cover
Contact Name
Muktiarni
Contact Email
gizikuliner@upi.edu
Phone
+6283821575585
Journal Mail Official
gizikuliner@upi.edu
Editorial Address
Jl. Setiabudhi No. 207
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner
ISSN : 20859783     EISSN : 25496123     DOI : https://doi.org/10.17509/boga
Core Subject : Education, Social,
Journal of Nutrition and Culinary Education Media (JMPGK) is a six-monthly journal containing manuscripts in the fields of education, nutrition and culinary. The scope of JMPGK is in the form of research results and critical-analytical studies in the fields of Education, Nutrition and Culinary. The publication of articles in this journal is addressed to the editorial office. Complete information for loading articles and instructions for writing articles are available in each issue. Incoming articles will go through a bestari partner or editor selection process. This journal is published periodically twice a year, namely in April and November.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2015)" : 9 Documents clear
MANFAAT PEMBELAJARAN “PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN” DALAM PENUMBUHAN SIKAP WIRAUSAHA SISWA SMAN 1 CIMAHI Vinny Fardila; Sri Subekti; Tati Setiawati
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.374 KB) | DOI: 10.17509/boga.v4i2.8421

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tujuan pembelajaran Prakarya dan Kewirausahaan sebagaimana menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mengungkapkan bahwa penumbuhan sikap wirausaha pada diri siswa yaitu melalui penciptaan produk dan kegiatan usaha menjual, akan tetapi kondisi di lapangan terdapat siswa yang sepenuhnya belum memiliki sikap wirausaha pada pembelajaran Prakarya dan Kewirausahaan, sehingga siswa mengalami kesulitan dalam pengelolaan penciptaan dan penjualan karya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat pembelajaran Prakarya dan Kewirausahaan dalam penumbuhan sikap wirausaha siswa SMAN 1 Cimahi yang ditinjau dari pembuatan benda dari bahan lunak, pengolahan makanan khas daerah, pembuatan benda dari bahan keras, dan pengolahan cookies. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Populasi dari penelitian ini yaitu siswa kelas XI peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 82 Responden. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran Prakarya dan Kewirausahaan dalam penumbuhan sikap wirausaha yang ditinjau dari pembuatan benda dari bahan lunak yaitu sebesar 76% berada pada kriteria sangat bermanfaat, pengolahan makanan khas daerah yaitu sebesar 82% berada pada kriteria sangat bermanfaat, pembuatan benda dari bahan keras yaitu sebesar 78% berada pada kriteria sangat bermanfaat, dan pengolahan cookies yaitu sebesar 81% berada pada kriteria sangat bermanfaat. Saran peneliti, perlu dipertahankan metode pembelajaran yang baik serta menambah sarana prasana agar senantiasa dapat meningkatkan proses pembelajaran dengan baik.
PENGARUH HASIL BELAJAR BASIC BAKERY PADA PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN) Irinda Julian Permana; Sudewi Yogha; Karpin Karpin
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.427 KB) | DOI: 10.17509/boga.v4i2.8416

Abstract

Praktek kerja industri (Prakerin) merupakan salah satu program pembelajaran bagi siswa SMK di dunia industri. Siswa kelas XII Tata Boga SMK Pariwisata Telkom Bandung dituntut memiliki kemampuan baik secara teori maupun praktek dalam melaksanakan pekerjaan, sebelum melaksanakan Prakerin siswa harus menempuh mata pelajaran yang akan memberikan modal dasar ilmu pengetahuan, sikap dan keterampilan diantaranya adalah mata pelajaran basic bakery. Keberhasilan siswa dalam mata pelajaran basic bakery, bisa dijadikan salah satu acuan untuk menilai berhasil atau tidaknya siswa dalam Prakerin. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai hasil belajar basic bakery, nilai hasil pelaksanaan Prakerin dan pengaruh hasil belajar basic bakery pada pelaksanaan Prakerin siswa kelas XII Tata Boga SMK Pariwisata Telkom Bandung. Pada saat pelaksanaan Prakerin masih terdapat beberapa siswa yang belum sepenuhnya memahami, menguasai dan mengingat secara optimal teori dan praktek yang telah dilakukan di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang dianalisis dengan statistik inferensial. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII Tata Boga SMK Pariwisata Telkom Bandung dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang. Berdasarkan temuan dalam penelitian ini, dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh hasil belajar basic bakery pada pelaksanaan Prakerin.
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK LEARNING PADA MATA PELAJARAN PENGOLAHAN MAKANAN KONTINENTAL DI SMKN 2 BALEENDAH Popi Destia Widiawati; Atat Siti Nurani; Rita Patriasih
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.166 KB) | DOI: 10.17509/boga.v4i2.8417

Abstract

Pendekatan saintifik learning merupakan pendekatan pembelajaran yang digunakan pada kurikulum nasional. SMKN 2 Baleendah dijadikan contoh dalam menggunakan kurikulum nasional. Pengolahan Makanan Kontinental (PMK) merupakan salah satu mata pelajaran yang ada di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penggunaan pendekatan saintifik learning pada mata pelajaran pengolahan makanan kontinental kurang optimal. Tujuan penelitian dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai penerapan pendekatan saintifik learning pada mata pelajaran Pengolahan Makanan Kontinental khususnya materi sauce ditinjau dari hasil belajar, langkah pembelajaran serta aktifitas siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental Design dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Hasil penelitian menunjukan hasil belajar pada kelas saintifik learning mengalami peningkatan yaitu sebesar 52,74% dari hasil pretest-postest dan termasuk pada kriteria N-Gain Tinggi, sedangkan aktifitas siswa ada pada kriteria baik sebanyak 80,55%. Sementara hasil belajar kelas konvensional mengalami peningkatan sebesar 39,56% dari hasil pretest-postest dan termasuk pada kriteria N-Gain sedang, sedangkan aktifitas siswa ada pada kriteria sedang dengan nilai 42,07%. Selanjutnya untuk langkah pembelajaran pada kedua kelas terlaksana dengan baik dan sesuai dengan pendekatan yang digunakan. Dari hasil belajar serta aktifitas siswa dapat disimpulkan bahwa pendekatan saintifik learning mampu meningkatkan kemampuan kognitif siswa melalui aspek pengetahuan (C1),Pemahaman (C2),Penerapan (C3)serta aktifitas siswa pada mata pelajaran PMK dengan materi sauce.
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO TUTORIAL DALAM MATA KULIAH MAKANAN ORIENTAL Ria Apriani Wulandari; Atat Siti Nurani; Ai Mahmudatusa’adah
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.254 KB) | DOI: 10.17509/boga.v4i2.8418

Abstract

Chawan mushi merupakan salah satu pokok bahasan dalam mata kuliah Makanan Oriental yang dianggap sulit oleh mahasiswa. Salah satu cara untuk mempermudah pemahaman materi adalah dengan menggunakan media video tutorial. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengembangkan media video tutorial dalam pokok bahasan chawan mushi. Tujuan khusus penelitian ini terdiri dari pembuatan desain, pembuatan produk dan implementasi media video tutorial kepada mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Research and Development (RD). Tahapan pada penelitian ini terdiri dari identifikasi potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, pembuatan produk, validasi media, revisi I, uji coba skala kecil, revisi II, uji coba skala besar, dan revisi akhir. Desain media video tutorial mendapatkan persentase kelayakan sebesar 95% dari ahli media, sehingga “sangat layak” untuk diproduksi sebagai media pembelajaran. Media video tutorial mendapatkan persentase sebesar 89% dari segi media dan persentase sebesar 100% dari segi materi, sehingga “sangat layak” untuk dijadikan media pembelajaran. Hasil implementasi pengembangan media video tutorial sebagai media pembelajaran dalam mata kuliah Makanan Oriental khususnya dalam pokok bahasan chawan mushi menunjukkan dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam proses pembelajaran.
PEMBELAJARAN BOGA DASAR DENGAN MODEL DISCOVERY LEARNING DI TINJAU DARI MANFAAT PADA PESERTA DIDIK DI SMKN 3 CIMAHI Detta Melsya Sari; Yulia Rahmawati; Rita Patriasih
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.311 KB) | DOI: 10.17509/boga.v4i2.8413

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya masalah yang ditemukan pada pembelajaran boga dasar di SMKN 3 Cimahi yaitu 58% peserta didik belum memahami dengan baik pada saat mengikuti pembelajaran di kelas. Tujuan penelitian untuk menggali informasi manfaat yang dirasakan oleh peserta didik setelah mengikuti pembelajaran Boga Dasar menggunakan model discovery learning, ditinjau dari kompetensi pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 145 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan sampel random jumlah sampel sebanyak 60 orang peserta didik kelas X jasa boga. Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase manfaat yang dirasakan oleh peserta didik pada kemampuan pengetahuan sebesar 64% berada pada kriteria cukup bermanfaat, pada kemampuan sikap sebesar 71% berada pada kriteria bermanfaat sedangkan pada kemampuan keterampilan sebesar 73% berada pada kriteria bermanfaat. Rekomendasi ditujukan untuk peserta didik agar lebih menambah pengetahuan yang telah didapatkan khususnya tentang bumbu dasar dengan cara memperbanyak sumber belajar yang relevan, dan guru agar lebih memotivasi peserta didik dalam pembelajaran boga dasar
MINAT WIRAUSAHA PRODUK HASIL PENGAWETAN MAKANAN PADA MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN TATA BOGA ANGKATAN 2013 Rindiani Fitria Sucipta; Tati Setiawati; Ai Mahmudatusa’adah
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.206 KB) | DOI: 10.17509/boga.v4i2.8419

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh jumlah lulusan Prodi Pendidikan Tata Boga yang semakin banyak setiap tahunnya, tetapi jumlah lulusan yang menjadi wirausaha masih sedikit yaitu 4%. Banyak lulusan yang memilih untuk bekerja menjadi guru bidang boga atau PNS maupun bekerja di perusahaan atau lembaga tertentu dibandingkan untuk berwirausaha dan dapat mengakibatkan banyak pengangguran karena lapangan pekerjaan yang terbatas, sehingga diperlukan wirausaha sebagai solusinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana minat wirausaha terutama produk hasil pengawetan makanan pada mahasiswa Prodi Pendidikan Tata Boga angkatan 2013 berdasarkan faktor internal dan eksternal. Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah deskriptif, dengan populasi mahasiswa Prodi Pendidikan Tata Boga angkatan 2013 sebanyak 40 orang, dan menggunakan teknik sampling jenuh. Hasil penelitian minat wirausaha produk hasil pengawetan makanan pada mahasiswa berdasarkan faktor internal dan eksternal pada mahasiswa rata-rata berada pada kriteria tinggi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sudah terdapat minat yang tinggi pada diri mahasiswa Prodi Pendidikan Tata Boga angktan 2013 untuk wirausaha produk hasil pengawetan makanan dan didukung oleh faktor ekternal mahasiswa yang dapat meningkatkan minat wirausaha pada mahasiswa.
MANFAAT HASIL BELAJAR “SAMBAL PADA MASAKAN INDONESIA” PADA KESIAPAN COOK HELPER PESERTA DIDIK SMKN 9 BANDUNG Hana Nuri Putri; Elly Lasmanawati; Tati Setiawati
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.382 KB) | DOI: 10.17509/boga.v4i2.8414

Abstract

Kajian masalah dalam penelitian yang penulis lakukan mengenai Manfaat Hasil Belajar “Membuat Sambal Pada Masakan Indonesia” Kesiapan Cook Helper Peserta Didik SMKN 9 Bandung pada peserta didik kelas X Program Keahlian Jasa Boga. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran Manfaat Hasil Belajar “Membuat Sambal Pada Masakan Indonesia” Kesiapan Cook Helper berdasarkan tahap persiapan, tahap persiapan pengolahan, dan tahap persiapan penyajian. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif kuantitatif. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah random sampling yang menunjukkan sampel berjumlah 51 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan instrument berupa angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap persiapan responden cukup bermanfaat untuk menjadi seorang Cook Helper. Berdasarkan tahap persiapan pengolahan menunjukkan bahwa responden cukup bermanfaat untuk menjadi seorang Cook Helper. Berdasarkan tahap persiapan penyajian menunjukkan bahwa responden cukup bermanfaat untuk menjadi seorang Cook Helper. Rekomendasi diajukan kepada peserta didik agar dapat mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan dalam sambal Indonesia dengan membaca arikel dan sumber lainnya di internet, buku resep dan juga majalah sebagai kesiapan menjadi seorang Cook Helper.
ANALISIS PENGETAHUAN GIZI IBU BALITA DI DESA PASIRLANGU CISARUA BANDUNG BARAT Vera Susanti; Sri Subekti; Ai Nurhayati
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.241 KB) | DOI: 10.17509/boga.v4i2.8420

Abstract

Program penyuluhan gizi di desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat diberikan kepada Ibu Balita pada tahun 2014. Jumlah seluruh Balita di desa Pasirlangu yaitu 229 Balita, 220 Balita memiliki status gizi baik, 5 Balita memiliki status gizi kurang, dan 4 Balita memiliki status gizi lebih, walaupun angka masalah gizi terbilang kecil, hal ini akan berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Tingkat pengetahuan gizi Ibu Balita di desa Pasirlangu harus diukur untuk menilai hasil dari penyuluhan yang telah di programkan oleh Puskesmas desa Pasirlangu, penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang pengetahuan gizi Ibu Balita di desa Pasirlangu meliputi pengetahuan tentang Pengenalan Zat Gizi, Mengukur Status Gizi Dengan KMS, Pentingnya Menggunakan Garam beryodium, Gizi Seimbang, dan Gizi Seimbang Untuk Balita serta menganalisis bagaimana tingkat pengetahuan gizi Ibu Balita di desa Pasirlangu.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif yang dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan gizi Ibu Balita di desa Pasirlangu, dikategorikan ke dalam kriteria sedang, dengan masing-masing kriteria tingkat pengetahuan materi yaitu tingkat pengetahuan Ibu Balita termasuk dalam ketogori baik untuk materi pengenalan zat gizi, mengukur status gizi dengan KMS dan gizi seimbang. Sedangkan untuk materi pentingnya menggunakan garam beryodium dan materi gizi seimbang untuk Balita termasuk dalam kategori sedang, untuk itu penulis merekomendasikan agar Puskesmas melakukan penyuluhan secara individual untuk materi yang belum termasuk kedalam kriteria baik.Kata kunci : Pengetahuan Gizi, Ibu Balita, Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat
ALAT PENILAIAN PADA PELAKSANAAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI MAKANAN Hera Apriyani; Elis Endang; Karpin Karpin
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.107 KB) | DOI: 10.17509/boga.v4i2.8415

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh alat penilaian yang digunakan pada proses penilaian pelaksanaan praktikum Teknologi Makanan yang masih belum mencangkup seluruh kompetensi pembelajaran praktikum terdiri dari 1) melakukan kegiatan praktik dan 2) menyajikan produk akhir hasil praktik. Selain itu, proses penilaian pembuatan produk itu sendiri belum memiliki acuan nilai yang standar. Disebabkan keberagaman produk dan karakteristik produk yang memiliki kekhasan sendiri, maka perlu pengembangan alat penilian. Metode yang digunakan deskriptif. Partisipan penelitian atau tim validasi dalam upaya menilai pembuatan alat penilaian ini yaitu kepada dosen ahli bahasa, evaluasi pembelajaran dan materi teknologi makanan. Dengan proses pengumpulan data yang digunakan kepada tim validasi Expert Judgement atau Pertimbangan Ahli dilakukan melalui Teknik Delphi. Hasil penelitian menunjukkan alat penilaian pada pelaksanaan praktikum Teknologi Makanan yang dibuat dinilai “layak” tervalidasi oleh ahli bahasa dengan persentase sebesar 92.76%, ahli evaluasi pembelajaran dengan persentase sebesar 97.57% dan ahli materi teknologi makanan dengan persentase sebesar 94.79%. Oleh karena itu, hasil validasi yang diperoleh rata-rata persentase kelayakan sebesar 95.04% yang dapat dikategorikan“layak”, akan tetapi dengan catatan alat penilaian revisi/perbaiki sesuai kritik dan saran dari tim ahli.

Page 1 of 1 | Total Record : 9