cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 45 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020" : 45 Documents clear
Performa Domba Ekor Tipis Jantan yang Diberi Limbah Sereh Wangi (Cymbopogon nardus) Amoniasi dengan Persentase yang Berbeda sebagai Pengganti Sebagian Pakan Basal Neilul Audhar; Didy Rachmadi; Asril Asril
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.424 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i1.13763

Abstract

Penelitian pengaruh pemberian limbah sereh wangi amoniasi sebagai pengganti sebagian pakan basal terhadap peforma domba ekor tipis jantan, dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Bujur Sangkar Latin dengan 4 perlakuan dan 4 periode ulangan. Perlakuan A adalah tanpa adanya substitusi limbah sereh wangi amoniasi (0%), perlakuan B adanya substitusi limbah sereh wangi amoniasi (10%), perlakuan C adanya substitusi limbah sereh wangi amoniasi (20%), perlakuan D adanya substitusi limbah sereh wangi amoniasi (30%). Parameter yang diamati meliputi konsumsi bahan kering pakan, PBBH dan konversi pakan. Hasil menunjukkan bahwa substitusi limbah sereh wangi amoniasi tidak berpengaruh nyata (P0.05) terhadap konsumsi BK, PBBH dan konversi pakan.Performance of Javanese thin-tailed Sheep Fed With Difference Percentage of Ammoniated Citronella (Cymbopogon nardus) Waste as Substitute for Partial Basal FeedResearch on the effect of giving ammoniated citronella waste as substitute of partial basal feed on the performance of Javanese thin-tailed sheep, was carried out using the Latin Square Longitudinal Design with 4 treatments and 4 replications. Treatment A was in the absence of ammoniated citronella waste (0%) substitution, treatment B was ammoniated citronella waste substitution (10%), treatment C was ammoniated citronella waste substitution (20%), treatment D was in the ammoniated citronella waste substitution (30%). The parameters observed included feed consumption, daily weight gain and feed conversion. The results showed that the ammoniated citronella waste substitution had no significant effect (P 0.05) on the consumption of dry weight, daily weight gain and feed conversion.
Analisis Pertumbuhan Tanaman Kedelai Akibat Dosis Herbisida Oksifluorfen dan Pendimethalin Muyassir Muyassir; Siti Hafsah; Hasanuddin Hasanuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.315 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i1.13665

Abstract

Analisis pertumbuhan tanaman kedelai akibat jenis dan dosis herbisida oksifluorfen dan pendimethalin dengan menggunakan teknik analisis pertumbuhan. Tujuan dari dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan jenis dan dosis herbisida terhadap beberapa karakteristik pertumbuhan tanaman. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok pola Faktorial. Faktor pertama ialah jenis herbisida yaitu: oksifluorfen dan pendimethalin dan faktor kedua ialah dosis herbisida yaitu: 0, 0,5, 1, 1,5, 2 kg b.a ha־¹. Peubah yang diamati berupa luas daun dan bobot kering. Hasil yang didapat dari penelitian menunjukkan bahwa jenis herbisida tidak ada pengaruh terhadap luas daun dan bobot kering yang diamati pada umur 63 HST. Dosis herbisida berpengaruh terhadap luas daun dan bobot kering. Tidak ada interaksi antara jenis dan dosis herbisida terhadap luas daun dan bobot kering.Analysis of Soybean Plant Growth Due to Oxyfluorfen and  Pendimethalin Herbicide DosesAbstract. Analysis of soybean plant growth due to the type and dosage of oxyfluorfen and pendimethalin herbicides using growth analysis techniques. The purpose of this study was to determine the relationship between types and dosages of herbicides on some characteristics of plant growth. The research design used was a factorial randomized block design. The first factor is the type of herbicide, namely: oxifluorfen and pendimethalin and the second factor is the dose of the herbicide: 0, 0.5, 1, 1.5, 2 kg b.a ha ־¹. Variables observed were leaf area and dry weight. The results obtained from the study showed that the type of herbicide did not affect the leaf area and dry weight observed at 63 DAP. Herbicide dose influences leaf area and dry weight. There was no interaction between type and dosage of herbicide on leaf area and dry weight.
Pengaruh Penambahan Nanoselulosa Dari Tandan Kosong Kelapa Sawit Terhadap Ketebalan Dan Transparansi Film Polycaprolactone (PCL) Cut Erita; Martunis Martunis; Eti Indarti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.518 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i1.13831

Abstract

Abstrak:  Biodegradable film dari polycaprolactone (PCL) dengan penambahan nanoselulosa (NC) dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dibuat dengan menggunakan metode cetak. Konsentrasi penambahan NC yaitu 0%, 1%, 3%, 5%, 10%, 15% dan 20%. Karakterisasi biodegradable film dilakukan dengan pengukuran ketebalan dan pengujian transparansi dengan Uv-vis Spektrofotometer. Hasil pengukuran ketebalan menunjukkan penambahan konsentrasi NC semakin tinggi menghasilkan film dengan ketebalan semakin tinggi, ketebalan paling tinggi terdapat pada sampel PCl-NC 20% yaitu 0,0628 nm. Hasil pengujian transparansi film menunjukkan semakin besar konsentrasi penambahan NC maka transparansi pada film semakin rendah, pengujian pada sampel PCL-NC 0% memiliki nilai transmitan yang paling tinggi pada panjang gelombang 700 nm yaitu 19%, yang menunjukkan film yang dihasilkan memiliki transparansi yang baik. Sampel PCL-NC 20% merupakan sampel dengan nilai transmitan paling rendah pada panjang gelombang 700 nm yaitu 3%.Pengaruh Penambahan Nanocellulose Dari Palm Oil Kosongkan Lantai Untuk Ketebalan Dan Transparansi polikaprolakton Film (PCL)Abstrak: Biodegradable films from polycarolactone (PCL) with the addition of nanocellulose (NC) from oil palm emty fruit bunches (OPEFB) were made using the casting method. The concentration of addition of NC is 0%, 1%, 3%, 5%, 10, 15% and 20%. Characterization of biodegradable film is done by thickness measurement. Transparency testing with Uv-Vis Spectrophotometer. The thickness measurament results showed that the higher NC concentration resulted in a film with a higher thickness, the higher thickness was found in the 20% PCL-NC sample that is 0,0628 nm. The film transparency test results showed that the greater the concentration of the addition of NC, the lower the transparency of the film. The test on the PCL-NC 0% sample has the highest transmittance value at a wavelength of 700 nm which shows the resulting film has good transparency. The 20% PCL-NC sample is the sample with the lowest transmittance value at a wavelength of 700 nm which is 3%.
Analisis Pendapatan Usahatani Sayuran Berdasarkan Pola Tanam Usahatani di Desa Barabung Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar Riska Devi Hastrianty; Otto Nur Abdullah; Zakiah Zakiah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.772 KB)

Abstract

Tanaman sayuran merupakan salah satu komoditi tanaman yang memiliki peluang untuk ditingkatkan produksinya. Sehingga dalam melakukan kegiatan usahatani sayuran, analisis perhitungan sangat diperlukan untuk dapat memberikan gambaran tentang produksi serta harga jual yang pada akhirnya akan mempengaruhi tingkat pendapatan petani dalam berusahatani sayur-sayuran. Jurnal ini bertujuan untuk mengetahui pola tanam usahatani sayuran yang terjadi di Desa Barabung dan mengetahui tingkat pendapatan berdasarkan pola tanam usahatani sayuran di Desa Barabung. Populasi pada penelitian ini merupakan petani yang yang berusahatani sayuran di Desa Barabung yang berjumlah 15 orang dengan penngambilan sampel yang dilakukan secara sensus pada petani-petani yang melakukan kegiatan usahatani sayuran di Desa Barabung. Teknik pengambilan sampel ini digunakan pada penelitian yang memiliki jumlah sampel terbatas. Sehingga seluruh populasi pada penelitian ini dijadikan sampel yaitu sejumlah 15 orang. Dimana 6 orang menerapkan pola tanam monokultur dan 9 orang menerapkan pola tanam tumpang sari selama tiga musim tanam dalam setahun terakhir. Data diolah menggunakan analisis deskriptif dan analisis pendapatan menggunakan B/C ratio. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat keuntungan pola tanam tumpang sari lebih tinggi dari pola tanam monokultur.
Karakteristik Kimia Tanah di Daerah Vulkanik Jaboi Kota Sabang Rosa Hestia Putri; Teti Arabia; Abubakar Karim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.724 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i1.13841

Abstract

Abstrak. Tanah abu vulkanik adalah salah satu tanah yang subur dan produktif dibandingkan dengan tanah-tanah lain karena memiliki kandungan bahan organik yang tinggi dan banyak dimanfaatkan untuk pengembangan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kimia tanah yang berada di daerah vulkanik Jaboi Kota Sabang. Metode yang digunakan yaitu survai deskriptif. Titik pengamatan (pembuatan pedon) ditentukan dengan cara survai berdasarkan transek toposekuen, yaitu rute pengamatan tanah dengan memperhatikan tingkat perbedaan kontur dan ketinggian tempat. Secara umum karakteristik kimia pada daerah vulkanik Jaboi untuk dijadikan lahan pertanian kurang baik, kecuali dilakukan perbaikan terhadap sifat-sifat kimia tersebut.Chemical Characteristics of Soil in the Jaboi Volcanic Area of Sabang CityAbstract. Volcanic ash is one of the fertile and productive soils compared to other soils because it has a high content of organic matter and is widely used for agricultural development. This study aims to determine the chemical characteristics of the soil in the Jaboi volcanic area of Sabang. The method used is descriptive survey. The observation point (pedon making) is determined by survey based on a toposequent transect, which is the soil observation route by taking into account the different levels of contours and altitude. In general the chemical characteristics of the Jaboi volcanic area to be used as agricultural land are not good, unless improvements are made to the chemical properties.
Faktor-Fakror Yang Mempengaruhi Beralihnya Petani Nilam Ke Serei Wangi Di Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues Muliadi Muliadi; Elly Susanti; Safrida Safrida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.019 KB)

Abstract

Alih fungsi lahan pertanian nilam ke serei wangi karena dinilai bertani serei wangi lebih menguntungkan dari pada bertani nilam dan mendapatkan hasil yang lebih tinggi. Tentunya dalam berusaha tani masyarakat akan memilih tanaman yang tidak banyak terkena penyakit, gangguan hama dan lain sebagainya. Oleh karena itu perlu untuk melakukan peralihan lahan dari tanaman nilam ke serei wangi sehingga dapat mengurangi tingkat kegagalan dalam berusahatani.Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Terangun Kabupaten Gayo Lues.Objek dalam penelitian ini adalah petani yang beralih dari tanaman nilam ke tanaman serei wangi di Kecamatan Terangun Kabupaten Gayo Lues. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode analisis diskriptif dengan cara wawancara langsung dengan masyarakat yang melakukan peralihan lahan.
Penerimaan Konsumen Terhadap Kopi Arabika – Jahe Celup pada Beberapa Ukuran Partikel Bubuk Kopi dan Konsentrasi Jahe Anggun Pratiwi; Martunis Martunis; Yusya Abubakar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.506 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i1.13853

Abstract

Abstrak:Kopi adalah salah satu minuman yang paling populer dan banyak dikonsumsi karena rasanya yang unik. Penambahan jahe pada bubuk kopi dapat memberikan tambahan citarasa pada seduhan kopi dan dapat meningkatkan manfaat kesehatan bagi yang mengkonsumsinya. Pembuatan kopi celup beraroma jahe merupakanupaya untuk mengenalkan altenatif minuman kopi celup dengan citarasa dan sensasi yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiversifikasi produk kopi arabika yang khas yang dikombinasikan dengan jahe dalam bentuk kopi celup yang mudahuntukdigunakan. Juga, untukmempelajaripengaruh ukuran partikel dan persentase penambahan jahe terhadap kesukaankonsumenterhadapproduk kopi-jahe celup. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktor pertamaadalah ukuran partikel kopi arabika (K) yang terdiri dari tiga taraf, yaitu 40 mesh (K1), 60 mesh (K2) dan 80 mesh (K3). Faktor kedua adalah konsentrasi penambahan jahe (J) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu 10% (J1), 20% (J2) dan 30% (J3). Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa ukuran partikel bubuk kopi Arabika (K) dan konsentrasi penambahan bubuk jahe (J) serta interaksi antara keduanya (KJ) berpengaruh tidak nyata (P ≤ 0,05) terhadap hedonik warna dan hedonik aroma kopi Arabika-jahe celup. Adapun pada uji hedonik rasa, hasil sidik ragam menunjukkan bahwa penambahan jahe (J)berpengaruh nyata (P ≤ 0,05) terhadap rasa kopi arabika-jahe celup, sedangkan interaksi antar keduanya (KJ) tidak berpengaruh nyata (P 0,05) terhadap hedonik rasa.Perlakuan terbaik yang diperoleh adalah bubuk kopi denganukuranpartikel 40 mesh danpenambahanjahe 10% (K1J1) dengan nilai kadar air (2,91%), kadar abu (4,80%), pH (5,25%) dan total padatan terlarut (3,53%).Consumer Preference On Ginger Coffee Bag Prepared at Different Coffee Powder Particle Size and Ginger ConcentrationAbstract: Coffee is one of the most popular and widely consumed drinks because of its unique taste. The distinctive aroma of ginger can increase the attractiveness and health benefit of a beverage, including coffee. The making of ginger-coffee bag aims to introduce alternative coffee drink with different flavors and sensations. The purpose of this study is to diversify typical Arabica coffee products combined with ginger in the form of coffee bagsthat can be accepted by consumers. The study also aimed to explore the effect of particle size and percentage of ginger on consumer preference of ginger-coffee product. This research uses factorial randomized block design. The pertama faktor kopi bubuk ukuran partikel (K) terdiri dari tiga tingkat, yaitu 40 mesh (K1), 60 mesh (K2) dan 80 mesh (K3). Faktor kedua adalah konsentrasi jahe (J) terdiri dari 3 tingkat, yaitu 10% (J1), 20% (J2) dan 30% (J3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran partikel , konsentrasi jahe dan interaksi antara kedua factorsdid tidak signifikan mempengaruhi preferensi pada warna dan aroma. Sementara itu, konsentrasi jahe secara signifikan mempengaruhi rasa preferensi onginger-kopi. Pengobatan terbaik diperoleh adalah K1J1 dengan nilai kadar air (2,91%), kadar abu (4,80%), pH (5,25) dan padatan terlarut (3,53%).
Pengaruh Beberapa Varietas dan Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah ( Allium ascolonicum) amsah amsah; Ainun Marliah; syamsuddin syamsuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.417 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i1.13656

Abstract

Abstrak,  Bawang merah merupakan komoditas hortikultura yang termasuk golongan sayuran rempah dan sebagai penyedap masakan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial. Faktor yang diteliti terdiri dari dua faktor yaitu varietas dan jarak tanam. Faktor pertama varietas yang terdiri dari 3 taraf yaitu varietas Bima Brebes, varietas Batu ijo dan varietas Gayo, sedangkan faktor kedua jarak tanam yang terdiri dari 4 taraf yaitu 20 cm x 10 cm, 20 cm x 15 cm, 20 cm x 20 cm dan 20 cm x 25 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 35 hari setelah tanam dan berat umbi basah  per plot, serta tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 7, 14, 21, 28 dan 42 hari setelah tanam, berat basah umbi per rumpun, berat kering umbi per rumpun, berat umbi kering per plot dan potensi hasil per hektar. Pertumbuhan tinggi tanaman umur 35 hari setelah tanam tertinggi terdapat pada varietas Bima Brebes yaitu 34.60 cm. Sedangkan perlakuan jarak tanam berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 7, 14, 21, 28, 35 hari setelah tanam, jumlah umbi per rumpun, berat basah umbi per rumpun, berat kering umbi per rumpun, berat umbi basah per plot, berat umbi kering per plot, potensi hasil per hektar dan tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 42 hari setelah tanam. Pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah terbaik terdapat pada jarak tanam 20 cm x 20 cm. Terdapat interaksi yang sangat nyata antara varietas dan jarak tanam terhadap tinggi tanaman umur 21 hari setelah tanam dan bobot umbi basah  per plot. Pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah terbaik terdapat  pada  kombinasi  perlakuan  varietas Bima Brebes dengan jarak tanam 20 cm x 20 cm.Effect of several and plant spacing on the growth and yield of shallots (Allium ascolonicum)Abstract,   Shallot is a horticultural commodity which is included in the spice vegetable group and as a food flavoring. This research uses factorial randomized block design (RBD). The factors studied consisted of two factors, namely variety and spacing. The first factor is the variety consisting of 3 levels, namely Bima Brebes, Batu ijo, and Gayo variety, while the second factor is plant spacing consisting of 4 levels, namely 20 cm x 10 cm, 20 cm x 15 cm, 20 cm x 20 cm and 20 cm x 25 cm. The results showed that varieties significantly affected plant height at 35 days after planting and wet tuber weight per plot, and did not significantly affect plant height at 7, 14, 21, 28 and 42 days after planting, tuber wet weight per clump, weight dry bulbs per clump, dry tuber weight per plot and potential yield per hectare. The highest growth of plant age at 35 days after planting was found in the Bima Brebes variety, which was 34.60 cm.However, plant spacing treatment has very significant effect on plant height age 7, 14, 21, 28, 35 days after planting, number of tubers per clump, wet weight of tubers per clump, dry weight of tubers per clump, wet tuber weight per plot, dry tuber weight per plot, yield potential per hectare and no significant effect on plant height 42 days after planting. The best growth and yield of shallots are at a spacing of 20 cm x 20 cm. There was a very real interaction between varieties and planting distance to plant height at 21 days after planting  and wet tuber weight per plot. The best growth and yield of shallot plants  are  found in the combination of Bima Brebes varieties with a spacing of 20 cm x 20 cm.
Pengembangan Klasifikasi Berbagai Jenis Beras Dengan Menggunkan NIRS Metode PCA (Principal Component Analysis) Mufazzal Assayuti; Fachruddin Fachruddin; Zulfahrizal Zulfahrizal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1141.895 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i1.13627

Abstract

Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah membangun model pendugaan keaslian beras Aceh menggunakan metode Principal Component Analysis (PCA). Penelitian ini menggunakan beras Sigupai, beras Tangse, beras IR-64, beras Thailand, dan beras Vietnam. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 110 sampel. Spektrum yang diambil pada penelitian ini berasal dari beras murni tanpa pencampuran dan beras dengan pencampuran 75% dan 25% untuk masing-masing beras Aceh dan beras BULOG. Pengambilan spektrum beras menggunakan Self developed FT-IR IPTEK T-1516. Hasil yang didapat pada penelitian ini yaitu: (1) NIRS dengan metode PCA mampu membedakan beras Aceh dengan beras BULOG baik dalam keadaan tanpa pencampuran maupun dengan pencampuran. (2) Analisis spektrum NIRS beras menunjukkan keberadaan kandungan karbohidrat pada panjang gelombang 4297cm-1 – 4462 cm-1. Protein terletak pada panjang gelombang 4698 cm-1  - 4879 cm-1.  Kadar air terletak pada panjang gelombang 5087 cm-1 –  5188 cm-1. Puncak gelombang 5708 cm-1 – 5805 cm-1  dan 8196 cm-1 – 8389 cm-1  menunjukkan senyawa kimia lemak. Panjang gelombang 6827 cm-1 – 6969 cm-1 menunjukkan senyawa kimia protein dan kadar air.Development classification of various types rice using NIRS PCA (Principal Component Analysis) methodAbstract. The purpose of this research is to develop a model for estimating the authenticity of Aceh rice using the Principal Component Analysis (PCA) method. This research uses Sigupai rice, Tangse rice, IR-64 rice, Thai rice, and Vietnamese rice. The number of samples used in this study was 110 samples. The spectrum taken in this study was 100% of each rice, and mixing of 75% and 25% rice between Aceh rice and BULOG rice. Intake of rice spectrum using Self-developed FT-IR IPTEK T-1516. The results obtained in this study are: (1) NIRS with PCA method is able to group Aceh rice with BULOG rice both in a state without mixing or by mixing. (2) Analysis of the rice NIRS spectrum showed the presence of carbohydrate content at wavelengths of 4297cm-1 - 4462 cm-1. Protein content at wavelength 4698 cm-1 - 4879 cm-1. Water content at a wavelength of 5087 cm-1 - 5188 cm-1. Wavelength of 5708 cm-1 - 5805 cm-1 and 8196 cm-1 - 8389 cm- 1 shows the fat content. Wavelength 6827 cm-1 - 6969 cm-1 shows the protein and water content.
Karakterisasi Tanah Salin di Wilayah Pesisir Kecamatan Banda Mulia Kabupaten Aceh Tamiang Nurlia Nurlia; Zainabun Zainabun; Darusman Darusman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.524 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i1.13832

Abstract

Abstract. Coastal land located in the District of Kota Mulia directly adjacent to the sea is thought to have suffered salinization due to the tide. Indicated by the presence of water sources (such as wells, and wells drilled) were salted and morphological disruption of plants that grow in the region. The purpose of this study was to determine the morphological characteristics, physical and chemical soil saline and memetakanya with quantitative descriptive method based on field observations and laboratory analyzes. Salinity measurement results based on the value of electrical conductivity (EC) of land in this area has five criteria, namely non copy, the copy is very low, slightly saline and highly saline. Land categorized the copy is a criterion rather copy, copy and highly saline, with a base element that dominates is Na and Mg. Saline soils in this region has a highly acidic pH, SAR values of tranquility and saturation Na generally 15%.Characterization of Salin in the Coastal Region of Banda Mulia District, Aceh Tamiang RegencyAbstract. The coastal land located in the Banda Mulia Subdistrict which is directly adjacent to the sea is thought to have undergone salinization due to tides. Indicated by the presence of salty water sources (such as wells and drilled wells) and the morphological disturbance of plants growing in the region. The purpose of this study was to determine the morphological, physical and chemical characteristics of saline soil and map it with quantitative descriptive methods based on field observations and laboratory analysis. Salinity measurement results based on the value of Electrical Conductivity (EC) of lands in this region have five criteria, namely non-saline, very low saline, near saline and very saline. Saline is categorized as a rather saline, saline and very saline, with the basic elements dominating are Na and Mg. Saline soils in this region have very acidic pH, low SAR value and Na saturation in general 15%.