cover
Contact Name
Kharisma Kusumaningtyas
Contact Email
kharisma.kusumaningtyas@gmail.com
Phone
+6281332225503
Journal Mail Official
kharisma.kusumaningtyas@gmail.com
Editorial Address
https://gebindo.poltekkesdepkes-sby.ac.id/index.php/gebindo/about/editorialTeam
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Gema Bidan Indonesia (e- Journal).
ISSN : 22528482     EISSN : 24078980     DOI : https://doi.org/10.36568/gebindo.v12i2
Core Subject : Health,
GEBINDO is a health scientific journal in the field of midwifery. This scientific journal publishes original research, literature reviews, perspectives, editorials, and case reports. We accept articles in the areas of midwifery such as: Pregnancy Childbirth Postpartum Family planning program Neonatus, baby, toddler, and child health Heatlh reproduction in teenager and women Menopause Midwifery service management Midwifery education management
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 3 (2024): September" : 5 Documents clear
The THE RELATIONSHIP OF KNOWLEDGE, ATTITUDE AND HABIT WASHING MOM'S HANDS TO AN EVENT OF DIARRHEA AT PUSKESMAS TAMBAKREJO BOJONEGORO: HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN KEBIASAAN MENCUCI TANGAN IBU BATITA TERHADAP KEJADIAN DIARE DI PUSKESMAS TAMBAKREJO BOJONEGORO LUFIANTI, SELVIA DESI; Aris Handayani, AMd.Keb., S.Pd., M.Kes.; Abdul Latip, dr. M.Kes
Gema Bidan Indonesia (e-Journal) Vol. 13 No. 3 (2024): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i3.127

Abstract

Diare merupakan penyakit yang paling sering menyerang anak-anak dan menjadi penyebab kedua kematian balita di seluruh dunia setelah pneumonia. Menurut Riskesdes tahun 2018 prevalensi diare pada balita berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan menurut kelompok umur dengan prevalensi diare (berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan tertinggi yaitu pada kelompok umur 1-4 tahun sebesar 11,5%, pada bayi sebesar 9%, dan kelompok umur 75 keatas sebesar juga merupakan prevalensi tertinggi yaitu sebesar 7%.Penderita diare di Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2020 yaitu pada tahun 2019 terdapat 11.081 kasus sedangkan pada tahun 2020 adalah 10.944 kasus. Di Puskesmas Tambakrejo kasus diare Berdasarkan data Laporan tahunan Puskesmas Tambakrejo pada tahun 2020 terdapat 571 dari 3164 balita kasus diare pada batita dengan prevalensi 18,04% Sedangkan pada tahun 2021 terdapat 550 dari 3117 kasus diare pada batita dengan prevalensi 17,64%. Kejadian Diare dari tahun ke tahun selalu melebihi prevalensi yaitu 6,54% pada tahun 2020 dan 6,14 % pada tahun 2021. Penelitian ini bersifat cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah ibu dan batita usia 12 – 36 bulan dengan teknik System Cluster Random Sampling dengan responden sejumlah 102 responden. Variabel independen adalah pengetahuan ibu, sifat ibu, dan kebiasaan mencuci tangan, sedangkan variabel dependen adalah kejadian diare pada batita. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan tabel observasi. Hasil analisis menggunakan uji chi square didapatkan bahwa sebagian besar ibu batita berpengetahuan baik sebanyak 79 responden (77,5%). Hasil analisis hubungan pengetahuan terhadap kejadian diare p = 0,07 yang mana t = 0,005 < α (0,05). Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa adanya hubungan antara pengetahuan sikap dan kebiasaan
THE ANALYSIS OF PREDISPOSITIVE FACTORS AND EMPLOYMENT FACTORS ASSOCIATED WITH HYPERTENSION PREVENTION BEHAVIOR IN MENOPAUSE WOMEN: ANALISIS FAKTOR PREDISPOSISI DAN FAKTOR PENDORONG YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN HIPERTENSI PADA WANITA MENOPAUSE Balle, Elmi; Sukesi; Ahdatul Islamiah; Kasiati
Gema Bidan Indonesia (e-Journal) Vol. 13 No. 3 (2024): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i3.176

Abstract

Pendahuluan: Sekitar 1,28 miliar orang dewasa berusia 30-79 tahun di seluruh dunia menderita hipertensi, sebagian besar tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah dengan perkiraan 46% orang dewasa mengalami hipertensi, sedangkan di negara berkembang sebanyak 52,9% yang mengalami hipertensi, sehingga diperlukan tindakan pencegahan yang maksimal. Beberapa faktor yang sangat berhubungan dengan tindakan pencegahan hipertensi adalah umur, jenis kelamin, pola makan, aktivitas fisik, pekerjaan, tingkat pendidikan, pengetahuan, sikap, keterpaparan media informasi dan dukungan keluarga. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan faktor predisposisi dan faktor pendorong dengan pencegahan hipertensi pada wanita menopause di Puskesmas Tarus Kabupaten Kupang. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. populasinya adalah wanita menopause dengan hipertensi sejumlah 892 orang dengan sampel berjumlah 107 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Variabel Independen dalam penelitian ini adalah tingkat Pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga. Variabel Dependen pada penelitian ini adalah perilaku pencegahan hipertensi pada wanita menopasuse. Analisa data menggunakan uji Chi Square dengan signifikan α= 0,005. Hasil: Penelitian menunjukan bahwa sebagian besar 88.4% berpendidikan Dasar, sebagian besar sekitar 71.2 % responden tidak bekerja, sebagian besar 87.5% dengan tingkat pengetahuan kurang, sebagian besar 72.5% memiliki sikap negatif, hampir setengah reponden 87.5% mendapatkan dukungan keluarga kurang, sebagian besar 87.5% memiliki perilaku pencegahan yang kurang. Berdasarkan uji Chi Square diperoleh bahwa terdapat hubungan antara faktor pendidikan dengan perilaku pencegahan hipertensi pada wanita menopause (p<0,001), faktor pekerjaan p=0,003), faktor pengetahuan (p<0,001), faktor sikap (p<0,001) dan faktor dukungan keluarga (p<0,001). Kesimpulan: Data menunjukkan adanya hubungan faktor predisposisi dan faktor pendorong yang berhubungan dengan perilaku pencegahan hipertensi pada wanita menopause di Puskesmas Tarus Kabupaten Kupang. Untuk meningkatkan perilaku pencegahan hipertensi pada wanita menopause maka perlu meningkatkan penyuluhan tentang pentingnya upaya pencegahan penyakit hipertensi. Diharapkan wanita menopause di Puskesmas Tarus lebih memperhatikan kondisi kesehatan dirinya. Kata Kunci: faktor predisposisi; faktor pendorong; perilaku pencegahan; hipertensi
The Studi Kasus Asuhan Kebidanan Pada Akseptor Implan Dengan Efek Samping Kenaikan Berat Badan Di Polindes Padurungan Kecamatan Tanah Merah Abdyah Fayza Lainunnabila; Suryaningsih; Deasy Irawati; Anis Nurlaili
Gema Bidan Indonesia (e-Journal) Vol. 13 No. 3 (2024): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i3.223

Abstract

Keluarga Berencana di Indonesia telah berperan penting dalam membatasi kelahiran untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, dengan salah satu metodenya adalah kontrasepsi implan. Meskipun efektif, penggunaan implan dapat menyebabkan efek samping seperti kenaikan berat badan. Di Puskesmas Tanah Merah pada tahun 2023 terdapat 3.886 akseptor KB, 247 (6,39%) merupakan akseptor implan. Dan di Polindes Padurungan terdapat 205 akseptor KB, 24 (11,71%) merupakan akseptor implan dan 5 (20,9%) dari 24 akseptor implan mengalami efek samping kenaikan berat badan. Hal ini dapat meningkatkan risiko terkena penyakit seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular dan potensi mengalami drop out. Tujuan dari pembuatan studi kasus ini untuk melaksanakan manajemen asuhan kebidanan keluarga berencana pada akseptor implan dengan kenaikan berat badan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan memberikan asuhan kebidanan pada akseptor implan dengan efek samping kenaikan berat badan. Dengan waktu pengambilan kasus selama kurang lebih 3 bulan sejak bulan April sampai Juni di Polindes Padurungan Kecamatan Tanah Merah dengan sasaran pada Ny. R usia 40 tahun akseptor lama dengan efek samping kenaikan berat badan. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data berupa anamnesa, observasi dan dokumentasi. Analisa dan penetapan diagnosa berdasarkan nomenklatur kebidanan dengan hasil yang didokumentasikan melalui SOAP. Asuhan kebidanan kontrasepsi implan pada ibu yang mengalami kenaikan berat badan sejak penggunaan implan yaitu 2 tahun lamanya yang menyebabkan ibu merasa tidak nyaman. Dalam pola nutrisinya ibu makan 3 kali sehari dengan porsi nasi yang lebih banyak dan suka mengkonsumsi camilan seperti gorengan. Selain itu pada pola eliminasi ibu tidak lancar yaitu BAB 2 hari sekali. Ditemukan kenaikan berat badan yang dialami ibu sebesar lebih dari 7 kg dari 65 kg menjadi 72,92 kg. P4A0 akseptor lama kontrasepsi implan dengan efek samping kenaikan berat badan. Asuhan yang dilakukan ialah dengan memberikan konseling mengenai pengurangan porsi makan nasi dan mulai melakukan aktivitas fisik ringan seperti jalan pada pagi hari. melakukan kolaborasi dengan ahli gizi untuk pemberian menu diet sehat tinggi protein dan serat serta mengajari ibu untuk melakukan senam aerobic. Selain itu, ibu diberikan beras merah dan buah-buahan untuk membantu penurunan berat badan yang lebih efektif. Setelah dilakukan evaluasi ibu sudah mengurangi porsi makan dan mengonsumsi makanan sesuai dengan menu diet yang diberikan. Ibu juga sudah melakukan aktivitas fisik jogging setiap harinya serta senam aerobik setiap 2 kali seminggu. Didapatkan ada penurunan berat badan yaitu 2,75 kg, ibu juga sepakat untuk tetap menggunakan kontrasepsi implan. Asuhan kebidanan yang diberikan pada studi kasus ini telah dilakukan dengan baik. Masalah yang dialami akseptor implan dengan kenaikan berat badan ini sudah dapat teratasi dengan baik meskipun berat badan ibu masih tergolong dalam kategori gemuk (kelebihan berat badan), ibu diharapkan tetap menjaga pola makan dan melanjutkan menu diet sesuai anjuran ahli gizi. Ibu juga diharapkan tetap melakukan aktivitas fisik senam aerobic atau jalan pada pagi hari yang telah diberikan sehingga ibu tetap memilih kontrasepsi implan.
The Efektivitas Senam Nifas Dengan Media Video Terhadap Involusi Uteri Pada Ibu Nifas Gladis Angelina, Arvemin Sovia; Ani Media Harumi; Yuni Ginarsih; Evi Yunita Nugrahini
Gema Bidan Indonesia (e-Journal) Vol. 13 No. 3 (2024): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i3.226

Abstract

Selama masa nifas, organ reproduksi secara perlahan akan mengalami perubahan seperti keadaan sebelum hamil. Perubahan organ reproduksi ini disebut involusi. Perdarahan merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian ibu pada masa nifas, dimana 50%-60% karena kegagalan uterus berkontraksi secara sempurna. Kontraksi uterus yang tidak kuat berkontraksi akan menyebabkan involusi uteri tidak berjalan dengan baik. Oleh karena itu, perlu dilakukan perawatan masa nifas yang efektif, salah satunya adalah senam nifas. Efektivitas promosi kesehatan sangat bergantung pada media yang digunakan selama penyuluhan. Salah satu media yang menarik dan interaktif adalah video. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui efektivitas senam nifas dengan media video terhadap involusi uteri ibu nifas di PMB Afah Fahmi. Jenis penelitian ini menggunakan desain Pre experimental dengan pendekatan One Group Pre-test Post-test Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas di PMB Afah Fahmi yang berjumlah 84 responden. Sampel berjumlah 38 responden diambil menggunakan Purposive Sampling. Instrument pengumpulan data pada penelitian dengan menggunakan lembar checklist dan video senam nifas. Analisis data bivariate menggunakan uji Wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian ini adalah hampir seluruh involusi uteri ibu nifas berjalan dengan normal (92%) sebelum diberikan intervensi senam nifas dan berjalan dengan cepat (89,5%) sesudah diberikan intervensi senam nifas dengan media video. Hasil uji analisis Wilcoxon signed rank test didapatkan p-value = 0,001 yang berarti terdapat efektivitas antara senam nifas dengan media video terhadap involusi uteri pada ibu nifas di PMB Afah Fahmi. Senam nifas yang dilaksanakan secara benar, rutin dan teratur akan membantu menguatkan kontraksi otot rahim sehingga mempercepat involusi uteri. Penggunaan media video, dalam senam nifas ini menawarkan aksesibilitas yang tinggi, memungkinkan ibu nifas untuk mengikuti senam kapan saja dan di mana saja. Diharapkan senam nifas dapat dijadikan salah satu program rutin karena dapat memberikan banyak manfaat untuk menangani komplikasi masa nifas.
The Relationship between Mother's Knowledge About Toilet Training and Enuresis: Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Toilet Training Dengan Kejadian Enuresis -, Sulistianingsih
Gema Bidan Indonesia (e-Journal) Vol. 13 No. 3 (2024): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i3.234

Abstract

Toilet training kepada anak ialah metode guna mengajarkan anak supaya dapat mengendalikan prosedur buang air kecil (BAK) serta buang air besar (BAB). Edukasi tersebut memerlukan maturasi otot-otot di area pengeluaran kotoran seperti anus serta saluran kemih. Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan pengetahuan ibu tentang toilet training dengan kejadian enuresis di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 45 Surabaya. Penelitian ini memakai prosedur analisis observasional melalui pendekatan cross sectional. Subjek penelitian tertera yakni ibu yang punya anak di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 45 Surabaya, dengan jumlah responden sebanyak 36 orang. Sampel yang dijangkau sejumlah 33 responden. Instrumen pengumpulan data yang dipergunakan yakni kuesioner mengenai wawasan ibu mengenai latihan toilet serta angket mengenai enuresis. Data yang diperoleh akan dianalisis melalui bivariate memerlukan uji chi square. Hasil dari riset ini yakni p value = 0,000 sehingga H0 tidak diterima serta H1 diterima yang bermakna terdapat korelasi antara wawasan ibu mengenai toilet training dengan peristiwa ngompol di TK Aisyiyah 45 Surabaya. Kesimpulan yang bisa ditarik dari penelitian ini ialah bahwa terdapat korelasi di antara pengetahuan ibu mengenai toilet training dengan peristiwa enuresis di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 45 Surabaya. Oleh karena itu, disarankan kepada para ibu guna meningkatkan pengetahuan mereka akan betapa pentingnya memberikan toilet training ke anak-anak sejak usia dini, yaitu sekitar 1-3 tahun, ketika anak sudah menunjukkan ciri-ciri siap untuk diajari toilet training.

Page 1 of 1 | Total Record : 5