cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
flourishing.journal@um.ac.id
Phone
+62341-552115
Journal Mail Official
flourishing.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jln. Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Flourishing Journal
ISSN : -     EISSN : 27979865     DOI : -
Core Subject : Social,
Flourishing Journal is an open-access and peer-reviewed journal dedicated to publishing research articles in the field of psychology. Flourishing Journal accepts research articles that have the potential to make a significant contribution to the exploration and development of psychology and behavioral sciences. Articles submitted to this journal must display a well-thought-out study design, appropriate data analysis, and interpretation.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 7 (2024)" : 5 Documents clear
Perilaku Konformitas Anggota Komunitas Penggemar K-Pop Pujirahayu, Fadila; Rakhmaditya Dewi Noorizki
Flourishing Journal Vol. 4 No. 7 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i72024p288-295

Abstract

The K-Pop fan community is a community consisting of individuals who have the same interest in the world of K-Pop. Joining a community encourages individuals to behave in conformity to fit and be accepted by their community, including in this K-Pop fan community. This study aims to determine the forms of conformity behavior in members of the K-Pop fan community. This research uses a descriptive qualitative approach. The research data was obtained through an interview process with three informants who are members of the K-Pop fan community. The results showed that the forms of conformity behavior shown by members of the K-Pop fan community can be seen from three aspects, namely (1) cohesiveness, shown through support or loyalty by buying albums, merchandise, watching concerts, streaming mv, voting in award events, participating in activities in the community, and self-adjustment by increasing interaction with fellow members, following the style of dress and language, (2) agreement, in the form of respecting other people's opinions and following group agreements, (3) obedience, shown by obeying the rules and doing what the community expects or wants. AbstrakKomunitas penggemar K-Pop merupakan komunitas yang terdiri dari individu-individu yang memiliki ketertarikan yang sama dalam dunia K-Pop. Bergabung dengan sebuah komunitas mendorong individu untuk berperilaku konformitas agar sesuai dan diterima komunitasnya, termasuk dalam komunitas penggemar K-Pop ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-betuk perilaku konformitas pada anggota komunitas penggemar K-Pop. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui proses wawancara bersama tiga narasumber yang merupakan anggota komunitas penggemar K-Pop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk perilaku konformitas yang ditunjukkan oleh anggota komunitas penggemar K-Pop dapat dilihat dari tiga aspek, yaitu (1) kekompakan, ditunjukkan melalui dukungan atau loyalitasnya dengan membeli album, merchandise, menonton konser, streaming mv, voting dalam ajang penghargaan, mengikuti kegiatan-kegiatan dalam komunitas, serta penyesuaian diri dengan memperbanyak interaksi dengan sesama anggota, mengikuti gaya berpakaian dan berbahasa, (2) kesepakatan, berupa menghargai pendapat orang lain dan mengikuti kesepakatan kelompok, dan (3) ketaatan, ditunjukkan dengan menaati peraturan dan melakukan hal yang diharapkan atau diinginkan komunitas.
Penerimaan Diri Korban Investasi Bodong pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang Silfia, Irka; Adi Putra, Randi Raharja; Frisqi Fatihah, Imelda Rasasti; Edy, Dewi Fatmasari
Flourishing Journal Vol. 4 No. 7 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i72024p304-314

Abstract

The rapid development of technology in the economic sector makes it easier for people to invest. Investments are now increasingly easy to do and promise instant high profits. Unfortunately, the public's minimal knowledge makes them vulnerable to being caught in fraud and fraudulent investments. The impact of this fraud is in the form of financial, emotional, and psychological losses. Victims of financial fraud have higher levels of depression than people who have not experienced it. To overcome this, self-acceptance can be used to anticipate negative impacts and the psychological stability of victims. This research aims to show self-acceptance in victims of fraudulent investments so that similar victims do not experience worse impacts and can even accept the events they experienced. The research method used is a qualitative method using a case study approach. Data collection in this research was semi-structured interviews. Based on the research results, it was found that the time needed for victims to accept themselves varies but has the same stages. Apart from that, the three participants showed positive self-acceptance and made this event an experience. Abstrak Perkembangan teknologi yang pesat dalam bidang ekonomi, memudahkan orang untuk melakukan investasi. Investasi saat ini semakin mudah dilakukan dan menjanjikan keuntungan yang tinggi dengan cara instan. Sayangnya, pengetahuan masyarakat yang minim menjadikan mereka rentan terjerat penipuan dan investasi bodong. Dampak dari penipuan ini berupa kerugian finansial, emosional, dan psikologis. Korban penipuan finansial memiliki tingkat depresi yang lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak mengalaminya, untuk menanggulangi hal tersebut penerimaan diri dapat digunakan untuk mengantisipasi dampak negatif serta kestabilan psikologis korban. Penelitian ini bertujuan untuk mengemukakan penerimaan diri pada korban investasi bodong sehingga korban serupa tidak mengalami dampak yang lebih buruk bahkan dapat menerima peristiwa yang dialaminya. Metode penelitian yang digunakan berupa metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Partisipan pada penelitian ini berjumlah 3 orang yang terdiri dari mahasiswa aktif Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang, kemudian data yang diperoleh dianalisis menggunakan tematik. Penggalian data pada penelitian ini adalah wawancara semi-terstruktur. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk penerimaan diri korban berbeda-beda namun memiliki tahapan yang sama serta ketiga partisipan menunjukkan penerimaan diri yang positif serta menjadikan peristiwa ini sebagai pengalaman.
Kecemasan pada Dewasa Awal Akibat Fear of Missing Out (FoMO) Nadia Khairina; Dyah Septi Ruli Rahmawati; Friska Indriani
Flourishing Journal Vol. 4 No. 7 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i72024p296-303

Abstract

New challenges due to major changes in early adulthood such as changing environments, academic demands, and pressures in building personal identity are the main triggers for intense feelings of fear of missing out (FoMO). FoMO creates anxiety about being left behind from important experiences in social life, triggering feelings of anxiety and lack of life satisfaction because individuals feel marginalized from valuable moments that are considered important by their social environment. The urge to engage in various activities and expand social networks becomes a source of pressure if unable to participate in these moments. This study aims to identify and understand FoMO in relation to anxiety in early adulthood and the factors that influence it. This study uses a descriptive qualitative approach with a structured interview method on two early adult subjects who have experienced FoMO. The results of this study indicate that dependence on social media among 19-25 year olds gives rise to fear of missing out (FoMO), which creates feelings of anxiety, self-comparison, and fear of missing out on information, with the impact of feelings of loneliness and psychological stress. AbstrakTantangan baru karena perubahan besar pada dewasa awal seperti pergantian lingkungan, tuntutan akademis, dan tekanan dalam membangun identitas pribadi menjadi pemicu utama perasaan fear of missing out (FoMO) yang intens. FoMO menciptakan kecemasan akan tertinggal dari pengalaman-pengalaman penting dalam kehidupan sosial, memicu perasaan cemas dan kurangnya kepuasan hidup karena individu merasa terpinggirkan dari momen-momen berharga yang dianggap penting oleh lingkungan sosial mereka. Dorongan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan dan memperluas jejaring sosial menjadi sumber tekanan jika tidak mampu ikut serta dalam momen-momen tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memahami FoMO kaitannya dengan kecemasan pada dewasa awal dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara terstruktur pada dua subjek dewasa awal yang pernah mengalami FoMO. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketergantungan pada media sosial di kalangan usia 19-25 tahun memunculkan fear of missing out (FoMO), yang menciptakan rasa cemas, perbandingan diri, dan ketakutan ketinggalan informasi, dengan dampak berupa perasaan kesepian dan tekanan psikologis.
Pengaruh Self-Efficacy terhadap Fear of Failure pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Universitas Negeri Malang Najmil ‘Ulumiyah; Retno Sulistiyaningsih
Flourishing Journal Vol. 4 No. 7 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i72024p315-325

Abstract

Fear of failure is a common experience among final-year students. This condition can be attributed to low self-efficacy, or an individual's belief in their own ability. The purpose of this study was to determine the influence of self-efficacy on fear of failure among final-year students at Universitas Negeri Malang. The researcher employed a quantitative method using a correlational design. The participants in this study were 130 final-year students at Universitas Negeri Malang. The instruments used in this study were: (1) A self-efficacy scale, constructed based on Bandura's theory (1997), consisting of 15 items with a reliability of 0.857. (2) The Performance Failure Appraisal Inventory (PFAI) to measure students' fear of failure. This scale was adapted by Martin and Yunanto (2023) and modified by the researcher, consisting of 22 items with a reliability of 0.920. Data analysis was conducted using simple linear regression. The results showed that self-efficacy contributed 41% to fear of failure, with a negative direction of influence (ρ < 0.000). AbstrakFear of failure (ketakutan akan kegagalan) merupakan kondisi yang cenderung dialami oleh tiap mahasiswa tingkat akhir.. Hal ini dapat diakibatkan karena rendahnya kepercayaan diri individu terhadap kemampuannya (self-efficacy). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh self-efficacy terhadap fear of failure pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas Negeri Malang. Peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir di Universitas Negeri Malang sejumlah 130 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari: (1) Skala self-efficacy, menggunakan metode konstruk dengan mengembangkan teori dari Bandura (1997) yang terdiri dari 15 item dengan reliabilitas 0,857. (2) Performance Failure Appraisal Inventory (PFAI) untuk mengukur fear of failure mahasiswa. Skala ini telah diadaptasi oleh Martin dan Yunanto (2023) dan dimodifikasi oleh peneliti, yang terdiri dari 22 item dengan reliabilitas 0,920. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis regresi sederhana, dengan hasil bahwa self-efficacy memberikan kontribusi sebesar 41% terhadap fear of failure dengan arah pengaruh negatif (ρ < 0,000).
Pengaruh Resiliensi terhadap Penyesuaian Diri Siswa di SMA Katolik St. Albertus Malang Angelicus Ricardus F. Wara Sabon; Ika Andrini Farida
Flourishing Journal Vol. 4 No. 7 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i72024p326-338

Abstract

Self-adjustment is an important thing for high school students, especially students who come from outside Java. However, many students have not been able to adjust due to various inhibiting factors they experience. This study aims to determine how much influence resilience has on adjustment in students of Catholic High School. St. Albertus Malang who come from outside Java. This study uses a quantitative method with the research population being active students of Catholic High School. St. Albertus Malang with a stratified random sampling technique, and the sample are tenth grade students who come from outside Java and obtaining 109 respondents. The data analysis technique uses simple linear regression analysis. The results of the data analysis show that the correlation between resilience and adjustment in students who come from outside Java at Catholic High School. St. Albertus Malang is 0.816 (p>0.05) so it can be concluded that the hypothesis in this study is rejected, where resilience does not affect adjustment in students of Catholic High School. St. Albertus Malang who come from outside Java. AbstrakPenyesuaian diri merupakan sebuah hal penting bagi para siswa SMA, khususnya siswa yang berasal dari luar pulau Jawa. Namun banyak siswa yang belum bisa menyesuaikan diri karena berbagai faktor penghambat yang dialaminya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh resiliensi terhadap penyesuaian diri pada siswa SMA Katolik St. Albertus Malang yang berasal dari luar pulau Jawa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan populasi penelitiannya merupakan siswa aktif SMA Katolik St. Albertus Malang yang berasal dari luar pulau Jawa dengan teknik pengambilan sampel stratified random sampling, yaitu siswa kelas X (sepuluh) yang berasal dari luar pulau Jawa dan memperoleh responden sebanyak 109 siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear sederhana. Hasil analisis data menunjukan bahwa tidak ada korelasi antara resiliensi dengan penyesuaian diri pada siswa yang berasal dari luar pulau Jawa di SMA Katolik St. Albertus Malang, dengan nilai signifikansi 0.816 (p>0.05), hipotesis penelitian ditolak. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa resiliensi tidak mempengaruhi penyesuaian diri pada siswa SMA Katolik St. Albertus Malang yang berasal dari luar pulau Jawa.

Page 1 of 1 | Total Record : 5