cover
Contact Name
AAN SETIAWAN
Contact Email
aansetiawan@stainmajene.ac.id
Phone
+6282296334936
Journal Mail Official
jurnalelfakhru@gmail.com
Editorial Address
Jl. BLK. Kelurahan Totoli. Kelurahan Banggae. Majene. Sulawesi Barat
Location
Kab. majene,
Sulawesi barat
INDONESIA
El-Fakhru : Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam
ISSN : -     EISSN : 2828433x     DOI : https://doi.org/10.46870/elfakhru
El-Fakhru : Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam menerbitkan naskah akademik pada pengajaran Pendidikan Agama Islam dan Studi Pendidikan Islam baik dalam konteks Bahasa Indonesia maupun internasional dengan perspektif multi disiplin : khususnya dalam tradisi keilmuan Islam klasik, studi pendidikan dan ilmu sosial lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2025): el Fakhru" : 3 Documents clear
KESENJANGAN PENDIDIKAN DI INDONESIA: ANALISIS SOSIOLOGIS TERHADAP FAKTOR SOSIAL EKONOMI DAN AKSES PENDIDIKAN Diyyah, Lathifatus Sa
El-FAKHRU Vol. 4 No. 2 (2025): el Fakhru
Publisher : PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/elfakhru.v4i2.1919

Abstract

This study aims to analyze educational disparities in Indonesia from a sociological perspective, highlighting the influence of socio-economic factors, infrastructure, culture, and government policies. Educational disparity is understood as the inequality in access, quality, and learning outcomes experienced by individuals or social groups due to differences in social and economic conditions. This study employs a descriptive qualitative method with a library research approach, where data were obtained from various scientific literature sources, including journals, books, and educational policy documents. The findings indicate that economic factors are the dominant cause of educational disparities, as low-income families often struggle to meet their children’s educational needs. In addition, limited infrastructure and educational facilities in remote areas exacerbate these inequalities. Social and cultural factors also play a role, particularly in rural communities that still hold traditional views on education, especially for girls. The government has made various efforts to reduce educational disparities through programs such as the Smart Indonesia Card (KIP), the Merdeka Curriculum policy based on Ministerial Regulation No. 12 of 2024, and teacher competency improvement through the Merdeka Mengajar Platform and the Continuing Professional Development (PKB) Program. This study concludes that achieving educational equity in Indonesia requires sustained collaboration among the government, society, and educational institutions to establish a fair, inclusive, and socially just education system. Keyword: educational disparities, socio-economic factors, education policy, Merdeka Curriculum, social justice Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan pendidikan di Indonesia dari perspektif sosiologis dengan menyoroti pengaruh faktor sosial ekonomi, infrastruktur, budaya, dan kebijakan pemerintah. Kesenjangan pendidikan dipahami sebagai ketidaksetaraan akses, kualitas, dan hasil belajar yang dialami oleh individu atau kelompok masyarakat akibat perbedaan kondisi sosial dan ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), di mana data diperoleh dari berbagai sumber literatur ilmiah seperti jurnal, buku, serta dokumen kebijakan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ekonomi menjadi penyebab dominan terjadinya kesenjangan pendidikan, karena keluarga berpenghasilan rendah seringkali tidak mampu memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Selain itu, keterbatasan infrastruktur dan fasilitas pendidikan di daerah terpencil memperburuk ketimpangan tersebut. Faktor sosial dan budaya juga berpengaruh, terutama pada masyarakat pedesaan yang masih memiliki pandangan tradisional terhadap pendidikan, khususnya bagi anak perempuan. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi kesenjangan pendidikan melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP), kebijakan Kurikulum Merdeka berdasarkan Permendikbudristek No. 12 Tahun 2024, serta peningkatan kompetensi guru melalui Platform Merdeka Mengajar dan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemerataan pendidikan di Indonesia membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan untuk mewujudkan sistem pendidikan yang adil, inklusif, dan berkeadilan sosial. Kata kunci : Kesenjangan Pendidikan, Faktor Sosial Ekonomi, Kebijakan Pendidikan, Kurikulum Merdeka, Keadilan Sosial
ISLAMIC EDUCATION IN THE POST-TRUTH ERA: ROLES AND CHALLENGES OF DIGITAL LITERACY FOR GENERATION Z NUR FEBRIANA, FINTA; Khasanah, Nur
El-FAKHRU Vol. 4 No. 2 (2025): el Fakhru
Publisher : PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/elfakhru.v4i2.1930

Abstract

Perkembangan teknologi digital abad ke-21 membawa dampak besar bagi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), terutama di era post-truth ketika opini dan emosi lebih berpengaruh daripada fakta objektif. Generasi Z hidup di tengah arus informasi tanpa batas sehingga membutuhkan literasi digital yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga kritis, etis, dan reflektif (Gilster, 1997; Rheingold, 2012). Dalam Islam, literasi selaras dengan perintah iqra’ yang menekankan pemahaman realitas berdasarkan wahyu untuk melahirkan generasi berilmu dan berakhlak. Literasi digital Islami berperan membentuk karakter melalui nilai tabayyun (klarifikasi), amanah (tanggung jawab), dan hikmah (kebijaksanaan) dalam bermedia. Tantangan utama pendidikan Islam di era ini meliputi relativisme kebenaran, melemahnya otoritas keagamaan, serta minimnya integrasi literasi digital dalam kurikulum PAI. Karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran berbasis teknologi seperti Learning Management System (LMS), gamifikasi, Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), dan Artificial Intelligence (AI) yang berlandaskan nilai Islam dan prinsip adab al-‘ilm (etika pengetahuan). Dengan demikian, pendidikan Islam diharapkan mampu melahirkan generasi Z yang tidak hanya cerdas digital, tetapi juga beriman, berakhlak, dan beretika di tengah disrupsi informasi global. Kata Kunci: Pendidikan Islam, literasi digital, generasi Z, era post-truth
KHALIFAH ALI BIN ABI THALIB : KRISIS POLITIK, PENATAAN ADMINISTRASI DAN KONSTRIBUSI PENDIDIKAN DALAM PERADABAN ISLAM Muhammad Japri
El-FAKHRU Vol. 4 No. 2 (2025): el Fakhru
Publisher : PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/elfakhru.v4i2.1951

Abstract

Masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib (35-40 H) merupakan periode tersulit dalam sejarah Khulafaur Rasyidin, yang diwarnai oleh kekacauan politik dan perpecahan internal pasca terbunuhnya Khalifah Utsman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biografi, kebijakan pemerintahan, tantangan politik, serta kontribusi peradaban pada masa pemerintahan Ali. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Ali berfokus pada penegakan hukum dan pembenahan administrasi, seperti pemindahan ibu kota dari Madinah ke Kufah, penggantian gubernur yang bermasalah, dan penataan Baitul Mal. Namun, kebijakan ini memicu resistensi besar yang berujung pada perang saudara (Perang Jamal, Shiffin, dan Nahrawan). Meskipun penuh gejolak politik, era ini memberikan sumbangsih penting bagi peradaban Islam melalui peletakan dasar Ilmu Nahwu yang diprakarsai oleh Ali untuk menjaga otentisitas Al-Qur'an di tengah meluasnya wilayah Islam.

Page 1 of 1 | Total Record : 3