cover
Contact Name
Prananda Anugrah
Contact Email
jitet.journal@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jitet.journal@um.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Alamat: Graha Rektorat Lantai 6, Jl. Semarang No.5, Sumbersari, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65145, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik
ISSN : -     EISSN : 27977196     DOI : 10.17977
Core Subject : Engineering,
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik menerbitkan naskah terkait Teknik Sipil, Teknologi Industri, Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Pendidikan Kejuruan. Fokus dan lingkup jurnal meliputi Teknik Sipil, Teknologi Industri, Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Pendidikan Kejuruan
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 5 (2023)" : 5 Documents clear
Implementasi Penggunaan Kaca Cembung dan Traffic Light Sebagai Upaya Meminimalisir Tingkat Kecelakaan di Desa Srigonco Purmisanto Aji, Miping; Ali, Khoharudin; Bachtiar, Muhammad Affan; Aditya, Muhammad Alif; Al Ansyorie, Mohammad Musthofa
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 3 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v3i52023p203-209

Abstract

Srigonco Village is a fertile and beautiful village in Bantur District, Malang Regency, East Java. Previously, this village had the name Guling; the name was taken from an incident when, in the history of the land, a large stone fell (rolled) from the top of the hill; that is the name used by the people at that time before it was finally known as Srigonco Village. Srigonco Village also has a very exotic beach and attracts tourists from various regions and even foreign tourists. This beach is Balekambang Beach, which is also one of the icons of the cool city of Malang. However, with inadequate infrastructure, traffic accidents often occur in Srigonco village. Judging from the conditions above, transportation support facilities such as convex glass and traffic lights are needed. Convex mirrors or convex mirrors are traffic equipment that function as a tool to help the driver see from a sufficient angle so that the driver can see other vehicles at every corner. Traffic lights regulate the smooth flow of traffic at a road intersection by allowing users from each direction to walk alternately. In this case, a yellow traffic light is used to indicate caution. The result of the development of this partner village is the installation of traffic lights and convex glass. Apart from that, the output targets from developing this partner village are reporting, journal publications, HKI, etc. Desa Srigonco adalah sebuah desa yang subur dan asri yang terletak di Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sebelumnya desa ini memiliki nama Guling yang nama itu diambil dari salah satu kejadian saat babad tanah tersebut ada sebuah batu besar yang jatuh (guling) dari atas bukit, nama itulah yang dipakai masyarakat pada masa itu sebelum akhirnya dikenal dengan sebutan Desa Srigonco. Desa Srigonco juga memiliki pantai sangat eksotis dan menarik wisatawan dari berbagai daerah bahkan wisatawan asing, pantai tersebut adalah Pantai Balekambang yang juga menjadi salah satu icon kota dingin Malang. Akan tetapi dengan Infrastruktur yang kurang memadai sering kali terjadi kecelakaan lalu lintas di desa Srigonco. Dilihat dari kondisi diatas, maka dibutuhkan sarana penunjang transportasi seperti kaca cembung dan traffic light. Kaca cembung atau Convex Mirror (Cermin Lalu Lintas) adalah perlengkapan Lalu lintas yang berfungsi sebagai alat bantu pengendara untuk melihat dari sudut yang cukup agar pengendara dapat melihat kendaraan lainnya di setiap sudut. Traffic light adalah lampu yang digunakan untuk mengatur kelancaran lalu lintas di suatu persimpangan jalan dengan cara memberi kesempatan pengguna jalan dari masing-masing arah untuk berjalan secara bergantian. Dalam hal ini digunakan traffic light warna kuning yang menandakan untuk berhati-hati. Hasil akhir dari pengembangan desa mitra ini adalah pemasangan traffic light dan kaca cembung. Selain itu target luaran dari pengembangan desa mitra ini yaitu pelaporan, publikasi jurnal, HKI, dan lain sebagainya.
Peningkatan Produktivitas Susu Kambing di Desa Sumberdem dengan Alat Pemerah Otomatis Ilham, Muhammad; Kusdodo, Hendri; Nurroso N.M, Arifah Wahyu; Al Ansyorie, Musthofa
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 3 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v3i52023p210-215

Abstract

The village of Sumberdem, located in the mountainous region of Wonosari Subdistrict, Malang Regency, East Java, holds significant potential for livestock development, thanks to its natural water resources and conducive environment. However, the manual milking of goats in this village has several drawbacks, including a high risk of infection, wasted time and energy, and potential animal harm. Therefore, automated goat milking technology is an effective solution to enhance productivity and address these issues. This technology offers various advantages, such as time and energy efficiency, improved hygiene, and increased milk yield, all while ensuring the well-being of the livestock. Desa Sumberdem, yang terletak di daerah pegunungan Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, memiliki potensi besar untuk pengembangan peternakan berkat persediaan air alami dan kondisi lingkungan yang mendukung. Meskipun demikian, pemerahan susu kambing di desa ini masih dilakukan secara manual, dengan sejumlah kekurangan seperti tingginya tingkat infeksi, waktu dan tenaga yang terbuang, serta risiko cedera pada hewan. Oleh karena itu, penggunaan teknologi pemerah susu kambing otomatis menjadi solusi efektif untuk meningkatkan produktivitas dan mengatasi masalah yang ada, dengan berbagai keuntungan seperti efisiensi waktu, tenaga, kebersihan, serta peningkatan jumlah susu yang dihasilkan, sambil menjaga kesejahteraan hewan ternak.
Pengembangan Desain Layout Master Plan Lingkungan Dusun Sumberjambe Desa Srigonco Kabupaten Malang Affan Bachtiar, Muhammad; Ali, Khoharudin; Nur Ibrahim, Izza; Alif Aditya, Muhammad; Al Ansyorie, Mohammad Musthofa
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 3 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v3i52023p216-222

Abstract

Srigonco Village is located on Malang Regency's coast, precisely in Bantur District. This village has several unique or distinctive characteristics that do not exist in other villages. This characteristic also adds to the attraction for tourists to visit Srigonco Village. The uniqueness or characteristic possessed is the strong Javanese cultural traditions in Srigonco Village, considering that this village is located on the edge of the South Malang coast. The increasing development of settlements in Srigonco Village is becoming a fundamental problem due to inappropriate spatial planning. To overcome the land problems in Srigonco Village, we developed an Environmental Master Plan Layout Design to Facilitate the Governance of Srigonco Village. The method used to develop a map of the area and population of Srigonco Village was updated by making a population plan using the cartometric measurement method. Apart from that, the process of determining regional boundaries can also be carried out using participatory mapping methods, where collecting data and information regarding regional boundaries involves active participation from the community and government officials as planners and information providers as well as mapping actors. The output of this activity is a final report in the form of an Environmental Master Plan Layout Map for Srigonco Village, Bantur District, and an ISBN journal regarding a design study for the development of an Environmental Master Plan Layout Design to Facilitate Srigonco Village Governance. So, this plan can support community and migrant activities and provide an opportunity for sustainable village development and improving village governance. Desa Srigonco merupakan desa yang terletak di pinggiran pantai Kabupaten Malang Tepatnya di Kecamatan Bantur. Desa ini memiliki beberapa keunikan atau ciri khas yang tidak ada di desa lainnya. Ciri khas ini juga menambah daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Desa Srigonco. Keunikan atau ciri khas yang dimiliki yaitu adat budaya jawa yang kental di Desa Srigonco mengingat desa ini berada di pinggiran pantai Malang Selatan. Semakin berkembangnya pemukiman di Desa Srigonco menjadi permasalahan yang mendasar dikarenakan rencana tata ruang yang tidak sesuai. Demi mengatasi permasalahan lahan yang terjadi di Desa Srigonco, kami membuat Pengembangan Desain Layout Master Plan Lingkungan Guna Mempermudah Tata Kelola Desa Srigonco. Metode yang digunakan untuk mengembangkan denah wilayah maupun penduduk Desa Srigonco yang diperbaharui dengan pembuatan denah penduduk menggunakan metode pengukuran kartometrik. Selain itu, proses penetapan batas wilayah juga dapat dilakukan dengan menggunakan metode pemetaan partisipatif, dimana proses pengambilan data dan informasi di lapangan mengenai batas daerah tersebut melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat dan perangkat pemerintahan sebagai perencana dan pemberi informasi sekaligus sebagai pelaku pemetaan. Luaran dari kegiatan ini adalah laporan akhir yang berupa Peta Layout Master plan Lingkungan Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, dan jurnal ber-ISBN mengenai kajian perancangan pengembangan Desain Layout Master Plan Lingkungan Guna Mempermudah Tata Kelola Desa Srigonco. Maka dengan adanya denah ini dapat menjadi sarana yang menunjang aktivitas masyarakat dan pendatang serta peluang untuk pembangunan desa yang berkelanjutan dan peningkatan tata kelola desa.
Pengembangan Layout Desa Wisata Camping Ground Desa Wonorejo Kecamatan Singosari Al Qadri R, Muh. Aimar; Ilham, Muhammad; Kusdodo, Hendri; Musthofa A, M.
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 3 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v3i52023p223-228

Abstract

Wonorejo is a village that has great potential in the tourism sector. Its location not far from the economic center in Singosari village makes it easily accessible. One of the potentials that can be developed is the camping ground where there is a hill with an exciting view to become a camping tourist destination. The view of Malang Raya, wrapped by beautiful mountain kawi, can be seen from the hill. The existence of this camping ground can also improve the village's economy. This is because the village will be more often visited by tourists who feel the sensation of the Wonorejo campground. The surrounding community can undoubtedly take this momentum to market the original work of the village or can also be a provider for tourists. Wonorejo merupakan desa yang memiliki potensi besar pada sektor pariwisata. Letaknya yang berada tidak jauh dari pusat perekonomian di kelurahan singosari membuatnya mudah diakses. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan yaitu camping ground yang mana terdapat sebuah bukit memiliki view yang menarik untuk menjadi destinasi wisata perkemahan. Dari bukit tersebut dapat terlihat pemandangan Malang Raya yang dibalut oleh gunung kawi yang indah. Adanya camping ground ini pun dapat meningkatkan perekonomian desa. Hal ini karena desa akan lebih sering dikunjungi oleh wisatawan yang ini merasakan sensasi pada bumi perkemahan wonorejo. Masyarakat sekitar tentunya dapat mengambil momentum ini untuk memasarkan karya orisinil desa atau pun dapat menjadi penyedia bagi para wisatawan.
Peningkatan Pemahaman BUMDes Tempursari Mengenai Mutu dan Perancangan Mix Design Pekerjaan Beton dengan Menggunakan Hammer Test Revantoro, Nemesius Bambang; Aris Ichwanto, Muhammad; Al Ansyorie, Mohammad Musthofa; Sugiyanto, Sugiyanto; Debytiantama, Gamaliel Brian
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 3 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v3i52023p229-235

Abstract

Tempursari Village is about 60 kilometers south of Malang City and became one of the Malang Regency border areas with Blitar Regency. Farms are one of the leading commodities in the area. According to government data from the Tempursari Village in 2020, around 80% of villagers have livestock, starting at small and largest scales. To succeed the success of the government program to become an independent and educated village, the government had Village Owned Business Entity (BUMDes). BUMDes Tempursari Village has 3 main business units, they are making fertilizers, construction, and agricultural products. The current construction unit relies on 2 jobs: rent tools and Eton village roads. However, while implementing Eton work, there are still obstacles related to the detonation's quality, work methods, and results. The person in charge of the construction unit does not have certification related to eton jobs but only based on experience. This causes a lack of control, concrete quality, and job results that do not match the National Standard of Indonesia (SNI). Therefore, assistance related to implementation work, quality, and making of concrete mix design. So that the quality of concrete can be more precise, on time, and timely is on the cost. Desa Tempursari berada sekitar 60 kilometer di selatan Kota Malang dan menjadi salah satu wilayah perbatasan Kabupaten Malang dengan Kabupaten Blitar. Peternakan merupakah salah satu komoditi unggulan dari daerah ini. Menurut data pemerintah desa Tempursari pada tahun 2020, sekitar 80% warga desa memiliki hewan ternak mulai dari skala kecil maupun besar. Dalam rangka mensukseskan program pemerintah guna menjadi desa mandiri dan berdikari, desa Tempursari memilik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). BUMDes desa Tempursari memiliki 3-unit usaha utama, yaitu pembuatan pupuk organi, konstruksi, dan hasil pertanian. Khusus untuk unit konstruksi saat ini mengandalkan 2 pekerjaan yaitu sewa alat dan pembetonan jalan desa. Namun pada saat proses pelaksanaan pekerjaan pembetonan, masih terdapat kendala terkait mutu, metode pekerjaan dan hasil pembetonan. Penanggung jawab unit konstruksi tidak memiliki sertifikasi terkait pekerjaan pembetonan, namun hanya berdasarkan pengalaman saja. Hal ini menyebabkan tidak terkontrolnya mutu beton dan hasil pekerjaan yang tidak sesuai dengan standard nasional Indonesia (SNI). Oleh sebab itu di butuhkanlah pendampingan terkait pekerjaan pelaksanaan, mutu, dan pembuatan mix design beton. Sehingga mutu beton yang dihasilakan dapat menjadi lebih tepat mutu, tepat waktu, dan tepat biaya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5