cover
Contact Name
Husnul Hidayat
Contact Email
husnulhidayat@ft.unsri.ac.id
Phone
+62895603960330
Journal Mail Official
archvisual@ft.unsri.ac.id
Editorial Address
Jalan Srijaya Negara, Bukit Besar, Palembang 30139
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Archvisual: Jurnal Arsitektur dan Perencanaan
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 28095766     EISSN : 28095014     DOI : 10.55300
Core Subject : Art, Engineering,
Archvisual is national journal to facilitate all of researchers from universities, academies, and institutions; as well as students in relevance with architecture and planning; Architecture, Digital of Architecture, Urban Design, Traditional Architecture and Vernacular, Archeology, Local Wisdom, Psychology in Architecture, Theory Method and Critics in Architecture, Building Structure and Utility System, Housing and Settlement, Sustainable Architecture, Urban Planning and Design, Urban and Rural Planning, Building Science and Technology, History and Theory of Architecture, Urban and Rural Infrastructure System. Archvisual journal will publish first edition in the end of the year 2021, both in online (e-journal) and printed. The journal is published in twice a year in June and December. The journal is managed and published by the Department of Architecture Engineering, Faculty of Engineering, Sriwijaya University.
Articles 39 Documents
Konsepsi Tata Letak Candi Candi Muaro Takus Ardiansyah .; Widya Fransiska F.A; Syera Muti’ah Nabila
Archvisual: Jurnal Arsitektur dan Perencanaan Vol 4 No 1 (2024): Archvisual
Publisher : Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55300/archvisual.v4i1.2207

Abstract

Penemuan reruntuhan bangunan candi umumnya ditemukan oleh bangsa colonial, baik itu Belanda maupun Inggris, pada abad ke 19 dan abad ke 20 dengan bentuk hampir sudah tidak utuh lagi sehingga sangat sulit mengidentifikasi dan menjamin kebenaran bentuk arsitektur setelah direnovasi. Hasil pemugaran yang dilakukan arkeolog khususnya percandian di Sumatera umumnya hanya sebatas bagian kaki candi atau fundamen saja, akan tetapi sudah terlihat jelas tata letak dan orientasi bangunan candi sehingga hal ini memberi petunjuk dan dasar yang kuat di dalam penafsiran tata letak dan orientasi candi di Sumatera. Di dalam penelitian ini peneliti mengambil kasus percandian di Sumatera meliputi Candi Bumiayu, Candi Muaro Jambi, dan Candi Muaro Takus. Metode penelitian dipilih adalah studi lapangan dan studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif. Penemuan penting di dalam penelitian ini adalah konfigurasi Candi Muaro Takus sebagai replika gugusan gunung di bukit barisan sebelah Barat dan Barat Daya Candi, sedangkan pada kasus Situs Muaro Jambi ruang natah atau halaman tengah. Kajian mengenai tata spasial ini sangat penting dilakukan karena terkait dengan bagaimana zonasi dan orientasi serta pengelompokan bangunan pada gugusan candi di Sumatera.
Kriteria Keputusan Peningkatan Produktifitas Konfigurasi Ruang Di Rusunawa Dabag Kab. Sleman DI Yogyakarta Ilham Fazri; Muhammad Rafif Naufal; Muhammad Rafli Alrizqi
Archvisual: Jurnal Arsitektur dan Perencanaan Vol 3 No 2 (2024): Archvisual
Publisher : Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55300/archvisual.v3i2.2219

Abstract

Terkait produktivitas konfigurasi ruang, kompleks rusunawa sering dianggap kurang terawat, sehingga diperlukan konfigurasi ruang yang dapat meningkatkan produktivitasnya dan biaya operasional bangunan dapat terpenuhi. Masalah yang sering terjadi di banyak kompleks rusunawa adalah kriteria keputusan yang harus dibuat untuk meningkatkan produktivitas konfigurasi ruang, terutama di kompleks apartemen Dabag Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan preferensi dan persepsi penghuni untuk minat tinggal di kompleks apartemen melalui uji validitas di kompleks apartemen Dabag dengan kuesioner dan pengubahan konfigurasi ruang yang ada dengan konfigurasi baru yang mempertimbangkan kondisi lapangan sebagai evaluasi dari variabel pendukung seperti kedekatan kompleks rusunawa dan fasilitas, serta biaya investasi yang harus dikeluarkan. Hasilnya, kompleks apartemen Dabag memiliki kriteria dalam pembuatan keputusan untuk meningkatkan produktivitas konfigurasi ruang yang lebih tinggi, yaitu dengan menambahkan lapangan olahraga, taman bermain, taman, ruang serbaguna. Hasil peneliian dapat menjadi acuan dalam peningkatan produktivitas konfigurasi ruang, kompleks rusunawa yang dibutuhkan.
Kajian Aktivitas Berdasarkan Kondisi Lingkungan pada Kawasan Tepian Sungai Cikapundung Almira Ulfa; Harrini Mutiara Hapsari; Sri Lilianti Komariah; Rizka Drastiani
Archvisual: Jurnal Arsitektur dan Perencanaan Vol 3 No 2 (2024): Archvisual
Publisher : Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55300/archvisual.v3i2.2232

Abstract

Kawasan tepian sungai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sebuah ruang publik yang interaktif. Hal menarik dari kawasan yang memiliki sungai di dalamnya ialah beraktivitas di tempat yang berdekatan dengan air sambil menikmati keindahan dan suasananya. Studi ini berfokus untuk mengidentifikasi aktivitas yang berlangsung pada kawasan tepian Sungai Cikapundung, yang meliputi: aktivitas pokok (necessary activities); aktivitas opsional (optional activities); dan aktivitas sosial (social activities). Kemudian dilihat apakah masyarakat melibatkan area tepi Sungai Cikapundung dalam melakukan aktivitas opsional dan sosial. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dari hasil wawancara dan observasi lapangan. Hasil menunjukkan bahwa masyarakat yang berhuni berbatasan langsung dengan sungai memiliki aktivitas dengan interaksi yang kuat terhadap Sungai Cikapundung, sedangkan kawasan permukiman penduduk yang berada dekat tetapi tidak berbatasan langsung, memiliki interaksi yang minim terhadap sungai dalam melaksanakan aktivitasnya. Ditemukan bahwa letak dan keterbukaan terhadap sungai sangat mempengaruhi ada tidaknya interaksi masyarakat terhadap sungai. Keluaran studi ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan kawasan di tepian sungai.
Performances Development of Traditional Settlement in Skonjing Village, Ogan Ilir, South Sumatra Listen Prima; Fuji Amalia; Abdurrachman Arief; Q. A Harjuniertha; M.R. Agil; A.R Ali
Archvisual: Jurnal Arsitektur dan Perencanaan Vol 3 No 2 (2024): Archvisual
Publisher : Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55300/archvisual.v3i2.2247

Abstract

The traditional settlement in Skonjing Village has unique characteristics that reflect the local community's close relationship with the natural surroundings. Using natural materials, especially wood, in house construction reflects the sustainable and eco-friendly principles the locals have implemented. The buildings built in the early period in Skonjing Village were mostly stilt houses that used materials easily found around the location. Through observation of field surveys and interviews with residents, this research identified the characteristics of Skonjing Village's traditional settlement based on their function, use of materials, and visual appearance that have been changed and threaten to be dismissed. It was discovered that the development performances of Skonjing Village started from the outskirts of the Ogan tributary and spread outwards, away from the riverbank. Understanding the characteristics of these traditional houses is crucial for preserving the cultural identity of Skonjing Village.
Strategi Optimal Peletakan Titik Pembuangan Sampah di Tepian Sungai Musi Kelurahan 3-4 Ulu Ahmad Faqih Sadewa; Lulu Farahdina; Muhammad Charvian Faiz; Nisrina Fedora Apsarini
Archvisual: Jurnal Arsitektur dan Perencanaan Vol 3 No 2 (2024): Archvisual
Publisher : Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55300/archvisual.v3i2.2287

Abstract

Permasalahan sampah pada permukiman padat di tepian sungai menjadi salah satu persoalan yang belum terselesaikan hingga saat ini. Peningkatan jumlah sampah tersebut tidak diiringi dengan luas lahan yang tersedia untuk sarana dan prasarana persampahan sehingga terjadi penyimpangan dalam penanganan berupa pembuangan sampah ke sungai. Penanganan yang tepat terhadap persoalan ini dapat mengurangi dampak yang terjadi. Salah satu kelurahan di Kota Palembang yang menghadapi permasalahan ini adalah Kelurahan 3-4 Ulu yang berbatasan langsung dengan Sungai Musi dan terdapat permukiman padat penduduk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa observasi, wawancara, dan kuesioner untuk memperoleh data. Adapun metode analisis yang digunakan berupa metode analisis deskriptif dan analisis superimpose. Metode analisis deskriptif menjelaskan karakteristik masyarakat, sedangkan metode analisis superimpose digunakan untuk memberi opsi penempatan titik pembuangan sampah yang sesuai. Pada penelitian ini diperoleh informasi berupa kebiasaan masyarakat tepian Sungai Kelurahan 3-4 Ulu dalam membuang sampah dan solusi efektif dalam menanggulangi persoalan sampah tersebut.
Kajian Form of Place pada Kawasan PKOR Way Halim Bandar Lampung Sebagai Destinasi Ruang Terbuka Publik Kota Rofi Ikhsan Da'i; M.M. Hizbullah Sesunan
Archvisual: Jurnal Arsitektur dan Perencanaan Vol 4 No 1 (2024): Archvisual
Publisher : Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55300/archvisual.v4i1.2339

Abstract

Kawasan Pusat Kebudayaan dan Olahraga (PKOR) merupakan Ruang Terbuka Publik yang menjadi salah satu landmark Kawasan Way Halim, Kota Bandar Lampung. Kawasan PKOR dipergunakan untuk berbagai acara besar maupun aktivitas perdagangan serta sebagai tempat berolahraga yang menjadikan tempat ini selalu dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai daerah. Fasilitas Ruang Terbuka Publik yang cukup lengkap meningkatkan keinginan masyarakat untuk terus kembali. Aktivitas olahraga maupun budaya yang ada tersebut, mengisi kawasan PKOR sehingga menjadi ruang publik. Penelitian ini berfokuskan untuk mengkaji salah satu faktor pembentuk sense of place yaitu form (place) yang merupakan faktor yang dapat mengubah space menjadi place. Tujuan penelitian ini mengkaji tentang pengaruh atribut fisik terhadap pengguna sebagai pembentuk form (place) pada Kawasan PKOR. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data primer dengan melakukan pengumpulan data responden dan pengamatan secara langsung terhadap kegiatan di kawasan PKOR. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk fisik Kawasan sangat mempengaruhi berbagai aspek dari suatu ruang terbuka publik dalam mengembangkan suatu destinasi agar dalam penataan jumlah dan jenis atribut fisik sangat berpengaruh pada place making.
Partisipasi Sosial Masyarakat dalam Pengembangan Kampung Koena di Desa Wisata Gubugklakah Fakhita Aulia Ramadhanty; Sri Giriwati N.S; Azis S.U; Kusdiwanggo S
Archvisual: Jurnal Arsitektur dan Perencanaan Vol 4 No 1 (2024): Archvisual
Publisher : Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55300/archvisual.v4i1.2369

Abstract

Perkembangan desa wisata di Indonesia mengalami kemajuan pesat sejak sektor pariwisata menjadi penghasil devisa terbesar bagi negara. Desa Wisata Gubugklakah yang terletak di Kabupaten Malang merupakan salah satu desa yang berhasil memanfaatkan potensi lokal dengan mengembangkan paket wisata dan homestay. Partisipasi masyarakat terbesar dalam aktivitas wisata di Desa Gubugklakah adalah adanya pengelolaan kawasan homestay bernama Kampung Koena. Pengembangan Kampung Koena berawal dari program PUPR peningkatan kualitas rumah dalam rangka menunjang Kawasan Wisata Nasional Bromo, Tengger, Semeru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk partisipasi dan tingkatan partisipasi masyarakat dalam pengembangan Kampung Koena sebagai kawasan homestay di Desa Wisata Gubugklakah. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat terlibat aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pengembangan homestay. Tingkat partisipasi masyarakat masuk dalam kategori interactive participation dengan bentuk partisipasi berupa partisipasi tenaga, pikiran, keterampilan, dan materi.
Menciptakan Ruang Terbuka Hijau dengan Persepsi Keamanan sebagai Elemen Inklusif Indah Rahmahdini; Aang Anggara; Suzana Margareth Aror
Archvisual: Jurnal Arsitektur dan Perencanaan Vol 4 No 1 (2024): Archvisual
Publisher : Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55300/archvisual.v4i1.2419

Abstract

Various solutions to urban problems caused by increased urbanization have been tried, including a sustainable development strategy. Point 11 of the Sustainable Development Goals calls for urban development to focus on creating inclusive, safe, resilient, and sustainable settings. Green open space is a vital urban environment for people's lives, and providing it does not mean sacrificing inclusive aims, such as the establishment of safe and sustainable spaces. The purpose of this study is to identify common ground on how to organize the provision of green open space in metropolitan areas in such a way that it is inclusive and boosts users' perceptions of safety. This study employed a comprehensive literature review approach. The collected literature is based on commonalities in study objectives, and the outcomes are compared to draw conclusions from this research. According to the results of the literature review, inclusive and safe public places are connected concepts. Designing security facilities in green open spaces can help to improve inclusion. Furthermore, the process of developing safe green open spaces indirectly improves the space's social performance, resulting in the creation of inclusive green spaces.
Analysis of The Strengths and Weaknesses of Burai Tourism Village in Ogan Ilir Regency L Prima; F Amalia; A Ulfa; M N Berlian; F A Prayoga Aziz; N Rahmadhino
Archvisual: Jurnal Arsitektur dan Perencanaan Vol 4 No 1 (2024): Archvisual
Publisher : Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55300/archvisual.v4i1.2423

Abstract

Burai Village, situated in Tanjung Batu District, Ogan Ilir Regency, South Sumatra Province, has been classified as a tourist village since 2018. The village's economy, which heavily depends on tourism, has been adversely affected by the Covid-19 pandemic. This situation has hindered the village's ability to utilise its significant potential fully. The objective of the research is to analyse the strengths and weaknesses of the village, serving as a foundation for exploring its potential for development. The research utilises qualitative methods, interviews, and SWOT analysis. The findings from this analysis can be used to maximise the tourism potential in Burai Village and other tourist villages across Indonesia. Ultimately, the goal is to uncover and revitalise Burai Village's potential as a tourist destination.

Page 4 of 4 | Total Record : 39