cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 67 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2016): November 2016" : 67 Documents clear
Efek Agitasi Susu Probiotik yang ditambahkan Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) terhadap Uji Sensorik dan Total Plate Count Feby Zalika Parindra; Yusdar Zakaria; Yurliasni Yurliasni
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.241 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1169

Abstract

Abstrak.  Suatu penelitian telah dilakukan untuk mengetahui efek agitasi susu probiotik yang ditambahkan buah naga merah (Hylocereus Polyrhizus). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pengolahan Susu Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala pada tanggal 29 April - 31 Mei 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2x4 dengan 3 kali ulangan yang terdiri dari 2 faktor, A, agitasi yaitu (A1) dan (A2) non agitasi. Dan faktor B yaitu konsentrasi buah naga merah (B1) 20%,  (B2) 25%,  B3 (30%) dan (B4) 35%. Parameter yang diamati adalah derajat keasaman (pH), total mikroba dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunujukkan bahwa terdapat pengaruh yang sangat nyata (P0,01) terhadap derajat keasaman (pH) dan berpengaruh nyata terhadap total mikroba (P0,05) serta terdapat interaksi antara kedua perlakuan. Sedangkan untuk uji organoleptik terdapat pengaruh yang sangat nyata (P0,01) terhadap kekentalan dan warna susu probiotik.  nilai derajat keasaman pH 4,03 - 4,11 dengan agitasi (pengadukan) masih sesuai dengan standar (SNI) 01-2981-1992. Sedangkan nilai total mikroba optimal terjadi pada penambahan buah naga sebanyak 30% baik agitasi maupun non agitasi. Effects of Milk Probiotic Agitation Added Red Dragon Fruit (Hylocereus Polyrhizus) on Sensory Test and Total Plate Coun Abstract.  A study about effects of milk probiotic agitation added red dragon fruit (Hylocereus Polyrhizus)  has been conducted to determine to test sensory and total plate count. This research was held at the Laboratory of Science and Milk Processing Technology, Agriculture Fakulty Syiah Kuala University on April 29 to May 31, 2016. This study used a completely randomized design (CRD) 2x4 factorial design with three replications consisting of two factors, A, agitation (A1) and (A2) non agitation. And factor B is the concentration of red dragon fruit (B1) 20%, (B2) 25%, B3 (30%) and (B4) 35%. The observed parameter is the degree of acidity (pH), total microbial and organoleptic tests. The results of the study indicate that the there is a  highly significant influence (P 0,01) to the degree of acidity (pH) and total significantly affected the total microbial (P 0.05), and there is interaction between the two treatments. As for organoleptic tests are highly significant effect (P 0.01) the thickness and color of probiotic milk. acidity pH value of 4.03 to 4.11 with agitation (stirring) is still in accordance with the standard (SNI) 01-2981-1992. While the total value of optimal microbial occurred upon addition of dragon fruit by 30% both agitation and non agitation
pengaruh pemangkasan dan konsentrasi paclobutrazol terhadap pertumbuhan dan pembungaan melati (Jasminum sambac L.) Lian Titin Ruwenza; Elly Kesumawaty; Mardhiah Hayati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.968

Abstract

Pengaruh pemangkasan dan konsentrasi paclobutrazol terhadap pertumbuhan dan pembungaan tanaman Melati (Jasminum sambac L.).Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui pengaruh pemangkasan dan konsentrasi paclobutrazol serta interaksi antara keduanya terhadap pertumbuhan dan pembungaan tanaman melati.Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala yang berlangsung dari bulan Februari hingga Mei 2016.Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (split plot). Petak utama adalah perlakuan tanaman yang dipangkas pucuk dan yang tidak dipangkas, sedangkan anak petak adalah dosis paclobutrazol yang terdiri atas 4 taraf, yaitu; 0, 100, 200 dan 300 ppm.Terdapat 8 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan terdiri atas tiga ulangan dan setiap ulangan terdiri atas dua tanaman sampel sehingga di peroleh 48 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemangkasan berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah bunga  mekar per tanaman  umur 33 dan 63 HST, berat bunga mekar per tanaman umur 63 HST. Pertumbuhan dan pembungaan tanaman melati terbaik diperoleh dengan perlakuan pemangkasan pucuk.Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa konsentrasi paclobutrazol berpengaruh sangat nyata terhadap parameter jumlah kuncup umur 30 HST dan jumlah bunga mekar per tanaman pada umur 48 HST serta berpengaruh nyata terhadap jumlah bunga mekar pada umur 48 HST.Pertumbuhan dan pembungaan tanaman melati terbaik dijumpai pada konsentrasi paclobutrazol 200 ppm.Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi yang nyata terhadap parameter berat bunga mekar umur 48 HST.Pertumbuhan dan pembungaan tanaman melati terbaik djumpai pada kombinasi interaksi terbaik antara perlakuan pemangkasan pucuk dengan konsentrasi paclobutrazol 300ppm. Kata kunci : 
Strategi Bertahan Hidup (Life Survival) Petani Garam Di Desa Tanoh Anoe Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen Muhammad Rauzan Sabara; Safrida Safrida; Ismayani Ismayani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.657 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1329

Abstract

Abstrak - Kemiskinan dalam kehidupan manusia pada belahan dunia manapun senantiasa tidak terlepas dari kebutuhan hidup dan strategi bertahan hidup, baik masyarakat perkotaan maupun masyarakat yang tinggal dipedesaan. Strategi kelangsungan hidup bagi masyarakat miskin dapat diartikan dalam kemampuan menghadapi permasalahan. Kemampuan menghadapi permasalahan tersebut dapat dilihat bahwa upaya yang dilakukan untuk mempertahankan hidup dari himpitan ekonomi maupun non ekonomi. Desa Tanoh Anoe merupakan salah satu desa di Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen yang memiliki tingkat kemiskinan yang masih tinggi, dengan pekerjaan rata-rata sebagai petani garam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang dilakukan petani garam dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya, dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi petani garam dalam memilih strategi bertahan hidup, yang dipengaruhi berdasarkan karakteristik petani garam di Desa Tanoh Anoe Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan pendekatan analisis kualitatif yang di tunjang dengan analisis kuantitatif. Hasil penelitian ini melandasi upaya yang dilakukan petani garam dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya, serta menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang berasosiasi dalam pengambilan keputusan terhadap pemilihan strategi bertahan hidup dengan dilandasi oleh karakteristik masing-masing petani garam.Kata kunci : Kemiskinan, strategi bertahan hidup, dan petani garam
Analisis Perkembangan Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Impor Garam Di Provinsi Aceh Fakhrul Razi; Ismayani Ismayani; Elvira Iskandar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.837 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1331

Abstract

Abstrak - Provinsi Aceh adalah salah satu daerah yang memiliki garis pantai yang luas. Produksi garam di Provinsi Aceh belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi dan industri dengan baik dikarenakan teknologi yang belum memadai dan keadaan cuaca yang tidak menentu, meskipun Aceh memiliki daerah penghasil garam. Akan tetapi Provinsi Aceh masih mengimpor garam dari luar Aceh. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitan kuantitatif dengan menggunakan jenis data sekunder. Data yang digunakan menggunakan data runtun waktu (time series) yang merupakan data tahunanselama 11 tahun terakhir. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa Perkembangan impor garam di Provinsi Aceh positif meningkat setiap tahunnya sebesar 6.581.232 Kg/Tahun dan secara serampak factor jumlah penduduk, permintaan garam, produksi garam, biaya impor garam dan harga garam impor memiliki pengaruhi terhadap impor garam di Provinsi Aceh.Kata kunci :Garam, Impor garam, Garam Aceh.
Performans Sapi Aceh yang diberi Pakan Eceng Gondok (Eichhorniacrassipes) Fermentasi dengan Probiotik aspergillus niger sebagai Subtitusi Rumput Gajah dan Rumput Lapangan Mudatsir Mudatsir; Mahyuddin Mahyuddin; Asril Asril
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.026 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1035

Abstract

Abstrak.Penelitian tentang Performans Sapi Aceh yang diberikan Pakan EcengGondok (Eichhornia Crassipes) Fermentasi dengan Probiotik Aspergillusniger sebagai Subtitusi Rumput Gajah dan Rumput Lapangan telah dilakukan di Laboratorium Lapangan Peternakan Prodi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh. Penelitian ini berlangsung selama 112  haridari tanggal 24 Januari 2016 – 08 Mei 2016.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui performans sapi Aceh jantan yang diberikanpakan eceng gondok yang difermentasi dengan Aspergillus nigersebagai subtitusi rumput gajah dan rumput lapangan. Materi penelitian ini adalah 4 ekor sapi Aceh jantan dan menggunakan Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL), yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan,  Masing-masing perlakuan adalah pelakuan A(0% eceng gondok fermentasi) perlakuan B (10% eceng gondok fermentasi), perlakuan C (20% eceng gondok fermentasi),dan pelakuan D (30% eceng gondok fermentasi). Data penelitian yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance). Parameter yang diamati adalah:Pertambahan berat badan, Konsumsi pakan, dan Konversi pakan. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi perbedaan yang nyata (P0.05) terhadap konsumsi pakan dan konversi pakan. Namun terjadi perbedaan yang nyata (p0,05) pada parameter pertambahan berat badan. Performance of Aceh Bullock that Given Feed Water Hyacinth (Eichhornia Crassipes) with Fermentation Probiotic Aspergillus Niger as a Substitute Elephant Grass and Grass Field Abstract. Experiment on Performance of Aceh Bulls was given feed water hyacinth (Eichhornia crassipes) Fermentation with Probiotics Aspergillus niger as substitution of Elephant Grass and Grass Field has done in Field Laboratory Animal Husbandry Faculty of Agriculture, the University of Syiah Kuala in Banda Aceh Darussalam. The study lasted 112 days from the date of January 24, 2016 - May 8, 2016. The purpose of this study was to determine the performance of Aceh Bulls are given feed hyacinth fermented with Aspergillus niger as a substitute for grass and field turf. The material of this study was 4 Aceh Bulls and using design Latin square (RBSL), which consists of 4 treatments and 4 repitulations, each treatment is the carrying out of A (0% water hyacinth fermentation) treatment B (10% water hyacinth fermentation ), treatment C (20% water hyacinth fermentation), and treatment D (30% water hyacinth fermentation). The research data were analyzed using ANOVA (Analysis of Variance). Parameters measured were: weight gain, feed intake, feed conversion. The results showed no differences were significant against (P 0.05), feed intake and feed conversion. But there is a significant difference (p 0.05) on the parameters of weight gain
Evaluasi Kualitas Jerami Padi Fermentasi dengan Tingkat Penggunaan EM-4 yang Berbeda Zul Iqbal; Yunasri Usman; Sitti Wajizah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.796 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1135

Abstract

Abstrak. Jerami padi merupakan salah satu limbah pertanian di Indonesia yang cukup melimpah, namun belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai bahan pakan karena rendahnya kualitas nutrisi yang dikandungnya.  Salah satu usaha untuk meningkatkan nilai nutrisi jerami padi, yaitu melalui proses fermentasi menggunakan aktivator mikroba, misalnya dari bakteri inokulan (bacterial inoculant) berupa effective microorganisme (EM-4).Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi nilai nutrisi jerami padi yang difermentasi menggunakan EM-4 sebagai bakteri inokulan.Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, mulai bulan Maret sampai April 2016. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan berupa konsentrasi EM-4, J0 (kontrol atau tanpa EM-4), J1 (2% EM-4), J2 (3% EM-4), J3 (4% EM-4). Setiap  perlakuan diulang 4 kali sehingga didapat 16 unit perlakuan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu persentase bahan kering, serat kasar, protein kasar dan abu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi jerami padi dengan tingkat penggunaan EM-4 yang berbeda tidak berpengaruh nyata (P0,05) terhadap persentase semua parameter yang diamati kecuali persentase bahan kering. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan, perlakuan berupa fermentasi dengan tingkat penggunaan EM-4 yang berbeda, belum mampu meningkatkan kualitas jerami padi (Oriza sativa)sebagai bahan pakan ternak. Quality Evaluation Of Fermented Rice Straw With a Different Usage Rates of EM-4Abstract. Rice straw is one of the agricultural cesspool in Indonesia are pour enough, but not fully utilized as feed material due to the low quality of the nutrients it contains. One of the effort to improve the nutritional value of rice straw is by a fermentation process used microbial activators, for example from bacterial inoculants (bacterial Inoculant) in the form of effective microorganisms (EM-4). The purpose of this experiment was to evaluate the nutrient of fermented rice straw used EM-4 as bacterial inoculant. This experiment was conducted at Laboratory of Animal Nutrition, Animal Husbandry departement, Agricultural Faculty, Syiah Kuala University from March – April 2016. This experiment used Completly Randomized Design (CRD) with 4 treatments as concentration of   EM-4; J0 (as control or without EM-4), J1 (2% EM-4), J2 (3% EM-4), J3 (4% EM-4). Each treatments repeated 4 times, therefore there were 16 units of treatments. Parameters observed in this experiment were the percentage of dry matter, crude fiber, crude protein and ash. The result of the experiment indicated that fermentated rice straw with the different usage rates of EM-4 had no signficant effected (P0,05) on the percentage of all parameters that observed except percentage of dry matter. Based on this experiment concluded that treatment such as fermented with a different usage rates of EM-4, was not able to improve quality of rice straw (Oriza sativa) as livestock feed.
Pengaruh Pemberian Prebiotik Immuno Forte dengan Level Berbeda terhadap Berat dan Persentase Karkas Ayam Broiler Jaunul Abdillah; Yunasri Usman; Herawati Latif
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.446 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.905

Abstract

Abstrak.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian prebiotik Immuno Forte dengan level berbeda terhadap berat dan persentase karkas ayam broiler. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapangan Peternakan (LLP) Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, pada tanggal 22 Agustus sampai 19 September 2015. Penelitian ini menggunakan 100 ekor (DOC) ayam broiler CP 707 Strain Arbor Acres produksi PT. Charoen Pokphand. Ransum yang digunakan adalah ransum komersial R511 Hy-provite priode starterdan R512 Bravo priode finisher. Perlakuan yang diberikan terdiri dari : P0 (0 ml Immuno forte/3 l air ), P1 (0,5 ml Immuno forte/3 l air), P2 (1 ml Immuno forte/3 l air), P3 (1.5 ml Immuno forte/3 l air) dan P4 (2 ml Immuno forte/3 l air). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Parameter yang diamati meliputi berat akhir, berat karkas, persentase karkas, berat potongan karkas dan persentase potongan karkas ayam broiler. Hasil penelitian menunjukkan penambahan prebiotik Immuno forte belum memberikan pengaruh positif terhadap berat  karkas ayam broiler. Penambahan prebiotik immuno forte dalam air minum berpengaruh nyata terhadap berat sayap, persentase sayap dan berat punggung ayam broiler, namun tidak berpengaruh nyata terhadap berat hidup, berat karkas, persentase karkas, berat dada, persentase dada, berat paha, persentase paha, berat punggung dan persentase punggung ayam broiler umur 28 minggu. Prebiotics Giving Effect Immuno Forte With Different Level of Carcass Weight and Percentage Broiler Chikens Abstract. This study aimed to determine the effect of prebiotics Immuno Forte with different levels of the weight and the percentage of broiler chicken carcasses. This research was conducted at the Laboratory of Animal Husbandry Field (LLP) Faculty of Agriculture, University of Syiah Kuala, Banda Aceh, on August 22 to 19, 2015. This study used 100 individuals (DOC) CP 707 broilers Arbor Acres strain produced by PT. Charoen Pokphand. Rations used was a commercial ration Hy-provite R511 and R512 starter period Bravo period finisher. Treatments consisted of: P0 (0 ml Immuno Forte / 3 l water), P1 (0.5 ml Immuno Forte / 3 l water), P2 (1 ml Immuno Forte / 3 l water), P3 (1.5 ml Immuno Forte / 3 l water) and P4 (2 ml Immuno forte / 3 l water). The design used was completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 4 replications. The parameters observed final weight, carcass weight, carcass percentage, pieces of carcass weight and the percentage of broiler chicken carcass pieces. The results showed the addition of prebiotics Immuno Forte has not been a positive influence on broiler chicken carcass weight. The addition of prebiotics immuno forte in drinking water significantly affect the weight of the wing, the percentage of the wings and heavy backs broiler chickens, but did not significantly affect live weight, carcass weight, carcass percentage, heavy chest, the percentage of the chest, heavy thighs, the percentage of thigh, severe back and backs percentage broilers aged 28 weeks
Penggunaan Polyethilen Glycol (PEG 6000) Untuk Mengetahui Vigor Kekuatan Tumbuh Benih Kedelai Hitam (Glycine max (L.) Merrill)) Pada Kondisi Kekeringan khairani Z; Syamsuddin Syamsuddin; Cut Nur Ichsan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.639 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.983

Abstract

Kedelai (Glycine max L. Merill) merupakan komoditas pangan utama setelah padi dan jagung yang menjadi komoditi prioritas dalam program Revitalisasi Pertanian. Kebutuhan kedelai ke depan akan meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat tentang makanan sehat, produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi kedelai hitam antara lain dengan ekstenfikasi pada lahan marginal, salah satu lahan marginal ialah lahan kering. Pengujian  respon  kedelai terhadap kekeringan dapat dilakukan dengan cara simulasi kondisi kekeringan menggunakan Polyethylen Glycol (PEG). Penggunaan PEG menyebabkan penurunan potensial air secara homogen sehingga dapat digunakan untuk meniru besarnya potensial air tanah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial 5 x 4. Terdiri dari dua faktor, Faktor pertama yang diteliti ialah varietas yang terdiri atas, Varietas Mutiara 2, Mutiara 3, Detam 1, Detam 2. Sedangkan faktor kedua ialah konsentrasi Polyethylen Glycol (PEG) 6000. Kontrol 0%, 0,5%, 1,0%, 1,5%, 2,0%.  Hasil penelitian menunjukan bahwa Konsentrasi PEG berpengaruh sangat nyata terhadap vigor kekuatan tumbuh benih kedelai hitam pada tolok ukur indeks vigor, keserempakan tumbuh, T50, dan panjang akar, serta berpengaruh nyata pada tolok ukur kecepatan tumbuh. Konsentrasi PEG terbaik untuk kekuatan tumbuh benih adalah 1,0%.  Varietas  berpengaruh sangat nyata terhadap vigor kekuatan tumbuh benih kedelai hitam pada tolok ukur potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah kecepatan tumbuh relatif, T50, dan panjang akar. Serta bengaruh nyata pada tolok ukur keserampakan tumbuh. Varietas dengan vigor kekuatan tumbuh terbaik pada varietas Detam 2. Terdapat interaksi antara konsentrasi PEG 6000 dengan varietas terhadap vigor kekuatan tumbuh benih kedelai hitam pada tolok ukur panjang akar.  Interaksi terbaik terdapat pada varietas Mutiara 3 pada konsentrasi 0,5%.
Dampak Pertambangan Emas Tradisional Terhadap Perubahan Sosial Ekonomi Masyarakat Di Gampong Mersak Kecamatan Kluet Tengah Kabupaten Aceh Selatan Edi Farlan; Indra Indra; Ahmad Humam Hamid
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.324 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1255

Abstract

During the existence of the traditional gold mining in the Mersak Village subdisdtrict of Central Kluet district South Aceh has been a lot changes in local community life. The research methodology used is descriptive method with qualitative approach. Data collection techniques used were interviews, observation, and literature study. Informants in this study consisted of village officials, community leaders and the community of gold miners. Data analysis technique used is the technique of interactive analysis by Milles and Huberman form of data reduction, data presentation and verification / conclusions. The results of the research tells us that the existence of gold mines in the Village Ruin has an impact on the social and economic condition of the community. Negative impact on the gold mining aspects of uncontrolled population movements and worrying, the incidence rate is increasing conflict and transition people's livelihood of farmers to miners who create agricultural infrastructure is not functioning optimally. Also, positive impact on the gold mining aspects of the comprehensive work opportunities for people and rising incomes that can be seen from the high purchasing power. Keywords: Mining, Impact, Social, Economic
Penyulingan Minyak Atsiri Sereh Dapur (Cymbopogon Citratus) Dengan Metode Penyulingan Air-Uap Zaituni Zaituni; Rita Khathir; Raida Agustina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.632 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1085

Abstract

Abstrak. Minyak atsiri sereh dapur diperoleh dari hasil penyulingan tanaman sereh dapur. Minyak sereh dapur merupakan sumber sitral yang merupakan konstituen utama dari minyak tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu minyak atsiri yang dihasilkan dengan metode penyulingan air-uap (water and steam destillation). Bagian tanaman sereh dapur yang digunakan yaitu bagian batang dan daun yang disuling menggunakan alat penyulingan air dan uap.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen minyak atsiri sereh dapur dari penyulingan bagian daun diperoleh sebesar 0,399 % 10 kali lipat lebih besar dari rendemen minyak atsiri sereh dapur pada bagian batang (0,039 %). Bobot jenis minyak atsiri sereh dapur pada daun 0,8987 dan pada batang 0,8940. Indeks bias minyak atsiri sereh dapur pada daun 1,4876 dan pada batang 1,4880. Kelarutan dalam alkohol 70% minyak atsiri sereh dapur dari daun dan batang mempunyai tingkat kelarutan keruh pada perbandingan 1:5. Berdasarkan rendemen dapat disimpulkan bahwa bagian yang lebih menguntungkan untuk disuling adalah daun. Berdasarkan parameter mutu yang dianalisis dapat disimpulkan bahwa minyak atsiri sereh dapur dari bagian batang dan daun sudah memenuhi standar Essential Oil Association (EOA).The Destillation of Lemongrass Essential Oil by Using the Water-steam Method Abstract. Lemongrass essential oil is obtained from the distillation of lemongrass plant. The main content of this oil is sitral content. This study aimed to determine the quality of essential oil produced by the method of water-steam destillation. The experiment was done by water-steam destillation of stalks and leaves of lemongrass, respectively, under 3 repeatations. Lemongrass essential oil obtained from leaves was 0,399%, which is 10-fold greater than the yield of the stalks (0,039%). The specific gravity of Lemongrass essential oil obtained from leaves was 0,8987 where as the specific gravity of Lemongrass essential oil obtained from stalks was 0.8940. The refractive index of lemongrass oil obtained from  leaves was 1.4876 while the refractive index of lemongrass oil obtained from stalks was 1.4880. Based on solubility in 70% alcohol test, lemongrass essential oil obtained from the leaves and stalks were a little bit cloud at a ratio of 1: 5. Based on its yield, it can be concluded that the leave plant produced more oil. However, the quality of both oils showed that lemongrass essential oil met the EAO Standard.