaitu pembelajaran means-ends analysis. Model means-ends analysis merupakan model pembelajaran bervariasi antara metode pemecahan masalah dengan mengevaluasi suatu masalah melalui berbagai macam cara sehingga mampu memperoleh hasil. Jadi berdasarkan uraian konseptual diatas diharapkan peran direct corrective feedback dalam pembelajaran means-ends analysis dapat mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi sebagai salah satu solusi dalam pembelajaran matematika.
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Berdasrkan Selft Esteem Siswa dalam Pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) Dengan Positive Feedback Meli Andriyani; Kartono Kartono; Walid Walid
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis merupakan kemampuan matematis mendasar dan perlu dimiliki oleh siswa. Selain aspek kognitif untuk dikembangkan aspek afektif perlu dikembangkan salah satunya Selft-esteem. Self-esteem adalah penilaian seorang individu tentang kemampuan, keberhasilan, kemanfaatan dan kebaikan dirinya sendiri. Salah satu model pembelajaran dapat menjadi solusi pada proses belajar adalah Connecting, Organizing, Refleting, Extending (CORE). Model Pembelajaran CORE adalah model pembelajaran yang mengharapkan siswa dapat mengkomunikasikan pengetahuannya sendiri dengan cara menghubungkan (Connecting) dan mengorganisasikan (Organizing) pengetahuan baru dengan pengetahuan lama kemudian memikirkan kembali konsep yang sedang dipelajari (Reflecting) serta diharapkan siswa dapat memperluas pengetahuan mereka selama proses belajar mengajar berlangsung (Extending). Hal penting yang sering diabaikan saat proses pembelajaran di kelas adalah pemberian umpanp balik (feedback) terhadap pemahaman siswa. Pemberian feedback diperlukan untuk memberikan motivasi dan semangat kepada siswa dalam meningkatkan kemampuan komunikasi matematis. Salah satu jenis feedback yang berupa isyarat atau gejala ditunjukkan oleh komunikasi menandakan bahwa mereka memahami, membantu dan mau bekerja sama dengan komunikator untuk mencapai sasaran serta tidak menunjukkan perlawanan atau pertentangan ketika terjadi sebuah proses komunikasi adalah positive feedback. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan Kemampuan Komunikasi Matematis berdasarkan Selft Esteem Siswa dalam Pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) dengan Positive Feedback.
Kemampuan Literasi Matematis Siswa pada Pembelajaran Reciprocal Teaching dengan Pendekatan RME Merry Wesna; Wardono Wardono; Masrukan Masrukan
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika menjadi salah satu pelajaran yang dikenal sebagai pelajaran yang tidak terlalu mudah untuk dipahami dan diikuti oleh siswa. Adapun yang dianggap menghambat keberhasilan siswa dalam belajar matematika tersebut ialah lemahnya kemampuan literasi siswa pada pelajaran matematika. Rendahnya kemampuan literasi matematika dapat dilihat berdasarkan hasil TIMSS dan PISA pada tahun 2015. Indonesia menduduki peringkat 45 dari 50 negara yang disurvei oleh TIMSS. Hasil PISA 2015 menunjukan Indonesia peringkat 62 dari 76 negara yang disurvei oleh PISA. Pada survei yang dilakukan oleh TIMSS dan PISA dapat dilihat bahwa tingkat literasi siswa Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan negara-negara lainnya. Tujuan kajian konseptual ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematis siswa pada pembelajaran reciprocal teaching dengan pendekatan RME. Strategi pembelajaran reciprocal teaching merupakan strategi pembelajaran menggunakan dialog secara timbal-balik yang menekankan pemahaman mandiri dan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran, dilakukan secara kelompok dengan aktivitas kunci yaitu: questioning, clarifying, predicting dan summarizing. RME merupakan teori belajar dan mengajar dalam pendidikan matematika yang diperkenalkan dan dikembangkan pertama kali oleh Freundenhal Institute di Belanda pada tahun 1970. RME mempunyai tiga prinsip kunci, yaitu guided reinvention, didaktical phenomenology, dan self-developed models Model pembelajaran reciprocal teaching dengan pendekatan RME ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa.
Peran Tutor Feedback Berbantuan Komik Melalui Contextual Teaching And Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Mochamad Guntur; Kartono Kartono; Junaedi I
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berpikir tingkat tinggi merupakan kemampuan yang perlu dikembangkan oleh setiap siswa dalam proses pembelajaran matematika di sekolah. Kemampuan ini dapat dijadikan salah satu faktor unggul untuk menjadikan siswa yang berkualitas dalam menghadapi pendidikan di era saat ini. Namun faktanya kemampuan berpikir siswa masih jauh dari harapan yang diinginkan, hal ini dinyatakan oleh TIMMS bahwa kemampuan berpikir anak Indonesia masih tergolong rendah, selain itu ditunjukan PISA dalam OECD menunjukan bahwa kemampuan matematika siswa Indonesia ada pada peringkat 63 dari 69 Negara. Oleh karena itu, kemampuan berpikir tingkat tinggi perlu dikembangkan saat ini dan dimasa yang akan datang. Salah satu peran untuk mengembangkan kemampuan ini yaitu dengan tutor feedback berbantuan komik melalui contextual teaching and learning dalam pembelajaran matematika, hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi matematika siswa. Tutor feedback salah satu assesment yang dapat digunakan untuk meluruskan atau membenarkan siswa yang menjawab salah atau belum benar, sedangkan komik salah satu bahan ajar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga model yang dapat diterapkan yaitu contextual teaching and learning. Jadi berdasarkan urian konseptual di atas diharapkan peran tutor feedback berbantuan komik ini dapat mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi matematika siswa.
Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia di SMKN Jateng Mohamad Miftah; Tri Joko Raharjo; Kamsidjo Budi Utomo; Achmad Rifai RC
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring perkembangan ilmu dan teknologi pada seluruh aspek dunia pendidikan dan dalam upaya membangun lembaga pendidikan yang bermutu, maka dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang profesional. Untuk menghasilkan SDM yang handal diperlukan tahapan pengembangan dan metode. Pengembangan SDM adalah suatu keniscayaan bagi kelangsungan lembaga pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing. Penelitian ini termasuk kedalam kategori penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, dokmentasi dan observasi. Teknik analisi data terdiri dari reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Sumber data terdiri dari kepala sekolah, kepala tata usaha, pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan SMKN Jateng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan SDM di SMKN Jateng dilakukan dengan beberapa langkah antara lain, menyusun program/ perencanaan pengembangan, penentuan kebutuhan, penentuan sasaran, penetapan program, identifikasi pelaksanaan program, pelaksanaan program dan penilaian pelaksanaan program. Metode pengembangan SDM di SMKN Jateng dengan On The Job Training terdiri dari rotasi jabatan, pelatihan, bimbingan/ penyuluhan, latihan instruktur pekerjaan, demonstrasi, serta penugasan sementara, sedangkan Off The Job Training terdiri dari kursus, pendidikan, workshop, seminar, MGMP, study banding. Metode pengembangan SDM di SMKN Jateng dengan pelatihan, pengelolaan kinerja guru, pengembangan karir, pengembangan kesejahteraan, MGMP, Diklat, seminar, supervisi dan studi lanjut.