cover
Contact Name
Gyan Prameswara
Contact Email
gyan@atim.ac.id
Phone
+6287791553221
Journal Mail Official
jtkm@atim.ac.id
Editorial Address
UPPM Politeknik ATI Makassar Gedung UPPM Politeknik ATI Makassar, Jl. Sunu No. 220, Kota Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Teknologi Kimia Mineral
ISSN : 2829923X     EISSN : 2829923X     DOI : -
Ruang lingkup jurnal ini berupa hasil penelitian, pemikiran, ide, gagasan dengan cakupan dengan lingkup sebagai berikut: Kimia Proses: -Kinetika reaksi -Katalis -Teknik reaksi kimia -Modelling dan optimasi proses -Proses kimia industri -Teknik pengolahan lingkungan -Bioproses Pengolahan Mineral: -Benefisiasi mineral -Metalurgi ekstraktif (hidrometalurgi, pirometalurgi dan elektrometalurgi) -Proses purifikasi mineral -Karakterisasi mineral -Material maju
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Forthcoming issue" : 9 Documents clear
Pengaruh Konsentrasi Batu Bara dan Zat Aditif Carboxymethyl Cellulose (CMC) terhadap Stabilitas Coal Water Fuel (CWF) berdasarkan Viskositas dan Uji Nyala Nurhikma, Nurhikma; Gala, Selfina
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Forthcoming issue
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coal Water Fuel (CWF) merupakan bahan bakar alternatif berbasis batu bara yang lebih ramah lingkungan dan efisien dibandingkan batu bara padat. Salah satu tantangan utama dalam penggunaannya adalah menjaga stabilitas suspensi, yang memengaruhi kemudahan pengaliran dan efisiensi pembakaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi batu bara sebesar 30%, 40%, dan 50% serta zat aditif Carboxymethyl Cellulose (CMC) sebanyak 0,6 gram, 0,8 gram, dan 1 gram per 100 mL terhadap kestabilan CWF berdasarkan pengujian viskositas dan uji nyala. Campuran CWF disiapkan dengan mencampurkan batu bara, air, dan CMC sesuai variasi, kemudian dilakukan pengujian viskositas untuk menilai kekentalan dan kestabilan aliran, serta uji nyala untuk mengevaluasi kemudahan pembakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi CMC berpengaruh signifikan terhadap viskositas, di mana viskositas yang terlalu tinggi dapat menghambat aliran, sementara yang terlalu rendah menyebabkan sedimentasi lebih cepat. Uji nyala menunjukkan bahwa sampel dengan stabilitas terbaik memiliki waktu terpantik tercepat. Kombinasi 40% batu bara dan 1 gram CMC menghasilkan viskositas optimal yaitu 1.093,13 cP dan waktu terpantik tercepat selama 3 detik. Temuan ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan teknologi CWF yang stabil, efisien, dan ramah lingkungan untuk aplikasi energi industri.
Pengaruh Konsentrasi Batu Bara dan Zat Aditif Carboxymethyl Cellulose (CMC) terhadap Stabilitas Coal Water Fuel (CWF) berdasarkan Sedimentasi dan Densitas Aisyah Cantika, Syafirna; Marzuki, Ismail
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Forthcoming issue
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coal Water Fuel (CWF) merupakan pemanfaatan limbah batu bara dengan mencampurkannya dengan zat aditif untuk menghasilkan sumber energi berupa bahan bakar yang ramah lingkungan. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan CWF yaitu stabilitas, yang sangat penting untuk menjaga kualitas bahan bakar selama penyimpanan dan penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi batu bara sebesar 30%, 40%, dan 50% serta variasi zat aditif Carboxymethyl Cellulose (CMC) sebanyak 0,5%, 0,7%, dan 1% terhadap kestabilan CWF berdasarkan uji sedimentasi dan densitas. Campuran CWF disiapkan dengan mencampurkan batu bara, air, dan CMC sesuai variasi, kemudian diuji menggunakan metode sedimentasi selama 8 jam dan pengukuran densitas dengan piknometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi batu bara berbanding lurus dengan kenaikan densitas. Nilai densitas optimal menurut literatur berada pada kisaran 1,05-1,15 g/mL, dan sampel yang memenuhi kriteria ini adalah B1C3, B2C1, B2C2, B2C3, dan B3C1. Uji sedimentasi memperlihatkan bahwa formulasi dengan konsentrasi batu bara lebih tinggi cenderung lebih stabil. Dari seluruh variasi, komposisi B2C2 (40% batu bara + 0,7% CMC) merupakan yang paling optimal karena densitasnya berada di tengah rentang ideal dan stabil tanpa endapan signifikan. Temuan ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan teknologi CWF yang stabil, efisien, serta ramah lingkungan, sekaligus mendukung penerapan Clean Coal Technologies (CCT) di sektor energi industri.
Analisis Laju Korosi dalam Berbagai Variasi Media: Larutan Asam Cuka, KOH, Air Laut, dan Akuades Aurellia, Chalista Balqis; Prayoga, Nayaka Sandi; Hardiansyah, Andi; Nury, Dennis Farina; Jerry, Jerry; Luthfi, Muhammad Zulfikar; Ardian, Adna Ivan; Agustina, Amelia Naomi; Putra, Muhamad Iqbal
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Forthcoming issue
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi merupakan salah satu masalah utama dalam aplikasi industri yang melibatkan material logam, termasuk seng. Penelitian ini bertujuan menganalisis laju korosi plat seng dalam empat media berbeda, yaitu asam cuka 25%, kalium hidroksida (KOH) 0,1 N, air laut, dan aquadest. Metode yang digunakan adalah kehilangan massa (weight loss method) dengan interval pengamatan 24, 48, dan 72 jam. Sampel plat seng berukuran 5 × 3 × 0,025 cm direndam dalam masing-masing media dan ditimbang untuk menghitung laju korosi. Hasil penelitian menunjukkan laju korosi tertinggi terjadi pada asam cuka sebesar 24,712 mpy, diikuti KOH 0,1 N sebesar 6,234 mpy, air laut sebesar 2,894 mpy, dan terendah pada aquadest sebesar 0 mpy. Tingginya konsentrasi ion H⁺ dalam asam cuka mempercepat reaksi oksidasi seng sehingga meningkatkan laju korosi, sedangkan KOH masih menimbulkan korosi melalui pembentukan endapan Zn(OH)₂. Ion Cl⁻ pada air laut memicu korosi lokal ringan, sementara aquadest yang bersifat netral hampir tidak menimbulkan korosi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lingkungan asam memiliki efek korosif yang lebih besar pada logam seng dibandingkan lingkungan basa maupun netral. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemilihan jenis logam yang tahan terhadap korosi dan menjadi dasar untuk mengurangi potensi korosi di industri.
Peningkatan Kualitas Minyak Dedak Padi melalui Metode Ekstraksi Berbantu Gelombang Ultrasonik dan Metode Adsorpsi Rahmawati, Riris Dian; Mustikaningrum, Mega
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Forthcoming issue
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dedak padi merupakan limbah penggilingan padi yang kaya minyak sekitar 17–22%, namun kurang dimanfaatkan dan umumnya menghasilkan kadar Free Fatty Acid (FFA) tinggi. Penelitian ini bertujuan mengekstraksi minyak dedak padi menggunakan Ultrasound-Assisted Extraction (UAE) sekaligus menurunkan FFA melalui metode adsorpsi dengan adsorben zeolit. Variabel proses yang dikaji meliputi rasio bahan:pelarut terhadap yield, suhu dan waktu ekstraksi terhadap studi kinetika dan energi aktivasi, serta massa adsorben terhadap kadar FFA. Kondisi optimum diperoleh pada rasio 1:5 dengan yield 5,85%, suhu 60 °C dan waktu 60 menit dengan yield 7,05%, serta massa adsorben 30% dari berat minyak dengan FFA akhir 1,26%. Proses mengikuti model kinetika pseudo second order (R² = 0,969) dengan konstanta laju 0,003 g/mg.menit dan energi aktivasi 8,51 kJ/mol. Metode UAE menunjukkan kelebihan berupa pelepasan minyak yang lebih cepat pada suhu rendah sehingga menekan pembentukan FFA, sedangkan adsorpsi zeolit efektif menghilangkan FFA residu melalui mekanisme pertukaran ion dan afinitas permukaan. FFA akhir memenuhi standar minyak kasar SNI 2901:2021 namun belum memenuhi standar minyak dedak padi pemurnian Codex CXS 210-1999. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi UAE–adsorpsi merupakan pendekatan yang efisien untuk meningkatkan kualitas dan nilai tambah minyak dedak padi.
Pembuatan Koagulan Alami dengan Proses Maserasi untuk Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu Robiah, Robiah; Pramito , Akbar Ismi Aziz; Junaidi , Robert
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Forthcoming issue
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair industri tahu mengandung bahan organik tinggi yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak diolah dengan baik. Proses koagulasi–flokulasi merupakan salah satu metode yang umum digunakan dalam pengolahan limbah cair, namun penggunaan koagulan kimia berpotensi menimbulkan dampak lingkungan. Oleh karena itu, biji alpukat yang mengandung senyawa tanin diteliti sebagai alternatif koagulan alami yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh waktu maserasi terhadap kandungan tanin biji alpukat serta mengkaji pengaruh jumlah koagulan alami terhadap perubahan pH, kekeruhan, Chemical Oxygen Demand (COD), dan Total Suspended Solids (TSS) pada limbah cair industri tahu. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% selama 60, 72, dan 84 jam, kemudian diaplikasikan sebagai koagulan dengan variasi volume 3–6 mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar tanin tertinggi diperoleh pada waktu maserasi 84 jam sebesar 6,373 mg/L. Penambahan koagulan alami berpengaruh terhadap penurunan nilai COD dan TSS, dengan kondisi optimum diperoleh pada penambahan koagulan 6 mL yang mampu menurunkan COD dan TSS masing-masing menjadi 221 mg/L dan 166 mg/L. Penurunan kekeruhan paling efektif diperoleh pada penambahan koagulan 3 mL dengan nilai kekeruhan sebesar 17,2 NTU, yang menunjukkan efektivitas koagulan alami biji alpukat dalam menurunkan kekeruhan limbah cair tahu dibandingkan kondisi awal. Nilai pH limbah mengalami peningkatan setelah proses koagulasi, namun belum memenuhi rentang baku mutu yang ditetapkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biji alpukat berpotensi digunakan sebagai koagulan alami dalam pengolahan limbah cair industri tahu.
Sintesis Plastik Biodegradable dari Kulit Ubi Jalar dengan Penambahan Gliserol dan TiO2 Hasanah, Euis Uswatun; Elysabeth, Tiur; Dwijayanti, Aprilana; Ramadhan, Ardian Hilal; Fatar, Rendy Chanahuda
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Forthcoming issue
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sintesis plastik biodegradable berbasis pati dari kulit ubi jalar telah berhasil dilakukan dengan memanfaatkan gliserol sebagai plasticizer dan titanium dioksida (TiO₂) sebagai penguat struktur. Kulit ubi jalar dipilih karena kandungan patinya yang tinggi, mencapai sekitar 30%, serta adanya amilosa dan protein yang berkontribusi terhadap sifat biodegradasi. Pada penelitian ini digunakan variasi konsentrasi TiO₂ sebesar 0,2; 0,4; 0,6; dan 0,8;, sedangkan konsentrasi gliserol dijaga tetap sebesar 8%. Hasil sintesis menunjukkan bahwa plastik yang dihasilkan tidak rapuh, melainkan fleksibel dan elastis berkat peran gliserol. Uji biodegradasi memperlihatkan bahwa seluruh sampel mampu terurai secara signifikan dalam 12 hari, dengan persentase kehilangan massa antara 92,5% hingga 100%. Penambahan TiO₂ terbukti memperlambat laju biodegradasi, namun meningkatkan ketahanan terhadap penyerapan air. Selain itu, Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan gliserol dan TiO2 berpengaruh terhadap karakteristik plastik yang dihasilkan. Nilai kuat tarik maksimal diperoleh sebesar 3,85 MPa, dan penurunan kelenturan  (elongation) sebesar  92,4%. Dengan demikian, kulit ubi jalar berpotensi menjadi bahan baku plastik biodegradable dengan karakteristik yang dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan aplikasi.
Adsorpsi ion Zn (II) dari Larutan Artifisial menggunakan Karbon Magnetik Berbasis Tempurung Kelapa Sugesti, Heni; Chandra, Yogi; Rahadianto, Wahyu Triaji
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Forthcoming issue
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan adsorben karbon-magnetik Fe3O4 dari limbah tempurung kelapa. Proses pembuatan adsorben melibatkan tiga langkah sistematis utama. Pertama, arang tempurung kelapa dikarbonisasi pada suhu 650°C. Kedua, aktivasi kimia menggunakan 12% H3PO4 secara efektif meningkatkan porositas dan memperluas luas permukaan material. Ketiga, sintesis komposit dilakukan melalui kopresipitasi, menghasilkan padatan komposit magnetik berwarna hitam. Karakterisasi morfologi permukaan dengan SEM menunjukkan struktur kasar dan berpori, yang mengkonfirmasi ketersediaan situs aktif yang tinggi untuk pengikatan polutan. Spektrum EDS menunjukkan keberadaan tiga unsur utama dalam material: 54,8% karbon (C), 29,3% oksigen (O), dan 15,9% besi (Fe). Pengujian kinerja dilakukan pada ion Zn(II) dengan berbagai konsentrasi awal (10, 20, dan 30 mg/L) dan waktu kontak hingga 75 menit. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kapasitas adsorpsi ion Zn(II) dan kemudahan pemisahan material menggunakan medan magnet eksternal. Hasil penelitian menunjukkan kinerja adsorpsi yang signifikan dengan efisiensi penghilangan tertinggi mencapai 90,1% pada konsentrasi awal 30 mg/L. Secara kinetik, proses adsorpsi sangat responsif pada fase awal antara 0 dan 25 menit, sebelum mencapai kesetimbangan dalam total waktu 75 menit. Kombinasi aktivasi kimia konsentrasi rendah dan penambatan magnetik ini telah terbukti menghasilkan adsorben yang tidak hanya efektif secara kuantitatif dalam menghilangkan polutan logam berat tetapi juga efisien dalam pemulihan material pasca-penggunaan.
Perbandingan Hasil Delignifikasi Jerami Padi menggunakan Natural Ternary Deep Eutectic Solvent dengan Variasi Penambahan Air Ole, Maria Assumpta Nogo; Ranggina , Dian; Pampang, Harun; Yunus, Muhammad Arham; Darajat, Zakiyah; Septiani, Mimin; Maharani , Andina Sari; Cincing, Andi Ahmad Maulana Senna; Pertiwi, Sherlina Zalfa; Bala, Dwi Ferel Imanuel
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Forthcoming issue
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jerami padi, sebagai hasil samping pertanian yang melimpah di Indonesia, memiliki potensi besar sebagai bahan baku untuk produksi energi terbarukan seperti biohidrogen dan bioetanol. Kandungan lignin dalam biomassa menghambat hidrolisis sehingga perlu dikurangi; untuk itu penelitian ini mengembangkan metode delignifikasi menggunakan Natural Ternary Deep Eutectic Solvent (NATDES) yang tersusun dari kolin klorida, asam laktat, dan asam sitrat pada rasio molar 0,1:0,6:0,3 dengan variasi penambahan air 0–20% (v/v). Perlakuan dilakukan pada rasio padatan:pelarut 1:10 (w/v) dalam reaktor pada 121 °C. Analisis FTIR pada residu padatan menunjukkan kadar lignin terendah (0,72%) pada perlakuan dengan 20% air, yang mengindikasikan bahwa penambahan air menurunkan viskositas NATDES dan meningkatkan efisiensi delignifikasi. Analisis gula pereduksi menggunakan metode dinitrosalisilat (DNS) menunjukkan bahwa kadar gula pereduksi terlarut tidak maksimal pada perlakuan 20% air akibat adanya fenolik bebas hasil degradasi lignin; oleh karena itu perlakuan pra‑analitik untuk assay DNS perlu dioptimalkan untuk menghilangkan interferensi fenolik, furfural, dan kekeruhan serta memastikan kuantifikasi gula pereduksi yang akurat. Hasil penelitian ini menunjukkan perlunya optimasi kandungan air dalam formulasi NATDES untuk meningkatkan potensi NATDES sebagai pelarut hijau untuk mendukung konversi jerami padi yang lebih bersih dan efisien.
Perbandingan Efektivitas Perlakuan Termal dan Aktivasi Asam dan Basa pada Fly Ash dalam Penyerapan Ion Cu²⁺, Pb²⁺, dan Cd²⁺ Malik, Mulki; Iryani, A. Sry
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Forthcoming issue
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perlakuan termal serta kombinasi perlakuan termal dengan aktivasi kimia asam dan basa terhadap karakteristik dan kinerja adsorpsi fly ash dalam menyerap ion Cu²⁺, Pb²⁺, dan Cd²⁺. Penelitian dilakukan secara eksperimental melalui perlakuan termal pada berbagai suhu yang diikuti aktivasi kimia pada kondisi terpilih. Karakterisasi material meliputi loss on ignition (LOI), daya adsorpsi methylene blue, dan point of zero charge (pHₚzc), sedangkan kinerja adsorpsi dievaluasi menggunakan parameter efisiensi penghilangan dan kapasitas adsorpsi. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan termal secara signifikan meningkatkan kinerja adsorpsi melalui perbaikan sifat permukaan material, dengan suhu 500 °C memberikan keseimbangan kinerja terbaik untuk sistem multi-ion. Aktivasi asam 1 M meningkatkan adsorpsi secara selektif terhadap Pb²⁺, sedangkan aktivasi basa tidak memberikan peningkatan yang berarti. Pengujian pada air lindi dan limbah industri yang ditambahkan ion logam secara terkendali menunjukkan kestabilan kinerja pada sistem yang lebih kompleks. Penelitian ini memberikan kontribusi melalui perbandingan sistematis antara perlakuan termal dan modifikasi termokimia dalam satu desain penelitian, serta menunjukkan bahwa optimasi perlakuan termal dapat menjadi strategi yang efisien dan aplikatif dalam pengembangan adsorben berbasis fly ash.

Page 1 of 1 | Total Record : 9