cover
Contact Name
Agus Harjoko
Contact Email
ijccs.mipa@ugm.ac.id
Phone
+62274 555133
Journal Mail Official
ijccs.mipa@ugm.ac.id
Editorial Address
Gedung S1 Ruang 416 FMIPA UGM, Sekip Utara, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
IJCCS (Indonesian Journal of Computing and Cybernetics Systems)
ISSN : 19781520     EISSN : 24607258     DOI : https://doi.org/10.22146/ijccs
Indonesian Journal of Computing and Cybernetics Systems (IJCCS), a two times annually provides a forum for the full range of scholarly study . IJCCS focuses on advanced computational intelligence, including the synergetic integration of neural networks, fuzzy logic and eveolutionary computation, so that more intelligent system can be built to industrial applications. The topics include but not limited to : fuzzy logic, neural network, genetic algorithm and evolutionary computation, hybrid systems, adaptation and learning systems, distributed intelligence systems, network systems, human interface, biologically inspired evolutionary system, artificial life and industrial applications. The paper published in this journal implies that the work described has not been, and will not be published elsewhere, except in abstract, as part of a lecture, review or academic thesis.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2013): July" : 10 Documents clear
Pengukuran Fungsionalitas Perangkat Lunak Menggunakan Metode Function Point Berdasarkan Dokumentasi Desain Anie Rose Irawati; Khabib Mustofa
IJCCS (Indonesian Journal of Computing and Cybernetics Systems) Vol 7, No 2 (2013): July
Publisher : IndoCEISS in colaboration with Universitas Gadjah Mada, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijccs.3348

Abstract

AbstrakPerkiraan nilai perangkat lunak yang disepakati oleh end user dan tim pengembang harus dinyatakan dalam besaran tertentu, salah satunya adalah dalam u ku ran fungsionalitas (functional size measurement/FSM).Metode Function Point (FP) merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mendapatkan ukuran fungsionalitas, pertama kali dikenalkan oleh Allan Albrecht dan kemudian terus dikembangkan sampai saat ini oleh International Function Point User Goup (IFPUG). Tujuan dari pengukuran menggunakan FP adalah untuk mendapatkan ukuran biaya, durasi, dan jumlah sumber daya yang diperlukan oleh sebuah proyek perangkat lunak dan dapat dilakukan pada setiap tahap pengembangan perangkat lunak. Pengukuran FP memerlukan keahlian dalam hal analisis perangkat lunak dan hasil perhitungannya dinyatakan valid jika dilakukan oleh seseorang yang mempunyai sertifikasi FP (certified FP) dari IFPUG.Penelitian ini bertujuan untuk membangun sebuah sistem yang dapat memberikan kemudahan bagi pelaku pengukuran perangkat lunak dalam menganalisis perangkat lunak dengan metode Function Point berdasarkan pada IFPUG CPM 4.3.1.Penelitian ini menghasilkan sistem yang membantu pengguna untuk melakukan analisis FP dengan cepat dan dengan validitas yang tinggi. Sistem yang dibuat mampu menghitung FP sesuai dengan dokumentasi yang dimiliki software dan menggunakan input berupa dokumen XMI yang di-eksport dari Use Case Diagram, Class Diagram dan perpaduan antara Use Case dan Class. Selain itu, penelitian ini menunjukkan pola bahwa semakin lengkap dokumen UML (Unified Modeling Language) yang dimiliki oleh sebuah perangkat lunak maka semakin akurat hasil perhitungan FP yang didapatkan. Kata kunci— Pengukuran perangkat lunak, UML, Function Point, dokumentasi desain perangkat lunak.  AbstractEstimated value of software as agreed by the end user and the developer team should be expressed in a certain magnitude, one of which is the measure of functionality (functional size measurement / FSM).Function Point (FP) Method is one of the methods used to obtain the size of the functionality, first introduced by Allan Albrecht and then further developed by the International Function Point User Goup (IFPUG). FP is a method to get a measure of the cost, duration, and amount of resources required by a software project and can be done at any stage of software development. However, Function Point measurement requires expertise in software analysis and the results of the calculation are valid if done by someone with IFPUG certification.This study realizes a system that is convenient for actors in analyzing software using Function Point method based on IFPUG CPM 4.3.1.The system helps users to perform FP analysis in a faster way and confers accurate results. The system is able to count FP based on software design documentation and uses XMI document exported from use case diagrams, class diagrams, and diagrams illustrating the use cases and classes relationship as an input. The study also indicates that the more complete software UML (Unified Modeling Language) documents, the more accurate the FP calculation results obtained. Keywords— Software measurement, UML, Function Point, software design documentation.
Identifikasi Barcode pada Gambar yang Ditangkap Kamera Digital Menggunakan Metode JST Salman Aliaji; Agus Harjoko
IJCCS (Indonesian Journal of Computing and Cybernetics Systems) Vol 7, No 2 (2013): July
Publisher : IndoCEISS in colaboration with Universitas Gadjah Mada, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijccs.3351

Abstract

AbstrakDewasa ini hampir setiap produk konsumen memiliki label barcode. Namun alat pembaca barcode jenis laser memiliki kelemahan karena tidak dapat mengenali barcode yang mengalami goresan atau noise. Namun telah dikembangkan teknik lain dengan memanfaatkan kamera digital untuk identifikasi barcode. JST telah banyak digunakan untuk identifikasi berbagai macam pola. Proses identifikasi barcode dalam JST terdiri dari proses training dan proses identifikasi. Proses training menggunakan metode LVQ (Learning Vector Quantization). Proses identifikasi terdiri dari beberapa tahap, yaitu akuisisi citra, preprocessing, locating barcode, proses pengujian dan verifikasi. Berdasarkan hasil pengujian metode LVQ dapat digunakan untuk identifikasi foto barcode dengan kinerja yang baik. Hasil pengujian menunjukkan tingkat akurasi sebesar 73,6 % dari 72 citra yang diuji dengan waktu rata-rata adalah 0.5 detik. Sementara waktu yang dibutuhkan untuk menemukan lokasi barcode adalah sekitar 6 detik menggunakan blok dengan ukuran 32x32 pixel. Kata kunci— Barcode, Learning Vector Quantization, Jaringan Syaraf Tiruan AbstrakIn today’s modern society, almost every consumer product has a barcode label. But the barcode reader with laser type has the disadvantage of not being able to recognize the barcode has a scratch or noise. However, other techniques have been developed by using a digital camera for barcode identification. ANN has been widely used for identification of various patterns. Barcode identification process consists of the ANN training process and the identification process. Training process using the LVQ (Learning Vector Quantization). Identification process consists of several stages: image acquisition, preprocessing, locating barcode, testing and verification process. Based on test results LVQ method can be used for photo identification barcode with good performance. The test results showed an accuracy of 73.6% rate of 72 images were tested with an average time is 0.5 seconds. While the time required to find the location of the barcode is about 6 seconds using a block size of 32x32 pixels. Keyword— Barcode, Learning Vector Quantization, Artificial Neural Network
Prototype Sistem Pakar untuk Mendeteksi Tingkat Resiko Penyakit Jantung Koroner dengan Metode Dempster-Shafer Elyza Gustri Wahyuni; Widodo Prijodiprodjo
IJCCS (Indonesian Journal of Computing and Cybernetics Systems) Vol 7, No 2 (2013): July
Publisher : IndoCEISS in colaboration with Universitas Gadjah Mada, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijccs.3352

Abstract

AbstrakSistem pakar dapat berfungsi sebagai konsultan yang memberi saran kepada pengguna sekaligus sebagai asisten bagi pakar. Salah satu cara untuk mengatasi dan membantu mendeteksi tingkat resiko penyakit JK seseorang, yaitu dengan membuat sebuah sistem pakar sebagai media konsultasi dan monitoring terhadap seseorang sehingga dapat meminimalkan terjadinya serangan jantung yang mengakibatkan kematian. Metode Dempster-Shafer merupakan metode penalaran non monotonis yang digunakan untuk mencari ketidakkonsistenan akibat adanya penambahan maupun pengurangan fakta baru yang akan merubah aturan yang ada, sehingga metode Dempster-Shafer memungkinkan seseorang aman dalam melakukan pekerjaan seorang pakar. Penelitian ini bertujuan menerapkan metode ketidakpastian Dempster-Shafer pada sistem pakar untuk mendiagnosa tingkat resiko penyakit JK seseorang berdasarkan faktor serta gejala penyakit JK. Manfaat penelitian ini adalah untuk mengetahui keakuratan mesin inferensi Dempster-Shafer.Hasil diagnosa penyakit JK yang dihasilkan oleh sistem pakar sama dengan hasil perhitungan secara manual dengan menggunakan teori mesin inferensi Dempster-Shafer. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem pakar yang telah dibangun dapat digunakan untuk mendiagnosa PJK. Kata kunci— Dempster-Shafer, Jantung Koroner, Sistem Pakar AbstractThe expert systems can serve as a consultant that  gives advice to the users  and  at once as an assistant to the experts. One way to cope and help detect the risk level of  one’s  coronary heart  disease, is to create the expert system as media of  consulting and monitoring a person so that can minimize the occurrence of heart attacks resulting in death. The Dempster-Shafer method is non monotonis reasoning method is used to look for inconsistencies due to addition or reduction of new facts that will change the existing rules, so that the Dempster-Shafer method enables one safe in doing the expert work. This research aims to apply the Dempster-Shafer uncertainty methods in expert system to diagnose the risk level of one’s coronary heart disease based on factors and symptom of coronary heart disease  The benefits of this research was to know the accuracy of  Dempster-Shafer inference engine.The diagnosis  results of  coronary heart disease  is  generated  by an expert system similarly with manually calculating result using the theory of Dempster-Shafer inference engine. Therefore we can conclude that the expert system that has been built can be used to diagnose Coronary Heart diagnosis. Keywords—Dempster-Shafer, Coronary Heart Disease, Expert Systems
Perbandingan Algoritma Nearest Neighbour, C4.5 dan LVQ untuk Klasifikasi Kemampuan Mahasiswa Muhammad Fakhrurrifqi; Retantyo Wardoyo
IJCCS (Indonesian Journal of Computing and Cybernetics Systems) Vol 7, No 2 (2013): July
Publisher : IndoCEISS in colaboration with Universitas Gadjah Mada, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijccs.3353

Abstract

AbstrakPada pelaksanaan acara perkuliahan atau saat proses balajar mengajar, dosen sering terkendala dengan kemampuan mahasiswa pada suatu matakuliah di satu kelas yang tidak merata. Oleh karena itu dosen terlebih dulu mengetahui kemampuan setiap mahasiswanya dengan salah satu caranya adalah dengan melihat karakteristik setiap mahasiswa dan kemudian dibandingkan dengan mahasiswa-mahasiswa sebelumnya dalam menyelesaian suatu mata kuliah.Pada penelitian ini, akan dilakukan perbandingan tingkat akurasi antara tiga algoritma, yaitu : Nearest Neighbour, C45 dan LVQ, pada kasus klasifikasi kemampuan mahasiswa untuk keperluan penentuan pembagian kelas mahasiswa baru. Selain itu, juga akan diperbandingkan tingkat kecepatan setiap algoritma dalam mendapatkan kelas kasus lama yang paling mirip dengan kasus baru yang dimasukkan.Kesimpulan yang didapatkan setelah sistem dibangun dan kemudian membandingkan ketiga algoritma tersebut adalah algoritma nearest neighbour dapat menghasilkan akurasi tertinggi. Kata kunci— nearest neighbour, c45, jaringan syaraf tiruan, lvq, mahasiswa AbstractDuring the lecture or in teaching-learning process, a lecturer sometimes finds that heterogeneous classroom as the obstacles due to the differences in students’ performances.  Thus, the lecturer should be aware of this phenomenon and one way to overcome this is to find out the characteristics of each student in order to compare them with the previous students while completing their study. In this research, the three algorithms are compared, they are namely; Nearest Neighbor, C45, and LVQ, this is done to classify the students’ ability and to decide the class for the new students. In addition, the speed level of each algorithm is compared by means of getting the nearest previous case study to the new class.    Finally, the ideas coming up as the conclusion for this research is that after the system is developed and those three algorithms are being compared, the result shows that there is nearest neighbour algorithm can produce the highest accuracy. Keywords—nearest neighbour, c45, artificial neural network, LVQ, students’ performances.
Penerapan Learning Vector Quantization (LVQ) untuk Klasifikasi Status Gizi Anak Elvia Budianita; Widodo Prijodiprodjo
IJCCS (Indonesian Journal of Computing and Cybernetics Systems) Vol 7, No 2 (2013): July
Publisher : IndoCEISS in colaboration with Universitas Gadjah Mada, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijccs.3354

Abstract

AbstrakPenentuan klasifikasi status gizi anak yang sering dilakukan adalah berdasarkan indeks berat badan menurut tinggi badan (BB/TB). Pada Puskesmas Batupanjang, indeks antropometri tersebut dihitung secara manual untuk menilai status gizi anak sekolah dasar dengan menggunakan daftar tabel z-skor atau simpangan baku / standar deviasi (SD) WHO NCHS (National Centre for Health Statistic). Metode Learning Vektor Quantization (LVQ) dan salah satu algoritma pengembangannya yaitu LVQ3 digunakan dalam penelitian ini untuk menangani penilaian status gizi anak berdasarkan simpangan baku rujukan terhadap indeks berat badan dan tinggi badan tersebut. Variabel yang digunakan dalam penilaian status gizi anak adalah jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, penyakit infeksi, nafsu makan, dan pekerjaan kepala keluarga (KK). Berdasarkan dari hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan, algoritma LVQ3 lebih baik diterapkan untuk klasifikasi status gizi anak dibandingkan dengan algoritma LVQ1. Penggunaan parameter window (ε) pada jaringan syaraf tiruan LVQ3 memberikan pengaruh positif yakni dapat meningkatkan performa dalam klasifikasi jika dibandingkan tanpa menggunakan window (LVQ1). Kata kunci— Antropometri,  Learning Vektor Quantization,  Z-skor.  AbstractThe shortest path determination of child nutrient that common uses is based on body weight index by body high level (BB/BT). In Batupanjang Puskesmas, that anthropometry index is calculated manually for assessing  the nutrition of children in elementary school by used z-score table list or deviation standard  (SD) WHO NCHS (National Centre for Health Statistic).Learning Vektor Quantization (LVQ) Method and one of its algorithm, LVQ3 is used for this research to handle appraisal of children nutrition status based on deviation standard reference for that weight and high index. The variable that used in this appraisal are genre, body weight, body high, infection disease, appetite, and father work.Based on result of this research and discuss that has been done, LVQ3 algorithm is better applied for children nutrient status classification than LVQ1 algorithm. Using of window parameter (ε) in neural network LVQ3 effect positive impact, that is can increase perform in classification than without used window (LVQ1). Keywords—Anthropometry,  Learning Vektor Quantization,  Z-score.
Penyusunan Notasi Musik dengan Menggunakan Onset Detection pada Sinyal Audio Anindita Suryarasmi; Reza Pulungan
IJCCS (Indonesian Journal of Computing and Cybernetics Systems) Vol 7, No 2 (2013): July
Publisher : IndoCEISS in colaboration with Universitas Gadjah Mada, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijccs.3357

Abstract

AbstrakNotasi musik merupakan dokumentasi tertulis dari sebuah lagu. Walaupun notasi musik telah umum digunakan, namun tidak semua orang yang berkecimpung di dalam dunia musik memahami bagaimana notasi musik dituliskan. Penelitian ini menawarkan penyusunan notasi music secara otomatis dengan mengimplementasikan metode onset detection. Hal mendasar yang harus diketahui dalam pembuatan notasi musik adalah durasi serta nada yang dimainkan. Dengan menggunakan mendeteksi onset dari data audio, jarak antar pukulan dapat diketahui. Dengan demikian maka durasi permainan pun bisa dihitung. Hasil dari pencarian durasi tersebut diolah kembali untuk menciptakan objek-objek note yang disusun dalam notasi musik. Sistem menghasilkan keluaran berupa file dengan format musicXML. Dengan format ini maka hasil keluaran sistem akan bersifat dinamis dan dapat diolah kembali dengan music editor yang mendukung format file tersebut.Hasil penelitian menunjukkan akurasi yang tinggi dalam pengenalan pola permainan yang berhubungan dengan durasi setiap note hingga mencapai 99.62%.  Kata kunci— notasi musik, onset detection, musicXML  AbstractMusical notation is written documentation of a music. Even though musical notation is commonly used, not every musician knows how to write a musical notation. This work offers automatic musical notation generation from audio signal using onset detection.Duration and pitch of the notes are two basic parameters that have to be known in order to generate music notation. This work implemented onset detection method to recognize the pattern by measuring the interval between two notes. Using the interval, the duration of each notes can be calculated and used to create note objects in order to arrange a musical notation. The output of the system is a musicXML formatted file. This format allowed the output to be edited using software for music editor. The result of this work shows high accuracy up to 99.62% for detecting each notes and measuring the duration. Keywords— musical notation, onset detection, musicXML
Simulasi Antrian Jaringan Multi Server Menggunakan Metode Open Jackson I Wayan Supriana; Subanar Subanar
IJCCS (Indonesian Journal of Computing and Cybernetics Systems) Vol 7, No 2 (2013): July
Publisher : IndoCEISS in colaboration with Universitas Gadjah Mada, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijccs.3358

Abstract

AbstrakAntrian paket data pada jaringan komputer memiliki model antrian jaringan, dimana proses transmisi yang rumit sehingga tidak dapat diselesaikan secara analitik. Pemodelan dan simulasi diperlukan untuk menyelesaikan masalah antrian jaringan. Model antrian dalam penelitian ini adalah jaringan terbuka dengan analisis paket data menggunakan model server tunggal. Waktu pelayanan paket memiliki distribusi Eksponensial dan distribusi Erlang yang digunakan sebagai pembanding. Jika waktu pelayanan paket data menggunakan distribusi Eksponensial maka model menjadi M/M/1, sedangkan waktu pelayanan paket data menggunakan distribusi Erlang dengan parameter m dan µ, maka model menjadi M/E[m]/1. Penelitian ini menggunakan metode open Jackson untuk melakukan simulasi antrian jaringan guna menghitung nilai karakteristik jaringan. Pengujian sistem simulasi menggunakan packet switching network pada server jaringan komputer Jurusan Ilmu Komputer Universitas Udayana untuk mengetahui performansi sistem yang menggunakan distribusi waktu pelayanan berbeda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa waktu pelayanan distribusi Eksponensial memiliki karakteristik yang lebih baik dari distribusi Erlang pada parameter m-Erlang ≥ 2.  Kata kunci— antrian jaringan, distribusi,sistem performansi, multi server.  AbstractQueue data packet at computer network having a network queueing model, with complicated transmission process so that it can not be solved analytically. Modeling and simulation are needed to resolve the issue queue network. Queueing model in this research is an open network with the analysis of data packet using a single server model. Service time packet has Exponential distribution and Erlang used as comparison. If the service time of data packet using the Exponential distribution, then the model become M/M/1, whereas the service time using the Erlang distribution with parameter m and µ, then the model becomes M/E[m]/1. This research uses an open Jackson method to perform queueing network simulations to calculate the characteristics of network queueing system. Examination of simulation system uses data packets on a computer network server of Department Computer Science University of Udayana to determine system performance using with different service time distribution. The result of examination indicate that service time of Exponential distribution has better characteristic then Erlang distribution at parameter m-Erlang ≥2. Keywords— queueing network, distribution, system performance, multiple server
Prediksi Pemakaian Listrik Kelompok Tarif Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan dan ARIMA Silviani E Rumagit; Azhari SN
IJCCS (Indonesian Journal of Computing and Cybernetics Systems) Vol 7, No 2 (2013): July
Publisher : IndoCEISS in colaboration with Universitas Gadjah Mada, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijccs.3359

Abstract

AbstrakLatar Belakang penelitian ini dibuat dimana semakin meningkatnya kebutuhan listrik di setiap kelompok tarif. Yang dimaksud dengan kelompok tarif dalam penelitian ini adalah kelompok tarif sosial, kelompok tarif rumah tangga, kelompok tarif bisnis, kelompok tarif industri dan kelompok tarif pemerintah. Prediksi merupakan kebutuhan penting bagi penyedia tenaga listrik dalam mengambil keputusan berkaitan dengan ketersediaan energi listik. Dalam melakukan prediksi dapat dilakukan dengan metode statistik maupun kecerdasan buatan.            ARIMA merupakan salah satu metode statistik yang banyak digunakan untuk prediksi dimana ARIMA mengikuti model autoregressive (AR) moving average (MA). Syarat dari ARIMA adalah data harus stasioner, data yang tidak stasioner harus distasionerkan dengan differencing. Selain metode statistik, prediksi juga dapat dilakukan dengan teknik kecerdasan buatan, dimana dalam penelitian ini jaringan syaraf tiruan backpropagation dipilih untuk melakukan prediksi. Dari hasil pengujian yang dilakukan selisih MSE ARIMA, JST dan penggabungan ARIMA, jaringan syaraf tiruan tidak berbeda secara signifikan. Kata Kunci— ARIMA, jaringan syaraf tiruan, kelompok tarif.  AbstractBackground this research was made where the increasing demand for electricity in each group. The meaning this group is social, the household, business, industry groups and the government fare. Prediction is an important requirement for electricity providers in making decisions related to the availability of electric energy. In doing predictions can be made by statistical methods and artificial intelligence.            ARIMA is a statistical method that is widely used to predict where the ARIMA modeled autoregressive (AR) moving average (MA). Terms of ARIMA is the data must be stationary, the data is not stationary should be stationary  use differencing. In addition to the statistical method, predictions can also be done by artificial intelligence techniques, which in this study selected Backpropagation neural network to predict. From the results of tests made the difference in MSE ARIMA, ANN and merging ARIMA, artificial neural networks are not significantly different. Keyword—ARIMA, neural network, tarif groups
Pengembangan Sistem Evaluasi Kegiatan Belajar Mengajar Berbasis Web Studi Kasus : di SMA Negeri 1 Surakarta Emi Budi Susilowati; Ahmad Ashari
IJCCS (Indonesian Journal of Computing and Cybernetics Systems) Vol 7, No 2 (2013): July
Publisher : IndoCEISS in colaboration with Universitas Gadjah Mada, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijccs.3360

Abstract

AbstrakInternet telah menjadi sumber informasi yang tidak terbatas di dalam pendidikan. Dengan adanya internet, berbagai informasi dapat diperoleh secara mudah dan cepat serta memberikan banyak manfaat diantaranya memperluas cakrawala siswa, sebagai sumber tambahan pelajaran dan mengembangkan kreatifitas siswa. Disamping itu juga dikembangkannya online learning yang memudahkan guru dalam memberikan pengayaan materi diluar tatap muka maupun memberikan evaluasi kepada peserta didik dengan memanfaatan jaringan internet sehingga mempermudah dan memperlancar dalam penyelenggaraan pendidikan.  Salah satu teknologi dalam internet yang digunakan adalah web service. Web service dibangun pada inti protokol internet yaitu TCP/IP dan HTTP. Dalam kegiatan belajar mengajar dikenal suatu evaluasi yang merupakan pengukuran hasil belajar siswa sebagai prestasi belajar, yaitu penguasaan materi pelajaran sesuai dengan kompetensi yang ditetapkan.  Untuk mempermudah dalam mengukur ketercapaian belajar tersebut dikembangkan program aplikasi Sistem Evaluasi Kegiatan Belajar Mengajar Berbasis Web yang diintegrasikan dengan e-learning yang sudah tersedia, sehingga kebutuhan user yang menggunakan online test dari e-learning bisa ditangani.Penelitian ini menghasilkan web penyedia layanan analisis butir soal dan analisis ketuntasan belajar yang diintegrasikan dengan e-learning yang sudah tersedia disekolah menggunakan web service. Pengujian dilakukan dengan  cara pengintegrasian data dengan e-learning dilakukan tukar menukar pesan terhadap permintaan, tanggapan dan kesalahan dalam parameter permintaan. Kata kunci— Web Service, e-learning, Analisis Evaluasi Pembelajaran  AbstractThe Internet has become an unlimited source of information in education. With the Internet, information can be obtained easily and quickly and provides many benefits including expanding the horizons of students, as an additional source of learning and develop student creativity. Besides, the development of online learning that allows teachers to provide enrichment materials outside of face-to-face and provide evaluations to students with memanfaatan Internet network that simplify and streamline the education. One of the technologies used in the Internet is a web service. Web services are built on the core Internet protocols are TCP / IP and HTTP.In the teaching and learning activities that are known to an evaluation of student learning outcomes as a measurement of achievement, that mastery of the subject matter in accordance with established competencies. To make it easier to measure the achievement of learning were developed application program Evaluation System Teaching and Learning Activities are integrated with the Web-based e-learning are already available, so the user needs to use online test of the e-learning can be handled.This research resulted in the service provider's point about the analysis and the analysis of mastery learning that integrates with existing e-learning available at the school using the web service. Testing is done by integrating the data with e-learning done exchanging messages to requests, responses and errors in parameter query. Keywords—Web services, e-learning, Learning Evaluation Analysis
Aplikasi Pencarian Lokasi Fasilitas Umum Berbasis Foursquare APIv2 pada Sistem Operasi Android Nur Rokhman; Iqnatius Dimas Nugroho
IJCCS (Indonesian Journal of Computing and Cybernetics Systems) Vol 7, No 2 (2013): July
Publisher : IndoCEISS in colaboration with Universitas Gadjah Mada, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijccs.3361

Abstract

AbstrakSebuah smartphone umunya dilengkapi dengan Global Positioning System (GPS). Pengguna smartphone  disamping dapat mengetahui lokasi dirinya, umumnya juga ingin mengetahui lokasi sekitarnya. Foursquare merupakan salah satu jejaring sosial yang menyediakan layanan berbasis lokasi. Foursquare memiliki fitur check-in, untuk menandai lokasi pengguna.Dalam penelitian ini akan dikembangkan aplikasi pada perangkat dengan sistem operasi Android yang dapat mencari lokasi fasilitas umum di sekitar pengguna dengan memanfaatkan teknologi layanan berbasis lokasi. Aplikasi ini memanfaatkan data dari Foursquare. Hasil pengujian terhadap aplikasi yang dibangun menunjukkan filter data dan sistem auto check-in berjalan dengan baik sehingga duplikasi data dalam Foursquare dapat diminimalkan.  Kata kunci— Layanan berbasis lokasi,  Android, Foursquare, Fasilitas umum  AbstractA smartphone is equipped with Global Positioning System (GPS). A smartphone user may know  the location itself, and usually want to know the surrounding location. Foursquare is a social network that provide location-based services. Foursquare has a check-in feature to mark the location of the user.This research develops applications on devices with Android operating system that can find  location of public facilities around the user by using  location-based services technology. This application uses Foursquare data.The test results showed that the application can filter data and the check-in systems running properly such that duplication of data in Foursquare can be minimized.  Keywords— Location Based Services (LBS), Android, Foursquare, Public Facility

Page 1 of 1 | Total Record : 10