cover
Contact Name
Muktiarni
Contact Email
gizikuliner@upi.edu
Phone
+6283821575585
Journal Mail Official
gizikuliner@upi.edu
Editorial Address
Jl. Setiabudhi No. 207
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner
ISSN : 20859783     EISSN : 25496123     DOI : https://doi.org/10.17509/boga
Core Subject : Education, Social,
Journal of Nutrition and Culinary Education Media (JMPGK) is a six-monthly journal containing manuscripts in the fields of education, nutrition and culinary. The scope of JMPGK is in the form of research results and critical-analytical studies in the fields of Education, Nutrition and Culinary. The publication of articles in this journal is addressed to the editorial office. Complete information for loading articles and instructions for writing articles are available in each issue. Incoming articles will go through a bestari partner or editor selection process. This journal is published periodically twice a year, namely in April and November.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2019)" : 10 Documents clear
PRAKTIK PEMBERIAN MAKAN PADA ANAK STUNTING USIA BAWAH DUA TAHUN DI KELURAHAN CIMAHI Intan Khaerunnisa; Ai Nurhayati; Cica Yulia
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.516 KB) | DOI: 10.17509/boga.v8i2.21954

Abstract

Hasil pemantauan status gizi tingkat kelurahan di kota Cimahi tahun 2018 pada balita menggunakan indikator panjang badan menurut umur (PB/U) atau dengan tinggi badan menurut umur (TB/U) bahwa prevalensi data yang diperoleh dari puskesmas Cimahi Tengah terdapat 53 anak atau sebanyak 7,28% anak baduta mengalami stunting. Salah satu faktor yang mempengaruhi stunting yaitu praktik pemberian makan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran umum mengenai praktik pemberian makan pada Anak stunting Usia Bawah Dua Tahun di Kelurahan Cimahi. Metode pada penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan desain Cross-Sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling yang ditentukan berdasarkan tujuan dan ciri-ciri tertentu yakni ibu yang memiliki anak usia bawah dua tahun yang mengalami stunting di Kelurahan Cimahi yang berjumlah 53 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen angket dan pedoman wawancara. Berdasarkan hasil penelitian yakni lebih dari setengah responden (74,0%) melakukan Pemberian MP-ASI yang berkelanjutan, sikap ibu dalam praktik pemberian makan pada anak dinilai baik (73,0%) serta sebagian besar responden (80,0%) melakukan adaptasi anak terhadap makanan keluarga.
DAYA TERIMA WAJIT NANGKA SEBAGAI VARIAN WAJIT KHAS CILILIN BANDUNG BARAT Sifa Miftahul; Ade Juwaedah; Atat Siti Nurani
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.748 KB) | DOI: 10.17509/boga.v8i2.21962

Abstract

Cililin memiliki beragam kuliner dan makanan yang khas, salah satu oleh-oleh atau makanan khas dari kecamatan Cililin yaitu wajit. Dari data hasil penjualan yang didapat bahwa penjualan wajit Cililin mengalami penurunan pada periode 2017-2018, dengan demikian perlu adanya inovasi terhadap produk oleh-oleh khas Cililin tersebut yaitu dengan memberikan varian rasa pada wajit dengan penambahan daging buah nangka beserta bijinya. Bandung Barat termasuk produksi nangka terbesar ke-4 di Jawa Barat. Tujuan penelitian ini untuk membuat resep wajit nangka dan menganalisis uji hedonik daya terima wajit nangka. Selain daging buahnya, biji nangka dapat dimanfaatkan menjadi bahan pengganti dari bahan utama wajit yaitu beras ketan karena biji nangka memiliki 83,73% amilopektin dan 16,23% amilosa. Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan produksi buah nangka yang di inovasikan dengan oleh-oleh khas Cililin yaitu wajit. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan metode eksperimental yaitu dengan menganalisis resep wajit Cililin dan mengambil sampel dari wajit merk “SR” untuk dilakukan uji sensori, selanjutnya melakukan uji coba produk wajit nangka sebanyak 2 kali. Dengan adanya penelitian ini, setelah melakukan QDA (Quantitative Descriptive Analisys) oleh 15 orang panelis semi terlatih, terdapat hasil kriteria wajit nangka warna cokelat gelap, rasa manis kuat, rasa gurih hampir lemah, aroma nangka tercium, aroma kelapa cukup tercium, aroma gula merah tercium dan tekstur yang cukup. Hasil uji hedonik wajit nangka dapat disimpulkan dari kesan keseluruhan bahwa 50% panelis menyatakan suka dan 50 % panelis menyatakan sangat suka pada produk wajit nangka
PENGAWETAN DAN DAYA TERIMA SAUS NANAS SEBAGAI OLEH-OLEH KHAS SUBANG Nauroh Nadzhifah; Atat Siti Nurani; Ai Mahmudatussa'adah
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.912 KB) | DOI: 10.17509/boga.v8i2.21955

Abstract

Kabupaten Subang memiliki banyak potensi alam di berbagai bidang seperti pertanian, hortikultura, perkebunan, peternakan dan perikanan. Salah satu produk unggulan Kabupaten Subang di bidang hortikultura dan komoditas utamanya adalah buah nanas. Hasil panen buah nanas di Kabupaten Subang sangat banyak, namun belum termanfaatkan secara maksimal. Untuk memanfaatkan hasil panen buah nanas secara maksimal, maka buah nanas perlu diolah menjadi sebuah produk yang inovatif yaitu dengan mengolahnya menjadi saus nanas. Saus nanas bisa dijadikan sebagai alternatif oleh-oleh khas Subang, namun umur simpan saus nanas hanya bertahan dalam waktu yang relatif singkat yaitu sekitar 7-10 hari, maka dari itu perlu upaya untuk membuat umur simpan saus nanas agar lebih tahan lama yaitu dengan cara pengawetan. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan metode mengawetkan saus nanas yang paling efektif, mengetahui umur simpan saus nanas, dan menganalisis daya terima saus nanas pada masyarakat. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental yaitu dengan memperbaiki langkah pembuatan saus nanas yang pada awalnya potongan buah nanas ditambahkan pada 5-10 menit terkahir sebelum saus nanas matang, kemudian diubah dengan memasukan potongan nanas saat saus nanas mulai mendidih. Setelah saus nanas matang dilakukan pengecekan pH, kemudian ditambahkan pengawet berupa natrium benzoat dengan takaran 500 mg/Kg saus nanas. Selanjutnya diuji masa simpannya di lab dan dihasilkan masa simpan saus nanas selama 7 bulan 1 hari. Saus nanas dengan penambahan natrium benzoat dapat diterima dan disukai oleh masyarakat.
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN PEMBUATAN CHIFFON CAKE PADA MATA KULIAH KUE KONTINENTAL Sofia Imany; Guspri Devi Artanti; Annis Kandriasari
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.96 KB) | DOI: 10.17509/boga.v8i2.21966

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media video pembelajaran pembuatan chiffon cake pada mata kuliah kue kontinental. Jenis penelitian ini merupakan Research and Development dengan model pengembangan ADDIE. Evaluasi dilakukan oleh 1 dosen ahli media, 1 dosen ahli materi, dan 1 dosen ahli bahasa, kemudian dilakukan uji evaluasi kepada mahasiswa Pendidikan Tata Boga UNJ angkatan 2016 yaitu 2 orang perorangan, 6 orang terbatas, dan 15 orang lapangan. Persentasi yang diperoleh ahli media sebesar 95% yang berarti kualitas media pembelajaran ini termasuk kategori sangat baik, persentasi yang diperoleh ahli materi sebesar 94,2% yang berarti materi dalam media video pembelajaran ini termasuk kategori sangat baik. Persentasi yang diperoleh ahli bahasa sebesar 80% yang berarti bahasa dalam media video pembelajaran ini termasuk kategori baik. Persentasi yang diperoleh pada uji perorangan sebesar 89,2% yang berarti kualitas media video pembelajaran ini termasuk kategori baik. Hasil uji terbatas diperoleh nilai sebesar 94% yang berarti kualitas media video pembelajaran ini termasuk kategori sangat baik. Persentasi yang diperoleh pada uji lapangan sebesar 94% yang berarti kualitas media video pembelajaran ini termasuk kategori sangat baik. Hasil persentasi ahli dan mahasiswa menunjukan bahwa media video pembelajaran pembuatan chiffon cake layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran pada mata kuliah kue kontinental.
DAYA TERIMA KONSUMEN TERHADAP CITARASA ES KRIM BUAH KAWISTA (LIMONIA ACIDISSIMA) Nur Manzalina; Suryati Sufiat; Rahmi Kamal
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.915 KB) | DOI: 10.17509/boga.v8i2.21956

Abstract

Es krim buah kawista merupakan olahan susu dengan menambahkan kawista dan bahan lainnya kemudian dimixer sampai halus dan lembut. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Menstandarisasikan resep es krim buah kawista melalui uji organoleptik (warna, aroma, tekstur, dan rasa), (2) mengetahui daya terima konsumen terhadap es krim buah kawista. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah uji pengamatan (Sensory Evaluation) yang dilakukan oleh 5 narasumber dan uji penerimaan (Acceptability Test) yang dilakukan oleh 30 panelis konsumen. Data dari uji pengamatan dianalisis dengan cara mengetahui nilai rata-rata (mean) yang diperoleh dari narasumber, sedangkan data dari uji penerimaan dianalisis dengan menggunakan analisis varian (anava) satu jalur yang diperoleh dari panelis konsumen. Apabila ada pengaruh signifkan maka dilanjutkan dengan uji LSD0,05. Berdasarkan hasil uji pengamatan oleh narasumber diketahui bahwa, es krim dengan penambahan buah kawista 100 gr (40%) yang disukai adalah pada perlakuan kedua dengan kode NM024 ditinjau dari segi warna warna coklat muda dengan nilai rata-rata (24,2), aroma sangat khas buah kawista dengan nilai rata-rata (24,6), tekstur yang lembut dan halus dengan nilai rata-rata (24,8) dan rasa yang manis dengan nilai rata-rata (24,4). Berdasarkan hasil uji penerimaan panelis konsumen diketahui bahwa es krim dengan penambahan buah kawista 100 gr (40%) yang disukai adalah pada perlakuan kedua dengan kode NM024 ditinjau segi warna warna coklat muda dengan nilai rata-rata (4,23), aroma sangat khas buah kawista dengan nilai rata-rata (4,16), tekstur yang lembut dan halus dengan nilai rata-rata (4,26) dan rasa yang manis dengan nilai rata-rata (4,33). Hipotesis membuktikan bahwa H1 dapat diterima, karena ada pengaruh penambahan buah kawista terhadap tingkat penerimaan kosumen baik ditinjau dari segi warna, aroma, tekstur, dan rasa.
PENGETAHUAN GIZI IBU HAMIL DI KECAMATAN KERTASARI KABUPATEN BANDUNG Sri Lestari Apriliani; Ellis Endang Nikmawati; Cica Yulia
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.115 KB) | DOI: 10.17509/boga.v8i2.21967

Abstract

Angka kematian ibu (AKI) menggambarkan resiko kematian ibu pada fase kehamilan, persalinan, dan masa nifas. Angka kematian ibu di Jawa Barat mengalami peningkatan dari 748 kasus ditahun 2014 menjadi 823 kasus di tahun 2015. Kabupaten Bandung merupakan wilayah dengan angka kematian ibu cukup tinggi. Masalah gizi ibu hamil seperti kurang energi kronik (KEK), anemia dan kurang yodium dapat menyebabkan angka kematian ibu (AKI) meningkat. Salah satu faktor yang dapat mencegah masalah gizi ibu hamil adalah melalui asupan makanan yang dipengaruhi pengetahuan gizi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai pengetahuan gizi ibu hamil di Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian secara cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan proporsional simple random sampling, sebanyak 95 ibu hamil. Instrumen yang digunakan adalah tes objektif yang telah divalidasi secara konstrak dan dihitung menggunakan program iteman dengan jumlah butir soal yang valid sebanyak 25 soal dengan reliabilitas sedang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan gizi ibu hamil kurang dari setengah responden memiliki pengetahuan gizi kurang (42,1%) dan pengetahuan gizi cukup (31,6%), sedangkan sebagian kecil responden memiliki pengetahuan gizi baik (22,1%) dan pengetahuan gizi sangat baik (4,2%). Pengetahuan ibu hamil tentang pesan gizi seimbang, anjuran porsi makan ibu hamil, fungsi dan sumber zat gizi bagi ibu hamil termasuk pada kriteria cukup. Pengetahuan tentang akibat kekurangan dan kelebihan gizi bagi ibu hamil termasuk pada kriteria kurang.
PENGETAHUAN “PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT” PADA SISWA SDN ANDIR 01 KEC. BALEENDAH, KAB. BANDUNG Rahman Arief Setiawan; Ellis Endang Nikmawati; Yulia Rahmawati
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.664 KB) | DOI: 10.17509/boga.v8i2.21959

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan program Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2011 yang salah satu sasarannya adalah institusi pendidikan. Penerapan PHBS di sekolah bertujuan untuk mewujudkan salah satu tujuan pendidikan dasar yaitu menjadikan siswa menjadi manusia yang sehat. Studi pendahuluan yang dilakukan penulis melalui wawancara kepada Kepala Sekolah dan Guru SDN Andir 01 menemukan masih adanya siswa yang belum mengetahui pentingnya PHBS, seperti jajan sembarangan, tidak sarapan dan kurangnya sarana prasarana pendukung PHBS yang mengakibatkan penerapan PHBS di sekolah menjadi kurang efektif. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan informasi mengenai pengetahuan PHBS pada siswa SDN Andir 01. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SDN Andir 01 dengan sampel siswa kelas 4 dan kelas 5 berjumlah 80 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (10%) responden memiliki pengetahuan PHBS pada kriteria sangat baik, (26.25%) responden pada kriteria baik, (32.50%) responden pada kriteria cukup dan (31.25%) responden pada kriteria kurang. Pengetahuan responden tentang 6 (enam) indikator PHBS berada pada kriteria cukup, yaitu mencuci tangan menggunakan air bersih yang mengalir dan menggunakan sabun sebesar (52.8%), mengonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah sebesar (57.75%), olahraga yang teratur dan terukur sebesar (55%), menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan sebesar (65%), menggunakan jamban yang bersih dan sehat sebesar (62.5%), serta membuang sampah pada tempatnya sebesar (58.5%).
PELESTARIAN “KUE MAYIT” SEBAGAI KUE TRADISIONAL GARUT Rosi Rosmayanti; Elly Lasmanawati; Atat Siti Nurani
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.756 KB) | DOI: 10.17509/boga.v8i2.21960

Abstract

Hasil studi lapangan yang dilakukan penulis, ditemukan bahwa kue tradisional Garut, yaitu “Kue Mayit” sudah sulit ditemukan di pasar tradisional dan toko oleh-oleh, hal ini karena beberapa pembuat sudah tidak menjual “Kue Mayit”, ada pula yang telah meninggal dan tidak memiliki generasi penerus, sehingga dibutuhkan upaya pelestarian, agar kue ini tetap ada dan tidak punah. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran “Kue Mayit” mengenai sejarah, bahan, alat, proses pengolahan, dan upaya pelestariannya. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu “Kue Mayit” memiliki bentuk, warna yang putih seperti “mayit” , dalam agama islam berarti mayat yang dibungkus kain kafan berwarna putih. Kue ini diperkirakan ada sejak tahun 1962. Bahan yang digunakan yaitu tepung beras ketan, kelapa setengah tua, dan gula merah bojongloa. Perbandingan tepung ketan, gula merah, dan kelapa yaitu pembuat A menggunakan 2:1:1, B menggunakan 2:1.5:1 dan E menggunakan 1,4:0.5:1 dalam satuan kilogram. Alat yang digunakan, wajan, jubleg batu, halu, tampah, saringan tepung, gelas. Plastik, kap plastik, dus digunakan sebagai alat pengemasan, toples digunakan sebagai alat penyajian. Pengolahannya dimulai dengan menumbuk beras ketan yang sudah dicuci dan direndam, kemudian saring. Tepung dibibis menggunakan air garam sampai lembab, berbentuk kerikil. Panaskan wajan menggunakan api sedang, masukkan tepung yang sudah dibibis ke dalam wajan menggunakan saringan sampai membentuk bulatan, masukkan enten, kemudian gulung, tekan bagian kiri dan kanannya, gunting bagian yang kurang merata. Kue ini disajikan pada saat hari raya, syukuran, pesta, upacara adat pertanian. Upaya pelestarian melalui pendokumentasian melalui pembuatan, video dokumenter, video tutorial.
PENGETAHUAN GIZI IBU YANG MEMILIKI ANAK USIA BAWAH DUA TAHUN STUNTING DI KELURAHAN CIMAHI (MOTHER’S NUTRITION KNOWLEDGE FOR TODDLERS STUNTING IN CIMAHI VILLAGE) Anisa Putri Isnarti; Ai Nurhayati; Rita Patriasih
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.706 KB) | DOI: 10.17509/boga.v8i2.21953

Abstract

Anak usia bawah dua tahun di Kelurahan Cimahi mengalami kasus gizi stunting sebanyak 7.72%. Salah satu faktor penyebab anak mengalami stunting adalah tingkat pengetahuan gizi ibu yang rendah. Tujuan dalam penelitian untuk mengetahui pengetahuan gizi ibu yang memiliki anak usia bawah dua tahun stunting di Kelurahan Cimahi. Metode yang digunakan yaitu metode deksriptif. Populasi sebanyak 246 orang ibu yang memiliki anak usia bawah dua tahun. Sampel purposive digunakan sebanyak 40 orang ibu yang memiliki anak usia bawah dua tahun stunting. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pengetahuan gizi ibu yaitu sebanyak 60% memiliki pengetahuan gizi cukup, 27.5% memiliki pengetahuan gizi kurang, dan 12.5% memiliki pengetahuan gizi baik dengan rata-rata st.dev ±3,7 pada pengetahuan tersebut. Rekomendasi ditunjukkan kepada kader posyandu untuk melakukan pendampingan lebih intensif terhadap ibu yang memiliki anak usia bawah dua tahun stunting, pendampingan yang dilakukan oleh kader tidak hanya saat kegiatan posyandu berlangsung agar pengetahuan gizi ibu menjadi lebih baik.
PELAKSANAAN KEAMANAN, KESELAMATAN, DAN KEAMANAN KERJA (K3) DI KATERING SERVICE KOTA BANDUNG Ruly Rahmawati; Ade Juwaedah; Tati Setiawati
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.887 KB) | DOI: 10.17509/boga.v8i2.21961

Abstract

Peluang terjadinya kecelakaan kerja di industri sangatlah besar. Salah satu upaya pencegahan preventif yang bisa dilakukan ialah dengan melaksanakan program K3. Semakin baik pelaksanaan program K3 yang dimiliki suatu usaha, maka akan semakin baik pula mutu kerja karyawan dan budaya kerja yang tercipta. Namun berdasarkan hasil pengamatan, terdapat suatu industri yang belum melaksanakan program K3 secara optimal. Hal tersebut dapat membuka potensi terjadinya kecelakaan kerja yang dapat merugikan dua belah pihak yaitu, pekerja dan pemilik usaha. Tujuan umum dalam penelitian ini ialah untuk memperoleh gambaran tentang pelaksanaan kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja (K3) di katering tersebut. Metode penelitian yang dilakukan ialah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di salah satu katering yang cukup terkenal di Kota Bandung. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan K3 pada proses katering ini termasuk dalam kategori cukup dilaksanakan. Implikasi yang timbul dari hasil penelitian ini ialah jika pelaksanaan K3 dalam suatu industri tergolong baik, maka peluang terjadinya kecelakaan kerja akan berkurang sehingga proses kerja yang tercipta akan menjamin keselamatan dan keamanan bagi pekerja dan lingkungan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10