cover
Contact Name
I Gede Iwan Sudipa
Contact Email
iwansudipa@instiki.ac.id
Phone
+6281933054911
Journal Mail Official
krisnadana@sidyanusa.org
Editorial Address
Jl. Gunung Cemara No. 64, Sapta Bumi,Kel./Ds. Tegal Harum, Kec. Denpasar Barat, Denpasar
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Krisnadana
ISSN : 28083520     EISSN : 28083563     DOI : 10.58982
Jurnal Krisnadana merupakan jurnal yang dapat menjadi wadah bagi civitas akademika dan kalangan profesional dalam mempublikasikan karya ilmiah ataupun hasil penelitiannya dengan tetap mengutamakan orisinalitas karya, pengembangan kelimuan dan kontribusi dalam berbagai bidang. Jurnal Krisnadana berfokus pada bidang Ilmu Komputer, Sistem Kendali, dan Jaringan. Fokus dan Ruang lingkup pada Jurnal Krisnadana (Komputer, Sistem Kendali, & Jaringan) yang dapat menjadi topik makalah atau penelitian meliputi berbagai bidang minat, diantaranya: 1) Rekayasa perangkat lunak; 2)Sistem Informasi; 3) Sistem Pendukung Keputusan (SPK); 4) Sistem Pakar; 5) Kecerdasan Buatan; 6) Aplikasi Mobile; 7) Pengolahan Citra; 8) Robotika; 9) Smarts System; 10) Cloud Technology; 11) Image Processing; 12) Internet Of Things (IOT); 13) Jaringan Komputer; 14) Komputasi Paralel; 15) Sistem Terdistribusi; 16) Data Analytic; 17) Audit Teknologi Informasi; 18) Telekomunikasi dan Pemrosesan Sinyal; 19) Otomasi kontrol (Control Automation); 20) Topik studi relevan lainnya.
Articles 53 Documents
Rancang Bangun Mesin Roasted Biji Kopi Timor Portabel Berbasis Internet Of Things (IoT) dengan Mikrokontroler ESP32 Alfonsus Jefri Oematan; Yoseph P.K. Kelen; Budiman Baso; Willy Sucipto
Jurnal Krisnadana Vol 3 No 3 (2024): Jurnal Krisnadana – Mei 2024
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara (Sidyanusa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58982/krisnadana.v3i3.606

Abstract

Sejak tahun 1980, ide pengembangan tanaman kopi di Timor khususnya di Eban, muncul karena kondisi suhu yang mendukung pertumbuhan tanaman kopi di daerah ini, terutama di desa Suanae. Perkembangan meningkat sehingga  popularitas kopi di Timor semakin tinggi.  Namun, untuk dapat di nikmati, kopi harus melewati suatu prosees penting yaitu proses penyangraian. Proses penyangraian kopi yang masih di gunakan saat ini masih menggunakan alat serta cara manual. bahan baku dan penikmat kopi di Timor sangat banyak namun ketersediaan mesin sangrai portable yang dilengkapi dengan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) masih belum ada. Sehingga untuk mengkatkan efisiensi dan kontrol dalam proses penyangraian, teknologi berbasis IoT dapat di manfaatkan sebagai solusi. Dimana  sistem yang di bangun berjalan semiotomatis dan telah terkoneksi dengan internet menggunakan mikrokontoler ESP32 sehingga suhu dan waktu pada proses penyangraian dapat  di monitoring dan di seting memalui Smartphone menggunakan aplikasi Blynk. Dalam mesin Roastet Portable ini menggukanan sensor Thermocouple Max6675 sebagai pengukur suhu pada tabung sangrai dan Push Button untuk memngatur waktu penyangraian  serta mikrokontroler ESP32 sebagai pusat kendali utama dan pemroses data. Hasil dari sistem yang di buat ini adalah sistem mampu mengirim dan menampilkan data, serta mengontrol peroses penyangraian biji kopi dengan baik.
Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Bantuan Sosial Perikanan untuk Nelayan menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW) Lusi Asameta; Yoseph P.K Kelen; Siprianus S Manek
Jurnal Krisnadana Vol 3 No 3 (2024): Jurnal Krisnadana – Mei 2024
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara (Sidyanusa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58982/krisnadana.v3i3.620

Abstract

Nelayan merupakan penduduk yang tinggal di pesisir pantai dan sumber kehidupan ekonominya bergantung secara langsung pada kegiatan mengolah sumber daya laut, komunitas nelayan atau kelompok dan orang  yang mata pencarian hasil laut dan tinggal di desa, Pantai atau pesisir Aset nelayan bagi Indonesia juga salah satu factor yang penting serta menjadi ujung tombak dalam pengembangan di bidang kelautan dan perikanan Aktivitas  nelayan yang berada di dalam laut, untuk menangkap ikan  memilik resiko tinggi yang bahkan mengancam keselamatan jiwa. Proses pemberian bantuan sosial kepada nelayan di Kabupaten Belu masih dilakukan secara manual, menyebabkan penumpukan dokumen, keterlambatan, dan kesalahan dalam pengajuan bantuan. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini mengembangkan sistem pendukung keputusan (SPK) berbasis metode Simple Additive Weighting (SAW) yang dapat mengotomatisasi proses seleksi calon penerima bantuan. Metode SAW dipilih karena kemudahannya dalam implementasi, efisiensi perhitungan, serta transparansi dan fleksibilitas dalam menyesuaikan kriteria dan bobot. Hasil penelitian menunjukkan menunjukkan ranking 13 alternatif penerima bantuan sosial kepada nelayan berdasarkan dari 5 kriteria penilaian yang telah ditentukan oleh pengambil keputusan, sehingga dapat menghasilkan keputusan obyektif dengan mempertimbangkan setiap nilai alternatif pada setiap kriteria sehingga dapat menunjangkan penerima bantuan yang paling sesuai.
Teknik Penilaian Kinerja Karyawan dengan Metode Behaviorally Anchor Rating Scale (BARS) pada PT Indomarco Prismatama Nabil Haidar Suwanda; Dedi Rianto Rahadi
Jurnal Krisnadana Vol 3 No 3 (2024): Jurnal Krisnadana – Mei 2024
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara (Sidyanusa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58982/krisnadana.v3i3.621

Abstract

Sangat penting bagi setiap perusahaan atau organisasi untuk melakukan penilaian kinerja. Hal ini sangat berkaitan dengan keputusan yang akan dibuat oleh perusahaan. Setiap perusahaan biasanya menggunakan metode yang berbeda-beda untuk menilai kinerja setiap karyawan. Dengan menggunakan metode Behaviour Anchor Rating Scale (BARS), artikel ini ditulis untuk merancang sistem penilaian kinerja untuk setiap karyawan tetap di perusahaan ini. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui penilaian kinerja karyawan retail yang akan digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Perancangan sistem penilaian kinerjanya dimulai dengan menentukan standar untuk menilai kinerja karyawan, membuat skala yang harus digunakan, dan akhirnya menentukan skor akhir karyawan. Hasil penelitian menghasilkan pilihan A3 sebagai karyawan terbaik dengan nilai 4,05.