cover
Contact Name
Aenor Rofek
Contact Email
aenor_rofek@unars.ac.id
Phone
+6281331725275
Journal Mail Official
aenor_rofek@unars.ac.id
Editorial Address
Jalan Tembus lama no.1 kecamatan Panarukan
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
CENDEKIA PENDIDIKAN
ISSN : 29640997     EISSN : 29640997     DOI : 10.36841
Journal Cendekia memiliki focus and scope dalam Kajian dan penelitian di bidang pendidikan, kajian menejemen Sekolah, PTK (penelitian tindakan kelas), dan hasil penelitian di bidang pendidikan dan pengembangan pembelajaran di sekolah SD-SMA.`
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 109 Documents
ANALISIS PROBLEMATIKA KENAKALAN SISWA DI SDN 4 DAWUHAN TAHUN AJARAN 2022/2023 Aenor Rofek; Hevi Anjar Fitri; Aliatuzzahro Aliatuzzahro; Unzilatur Rizki
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 2 No 2 (2023): BULAN MEI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v2i2.3040

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis problematika yang dihadapi oleh siswa di SDN 4 Dawuhan Situbondo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa di sekolah tersebut mempunyai problematika utama, yaitu masalah belajar dan kurangnya komunikasi antara sekolah dan orang tua, lalu solusi guru untuk menghadapi problematika yang ada pada peserta didik. Hasil penelitian yang kami dapatkan mencakup Peserta didik yang tidak mendengarkan guru saat menerangkan materi, kurang fokus terhadap pembelajaran dikelas, dan lebih suka bermain daripada belajar, rendahnya motivasi belajar yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Kurangnya komunikasi antara sekolah dan orang tua membuat orang tua merasa kurang mendapatkan informasi tentang perkembangan anak mereka dan kurang terlibat dalam proses belajar anak. Penelitian ini menunjukkan perlunya upaya peningkatan kualitas pendidikan yang melibatkan kerjasama semua pihak, termasuk guru, siswa, orang tua, dan pihak sekolah.
ANALISIS KRITIK TEKS ANEKDOT “NYAMUK SINI CUMA TAKUT TIGA RODA” Heni Tri Susanti
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 2 No 2 (2023): BULAN MEI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v2i2.3060

Abstract

Anekdot sebuah cerita singkat dan lucu atau menarik, yang mungkin menggambarkan kejadian atau orang sebenarnya. Anekdot bukanlah lelucon karena tujuan utamanya adalah tidak hanya membangkitkan tawa tetapi mengungkapkan suatu kebenaran yang lebih umum dari pada kisah singkat itu sendiri. kritik dalam anekdot seringkali disampaikan dalam bentuk sindiran, tidak disampaikan secara langsung. Hal itu dilakukan untuk menghindari konflik antara pihak yang menyampaikan sindiran dengan pihak yang disindir. Tujuannya agar pesan yang ingin disampaikan, kritiknya, dapat diterima oleh pihak yang dikritisi tanpa menimbulkan ketersinggungan. Pembelajaran kontekstual (contextual teaching and laerning) atau biasa disebut dengan model pembelajaran CTL merupakan konsep belajar yang dapat membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa untuk mempelajari kasus yang mencakup masalah sosial dalam kontek pembuatan kebijakan publik. Tentunya dengan pendekatan inkuiri untuk mencari dan menemukan jawaban atas kritik yang terdapat pada teks anekdot “Nyamuk Sini Cuma Takut Tiga Roda”. Frasa ‘Roda Tiga’ dan ‘Tiga Roda’ merupakan antitesis semacam gaya bahasa yang mengandung gagasan-gagasan yang saling bertentangan, dengan menggunakan kata-kata atau kelompok kata yang berlawanan. ‘Roda Tiga’ yang mengacu pada kebijakan publik Gubernur Sutiyoso yang melarang beroperasi kendaraan beroda tiga seperti Bemo, Becak dan Bajaj di Kota Jakarta. Tiga Roda’ yang mengacu pada jawaban solusi dari penyebab wabah demam berdarah (salah satu merk obat nyamuk kala itu).
ANALISIS RENDAHNYA KEMAMPUAN MEMBACA SISWA DI SDN 2 BANYUPUTIH TAHUN AJARAN 2022/2023 Aenor Rofek; Nurul Fatimah
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 2 No 2 (2023): BULAN MEI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v2i2.3061

Abstract

Rendahnya kemampuan membaca di sekolah dasar khusunya di kelas rendah memang kerap kita temui yang mana dalam observasi yang kelompok kita lakukan yaitu di SDN 2 Banyuputih yang terletak di Jalan Raya Pantura Banyuwangi Situbondo, Kecamatan Banyuputih. Dengan jumlah keseluruhan siswanya sebanyak 156 siswa dan untuk siswa kelas 2 sebanyak 21 siswa. Terkait observasi yang kita amati khususnya dari keseluruhan jumlah siswa kelas 2 masih terdapat 10 siswa yang belum bisa membaca hal tersebut menjadi problematika beberapa siswa yang masih memiliki keterlambatan pengetahuan dalam membaca.Proses wawancara di lakukukan sesuai dengan prosedur sekolah guna mendapatkan informasi data yang berdasarkan fakta akurat terkait permasalahan yang ada. Menurut Kepala Sekolah SDN 2 Banyuputih (Cicik Kurnianingsih, S.Pd) Guru Pengajar kelas 2 (Dwi Erniwati, S.Pd) Guru Pengajar kelas tinggi (Zainap, S.Pd) dan Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (Ariyanto, S.Pd Gr). Rendahnya kemampuan membaca memang di sebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor internal berupa kemampuan dan minat siswa itu sendiri dan faktor eksternal berupa faktor keluarga atau orang tua, faktor lingkungan dan faktor ekonomi yang mana fakta yang kita peroleh dari hasil observasi tersebut sesuai dengan fakta dan teori yang ada. Dari ke-3 faktor tersebutlah yang menjadi tolak ukur dan memiliki pengaruh terhadap menentukan keberhasilan siswa salam proses pembekalan khususnya pengembangan dan kemampuan pengetahuan membaca yang dimiliki oleh masing-masing peserta didik.
PROBLEMATIKA PESERTA DIDIK PADA JENJANG SEKOLAH DASAR KELAS RENDAH SDN 4 CURAH JERU Aenor Rofek; Surya Ika Wati; Nur Aida Fajri; Sintawati Sintawati
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 2 No 2 (2023): BULAN MEI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v2i2.3066

Abstract

Problematika siswa juga terdapat di lingkungan SDN 4 Curah Jeru. Beberapa siswa mempunyai kebiasaan melakukan kenakalan dan menjadi keluhan guru juga orang tua. Kondisi lingkungan rumah yang sebagian besar mungkin orang tuanya banyak kesibukan diluar rumah atau kurang memberikan perhatian kepada anak, tidak heran jika anak-anak secara tidak sengaja sering melakukan kenakalan-kenakalan yang berasal dari sebagian orang tuanya sendiri. Kenakalan siswa perlu dikaji lebih lanjut guna menemukan solusi untuk memperbaiki perilaku siswa di sekolah. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mendapatkan gambaran lebih mendalam tentang kenakalan siswa sekolah dasar di SDN 4 Curah Jeru dengan model studi kasus. Adapun jenis analisis penelitian ini adalah (1) bentuk kenakalan siswa, (2) faktor yang mempengaruhi kenakalan siswa (3) faktor kemalasan pada diri siswa di SDN 4 Curah Jeru. Kenakalan siswa adalah perilaku menyimpang dan melanggar peraturan sekolah yang dilakukan oleh siswa. Kenakalan siswa yang terjadi disebabkan oleh diri siswa sendiri, juga disebabkan oleh faktor keluarga dan lingkungan sekitar. Pengaruh keluarga yang memicu adanya kenakalan siswa disebabkan kurangnya perhatian dari orang tua, ketidak harmonisan keluarga. Pengaruh lingkungan yang kurang baik juga dapat memicu timbulnya kenakalan siswa. Kenakalan yang dilakukan oleh siswa yaitu mengganggu temannya saat pembelajaran berlangsung, berkelahi, tidak mematuhi peraturan sekolah. Dari kenakalan yang terjadi, pendidik memberikan hukuman agar siswa mendapat efek jera dari kenakalan tersebut. Mencegah perilaku siswa berupa kenakalan ini memerlukan adanya evaluasi pada program sekolah serta upaya kolaboratif antara pihak sekolah dan keluarga. Kenakalan siswa pada jenjang sekolah dasar sangat perlu mendapat perhatian besar karena jika tidak mendapat penanganan yang serius maka bisa jadi kenakalan tersebut akan berkembang dan menjadi masalah besar saat menuju jenjang pendidikan berikutnya. Bagi Orang Tua Siswa, hendaknya menjalin kerjasama yang baik melalui komunikasi yang intensif kepada pihak sekolah dan guru.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASIC LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SOAL CERITA PADA SISWA KELAS V DI SD NEGERI 2 BESUKI KECAMATAN BESUKI KABUPATEN SITUBONDO Heldie Bramantha; vidya Pratiwi; Siti Rahmania
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 2 No 3 (2023): EDISI : AGUSTUS
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v2i3.3162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Basic Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah soal cerita pada mata pelajaran matematika siswa kelas V di SD Negeri 2 Besuki Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo . Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi experimental.Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V di SD Negeri 2 Besuki yaitu kelas V A berjumlah 28 orang sebagai kelas kontrol dan kelas V B berjumlah 28 orang sebagai kelas eksperimen.Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes yang berupa tes tulis. Uji validitas instrument menggunakan SPSS for 22 dan reliabilitas instrument dengan SPSS for 22. Uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas data dengan SPSS for 22 dan uji homogenitas menggunakan SPSS for 22 dan analisis data menggunakan rumus uji-tseparated varians. Dari hasil analisis data diperoleh hasil thitung>ttabel (dengan tarafsignifikasi 0,05 dan n = 56 dengan db=n-2=56-2=54) yaitu 4,326>2,004, maka dari perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti terdapat pengaruh model Problem Basic Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah soal cerita pada mata pelajaran matematika siswa kelas V di SD Negeri 2 Besuki Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo .
FILOSOFI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM PERAN PEMILU 2024 Fayakun Fayakun; Siti Seituni
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 2 No 3 (2023): EDISI : AGUSTUS
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v2i3.3163

Abstract

Indonesia adalah negara kedaulatan mengurus dan melayani seluruh lapisan masyarakat, serta memilih wakil rakyat untuk mengawasi jalannya pemerintahan. Dalam hal ini rakyat Indonesia memiliki kedaulatan, memiliki tanggungjawab, hak dan kewajiban untuk memilih pemimpin yang akan membentuk pemerintahan. Pemilih menurut UU Pemilu adalah Warga Negara Indonesia yang sudah genap berumur 17 (tujuh belas) tahun atau lebih, sudah kawin, atau sudah pemah kawin. Penelitian ini mengungkap makna filosofi nilai-nilai pancasila dalam peran pemilu 2024 dengan metode deskriptif kualitatif dengan jenis fenomenologis di kota Tulung Agung Jawa Timur,dengan tekhnik pengumpulan data observasi, interview dan dokumentasi dengan mendapatkan simpulan Sila pertama mengajarkan memberi kebebasan kepada masing-masing individu untuk meyakini agama dan kepercayaan masing-masing, menghormati agama orang lain, sekaligus tidak memaksakan kehendak atas agama dan kepercayaan yang diyakininya kepada orang lain. Sila kedua setiap Warga Negara Indonesia (WNI) yang sudah berusia 17 tahun, sudah menikah atau pernah menikan, dan haknya tidak dicabut, memiliki hak untuk memilih pemimpinnya tanpa kecuali dan memiliki suara yang setara atau nilai dan derajat yang sama. Hak memilih tidak dibedakan berdasarkan jenis kelamin, usia, struktur sosial, maupun keterbatasan fisik dan mental. Sila ketiga adalah pedoman bagi pemilih dan kontestan dalam Pemilu agar menjaga persatuan dan kerukunan dalam menggunakan hak pilih dan berkompetisi. Sila ke empat adalah adalah dasar adanya Pemilu dan berdemokrasi. Pemilu merupakan proses memilih pemimpin, dari, oleh, dan untuk rakyat. Sila ke lima menjadi acuan bagi peserta Pemilu dan pemilih untuk menjunjung keadilan. Untuk terwujudnya keadilan dalam Pemilu para peserta Pemilu (parpol dan calon) dilarang melakukan pembelian suara atau mendistribusikan keuntungan baik material maupun non material kepada pribadi atau kelompok pemilih.
KETERAMPILAN GURU DALAM MENERAPKAN STRATEGI DRTA (DIRECTED READING THINKING ACTIVITY) DI KELAS III PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA MASA PANDEMI COVID-19 SDN 1 PANJI LOR KECAMATAN PANJI KABUPATEN SITUBONDO T.H 2020/2021 Sugiarti Sugiarti; heldie Bramantha; Vidya Pratiwi
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 2 No 3 (2023): EDISI : AGUSTUS
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v2i3.3228

Abstract

iPendidikan isangat ierat ihubungannya idengan iminat ibelajar iyang di mana pendidikan itidak iakan iberjalan iapabila tidak terdapat iminat ibelajar idisetiap isiswa. iMinat ibelajar imemegang iperanan ipenting idalam ibelajar.Karena iminat ibelajar iini imerupakan isuatu ikekuatan imotivasi iyang menyebabkan iseseorang imemusatkanperhatian iterhadap iseseorang iatau ikegiatan itertentu.Minat idiartikan isebagaikecenderungan isubjek iyang imenetap iuntuk imerasa itertarik ipada ibidang istudi iatau ipokok ibahasan itertentu idan imerasa isenang imempelajari imateri itersebut.Dalam ipenelitian iini ipeneliti imengambil ijenis ipenelitian ideskriptif idengan ipendekatan ikualitatif.Lokasi iyang imenjadi itempat ipenelitian iyaitu iditempatkan idi iSDN i1 iWringin iAnom iDesa iWringin iAnom iKecamatan iJati iBanteng. iPeneliti imemilih itempat idi iSDN i1 iWringin iAnom i ikarena isesuai iobservasi iyang idilakukan ioleh ipeneliti imasih ibanyak imasalah-masalah ikurangnya iminat ibelajar isiswa ikhususnya ipada imasa ipandemi iCovid-19 iyang imengakibatkan isiswa iuntuk ibelajar idirumah iserta imengakibatkan isiswa iakan ilebih imalas iuntuk ibelajar ikhususnya ipada ipembelajara iMatematika.Berdasarkan ihasil ipenelitian iyang idi ilakukan idi iSD iNegeri i1 iWringin iAnom iKecamatan iJatibanteng itentang iMinat ibelajar iMatematika ipada imateri ikonsep ipecahan idi iera ipandemi iCovid-19 iyang idi ilakukan isecara idaring idan iluring, ipeneliti imelakukan iwawancara iterhadap iguru ikelas iyang isekaligus imenjadi iguru imatematika idi ikelas i4 iSD inegeri iwringin iAnom ikecamatan iJati iBanteng, iwawancara iyang idi iteliti itentang iminat ibelajar idi iantaranya: iIndikator iMinat iBelajar iMenurut iSlameto i(2010:180) ibeberapa iindikator iminat ibelajar iyaitu: i1) iperasaan isenang, i2) iketertarikan, i3) iperhatian, i4) iketerlibatan isiswa.
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLES NON EXAMPLES DAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL PADA KELAS V MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI SDN 1 ASEMBAGUS TAHUN PELAJARAN 2022-2023 Gustilas Ade Setiawan; Syifana Qolbun Zam Zam
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 2 No 3 (2023): EDISI : AGUSTUS
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v2i3.3238

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian di SDN 1 Asembagus, maka peneliti akan menulis judul “Perbedaan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Examples Non Examples dan Pembelajaran Konvensional Pada Kelas V Mata Pelajaran Matematika Di SDN 1 Asembagus Tahun Pelajaran 2022/2023”. Rumusan masalah penelitian adalah sebagai berikut: Apakah Terdapat Perbedaan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Examples Non Examples dan Pembelajaran Konvensional Pada Kelas V Mata Pelajaran Matematika Di SDN 1 Asembagus Tahun Pelajaran 2017/2018?. Jenis penelitian menggunakan kuantitatif. Desain penelitian dapat diartikan sebagai strategi mengatur latar atau setting penelitian dalam hal ini bertujuan agar peneliti memperoleh data yang tepat atau valid sesuai dengan karakteristik variabel dan tujuan penelitian. Teknik pengumpulan data yaitu tes dan dokumentasi. Hasil rata-rata yang diperoleh dikelas Eksperimen lebih besar dibandingkan kelas kontrol, yakni rata-rata 78,07 dan simpangan baku (standar deviasi) 12,65 menggunakan Model Pembelajaran Examples Non Examples, sedangkan hasil rata-rata yang diperoleh dikelas Kontrol 70,41 dan simpangan baku (standar deviasi) 9,54 Menggunakan Pembelajaran Konvensional. Berdasarkan perhitungan uji hipotesis, dikatakan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat Perbedaan signifikan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Examples Non Examples dan Pembelajaran Konvensional Pada Kelas V Mata Pelajaran Matematika Di SDN 1 Asembagus Tahun Pelajaran 2022/2023 dengan t hitung > t tabel yaitu 2,43>1,67 pada taraf signifikan α = (0,05).
PEREMPUAN DAN POLIGAMI DALAM CERPEN JAMA’ TAKSIR KARYA MUNA MASYARI: PEMBACAAN FEMINISME KETIDAKADILAN GENDER BESERTA PEMANFAATANNYA Rofiatul Adawiyah; Aenor Rofek
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 2 No 3 (2023): EDISI : AGUSTUS
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v2i3.3247

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan ketidakadilan gender dalam cerpen Jama’ Taksir karya Muna Masyari. Jenis dan rancangan penelitian adalah kualitatif dengan rancangan kritik sastra feminisme ketidakadilan gender Mansour Fakih. Data dan sumber data berupa kata-kata, kalimat-kalimat, dan paragraf yang mengindikasikan ketidakadilan gender dalam cerpen Jama’ Taksir karya Muna Masyari. Teknik pengumpulan data adalah teknik teknik pembacaan dan pencatatan (baca-catat) oleh Ratna. Teknik analisis data menggunakan langkah kerja kritik sastra oleh Suroso dengan beberapa tahapan anatara lain: tahap deskripsi, tahap penafsiran/interpretasi, tahap menguraikan/analisis, dan tahap penilaian/evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) bentuk marginalisasi ditemukan: a) diskriminasi dan b) eksploitasi. (2) bentuk subordinasi ditemukan: a) tidak berdaya dan b) terpaksa. Hasil penelitian sebagai alternatif materi kritik sastra di SMA kelas XII dengan KD 4.12
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PAMERAN POSTER PADA MATERI BAKTERI DI SMA NEGERI I ASEMBAGUS TAHUN PELAJARAN 2022/2023 Retno Dwi Susanti
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 2 No 3 (2023): EDISI : AGUSTUS
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v2i3.3592

Abstract

Hasil belajar siswa baik pengetahuan, keterampilan maupun keaktifanyang belum memenuhi standar KKM berdasarkan ulangan harian bab 1 dan bab 2 di semester ganjil menjadi dasar utama. Kebosanan siswa mempelajari materi pelajaran yang bersifat mengerjakan soal-soal latihan di buku salah satu faktor pemicu juga kebosanan siswa dalam belajar. Sehingga membutuhkan suatu cara atau metode untuk meningkatkan aktifitas siswa dalam belajar serta hasil belajar siswa dalam aspek pengetahuan. Pemilihan metode pembelajaran merupakan perihal penting pula bagi guru untuk memberikan motivasi belajar kepada siswa. Metode pameran dapat menumbuhkembangkan keaktifan, kreatifitas serta dapat menciptakan suasana yang menyenangkan serta membawa siswa pada kebiasaan yang menghargai waktu. Tujuan penerapan metode pembelajaran ini yaitu peningkatan hasil belajar setelah motivasi belajar meningkat. Aspek sikap meningkat sebesar 4,2% dari 84.81% menjadi 89%, aspek keterampilan meningkat sebesar 3.72% dari 84.03% pada siklus 1 menjadi 87.75% pada siklus 2. Aspek pengetahuan juga mengalami peningkatan 30,31% dari 45.45% pada siklus 1 menjadi 75.76% pada siklus 2. Sehingga dapat dikatakan bahwa pembelajaran melalui pameran poster bakteri dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X MIPA 2 SMA Negeri I Asembagus Situbondo tahun pelajaran 2022/2023.

Page 3 of 11 | Total Record : 109