cover
Contact Name
Prananda Anugrah
Contact Email
jitet.journal@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jitet.journal@um.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Alamat: Graha Rektorat Lantai 6, Jl. Semarang No.5, Sumbersari, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65145, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik
ISSN : -     EISSN : 27977196     DOI : 10.17977
Core Subject : Engineering,
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik menerbitkan naskah terkait Teknik Sipil, Teknologi Industri, Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Pendidikan Kejuruan. Fokus dan lingkup jurnal meliputi Teknik Sipil, Teknologi Industri, Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Pendidikan Kejuruan
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 10 (2021)" : 6 Documents clear
Penerapan Metode Backward Chaining untuk Mendiagnosa Gangguang pada Tanaman Padi (Studi kasus di Subdistrik Natarbora Timor-Leste) Louvareto Costa Câmara; Rina Dewi Indah Sari
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 1 No. 10 (2021)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.603 KB)

Abstract

Rice cultivation has many challenges, including disease disorders in rice plants. This study aims to help rice farmers diagnose disease disorders in rice plants using an expert system. This system will display the results of the diagnosis in the form of the name of the disease, description of disease solutions and prevention. There are 5 diseases with 16 symptoms discussed. The knowledge base was built from the 5-disease data, then an isolation diagram of the problem area of rice plant disturbance was made, determination of decision targets and dependency diagrams were made. The establishment of IF–THEN rules use a decision table which consists of a complete table and a reduction table. Inference is carried out using the backward chaining method which begins with the determination of GOAL, namely diseases in rice plants that have 6 values (attribute values). The inference process involves a stack data structure for GOAL and a queue for queue rules. Budidaya tanaman padi memiliki banyak tantangan diantaranya adalah gangguan penyakit pada tanaman padi. Penelitian ini bertujuan untuk membantu petani tanaman padi mendiagnosa gangguan penyakit pada tanaman padi menggunakan sistem pakar. Sistem ini akan menampilkan hasil diagnosa berupa nama penyakit, keterangan penyakit solusi dan pencegahannya. Terdapat 5 penyakit dengan 16 gejala yang dibahas. Basis pengetahuan dibangun dari 5 data penyakit tersebut, kemudian dibuatlah diagram isolasi area permasalahan gangguan tanaman padi, penentuan target keputusan dan diagram ketergantungan. Pembentukan aturan (rule) IF–THEN menggunakan decision tabel yang terdiri dari complete table dan reduction table. Inferensi dilakukan menggunakan metode backward chaining yang diawali dengan penentuan GOAL yaitu penyakit pada tanaman padi yang memiliki 6 value (nilai atribut). Proses inferensi melibatkan struktur data stack untuk GOAL dan queue untuk antrian rule.
Sistem Kendali Smart Aquarium Ikan Arwana Menggunakan Fuzzy Logic Controller (FLC) Fitri Fitri; Mohammad Luqman; Chairunisa Chanza
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 1 No. 10 (2021)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.564 KB)

Abstract

Arowana fish require a pH level of 6.8 – 7.5 and a turbidity level of 7.5 NTU. The purpose of making this tool is to maintain the pH and turbidity of the arowana fish aquarium water. This tool uses a pH sensor E-201-C to measure water pH levels, a turbidity sensor SEN-0189 to detect water turbidity, and an ultrasonic sensor to measure water levels, using an ESP32 microcontroller. In controlling pH levels using the fuzzy logic controller method using set point 7. On pH levels to control pH levels using a mini up pump and mini down pump. If the pH less than 6.8 then the mini up pump will be active, and vice versa if the pH more than 7.5 then the mini down pump will be active. Meanwhile, to control the turbidity of the water, a DC 12V 1 pump is used for discharging dirty water and a DC 12V 2 pumps for filling clean water. The data read by the sensor can be monitored via the 128X64 OLED and the blynk application on the smartphone. That based on the test results on the control system for controlling pH levels of arowana fish aquarium water using the fuzzy method can work with an error value of less than 0.4. Meanwhile, controlling the turbidity of water during the draining process takes 11 minutes 13 seconds and when filling clean water takes 27 minutes 2 seconds. Ikan arwana membutuhkan kadar pH 6,8 – 7,5 dan tingkat kekeruhan 7,5 NTU. Pembuatan alat ini bertujuan untuk menjaga kadar pH dan kekeruhan air aquarium ikan arwana. Alat ini menggunakan sensor pH E-201-C untuk mengukur kadar pH, sensor turbidity SEM-0189 untuk mendeteksi kekeruhan air, sensor ultrasonik untuk mengukur ketinggian air dan menggunakan mikrokontroller ESP32. Pada pengontrolan kadar pH menggunakan metode fuzzy logic controller dengan mengunakan setpoint 7. Pada pengontrolan kadar pH menggunakan pompa mini up dan pompa mini down. Apabila kadar pH kurang dari 6,8 maka pompa mini up akan aktif begitu juga sebaliknya apabila kadar pH lebih besar dari 7,5 maka pompa mini down akan aktif. Sedangkan untuk pengontrolan kekeruhan air menggunakan pompa DC 12V 1 untuk membuang air kotor dan pompa DC 12V 2 untuk mengisi air bersih. Data yang terbaca oleh sensor dapat dipantau melalui OLED 128X64 dan aplikai blynk pada smartphone. Berdasarkan hasil pengujian pada sistem kendali kontrol kadar pH air aquarium ikan arwana dengan metode fuzzy dapat bekerja dengan memiliki nilai error kurang dari 0,4. Sedangkan pada pengontrolan kekeruhan air pada saat proses pengurasan membutuhkan waku 11 menit 13 detik dan pada saat pengisian air bersih membutuhkan waktu 27 menit 2 detik.
Analisis metode PID pada mini plant pasteurisasi susu berbasis sistem DCS (Distributed Control System) M Rifa’i M Rifa’i; Aripriharta Aripriharta; Daniel Edo
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 1 No. 10 (2021)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.271 KB)

Abstract

Pasteurization is one of the standard processes generally used in a dairy processing industry where a pasteurization process needs to be carried out to obtain bacteria-free milk. The pasteurization method is to heat milk at a certain temperature and for a certain period. In an industry, temperature is controlled using an automation system to obtain the appropriate parameters because temperature is one of the parameters that can easily change depending on the temperature of the food and beverage raw materials needed in the industry. In this study the control system used is DCS (Distributed Control System) with the PID (Proportional Integral Derivative) control method and uses an RTD PT 100 temperature sensor as a temperature detector. Based on the test results, the process of heating milk using PID control with a capacity of 6 liters of milk takes 913 seconds with Kp equals 22, Ti equals 1857.72 and Td equals 97.22 with the graphic results showing rise time (Tr) equals 913 s, delay time (Td) equals 456.5 s, peak time (Tp) equals 926s, descent time (Ts) equals 1650s, maximum overshoot (Mp) equals 1.3°C and steady state error 0.66 percent. Pasteurisasi merupakan salah satu proses standar yang umumnya digunakan dalam sebuah industri pengolahan susu dimana proses pasteurisasi perlu dilakukan untuk mendapatkan susu yang bebas bakteri. Metode pasteurisasi adalah dengan memanaskan susu pada suhu tertentu dan dalam jangka waktu tertentu. Pada sebuah industri suhu dikontrol menggunakan sistem otomasi agar didapatkan parameter yang sesuai karena suhu merupakan salah satu parameter yang mudah berubah-ubah tergantung pada suhu bahan baku makanan dan minuman yang di butuhkan di dalam perindustrian. Pada penelitian ini sistem kontrol yang digunakan adalah DCS (Distributed Control System) dengan metode kontrol PID (Proporsional Integral Derivative) dan menggunakan sensor suhu RTD PT 100 sebagai pendeteksi suhu. Berdasarkan hasil pengujian, proses pemanasan susu menggunakan kontrol PID dengan kapasitas susu 6-liter dibutuhkan waktu sebanyak 913 detik dengan nilai Kp sama dengan 22, Ti sama dengan 1857.72 dan Td sama dengan 97.22 dengan hasil grafik menunjukkan waktu naik (Tr) sama dengan 913 s, waktu tunda (Td) sama dengan 456.5 s, waktu puncak (Tp) sama dengan 926 s, waktu turun (Ts) sama dengan 1650 s, maksimal overshoot (Mp) sama dengan 1.3°C dan error steady state 0.66 persen.
Gim Multiplayer Beat ‘Em Ups Menggunakan Photon Unity Networking Herman Thuan; Benedicto Raka
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 1 No. 10 (2021)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.605 KB)

Abstract

Beat Em' Ups is a type of game genre where players do battle in defeating all the enemies in large numbers either not using weapons or can use melee weapons. The game Beat Em'Ups was born at the beginning of its appearance in 1984 and as time went on it presented more and more interesting sub-genres in it with the classification of the Hack and Slash model, and the Spectacle Fighter model. The presence of a game engine like Unity with support for a multiplayer framework called Photon Networking makes it easier to develop Beat Em'Ups games that can be published on multiple platforms. The purpose of this research is to increase interactivity in Beat Em'Ups by implementing a player multiplayer system using Photon Unity Networking. This research produces a Windows game prototype with the game testing method carried out with a black box. Evaluation and user suggestions for the development of this game were carried out in the form of a survey of 23 online game players using an online form. Based on the results of data testing, 78.6 percent of users stated that they were satisfied with the Beat Em'Ups gameplay model presented in the resulting multiplayer mode, 82.61percent of users felt they had a very good experience with the multiplayer game Beart Em'Ups played, and 91, 3 percent rated very satisfied with the display of the multiplayer interface provided. Beat Em' Ups merupakan jenis genre gim dimana pemain melakukan pertempuran dalam mengalahkan seluruh musuh dalam jumlah besar baik tidak menggunakan senjata atau dapat menggunakan senjata jarak dekat. Gim Beat Em’Ups lahir diawal kemunculan tahun 1984 dan seiring berjalannya waktu semakin menghadirkan sub-genre yang menarik didalamnya dengan klaslifikasikan model Hack and Slash, dan model Spectacle Fighter. Hadirnya gim engine seperti Unity dengan dukungan framework multiplayer bernama Photon Networking maka semakin memudahkan dalam mengembangkan gim bergenre Beat Em’Ups yang dapat dipublikasikan ke beberapa platform. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan interaktivitas pada gim Beat Em’Ups dengan menerapkan sistem multiplayer pemain menggunakan Photon Unity Networking. Penelitian ini menghasilkan prototype gim windows dengan metode pengujian gim yang dilakukan dengan black box. Evaluasi dan saran pengguna terhadap pengembangan gim ini dilakukan dalam bentuk survey kepada 23 orang pemain gim online dengan menggunakan form online. Berdasarkan hasil pengujian data, 78,6 persen pengguna menyatakan puas dengan model gameplay Beat Em’Ups yang disajikan dalam mode multiplayer yang dihasilkan, 82,61persen pengguna merasa memiliki pengalaman yang sangat baik terhadap multiplayer gim beart Em’Ups yang mainkan dan 91,3 persen menilai sangat puas dengan tampilan interface multiplayer yang diberikan.
Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Handphone di Toko Tiga Putra Kepanjen Mohammad Slamet; Vivi Aida Fitria; Fadhli Almu'iini; Danang Sulistyo
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 1 No. 10 (2021)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.34 KB)

Abstract

The problem of selecting the best mobile phone is sometimes very confusing for prospective buyers because there are so many good cellphones in terms of the physical or quality of the cellphone specifications. So that consumers must ask the sales of the Tiga Putra Kepanjen Shop, which are limited in number. This is less efficient, especially when asking for more than one cellphone. A Decision Support System with the Simple Additive Weighting (SAW) Method can be a solution in choosing the best mobile phone. The SAW method is a weighted sum method based on predetermined criteria. This test uses 2 ways, namely comparing the results of manual calculations with those in the application and the second is inputting different weight values. Each mobile phone has the same chance of being selected, the thing that determines is the preference weight given by the consumer. In the test, there were 10 cellphone data samples, but in the future, this can be done with the appropriate amount based on store sales data. The test results in the similarity of results between manual calculations and the application system is 100 percent, meaning that the system is as expected. Masalah pemilihan handphone yang terbaik, terkadang sangat membingungkan bagi calon pembeli, dikarenakan begitu banyak handphone yang bagus dari hal fisik atau kualitas spesifikasi handphone tersebut. Sehingga konsumen harus bertanya kepada sales Toko Tiga Putra Kepanjen yang jumlahnya terbatas . Hal ini kurang efesien, terlebih lagi handphone yang ditanyakan lebih dari satu handphone. Sistem Pendukung Keputusan dengan Metode Simple Additive Weighting (SAW) bisa menjadi sebuah solusi dalam pemilihan handphone terbaik. Metode SAW adalah metode penjumlahan terbobot berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan seperti nilai harga, nilai ram, nilai rom, dan lain sebagainya. Pengujian ini menggunakan 2 cara, yaitu membandingkan hasil perhitungan manual dengan yang ada di aplikasi dan yang kedua menginputkan nilai bobot yang berbeda. Setiap handphone memiliki peluang terpilih yang sama, hal yang menjadi penentu adalah bobot preferensi yang diberikan oleh konsumen tersebut. Didalam pengujian terdapat sampel data sebanyak 10 handphone, namun kedepannya dapat dilakukan dengan jumlah yang sesuai berdasarkankan data penjualan di toko. Pengujian menghasilkan kesamaan hasil antara perhitungan manual dengan sistem aplikasi adalah 100 persen, artinya sistem sudah sesuai.
Pengaruh Catu Daya pada Kecepatan Motor Navigasi Mobile Robot Line Follower Berbasis Arduino Nano Samsul Arifin; Siti Sendari; Ilham Ari Elbaith Zaeni
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 1 No. 10 (2021)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.563 KB)

Abstract

Mobile robot line follower is still a very popular research topic. Line follower robots are the basis for developing robot applications in various fields. The key to a robot's success is being able to read and follow lines precisely and quickly. Many control system methods have been developed to improve the robot's ability to follow the line. Several methods including PID and Fuzzy which have been widely studied. Even though it is supported by the control method there is one problem that affects the robot navigation system, namely the power supply voltage. The robot's power supply is usually sourced from a battery which within a certain usage period will decrease. When the power supply is reduced, the robot's navigation system will also have problems, whether it is getting slower or the robot becomes zig-zag. When the power supply voltage is fully charged, the DC motor will tend to be fast and conversely, when the power supply voltage drops, the DC motor will run slower. The results of testing the effect of the power supply voltage on the speed of robot navigation show that in the power supply range of 8.44V to 6V the best speed is obtained at a voltage of 7.2V. Mobile robot line follower masih menjadi topik penelitian yang sangat populer. Robot line follower menjadi basic untuk mengembangkan aplikasi robot dalam berbagai bidang. Kunci keberhasilan robot adalah dapat membaca dan mengikuti garis dengan tepat dan cepat. Metode sistem kontrol banyak dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan robot dalam mengikuti garis. Beberapa metode diantaranya PID dan Fuzzy yang sudah banyak diteliti. Meskipun didukung oleh metode kontrol ada satu masalah yang berpengaruh pada sistem navigasi robot yaitu tegangan catu daya. Catu daya robot biasanya bersumber dari baterai yang dalam jangka waktu pemakaian tertentu akan berkurang. Pada saat catu daya berkurang maka sistem navigasi robot juga akan bermasalah baik itu semakin melambat atau robot menjadi zigzag. Pada saat tegangan catu daya terisi penuh maka motor DC akan cenderung kencang dan sebaliknya ketika turun tegangan catu dayanya maka motor DC akan lebih pelan. Hasil pengujian pengaruh tegangan catu daya pada kecepatan navigasi robot menunjukkan bahwa pada range catu daya 8,44V sampai 6V didapatkan kecepatan terbaik berada pada tegangan 7,2V.

Page 1 of 1 | Total Record : 6