Qawwam
Manajemen, Manajemen Dakwah, Ilmu Alquran dan Tafsir, Pendidikan Agama Islam, Hukum Keluarga Islam, Hukum, Perbankan Syariah, Ekonomi Syariah, Administrasi, Bimbingan dan Konseling.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 2 No. 2 (2021): December"
:
10 Documents
clear
ANALISIS RESPON PELAKU USAHA WARUNG MAKAN TERHADAP KEWAJIBAN SERTIFIKASI HALAL DI KABUPATEN PAMEKASAN
FAQIH, AHMAD SULAIMAN FAQIH
Qawwam : The Leader's Writing Vol. 2 No. 2 (2021): December
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Insitut Agama Islam Negeri Kerinci
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/qawwam.v2i2.101
ABSTRACT Basically, everything that is done has a purpose, where that goal can be achieved after carrying out the activity. Likewise, this research activity also has a goal to be achieved. The purpose of this study is to find out how the response of food stall businesses to the obligation of halal certification in Pamekasan Regency and what are the inhibiting factors in carrying out halal certification. Not only that, this research is also expected to provide knowledge and thoughts of the wider community in realizing halal certification in accordance with Islamic teachings. This research was carried out using a qualitative descriptive research method in which the data was collected by interviewing informants (food stall actors) as a source of information. The results of the study show that it is halal for food stall business actors. The average food stall business actor perceives that halal certification is not too important for food stall business actors because it does not affect their sales. They also feel burdened with the obligation of halal certification because the requirements, especially the costs incurred are not commensurate with their income. Keywords: Response; Halal Certification; Food stalls
Keabsahan Akad Jual Beli Menggunakan Bahasa yang Berbeda Perspektif Hukum Islam di Bangkalan
Dya Arini, Nuraziza
Qawwam : The Leader's Writing Vol. 2 No. 2 (2021): December
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Insitut Agama Islam Negeri Kerinci
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/qawwam.v2i2.102
Buying and selling is the most powerful activity in the business world. As long as it comes from buying and selling, it is strictly prohibited and has legal interference. Therefore, it is incumbent on muslims to know the things that determine the legitimacy of these trades. As in the shallows, banyal traders who were less able to speak Indonesian, and many of the foreigners who could not speak madura, so there was a different use of language between the traders and the buyers for the study's purpose to interpret: (1) language use in the buy and sell agreement in the bangkalan region: (2) an islamic law perspective on the validity of the buying and selling agreements in different languages. The method used in the study is a descriptive method using qualitative data analysis that describes the perspective of islamic law regarding the use of different merchant and customer languages. The data collection was used with observation and recording of the source of this research asa distinct form of language between the merchants and shoppers in the bangtal region. The results of this study are described as follows: 1). The activity of using language in the buy and sell agreement in the bangkalan region: 2) the perspective of islamic law regarding the legality of the buying and selling agreements in different languages.
IMPLEMENTASI SIGHAT AKAD ARIYAH PADA AKAD QARDH DI BANGKALAN MADURA
Ameliya, Dinda Dwi
Qawwam : The Leader's Writing Vol. 2 No. 2 (2021): December
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Insitut Agama Islam Negeri Kerinci
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/qawwam.v2i2.105
Pelaksanaan hutang piutang masyarakat Madura khususnya daerah Bangkalan menggunakan kata ariyah (ngenjhem) sedangkan dalam bahasa madura sendiri kata hutang itu (otang). Berdasarkan latar belakang penulis tertarik untuk meneliti perbedaan yang signifikan terhadap akad pinjam dan akad hutang serta keabsahan akad. Pinjam meminjam yaitu memberikan sesuatu yang halal kepada orang lain untuk diambil manfaatnya dengan tidak merusak zat nya dan akan mengembalikan barang yang sudah dipinjamnya tadi dalam keadaan utuh dan tidak berubah baik segi bentuk dan lainya. Sedangkan Qardh atau hutang itu tamlikul mal yaitu memberikan hak milik benda atau harta dengan system mengembalikan dengan yang sepadan artinya yang dihutangi menerima hak milik dan yang menghutangi menyerahkan hak milik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan atau field research. Penelitian ini mendapatkan temuan, yaitu lafadz yang diucapkan ketika bertransaksi harus sesuai dengan yang dilakukan. Namun ketika kedua belah pihak mempunyai maksud yang sama dan pada implementasi yang dilakukan adalah akad hutang walaupun akad pinjam maka hukumnya sah. Madzhab Hambali berpegang teguh pada tujuan daripada tekstual dalam suatu akad.
ANALISIS ETIKA BISNIS ISLAM TERHADAP PRODUKSI KERUPUK RAJUNGAN DI DESA POLAGAN
SEIDI, NAQSYABAN SEIDI AKBAR
Qawwam : The Leader's Writing Vol. 2 No. 2 (2021): December
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Insitut Agama Islam Negeri Kerinci
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/qawwam.v2i2.107
This study aims to determine how the concept and application of Islamic business ethics in the production process of crab crackers in Polagan Village, Galis District, Pamekasan Regency. The purpose of this study is to understand what the concept of Islamic business ethics is and how it is applied in the production process, so that the results of this research resume can be used as a framework or model for other businesses in the future. The research method used in this study is qualitative with the type of field research, and data collection techniques are interview, observation and documentation techniques. This research is analytical descriptive. The data obtained from the field will be collected and analyzed using the point of view of Islamic business ethics which is presented in the form of a description with inductive thinking, namely a collection of facts that occur in the field in the analysis and then draw conclusions. The results show that the crab cracker production process in Polagan village has implemented and implemented the principles of Islamic business ethics. In carrying out their business and activities, business actors understand and apply Islamic principles or values in the following ways: Based on the Qur'an and As-Sunnah.
EFEKTIFITAS PERATURAN SERTIFIKASI HALAL BAGI PELAKU UMKM DI BANGKALAN
Farhan, Mohammad;
-, Fajar
Qawwam : The Leader's Writing Vol. 2 No. 2 (2021): December
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Insitut Agama Islam Negeri Kerinci
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/qawwam.v2i2.108
Undang-undang No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH) terhadap sadar halal para pelaku UMKM mulai diselenggarakan oleh pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama. Hal ini sesuai dengan amanat UU No. 33 Tahun 2014 tentang JPH ditegaskan dalam pasal 3 dan pasal 4 UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Dengan adanya UU Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH) terhadap sadar halal para pelaku UMKM, maka di tiap-tiap daerah harus melaksanakan undang-undang ini khususnya Kabupaten Bangkalan yang terletak di pulau Madura dengan banyak warisan resep ramuan tradisional secara turun menurun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan in-depth interview dalam studi lapangan, penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan efektifitas peraturan sertifikasi halal umkm jamu di Bangkalan; 2) Mengetahui pemahaman pelaku UMKM di Bangkalan terhadap produk bersertifikasi halal. Manfaat pemberian sertifikat halal adalah untuk melindungi konsumen muslim terhadap produk makanan dan minuman yang tidak halal, memberikan rasa aman dan nyaman bagi konsumen untuk mengkonsumsi produk makanan dan minuman, karena tidak ada keraguan lagi bahwa produk tersebut terindikasi dari hal-hal yang diharamkan sesuai syariat Islam.Kata Kunci: Peraturan, Sertifikasi Halal, UMKM
The effect of attitude on Jawi acceptance among Malaysian Citizen: Indian perspectives : Wan Hashridz Rizal bin Wan Abu Bakar
Hashridz Rizal, Wan
Qawwam : The Leader's Writing Vol. 2 No. 2 (2021): December
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Insitut Agama Islam Negeri Kerinci
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/qawwam.v2i2.112
The use of jawi scripts is increasingly underused by the Malaysian law. Jawi has been replaced by Rumi and English writings for official purposes such as administrative affairs and so on. Jawi are still used in Islamic Education subjects at national schools, and jqaf programs. However, studies have found that there are still problems in terms of the ability, interest and motivation of students and communities to read Jawi writing materials. According to Perlis Mufti Datuk Dr Asri Zainul Abidin in Berita Harian 9 0gos 2019 states that non-Muslims consider the writings Jawi at school as if student was being applied to Islamic religious. This causes non-Muslims in Malaysia feel phobia and trauma if Jawi to be introduced in the school textbook has a link with Islam. Therefore this study aims to identify the effect of attitude on jawi in explaining the intention of Jawi acceptance among Indian community in Malaysia. This study was conducted with a total of 192 respondents. The sampling technique used is non-probability sampling. The findings of the study prove that attitude has a positive and significant relationship with the effect on Jawi acceptance among Indian.
THEORETICAL FRAMEWORK DEVELOPMENT TO STUDY eWAKAF PAHANG ACCEPTANCE: A REVIEW OF THEORIES: Mohammad Zulfakhairi Mokthar, Zarina Kamarozaman, Zuraini Mohamed
Zulfakhairi Mokthar, Mohammad
Qawwam : The Leader's Writing Vol. 2 No. 2 (2021): December
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Insitut Agama Islam Negeri Kerinci
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/qawwam.v2i2.114
Waqf is one of Islam's oldest and most commonly known charitable giving systems where it has started since 8th century. From then, waqf has evolved from land waqf or immovable property to cash waqf or movable property and recently to online waqf. Online waqf is a term used to describe a donation made by Muslims in the form of money that is made through electronic means (e.g. Internet banking facilities). It helps in improving the collection of waqf funds due to the improvement of internet banking services, as well as a growth in the number of young people who are literate who have access to online transactions which in turn improves the collection of waqf funds. However, the total number of cash waqf collections through online method for Saham Wakaf Pahang is far behind to compare with counter and salary deduction method. Therefore, this study tries to propose a conceptual framework to study demographic factors whether it affects the strength of relationship between the determinants of eWakaf Pahang acceptance. This is a theory adaptation paper where it started with the choosing of theory. The data will be collected through secondary data and analyze using content analysis method to come up with the strongest theory in aspects missing from the domain theory.
Penerimaan Jawi: Hubungan di Antara Faktor Demografi dan Tahap Penerimaan Jawi: Nor Fadzilah binti Md. Yusof, Wan Hashridz Rizal bin Wan Abu Bakar, Nur Aulia Fahada binti Misaridin, Mohd Khairull bin Abd Ghani
Fadzilah, Nor
Qawwam : The Leader's Writing Vol. 2 No. 2 (2021): December
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Insitut Agama Islam Negeri Kerinci
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/qawwam.v2i2.115
Tulisan jawi pernah mencapai era kegemilangan pada zaman dahulu. Kini pelbagai usaha giat dijalankan bagi memartabatkan tulisan jawi di Malaysia. Pelbagai pihak mengambil inisiatif dalam mengembalikan penggunaan tulisan jawi dalam sistem pendidikan Negara seperti di sekolah, Institut Pengajian Tinggi Awam dan Swasta, papan tanda jalan dan sebagainya. Kajian ini dijalankan bagi meninjau Penerimaan Jawi; Hubungan Di Antara Faktor Demografi Dan Tahap Penerimaan Jawi. Namun usaha ini mendapat reaksi yang negatif terutamanya oleh kaum bukan melayu. Kajian ini menggunakan kajian berbentuk kuantitatif. Data kajian dikutip menggunakan instrumen soal selidik yang menetapkan faktor demografi sebagai pengukur utama dalam mencapai objektif kajian ini. Berdasarkan tema kajian ini mendapati golongan Ijazah Sarjana iaitu seramai 8 orang menerima tulisan jawi manakala golongan pekerja swasta iaitu seramai 14 orang menerima tulisan jawi dan golongan berpendapatan RM 2501.00-RM4850.00 seramai 13 orang menerima tulisan jawi.
Analisis Pengaruh Pariwisata Religi Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Bangkalan
BIMA PAWANG ALAM, BIMA PAWANG ALAM
Qawwam : The Leader's Writing Vol. 2 No. 2 (2021): December
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Insitut Agama Islam Negeri Kerinci
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/qawwam.v2i2.116
Kabupaten Bangkalan memiliki potensi besar untuk pengembangan pariwisata, karena kaya akan sumber daya alam dan didukung dengan adanya beberapa wisata religi yang dijadikan referensi bagi para peziarah dari berbagai daerah lain di Indonesia. Industri pariwisata memegang peran dalam pembentukan dan perkembangan suatu daerah. Bahkan di beberapa daerah, kemajuan dari sektor pariwisata dapat mengangkat nama daerah tersebut serta menjadi sumber pendapatan utama daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan hasil apakah pendapatan asli daerah Kabupaten Bangkalan di pengaruhi oleh jumlah wisatawan religi dan tingkat hunian hotel secara signifikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif serta jenis data sekunder berupa data panel dengan periode observasi 2012-2020. Analisis regresi linier berganda adalah metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah wisatawan religi dan tingkat hunian hotel secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah. Jumlah wisatawan religi dan tingkat hunian hotel berpengaruh secara keseluruhan terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Nilai R-squared sebesar 0,353 menunjukkan bahwa jumlah wisatawan religi dan tingkat hunian hotel dapat menjelaskan sebesar 35,3% terhadap variabilitas PAD, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain diluar penelitian ini.
PEMBERDAYAAN DAN PENGEMBANGAN DESA BERKONSEP WISATA HALAL MELALUI DINAMIKA MODAL SOSIAL SEBAGAI UPAYA PERLINDUNGAN HUKUM MASYARAKAT
abdillah, farhan
Qawwam : The Leader's Writing Vol. 2 No. 2 (2021): December
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Insitut Agama Islam Negeri Kerinci
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/qawwam.v2i2.117
Penelitian ini dilatari konteks ekonomi yang terjadi pada masyarakat Desa Telaga biru di Kabupaten Bangkalan Pengembangan desa wisata halal yang biasa dikunjungi tiap hari oleh banyak orang yg bertempatan didesa tersebut dan sekitarnya bukan cuma hanya penduduk desa tersebut yg berkunjung juga banyak wisatawan yang dari luar karena Wisata Pantai biru ini sudah terkenal dimana-mana. Melihat potensi besar yang dimiliki oleh Desa Telaga biru, Mempelopori dengan memanfaatkan modal sosial yang ada pada masyarakat Desa Telaga biru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Dinamika modal sosial sebagai bentuk perlindungan hukum masyarakat dalam memberdayakan/mengembangkan desa berkonsep wisata halal masyarakat dan dampak yang dirasakan bagi masyarakat Desa Telaga biru.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial yang kuat yang dimiliki oleh masyarakat Desa Telaga biru mampu mengatasi permasalahan yang terjadi.Berhasilnya pemberdayaan yang terjadi di Desa Telaga biru menciptakan aktivitas ekonomi baru yang dikemas menjadi Desa Wisata Halal. Keberhasilan Pantai biru di Desa Telaga biru dalam memberdayakan masyarakatnya, melalui sejumlah dinamika modal sosial.Modal sosial yang ditemui tersebut berupa Jaringan sosial, Reciprocity, Trust, Norma Sosial, Nilai-Nilai, Dan Tindakan yang proaktif.