cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 33 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 4 (2017): November 2017" : 33 Documents clear
Pengaruh Waktu Inkubasi Kapur dan Abu Sekam Terhadap Perubahan Beberapa Sifat Kimia Ultisol Wirza Emaliana; Munawar Khalil; Ilyas Ilyas
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.318 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i4.5517

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh waktu inkubasi kapur dan abu sekam terhadap perubahan beberapa sifat kimia Ultisol dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang dilakukan pada tanah yang sama, dengan 2 bahan yang berbeda yaitu kapur dan abu sekam. Dosis diberikan sebanyak 4 taraf dan diulang 4 kali sehingga terdapat 8 perlakuan dan 32 satuan percobaan dengan waktu inkubasi selama 2, 4 dan 6 minggu. Untuk melihat perbedaan hasil perlakuan digunakan uji F dan dilanjutkan dengan uji (BNT0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama inkubasi kapur dan abu sekam maka kemasaman tanah (pH), Kapasitas Tukar Kation (KTK), P-tersedia semakin meningkat dan Al-dd semakin menurun. Inkubasi 6 minggu merupakan waktu yang tepat untuk menaikkan pH, KTK dan meningkatkan P-tersedia, kecuali pada pH pemberian abu sekam waktu yang tepat adalah inkubasi 4 minggu. Sedangkan Al-dd pada inkubasi 2 minggu kapur dan abu sekam sudah hilang dan tak terukur. Dapat disimpulkan bahwa, kapur dolomit dan abu sekam pada Ultisol memberikan perbedaan yang sangat nyata pada pH, P-tersedia, KTK dan Al-dd. The Effect of Incubation Time of Calcium and Husk Ash on Changes in Some Chemical Properties of UltisolAbstract. This study aims to examine the effect of incubation time of calcium and husk ash on changes in some chemical properties of Ultisol by using a non-factorial Completely Randomized Design (RAL) performed on the same soil, with 2 different materials which were calcium and husk ash. The dose was given 4 levels and repeated 4 times so that there were 8 treatments and 32 experimental units with incubation time for 2, 4 and 6 weeks. To see the differences of treatment result, F test continued with test (BNT0,05) were used. The results showed that the longer incubation of calsium and husk ash acidity (pH), Cation Exchange Capacity (CEC) and P-available increased and Al-dd decreased. The 6 weeks incubation was the exact time to increase pH, CEC and increase P-available, except the exact time for pH of husk ash, i.e which was 4 weeks incubation. While Al-dd on 2 weeks incubation, calcium and husk ash had been disappeared and immeasurable. It can be concluded that dolomite calcium and husk ash on Ultisol showed a very significant difference in pH, P-available, CEC and Al-dd. 
Pengaruh Bahan Pengisi Kemasan Terhadap Kerusakan Fisik Pada Buah Pepaya (Carica papaya L.) Selama Transportasi Laut. Muazzimi Muazzimi; Kiman Siregar; Bambang Sukarno Putra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.029 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i4.5506

Abstract

Abstrak.  Salah satu ciri komoditas hortikultura termasuk pepaya adalah sifatnya yang mudah rusak (perishable) seperti mudah busuk dan mudah susut bobotnya karena kulitnya yang tipis dan daging buahnya yang lunak. Dari hasil penelitian kerusakan fisik yang yang terendah terdapat pada alat transportasi kapal cepat dengan perlakuan bahan pengisi kemasan yang menggunakan bahan pengisi daun pisang kering, dan dari hasil uji BNT bahan pengisi yang bagus adalah daun pisang kering, dikarenakan daun pisang kering berbentuk lentur dan suhu dari daun pisang kering tersebut netral. Susut bobot setelah transportasi yang paling sedikit terjadinya kehilangan pada kapal lambat dengan perlakuan tanpa bahan pengisi, hanya sedikit selisih dengan alat transportasi kapal cepat bahan pengisi daun pisang kering.Nilai vitamin C yang tertinggi adalah 11,6 yang diperoleh pada perlakuan kapal cepat dengan bahan pengisi styrofoam. Tingkat kesukaan panelis terhadap rasa dan warna pada perlakuan kapal lambat dengan bahan pengisi styrofoam, sedangkan nilai terendah ada pada perlakuan kapal lambat tanpa bahan pengisi, rasa dan warna sangat berhuhungan sehingga nilai tertinggi terdapat pada perlakuan yang sama dan juga hasil terendah.The Influence of Packaging Fillers on Physical Damage to Papaya Fruits (Carica papaya L.) During Sea TransportAbstract. One characteristic of horticultural commodities including papaya is its perishable nature as it is easy to rot and easily shrinks its weight due to its thin skin and soft flesh. From the result of the research, the lowest physical damage was found in fast ship transportation by the treatment of packing material using dry banana leaf filler, and from the BNT test the good filler was dried banana leaf, due to dry banana leaf-shaped bending and temperature from Dry banana leaves are neutral. Weight loss after transport with the least loss of slow-moving vessels with no filler treatment, only slight difference with the rapid vessel transport filling of dried banana leafs.The highest vitamin C value was 11.6 obtained in the treatment of fast vessels with fillers Styrofoam. The panelist's favorite level of taste and color in the treatment of slow vessels with styrofoam fillers, while the lowest values are in slow ship treatment without fillers, the flavors and colors are highly respected so that the highest value is in the same treatment and also the lowest yield.
Analisis Penggunaan Lahan Basah Eksisting Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di Kawasan Peri Urban Kota Banda Aceh (Studi Kasus: Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar) Desra Sahputra; Muhammad Rusdi; Sugianto Sugianto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.683 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i4.5211

Abstract

Abstrak. Penyimpangan penggunaan lahan sangat sering terjadi terhadap rencana tata ruang wilayah (RTRW). Daerah pinggiran kota merupakan wilayah yang banyak mengalami perubahan penggunaan lahan terutama perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi non pertanian. Adapun tujuan penelitian untuk menganalisis tingkat keselarasan penggunaan lahan basah eksisting di Kecamatan Darul Imarah berdasarkan RTRW. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik survai. Sedangkan analisis data spasial menggunakan SIG dengan konsep extract, overlay dan reclassify. Hasil kajian menunjukkan sebesar 583,94 ha (86,68%) sawah eksisting di kawasan kajian telah selaras dengan RTRW dan yang tidak selaras yaitu sebesar 0,15 ha (0,02%). Sementara 89,57 ha (13,3%) sawah eksisting lainnya ditemukan belum selaras dengan RTRW Kabupaten Aceh Besar tahun 2012-2032.The Use of Existing Wetland Analysis Based On Spatial Planning in Peri Urban Area in Banda Aceh (Case study: Darul Imarah Subdistrict Aceh Besar Regency)Abstract. The deviation of land use is very frequent happened to spatial planning. Suburban areas are areas which undergo many changes in land use, especially changes in the use of agricultural land to non-agricultural. The purpose of the research is to analyze the aligned level of the existing wetland use in Darul Imarah sub-district based on spatial planning. The method used in this research was descriptive method with survey technique. While the spatial data analysis was using GIS with extract, overlay and reclassify concept. The result of the study showed that 583.94 ha (86.68%) of the existing fields in the study area were aligned with the RTRW and the non-aligned ones were 0.15 ha (0.02%). Meanwhile, 89.57 ha (13.3%) of other existing rice fields had not been aligned with the spasial planning of Aceh Besar Regency in 2012-2032.
Pengaruh Penggunaan Limbah Feses Sapi Dan Probiotik Sebagai Bahan Pakan Pelet Terhadap Keuntungan Usaha Pemeliharaan Ikan Lele Dumbo Fahrina Fahrina; Yusdar Zakaria; M. Aman Yaman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v2i4.5447

Abstract

Penelitian tentang pengaruh penggunaan limbah feses sapi dan probiotik sebagai bahan pakan pelet terhadap keuntungan usaha pemeliharaan ikan lele dumbo, telah dilakukan di Station Riset II (dua) Ie Suum, UPT. University Farm, Aceh Besar sejak tanggal 22 Mei – 14 Agustus 2016. Tujuan penelitian untuk melihat keuntungan usaha pemeliharaan ikan lele dumbo dengan menggunakan limbah feses sapi dan probiotik  sebagai bahan pakan pelet organik. Penelitian ini menggunakan 800 bibit ikan Lele Dumbo. penelitian berlansung 90 hari. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang dilakukan adalah penggunaan pakan pelet organik (PPO) dengan level yang berbeda yaitu P0=0%, P1=10%, P2=20%, P3=30% kedalam ransum komersil. Parameter yang diamati meliputi aspek produksi (berat badan akhir dan total konsumsi ransum) dan aspek ekonomis (penerimaan, biaya tetap, biaya variabel, Income over Feed Cost, dan total income). Data parameter produksi yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA), jika didapatkan perbedaan yang nyata, dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (Steel dan Torrie, 1993). Data  parameter ekonomis dianalisis dengan B/C dan R/C ratio (Sjahrial, 2008). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penggunaan ransum komersil dengan pakan pelet organik pada level yang berbeda selama pemeliharan berpengaruh sangat nyata (P0.01) terhadap berat badan dan konsumsi ransum ikan lele dumbo. Penggunaan ransum komersil dengan pakan pelet organik selama pemeliharaan menurunkan biaya ransum dan menaikkan Income Over Feed Cost (IOFC)  dan total income pemeliharaan ikan Lele Dumbo. Pemberian pakan komersil 90% + PPO 10% layak dan menguntungkan dalam pemeliharaan ikan Lele Dumbo. Effect Of The Use Of  Waste Cow Feces And Probiotics As Pellet Feed Ingredient To The Profit Of Maintenance Business Of CatfishResearch on the effect of the use of cow feces waste and probiotics as pellet feed ingredient to the profit of maintenance business of catfish has been conducted in Research Station II (two) Ie Seum, UPT. University Farm, Aceh Besar from May 22, to August 14, 2016. The purpose of this research is to see the profit of  catfish maintenance business by using cow feces waste and probiotics as organic food pellet feed. This research uses 800 catfish seedlings , the studywas done for 90 days. This study used a complete randomized design (RAL) consisting of 4 treatments and 4 replications. Treatment was the used of organic feed pellets (PPO) with different levels as P0 = 0%, P1 = 10%, P2 = 20%, P3 = 30% into commercial ration. The parameters observed production of aspects (final body weight and total  feed consumption) and economic aspects  (revenue, cost, Income over Feed Cost, and total income). The former was analyzed by Analysis of Variance (ANOVA),  if significantly different results were detected, then continued by Duncan's Multiple Range Test (Steel and Torrie, 1993), while the latter was analysis by B/C and R/C ratio (Sjahrial, 2008).  The results of study showed that the use of commercial feed with an organic pellet feed at different levels during maintenance was highly significant (P 0.01) in the body weight and feed intake of catfish. The use of commercial feed with an organic pellet feed for lowering maintenance costs and increase the ration Income Over Feed Cost (IOFC), and total income maintenance catfish. Feeding commercial 90% + PPO 10% viable and profitable in the maintenance catfish.
Pengaruh Konsentrasi Natrium Asetat dan Lama Penyimpanan terhadap Mutu Mi Basah Muhammad Hendra; Nida El Husna; Melly Novita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.644 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i4.5474

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi natrium asetat dan lama penyimpanan terhadap mutu mi basah matang. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk menentukan konsentrasi natrium asetat yang sesuai untuk digunakan sebagai bahan pengawet mi basah matang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri atas dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi natrium asetat (N) yang terdiri atas empat taraf yaitu N1 = 0%, N2=  0,3%, N3 = 0,6%, N4 = 0,9% . Faktor kedua adalah lama penyimpanan (P) terdiri atas empat taraf yaitu P1= 0 hari, P2= 1 hari, P3= 2 hari, P4= 3 hari. Kombinasi penelitian dalam penelitian ini adalah 4 x 4 = 16 kombinasi perlakuan dengan menggunakan tiga (3) kali ulangan, sehingga diperoleh 48 satuan percobaan. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh nilai rata-rata hasil analisis mi basah yaitu: kadar air 64,33%, total mikroba 7,11 cfu/ml, pH (derajat keasaman) 7,06. Uji organoleptik diperoleh nilai rata-rata pada warna 3,01 (putih kekuningan), aroma 3,80 ( tercium aroma khas mi,tapi agak asam) tekstur 3,62 (agak tidak lunak) dan penampakan 3,46 (agak berlendir). Analisis kadar abu dan kadar protein dilakukan dari hasil perlakuan terbaik berdasarkan uji organoleptik, nilai terbaik diperoleh pada penambahan konsentrasi natrium asetat 0,9 % dimana mampu mempertahankan organoleptik tekstur dan penampakan mi basah matang selama 2 hari pada suhu ruang. Hasil analisis rata-rata kadar abu mi basah adalah 1,93% dan rata-rata kadar protein 12,26 %The effects of sodium acetat consentration and storage time on quality of wet noodlesAbstract. This research is aimed to determine the effect of sodium acetate concentration and storage time on the quality of wet noodles. In addition, this research also aims to determine the appropriate concentration of sodium acetate to be used as a preservative of wet noodles. This research uses Factorial Random Design (RAL) which consists of two factors. The first factor is the concentration of sodium acetate (N) consisting of four levels, namely N1 = 0%, N2 = 0.3%, N3 = 0.6%, N4 = 0.9%. The second factor is the length of storage (P) consists of four levels ie P1 = 0 days, P2 = 1 day, P3 = 2 days, P4 = 3 days. The combination of the research in this study was 4 x 4 = 16 treatment combinations using three (3) replications, so that 48 experimental units were obtained. Based on the research, obtained the average value of wet noodles analysis results are: water content 64.33%, total microbe 7.11 cfu / ml, pH (acidity degree) 7.06. The organoleptic test obtained an average value of 3.01 (yellowish white), 3.80 (smelled of typical aroma, but slightly acidic) texture 3.62 (mildly not tender) and 3.46 appearance (slightly slimy). Analysis of ash content and protein content was performed from the best treatment based on organoleptic test where the best value was obtained in addition of 0.9% sodium acetate concentration. The mean analysis of wet noodle ash content was 1.93% and the mean protein content of 12.26%
Pengaruh Konsentrasi Sperma Terhadap Daya Tetas dan Bobot Tetas DOC Ayam KAMARAS Moulizar Moulizar; Aman Yaman; Muhammad Daud
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v2i4.5270

Abstract

Abstrak. Turunan hasil persilangan antara ayam lokal, ayam ras petelur dan ayam arab dihasilkan Ayam KAMARAS (Kampung - Arab – Ras).   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi sperma terhadap fertilitas, daya tetas, bobot tetas DOC ayam KAMARAS dan Sex rasio. Konsentrasi sperma  ini berguna untuk mengetahui perbandingan jantan dan betina yang paling efisien dalam suatu pemeliharaan. Sperma ditampung dan dicampur dari 3 ekor ayam KAMARAS jantan yang berumur sekitar 7 bulan. Sperma yang telah diketahui konsentrasinya kemudian dibagi menjadi 4 bagian dan masing-masing diencerkan dengan NaCl fisiologis sehingga diperoleh konsentrasi akhir yaitu 25x106/0,5 ml (dosis 1); 50x106/0,5 ml (dosis 2); dan 75x106/0,5 ml (dosis 3) dan 100x106/0,5 ml (dosis 4). 24 ekor ayam KAMARAS betina diinseminasi untuk mengetahui pengaruh konsentrasi sperma terhadap daya tetas dan bobot tetas ayam KAMARAS. Ayam betina yang digunakan adalah ayam KAMARAS yang berumur sekitar 7 bulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi sperma tidak berpengaruh nyata terhadap fertilitas telur namun disetiap perlakuan terdapat hasil yang berbeda-beda pada perlakuan P0: 25x106/0,5 ml tingkat fertilitas (100 %), P1: 50x106/0,5 ml (100%), P2: 75x106/0,5 ml dan pada perlakuan P3 terendah 83,33% diantara 4 perlakuan konsentrasi sperma yang terbaik untuk menghasilkan fertilitas  yang tinggi yaitu konsentrasi 50x106/0,5 ml. Pengaruh konsentrasi sperma terhadap daya tetas tidak berpengaruh nyata namun disetiap perlakuan terdapat hasil yang berbeda-beda pada perlakuan P0: 25x106/0,5 ml tingkat fertilitas (100 %), P1: 50x106/0,5 ml (100%), P2 75x106/0,5 ml (100%) dan pada perlakuan P3 terendah (83,33%) dari setiap perlakuan konsentrasi sperma yang dapat meningkatkan daya tetas telur adalah pada konsentrasi 50x106/0,5 ml dengan tingkat daya tetas (100%). Pengaruh konsentrasi sperma terhadap bobot tetas DOC KAMARAS berpengaruh nyata terhadap bobot tetas DOC pada setiap perlakuan P0 25x106/0,5 (31,1 g/butir), P1: 50x106/0,5 ml (33 g/butir), P2: 75x106/0,5 ml (32,1 g/butir) dan pada perlakuan P3 100x106/0,5 ml bobot tetas DOC sebesar (33,3 g/butir),  pengaruh konsentrasi sperma terhadap sex rasio didapat hasil pada perlakuan 50x106/0,5 ml-75x106/0,5 ml menghasilkan sex rasio DOC betina lebih dominan (66,6-75%).Effect of Sperm Concentration on Hatching Power and Hatching Weight of DAM Chicken KAMARASAbstract. Derivative results of crosses between local chickens, laying chicken and arab chicken produced Chicken KAMARAS (Kampung - Arab - Ras). This study aims to determine the effect of sperm concentration on fertility, hatchability, weight of DOC chicken KAMARAS and Sex ratio. This sperm concentration is useful for knowing the most efficient male and female ratio in a maintenance. Sperm was collected and mixed from 3 chickens KAMARAS male about 7 months old. The known sperm concentration is then divided into 4 parts and each diluted with physiological NaCl to obtain the final concentration of 25x106 / 0.5 ml (dose 1); 50x106 / 0.5 ml (dose 2); and 75x106 / 0.5 ml (dose 3) and 100x106 / 0,5 ml (dose 4). 24 chickens KAMARAS females inseminated to determine the effect of sperm concentration on hatchability and weight of hens chicken KAMARAS. The female chicken used is KAMARAS chicken which is about 7 months old.The results showed that sperm concentration treatment did not have significant effect on egg fertility but in each treatment there were different results on treatment of P0: 25x106 / 0,5 ml fertility rate (100%), P1: 50x106 / 0,5 ml (100% ), P2: 75x106 / 0.5 ml and at the lowest P3 treatment 83.33% among the 4 best sperm concentration treatment to produce high fertility ie concentration 50x106 / 0,5 ml. The effect of sperm concentration on hatchability was not significant but in each treatment there were different results on treatment of P0: 25x106 / 0,5 ml fertility rate (100%), P1: 50x106 / 0,5 ml (100%), P2 75x106 / 0.5 ml (100%) and at the lowest P3 treatment (83.33%) of each treatment of sperm concentration which can increase the hatchability of eggs at concentration 50x106 / 0,5 ml with hatchability level (100%). The influence of sperm concentration on DOC KAMARAS hatching weight significantly influenced the weight of DOC in each treatment P0 25x106 / 0,5 (31,1 g / grain), P1: 50x106 / 0,5 ml (33 g / grain), P2: 75x106 / 0,5 ml (32,1 g / grain) and at treatment of P3 100x106/ 0,5 ml of DOC hight weight (33,3 g / grain), influence of sperm concentration to sex ratio obtained result at treatment 50x106 / 0, 5 ml-75x106 / 0.5 ml result in sex ratio of female DOC is more dominant (66,6-75%).
Analisis Pemasaran Pupuk Urea Di Kabupaten Pidie (Studi Kasus Produk PT. Pupuk Iskandar Muda Aceh Utara) Zeveni Zulisma Sari; Edy Marsudi; Sofyan sofyan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.853 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i4.5564

Abstract

Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bentuk saluran pemasaran dan lembaga pemasaran pupuk urea PT. PIM Aceh Utara di Kabupaten Pidie dan menghitung margin pemasaran serta faktor yang berperan dalam kelangkaan pupuk urea.Penelitian ini menggunakan metode survey. Jumlah sampel dari pedagang besar adalah 4 orang, dipilih dengan metode sampel total atau sensus yaitu 100% dari jumlah populasi. Sedangkan pengambilan sampel pada pedagang pengecer dipilih dengan menggunakan metode Snowball Sampling yang dimulai dengan sedikit orang dan membesar sehubungan pergerakan penelitian dan untuk sampel petani dilakukan dengan menggunakan metode Cluster Sampling atau pengambilan sampel secara kelompok atau gugus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk saluran pemasaran pupuk urea PT. PIM Aceh Utara di Kabupaten Pidie adalah bentuk saluran dua tingkat (Two Level Channel) yaitu dengan menggunakan dua perantara lembaga pemasaran seperti pedagang besar dan pedagang pengecer. Margin pemasaran di tingkat pedagang besar adalah Rp. 150/Kg lebih kecil dibandingkan dengan margin pemasaran tingkat pedagang pengecer yaitu Rp. 175/Kg. Terdapat beberapa faktor yang berperan dalam kelangkaan pupuk urea PT. PIM di Kabupaten Pidie, yaitu : realisasi penyaluran pupuk tidak sesuai dengan kebutuhan petani, adanya pihak-pihak yang melakukan penyimpangan atau kecurangan dan lemahnya pengawasan dari pihak produsen dan pemerintahan setempat.The Marketing Analysis Of Urea Fertilizer In Pidie (Case Study Product of PT. Pupuk Iskandar Muda, North Aceh)Abstract. This research aim to obtain the information and to analyze the marketing channel and organization of urea fertilizer of PT. PIM North Aceh in Pidie district, and to count the marketing margin along with the factors that influence the lack of urea fertilizer. The type of the research was survey method. The number of the traders was which chosen by the totol sampling method or the 100% census of the population. The method used for choosing the retailers was snowball sampling that started from a few samples then grew up along with the research movement. Meanwhile, the method used for choosing the farmer sample was cluster sampling. The result of the study showed that the marketing channel which had two mediator organizations such as the big traders and the retailers. Marketing margin on the big traders’ level was Rp. 150/Kg which was smaller than on the retailers’ level which was Rp. 175/Kg. There were three factors had roles in the lack of urea fertilizer in Pidie district: the realization of fertilizer distribution was not as the farmers’ needs, fraud and the lack of supervision by the producer and the government. 
Studi Penambahan Bayam Hijau, Wortel, dan Pandan sebagai Pewarna Alami dalam Pembuatan Mie Sagu Basah Muhammad Rizal Fahmi; Anshar Patria; Dian Hasni
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.712 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i4.1324

Abstract

Abstrak. Sagu (Metroxylon sp) merupakan salah satu komoditi pertanian di Indonesia. Sejauh ini penggunaan pati sagu belum dimanfaatkan secara maksimal dalam pembuatan mie. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses pembuatan mie sagu dengan menggunakan pengaruh konsentrasi gel dan jenis pewarna untuk menghasilkan produk mie basah yang bermutu baik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan pola faktorial yang terdiri atas 2 (dua) faktor. Faktor I adalah konsetrasi gel pati sagu (G1 = 20 %, G2 = 25 %) dan G3 = 30 %. Faktor II Jenis pewarna (P) (P1 = Bayam,  P2 = Wortel, P3= Pandan). Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga didapat 27 satuan percobaan. Analisis terhadap mie sagu meliputi  kadar air, kadar abu, kadar serat kasar, persentase mie putus dan uji organoleptik (warna, aroma, dan tekstur). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh persentase gel (G) berpengaruh sangat nyata (P?0,01) terhadap kadar air, persentase mie putus, warna, tekstur. Sedangkan jenis pewarna (P) berbeda  nyata (P?0,05) terhadap kadar air, persentase mie putus, warna, tekstur dan aroma. Mie sagu basah yang dihasilkan pada penelitian ini memiliki rata-rata kadar air (64,49%), kadar serat kasar (2,65%), persentase mie putus (34,9%) dan kadar abu (0,70%) dan telah memenuhi syarat mutu SNI.
Analisis Kandungan Nutrisi Kulit Kopi (Coffea sp.) dengan Menggunakan Metode Near Infrared Reflectance Spectroscopy (NIRS) Andika Boy Yuliansyah; Sitti Wajizah; Samadi Samadi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v2i4.5589

Abstract

Abstrak.     Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi akurasi metode analisis pakan dengan metode (Near Infrared Reflectance Sectroscopy) NIRS dalam memprediksi kandungan nutrisi limbah kulit kopi serta mengetahui panjang gelombangnya.  Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Univeritas Syiah Kuala, dari Agustus hingga September 2017.  Penelitian ini menggunakan 30 sampel limbah kulit kopi yang terdiri dari 2 varietas kopi yaitu kopi arabika (Coffea arabica) dan kopi robusta (Coffea canephora). Spektrum diukur dengan menggunakan yaitu FT-IR IPTEK T-1516 pada rentang wavelengrh 1000-2500 nm dan di kalibrasi dan validasi dengan menggunakan software The Unscrambler X version 10.4.  Pretreatment yang digunakan yaitu Multiplicative scatter analysis (MSC) dan DeTrending (DT) dengan metode regresi Principal Component Regression (PCR). Parameter nutrisi yang dianalisis yaitu bahan kering (BK), protein kasar (PK) dan serat kasar (SK).  Hasil penelitian memperlihatkan bahwa NIRS dengan model yang telah dibangun tidak dapat menprediksi bahan kering dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan nilai r, R2 dan RPD yang rendah (0.58, 0.34 dan 3.06) serta RMSEC yang tinggi (3.06). Metode NIRS dapat memprediksi kandungan PK dan SK dengan baik pada penggunaan pretreatment MSC (PK= r: 0.87, R2: 0.76, RMSEC: 0.45 dan RPD: 2.07; SK= r: 0.87, R2: 0.75, RMSEC: 2.83 dan RPD: 2.03). Prediksi kasar untuk PK dan SK didapatkan dengan menggunakan pretreatment DT (PK= r: 0.75, R2: 0.57, RMSEC: 0.60 dan RPD: 1.55; SK= r: 0.84, R2: 0.71, RMSEC: 3.06 dan RPD: 1.88). Analysis of Coffee Pulp (Coffea sp.) Nutrition Content Using Near Infrared Reflectance Spectroscopy (NIRS) Method Abstract.   The aim of present study was to evaluate the accuration of feed analysis method of Near infrared reflectance spectroscopy (NIRS) in predicting nutritional content of Coffee pulp and to know its wavelength.  The study was conducted in  nutrition science and feed technology Laboratory,   Department of Animal Husbandry,  Faculty of Agriculture,  Syiah Kuala University,  august until september, 2017.   As many as 30 coffee pulps  were used in this study and seperated to 2 specieses of coffee, arabica coffee (Coffea arabica) and robusta coffee (Coffea canephora).  The spectrum was scanned using. FT-IR IPTEK T-1516 at 1000 to 2500 nm wavelength and calibrated and validated using The Unscrambler X version 10.4 software. Pretreatment used in this study was Multiplicative scatter analysis (MSC) dan DeTrending (DT) with Principal component regression (PCR) calibration method. Nutrition parameters analyzed were dry matter (DM), crude protein (CP) and dietary fiber (DF). The results of study showed that NIRS with prediction models that have been build cannot predicted DM content in coffee pulp. This was shown with low value of r, R2 dan RPD (0.58, 0.34 dan 3.06) and high value of RMSEC (3.60). NIRS method can predicted CP and DF content quite well using MSC pretreatment (CP= r: 0.87, R2: 0.76, RMSEC: 0.45 dan RPD: 2.07; DF= r: 0.87, R2: 0.75, RMSEC: 2.83 dan RPD: 2.03). Rough prediction for CP and DM content was obtained by using DT pretreatment (CP= r: 0.75, R2: 0.57, RMSEC: 0.60 dan RPD: 1.55; DF= r: 0.84, R2: 0.71, RMSEC: 3.06 dan RPD: 1.88). 
Produksi Telur Ayam Ras Petelur dengan Pemberian Pakan Fermentasi Berbasis Azolla sebagai Substitusi Sebagian Ransum Komersil Lilyanda Fadilla; zulfan zulfan; Muhammad Aman Yaman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v2i4.5333

Abstract

Abstrak.   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan fermentasi  yang tersusun dari azolla, dedak padi, dedak jagung, dan bungkil kedelai sebagai substitusi sebagian ransum komersil terhadap produksi telur  ayam ras petelur.  Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapangan Peternakan (LLP), Univeritas Syiah Kuala,  tanggal 13 Februari‒12 April 2017.  Penelitian ini menggunakan 48 ekor ayam ras petelur.  Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Ransum perlakuan adalah ransum komersil yang disubstitusi dengan bahan pakan fermentasi berbahan 15% azolla sebanyak  0, 5, 10, dan 15%.   Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa meskipun secara statistik tidak nyata (P0,05). penggunaan bahan pakan fermentasi (yang tersusun dari azolla 15% + dedak padi 30% + dedak jagung 30% + bungkil kedelai 25%)  sebanyak-banyaknya 15% sebagai subtsitusi ransum komersil ayam petelur selama bulan pertama periode produksi telur mampu memacu produksi telur ayam ras dengan massa telur yang lebih tinggi.  Kata kunci : azolla,   fermentasi,  ayam,  produksi telur (Egg Production of  Laying Hens Fed Fermentation Feed Based on Azolla sp as Partial Substitution of Commercial Diet)Abstract. The objective of this study was to determine effect of inclusion of fermentation feed constituted of 15% Azolla sp + 30% rice bran+ 30% corn bran + 25% soybean meal as partial substitution of commercial diet on egg production of laying chickens. As many as 48 pullets were used in this study. The study was performed in to completely randomized design, consisted of 4 treatments and 4 replications. Replication was an experimental unit consisted of 3 birds. The results of study indicated that although statistically no significant effects were detected (P0,05) the inclusion of 15% fermentation feed based on 15% Azolla sp could be used up to 15% to substitute of commercial diet without adverse effect on egg production. It was supposed that fermentation feed based on 15% Azolla sp tend to increase egg production and egg mass.Keywords: Azolla sp, fermentation, chicken, egg production

Page 2 of 4 | Total Record : 33