cover
Contact Name
M. Iqbal
Contact Email
ijoms.2022@gmail.com
Phone
+6281266936966
Journal Mail Official
ijoms.2022@gmail.com
Editorial Address
Taman Balaraja blok G 2 No.1 RT 03 RW 08 Desa Parahu Kec. Sukamulya Kab. Tangerang - Banten 15610
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences
ISSN : 29862426     EISSN : 29637635     DOI : 10.59066/ijoms
Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences is a scientific journal published by CV. Era Digital Nusantara. The papers to be published in IJoMS are research articles (quantitative or qualitative research approaches), literature studies or original ideas that are considered to contribute to scientific studies of Economics, Law, Psychology, Sociology, Government and Politics.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 212 Documents
Digital Constitutionalism Sebagai Kerangka Tata Kelola Digital Panda Bond Indonesia: Perspektif Transparansi, Akuntabilitas, dan Perlindungan Hak Konstitusional Zaenal Muttaqin
Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS) Vol. 5 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/ijoms.v5i1.2643

Abstract

Perkembangan digitalisasi keuangan publik telah mengubah tata kelola pembiayaan negara, termasuk pengelolaan instrumen Panda Bond, yang kini tidak lagi sekadar berfungsi sebagai instrumen utang, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem digital financial governance. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana konsep Digital Constitutionalism dapat menjadi kerangka normatif dalam tata kelola Panda Bond di Indonesia, serta mengkaji penerapan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan hak konstitusional dalam pengelolaan instrumen tersebut. Metode penelitian ini mengunakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan. Bahan hukum diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, serta literatur ilmiah mengenai Digital Constitutionalism, tata kelola keuangan digital, dan Panda Bond. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi seluruh siklus pengelolaan Panda Bond, mulai dari penerbitan, registrasi, penyelesaian transaksi, hingga pelaporan, menimbulkan implikasi konstitusional yang memerlukan penguatan prinsip rule of law di ruang digital. Konsep Digital Constitutionalism memberikan landasan normatif untuk memastikan bahwa tata kelola Panda Bond memenuhi prinsip transparansi, akuntabilitas, perlindungan data, partisipasi publik, dan penghormatan terhadap hak konstitusional warga negara. Penelitian ini menawarkan model Constitutional Digital Public Debt Governance sebagai konstruksi hukum baru yang mengintegrasikan prinsip-prinsip konstitusional ke dalam tata kelola digital pembiayaan negara. Model tersebut diharapkan menjadi dasar pengembangan regulasi pembiayaan negara berbasis teknologi yang adaptif, akuntabel, dan selaras dengan nilai-nilai konstitusi Indonesia.
Legal Protection of Traditional Culinary in the Development of Sustainable Gastronomy Tourism Bayu Setiawan; Mochammad Rian Ahdian Morena
Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS) Vol. 5 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/ijoms.v5i1.2661

Abstract

This research examines the legal framework governing the protection of traditional culinary heritage in the context of sustainable gastronomy tourism development in Indonesia, with the aim of proposing a comprehensive normative model that integrates intellectual property law, cultural heritage law, and sustainable tourism governance. A normative juridical methodology is employed, encompassing three complementary approaches: statutory analysis, conceptual analysis, and comparative legal analysis across four jurisdictions (Indonesia, EU, Republic of Korea, and Peru). Existing legal instruments including Law No. 28/2014 on Copyright, Law No. 20/2016 on Trademarks and Geographical Indications, Law No. 5/2017 on Cultural Advancement, the UNESCO Convention (2003), and the WIPO Treaty on Traditional Knowledge (2024) constitute foundational but incomplete protective mechanisms. Four principal legal challenges are identified: definitional ambiguity, registration barriers, enforcement deficits, and the tension between protection and accessibility. A five-pillar normative framework is proposed, encompassing legislative consolidation, institutional capacity development, enforcement strengthening, benefit-sharing mechanisms, and international diplomatic engagement, providing a policy roadmap for Indonesia to achieve world-class protection of its traditional culinary heritage.