cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
flourishing.journal@um.ac.id
Phone
+62341-552115
Journal Mail Official
flourishing.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jln. Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Flourishing Journal
ISSN : -     EISSN : 27979865     DOI : -
Core Subject : Social,
Flourishing Journal is an open-access and peer-reviewed journal dedicated to publishing research articles in the field of psychology. Flourishing Journal accepts research articles that have the potential to make a significant contribution to the exploration and development of psychology and behavioral sciences. Articles submitted to this journal must display a well-thought-out study design, appropriate data analysis, and interpretation.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2023)" : 5 Documents clear
Fenomena Inferiority Complex Terhadap Bahasa Inggris Afifah Shafa Salsabil; Indah Kurnia Herliani; Trista Rossa Azzahra; Faliha Muthmainah
Flourishing Journal Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i22023p56-60

Abstract

The phenomenon of the inferiority complex in Indonesian society towards English or known as linguistic inferiority is a phenomenon that can be found in everyday life. Unfortunately, studies related to this matter written in Indonesian are still difficult to find. Due to the limited study on the topic of linguistic inferiority, this paper is intended to analyze the existing problems to gain a deeper understanding. The method used is literature review, namely reviewing journal articles that have relevance related to the topic. The results show that an inferiority complex in language or linguistic inferiority occurs due to external aspects such as social, cultural and economic disparities, as well as internal aspects such as the cognitive processes of each individual to technical difficulties during the learning process. Through this review process, the solution is the reflection process of English teachers in Indonesia and the making of significant efforts to foster self-confidence in individual students, such as providing adequate and targeted learning support. Abstrak Fenomena inferiority complex pada masyarakat Indonesia terhadap bahasa Inggris atau yang bisa dikenal sebagai inferioritas linguistik (linguistic inferiority) merupakan fenomena yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya, studi terkait hal ini yang ditulis dalam bahasa Indonesia masih sulit ditemukan. Dikarenakan terbatasnya studi terhadap topik inferioritas linguistik, tulisan ini dimaksudkan untuk mengurai masalah yang ada untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam. Metode yang digunakan adalah literature review yaitu mengulas artikel jurnal yang memiliki relevansi terkait topik. Hasilnya menunjukkan bahwa inferiority complex dalam berbahasa atau linguistic inferiority terjadi karena aspek eksternal seperti kesenjangan sosial, budaya, dan ekonomi, sekaligus aspek internal seperti proses kognitif masing-masing individu hingga kesulitan-kesulitan teknis selama proses belajar. Melalui proses telaah yang dilakukan ini, solusi yang dapat dianjurkan ialah proses refleksi para pengajar bahasa Inggris di Indonesia serta dilakukannya upaya-upaya yang signifikan dalam menumbuhkan rasa percaya diri pada individu pelajar, seperti memberikan penunjang belajar yang cukup dan tepat sasaran.
Promosi Melalui Media Digital untuk Meningkatkan Perilaku Sehat dalam Mencegah Stunting Muhammad Rayhan I’tisham; Muhammad Wildan; Lola Maria; Debby Ayu; Tutut Chusniyah
Flourishing Journal Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i22023p39-43

Abstract

Stunting is a condition in which toddlers aged 0-5 years experience failure to thrive as a result of chronic malnutrition which results in smaller child dimensions than normal for their age. The program that is considered appropriate to implement is a program to increase understanding and awareness of a clean and healthy lifestyle in the community. This understanding of a clean lifestyle includes good sanitation management, good domestic waste management, a culture of hand washing, and also pollution related to external waste such as living environments close to industrial areas etc. The method used in this program is an educational program using pamphlets and/or brochures that are distributed digitally in order to reach more widely and efficiently. The program we created aims to help and play a role in increasing awareness and understanding regarding a clean and healthy lifestyle as a program to reduce stunting rates in children with prevention methods using early education in the community through digital media (health promotion through digital media). AbstrakStunting adalah kondisi yang terjadi pada balita usia 0-5 tahun yang mengalami gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis yang berdampak pada dimensi anak yang lebih kecil daripada dimensi normal di usianya. Program yang tepat untuk diterapkan adalah program untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan pola hidup bersih dan sehat di masyarakat. Pemahaman tentang pola hidup bersih ini mencakup pengelolaan sanitasi yang baik, pengelolaan limbah domestik yang baik, budaya mencuci tangan, dan juga polusi-polusi terkait limbah eksternal seperti lingkungan hidup yang dekat dengan kawasan industri dan lain-lain. Metode yang digunakan dalam program ini adalah program edukasi dengan media pamflet dan/atau brosur yang disebarkan secara digital guna menjangkau dengan lebih luas dan efisien. Program ini bertujuan untuk membantu dan berperan pada peningkatan kesadaran dan pemahaman terkait pola hidup bersih dan sehat sebagai program penurunan angka stunting pada anak dengan metode prevensi menggunakan edukasi dini pada masyarakat melalui media digital (promosi kesehatan melalui media digital).
Kampanye Media Sosial tentang “Air Pollution Awareness” Biji Bintang Binarani; Dewi Zahara; Dinda Dewi Auni; Firdha Rizki Nurulit; Tutut Chusniyah
Flourishing Journal Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i22023p44-47

Abstract

The campaign related to "air pollution awareness" on social media accounts aims to instill public awareness about the impact caused by air pollution. One of the media that can be used in implementing social campaigns is social media, which is online and fast. This social media campaign is expected to raise public awareness about the dangers of air pollution caused by motorized vehicles and make efforts to reduce air pollution that occurs in the surrounding environment. Results from the implementation of “air pollution awareness” that the researchers have carried out in conveying messages to the public regarding public awareness of air pollution for two days, the researchers conducted a survey at the end of the campaign by asking what and how they differed in their thoughts regarding before the campaign was carried out and after the campaign which is conducted. During one week of the air pollution awareness campaign carried out on social media, it can be seen that individuals have several opinions regarding air pollution. With this, it can be seen that social media campaign programs can provide understanding and awareness regarding the dangers of air pollution due to motorized vehicles to the community. AbstrakKampanye terkait "air pollution awareness" pada akun media sosial bertujuan untuk menanamkan kesadaran masyarakat mengenai dampak yang ditimbulkan dari polusi udara. Salah satu media yang dapat digunakan dalam pelaksanaan kampanye sosial adalah media sosial, yang memiliki sifat online dan cepat. Kampanye media sosial ini diharapkan dapat menimbulkan kesadaran masyarakat dalam mengetahui bahaya polusi udara akibat kendaraan bermotor dan melakukan upaya mengurangi polusi udara yang terjadi di lingkungan sekitar. Hasil dari pelaksanaan "air pollution awareness" yang telah peneliti lakukan dalam menyampaikan pesan kepada publik mengenai kesadaran masyarakat terhadap polusi udara selama dua hari didapatkan dengan melakukan survei di akhir kampanye dengan menanyakan apa dan bagaimana perbedaan pemikiran mereka terkait sebelum adanya kampanye yang dilakukan dengan setelah adanya kampanye yang dilakukan. Selama satu minggu kampanye mengenai kesadaran polusi udara dilakukan pada media sosial, dapat terlihat bahwa individu memiliki beberapa pendapat mengenai polusi udara. Dengan ini dapat diketahui bahwa program social media campaign dapat memberikan pemahaman dan kesadaran terkait bahayanya polusi udara akibat kendaraan bermotor pada masyarakat.
Sustainable Diet sebagai Intervensi Pengurangan Konsumsi Fast Food Berlebihan Nadhifa Salsabillah Riyadi; Tb Farhan Muhammad; Trisna Aulia Nur Rakhmah; Tutut Chusniyah
Flourishing Journal Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i22023p48-55

Abstract

This article was created based on concern for the impact of consumption fast food excess which can disrupt the health of the body, mental and even the environment The study aims to encourage people to take better care of themselves and the environment by reducing fast food consumption and adopting a healthy lifestyle through sustainable diet through a social media campaign on Instagram.. Sustainable diet chosen as a way to overcome this, because sustainable diet is a sustainable diet that has a low impact and contributes to food security, nutrition and health for future generations. This article uses literature review as the main method of writing. The references used are relevant literature, either in the form of books, book chapter, review article (review article), as well as research articles (research article). With counselling sustainable diet through social media, especially Instagram, is expected to be able to provide awareness and care for the health of the body and the environment. The results of the literature review show that a sustainable diet can be beneficial for health, food security, and environmentally friendly. AbstrakArtikel ini dibuat berdasarkan kepedulian terhadap dampak pengkonsumsian fast food secara berlebih yang mampu menganggu kesehatan tubuh, mental bahkan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap diri sendiri dan lingkungan dengan mengurangi konsumsi makanan cepat saji dan menerapkan pola hidup sehat dengan penerapan sustainable diet melalui kampanye yang dilakukan di media sosial yaitu Instagram. Sustainable diet dipilih sebagai cara untuk mengatasi hal tersebut, karena sustainable diet (diet berkelanjutan) memiliki dampak rendah dan memberikan kontribusi pada ketahanan pangan, gizi, dan kesehatan bagi generasi di masa depan. Artikel ini menggunakan literature review sebagai metode utama dalam penulisan. Referensi yang digunakan adalah literatur yang relevan, baik berupa buku, book chapter, artikel telaah (review article), maupun artikel penelitian (research article). Dengan adanya kampanye terkait diet berkelanjutan melalui media sosial khususnya Instagram, diharapkan dapat menimbulkan awareness dan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan tubuh dan lingkungan. Hasil literatur reviu menunjukan bahwa diet berkelanjutan merupakan salah satu jenis diet yang dapat bermanfaat tidak hanya untuk kesehatan, namun juga dapat bermanfaat bagi ketahanan pangan serta ramah lingkungan.
Ujaran Kebencian dalam Perspektif Teori Kepribadian dalam Psikologi Amelia; Nafidatul Mauliyah; Raissa Dwifandra Putri
Flourishing Journal Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i22023p61-73

Abstract

The development of social media makes it easy to communicate remotely. Apart from making it easier, social media is often used by some individuals to express anger in the form of utterances of hate towards others. Hate speech is a derogatory speech about personal or group characteristics, such as race, religion, gender, or even sexual orientation. Various factors can underlie this behavior. Meanwhile, the purpose of this study is to examine hate speech from the perspective of personality theory in psychology. The method used for data collection is a literature study. The results of this study indicate that hate speech can occur as a form of expression of emotions and conflicts that are not resolved in a person's subconscious mind. These unresolved conflicts and emotions lead to anxiety and psychological distress. Hate speech can appear as a form of a defense mechanism known as displacement. In addition, hate speech can also be done only for personal pleasure (trolling). This is used by individuals because their basic needs to feel safe and valued in everyday life are not met so individuals will develop basic anxiety which eventually leads to compulsive, neurotic, or aggressive behavior patterns, like trolling. Abstrak Perkembangan media sosial memberikan kemudahan untuk berkomunikasi dengan jarak jauh. Selain memudahkan, media sosial sering kali digunakan oleh beberapa individu untuk meluapkan kemarahan dalam bentuk ujaran kebencian kepada orang lain. Ujaran kebencian atau hate speech adalah ucapan yang menghina tentang karakteristik pribadi atau kelompok, seperti ras, agama, jenis kelamin, atau bahkan orientasi seksual. Beragam faktor dapat mendasari perilaku ini. Adapun, tujuan penelitian ini adalah mengkaji ujaran kebencian dalam perspektif teori kepribadian dalam psikologi. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data yaitu studi literatur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ujaran kebencian dapat terjadi sebagai bentuk ekspresi dari emosi dan konflik yang tidak selesai dalam pikiran bawah sadar seseorang. Konflik dan emosi yang tidak terselesaikan ini menyebabkan kecemasan dan tekanan psikologis. Ujaran kebencian dapat muncul sebagai bentuk mekanisme pertahanan yang disebut sebagai pelampiasan (displacement). Selain itu, ujaran kebencian dapat juga dilakukan hanya untuk kesenangan pribadi (trolling). Hal ini digunakan individu sebab kebutuhan dasar mereka akan rasa aman dan dihargai di kehidupan sehari-hari tidak terpenuhi sehingga individu akan mengembangkan kecemasan dasar yang akhirnya memunculkan pola perilaku kompulsif, neurotik, atau agresif salah satunya seperti trolling.

Page 1 of 1 | Total Record : 5