cover
Contact Name
Mardalius
Contact Email
mardalius18@gmail.com
Phone
+6285156829831
Journal Mail Official
padang.tekno.corp@gmail.com
Editorial Address
Jl. Rambe, Perumahan Pelita Bangsa, Blok A, No.15, Kab. Asahan, Sumatera Utara
Location
Kab. asahan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara
Published by PT. Padang Tekno Corp
ISSN : 29863805     EISSN : 29862884     DOI : https://doi.org/10.59435/jimnu
Core Subject :
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara (JIMNU) sebuah publikasi akademis yang memuat hasil penelitian dan kajian dari berbagai disiplin ilmu. Ini memungkinkan para peneliti dan akademisi untuk mempresentasikan hasil karya mereka dan mempublikasikan hasil penelitian mereka untuk dibaca oleh masyarakat akademis. Jurnal multidisiplin ini menawarkan sudut pandang yang beragam dan memberikan wawasan yang berbeda dari berbagai disiplin ilmu seperti Komputer, sosiologi, Psikologi, Manajemen, Ekonomi, Biologi, Matematika, Pendidikan, Kesehatan, Hukum, Filsafat, Pertanian dan ilmu lainnya
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 138 Documents
Rancang Bangun Sistem Informasi Surat Tugas (SITUGAS) Berbasis Web Pada Kantor Wilayah Badan Pertanahan Provinsi Jambi Ahmad Nasukha; Figo Pratama Melko; Deliya; Hayatun Nufus; Meliza Pitri; Zalma Nabilla Putri
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara (JIMNU) Vol. 4 No. 3 (2026): JIMNU - NOVEMBER
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jimnu.v4i3.728

Abstract

Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jambi masih melakukan pengelolaan surat tugas dan monitoring tugas pegawai secara manual sehingga menghambat pengelolaan data, pemantauan progres pekerjaan, dan penyampaian informasi. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun Sistem Informasi Surat Tugas (SITUGAS) berbasis web untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan surat tugas. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Pengembangan sistem menggunakan metode Prototype, sedangkan pengujian dilakukan dengan Black Box Testing menggunakan teknik Equivalence Partitioning (EP). Sistem dikembangkan menggunakan PHP dan MySQL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SITUGAS mampu mempermudah pengelolaan data surat tugas, monitoring pekerjaan, pencarian data, dan penyajian informasi secara lebih cepat, akurat, efektif, dan terintegrasi. Hasil pengujian juga menunjukkan bahwa seluruh fungsi utama sistem berjalan sesuai dengan kebutuhan pengguna. The Regional Office of the National Land Agency (BPN) of Jambi Province still manages task assignments manually, making it difficult to manage data, monitor work progress, and deliver information. This study aims to design and develop a web-based Task Assignment Information System (SITUGAS) to improve the effectiveness and efficiency of task assignment management. Data were collected through observation, interviews, documentation, and literature studies. The system was developed using the Prototype method and tested using Black Box Testing with the Equivalence Partitioning (EP) technique. The application was developed using PHP and MySQL. The results show that SITUGAS facilitates task assignment management, work monitoring, data retrieval, and information delivery in a faster, more accurate, effective, and integrated manner. The testing results also indicate that all main system functions operate according to user requirements.
Perbandingan Kematangan Karier Siswa Berdasarkan Keikutsertaan Dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Di Madrasah Aliyah Negeri Kota Serang Hafidz Maulana Syamputra; Arga Satrio Prabowo; Alfiandy Warih Handoyo
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara (JIMNU) Vol. 4 No. 3 (2026): JIMNU - NOVEMBER
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jimnu.v4i3.740

Abstract

Kematangan karier merupakan salah satu aspek penting yang perlu dimiliki peserta didik sebagai bekal dalam menentukan pilihan pendidikan lanjutan maupun pekerjaan di masa depan. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kematangan karier adalah keikutsertaan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kematangan karier antara siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dengan siswa yang tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di Madrasah Aliyah Negeri Kota Serang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode komparatif. Sampel penelitian berjumlah 404 siswa yang berasal dari MAN 1 Kota Serang dan MAN 2 Kota Serang, yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket kematangan karier yang disusun berdasarkan enam aspek kematangan karier yaitu orientasi karier, informasi dan perencanaan karier, konsistensi pilihan karier, pemantapan karakteristik diri, kemandirian dalam memilih karier, serta kebijaksanaan dalam memilih karier. Data dianalisis melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematangan karier siswa secara umum berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata sebesar 194,16. Namun demikian, hasil pengujian hipotesis menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan siswa yang tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler (Sig. = 0,347 > 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan ekstrakurikuler bukan merupakan faktor yang membedakan tingkat kematangan karier siswa. Kematangan karier diduga lebih dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti pemahaman diri, dukungan keluarga, pengalaman belajar, layanan bimbingan karier, dan akses terhadap informasi karier. Career maturity is an important aspect that students need to develop in preparing for future educational and occupational choices. One factor that is assumed to be related to career maturity is participation in extracurricular activities. This study aimed to examine the differences in career maturity between students who participated in extracurricular activities and those who did not in State Islamic Senior High Schools (Madrasah Aliyah Negeri) in Serang City. This study employed a quantitative approach using a comparative research design. The sample consisted of 404 students from MAN 1 Serang City and MAN 2 Serang City selected through stratified random sampling. Data were collected using a career maturity questionnaire six dimensions of career maturity: career orientation, career information and planning, consistency of career preferences, crystallization of self-characteristics, career independence, and wisdom in career choice. Data were analyzed using normality testing, homogeneity testing, and comparative analysis. The results indicated that students' career maturity was generally at a good level, with a mean score of 194.16. However, the hypothesis testing revealed no significant difference in career maturity between students who participated in extracurricular activities and those who did not (Sig. = 0.347 > 0.05). These findings suggest that participation in extracurricular activities is not a distinguishing factor in students' career maturity. Career maturity is likely influenced by other factors, including self-understanding, family support, learning experiences, career guidance services, and access to career information.
Perancangan Sistem Monitoring Dan Pengelolaan Barang Masuk Berbasis Web Menggunakan Metode Waterfall Pada Dinas Komunikasi Dan Informatika Provinsi Jambi Fatima Felawati; Edo Atalla Firsan; Rasyad Fadhli Al-Yusuf; Fadila Alquraini; Tria Yolanda Putri
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara (JIMNU) Vol. 4 No. 3 (2026): JIMNU - NOVEMBER
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jimnu.v4i3.745

Abstract

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi masih melaksanakan proses pencatatan dan monitoring barang masuk secara manual menggunakan dokumen administrasi dan aplikasi perkantoran sederhana, sehingga menimbulkan kendala berupa kesalahan pencatatan, keterlambatan pencarian data, dan kesulitan penyusunan laporan. Penelitian ini bertujuan merancang Sistem Monitoring dan Pengelolaan Barang Masuk Berbasis Web untuk membantu proses pencatatan, monitoring, pencarian, dan pelaporan data barang masuk secara lebih efektif. Metode pengembangan yang digunakan adalah Waterfall, meliputi analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan, dengan pemodelan menggunakan UML serta basis data MySQL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dibangun mampu mempermudah proses pencatatan barang, mempercepat pencarian data, meningkatkan akurasi penyimpanan data, serta menyederhanakan penyusunan laporan secara otomatis. The Communication and Informatics Office of Jambi Province still records and monitors incoming goods manually using administrative documents and basic office applications, resulting in recording errors, delayed data retrieval, and difficulties in report preparation. This study aims to design a Web-Based Monitoring and Management System for Incoming Goods to support recording, monitoring, searching, and reporting processes more effectively. The system was developed using the Waterfall method, covering requirements analysis, design, implementation, testing, and maintenance, modeled with UML and a MySQL database. The results show that the developed system simplifies the recording of goods, accelerates data search, improves data storage accuracy, and streamlines automatic report generation.
Analisis Perilaku Konsumen Dalam Memutuskan Pembelian Cinderamata Di Objek Wisata Ke'te Kesu' Jeticia Lolotoding; Isak Pasulu; Dwibin Kannapadang
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara (JIMNU) Vol. 4 No. 3 (2026): JIMNU - NOVEMBER
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jimnu.v4i3.767

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumen dalam keputusan pembelian cinderamata di kawasan Wisata Ke'te Kesu' Kabupaten Toraja Utara. Industri pariwisata budaya telah bertransformasi menjadi industri berbasis pengalaman yang mengedepankan nilai emosional, simbolik, dan kultural. Dalam konteks ini, pembelian cinderamata tidak hanya berfungsi sebagai barang konsumsi, tetapi juga sebagai simbol kenangan, identitas budaya, dan representasi pengalaman wisata. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap lima wisatawan sebagai informan kunci dan lima pelaku UMKM sebagai informan pendukung. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan pembelian cinderamata di kawasan Wisata Ke'te Kesu' dipengaruhi oleh empat faktor utama, yaitu faktor budaya, sosial, pribadi, dan psikologis. Faktor budaya dan psikologis merupakan faktor yang paling dominan karena wisatawan memandang cinderamata sebagai representasi budaya Toraja yang autentik dan memiliki makna simbolik. Proses keputusan pembelian berlangsung melalui lima tahapan: pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku pasca pembelian. Wisatawan melakukan pertimbangan terhadap harga, kualitas, keunikan, dan nilai budaya produk sebelum memutuskan membeli. Pengalaman wisata yang positif memberikan pengaruh terhadap kepuasan wisatawan dan mendorong niat membeli ulang serta rekomendasi kepada orang lain. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keputusan pembelian cinderamata di kawasan Wisata Ke'te Kesu' tidak hanya dipengaruhi oleh kebutuhan fungsional, tetapi juga oleh nilai budaya, pengalaman emosional, dan persepsi wisatawan terhadap keaslian produk budaya Toraja. Abstract is a brief summary of the paper to help readers quickly determine the main research problem, solutions to solving This study aims to analyze consumer behavior in purchasing decisions of souvenirs at the Ke'te Kesu' Tourism Area in North Toraja Regency. The cultural tourism industry has transformed into an experience-based industry that prioritizes emotional, symbolic, and cultural values. In this context, souvenir purchases serve not only as consumer goods but also as symbols of memories, cultural identity, and representations of tourist experiences. This research employs a qualitative descriptive approach with data collection techniques through in-depth interviews, observation, and documentation involving five tourists as key informants and five MSME actors as supporting informants. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that souvenir purchasing decisions at the Ke'te Kesu' Tourism Area are influenced by four main factors: cultural, social, personal, and psychological factors. Cultural and psychological factors are the most dominant because tourists perceive souvenirs as authentic representations of Toraja culture with symbolic meaning. The purchase decision process occurs through five stages: need recognition, information search, alternative evaluation, purchase decision, and post-purchase behavior. Tourists consider price, quality, uniqueness, and cultural value before deciding to purchase a product. Positive tourism experiences influence tourist satisfaction and encourage repeat purchase intentions and recommendations to others. This study concludes that souvenir purchasing decisions at the Ke'te Kesu' Tourism Area are not only influenced by functional needs but also by cultural values, emotional experiences, and tourists' perceptions of the authenticity of Toraja cultural products.
Strategi Promosi Dalam Mendorong Jumlah Konsumen Di Pasar Seni To'pao Kabupaten Toraja Utara Nolan Kadang; Isak Pasulu; Dwibin Kannapadang
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara (JIMNU) Vol. 4 No. 3 (2026): JIMNU - NOVEMBER
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jimnu.v4i3.768

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi Pasar Seni To'Pao yang dapat dijadikan sebagai daya tarik promosi, menganalisis hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan promosi, serta merumuskan strategi promosi yang tepat untuk mendorong peningkatan jumlah konsumen di Pasar Seni To'Pao Kabupaten Toraja Utara. Pasar seni berbasis budaya memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif daerah, namun banyak di antaranya menghadapi tantangan dalam menarik konsumen akibat promosi yang belum optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian terdiri atas empat pelaku UMKM dan empat pengunjung Pasar Seni To'Pao yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasar Seni To'Pao memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui strategi promosi, antara lain keunikan produk kerajinan khas Toraja, lokasi yang strategis di jalur utama Rantepao-Makale, identitas budaya yang kuat, serta keberadaan pelaku UMKM yang menghasilkan produk berkualitas. Namun, kegiatan promosi masih menghadapi berbagai hambatan, yaitu belum optimalnya pemanfaatan media digital, terbatasnya penyebaran informasi kepada masyarakat, berkurangnya jumlah kios yang aktif beroperasi, tingginya persaingan dengan pusat oleh-oleh lainnya, serta jumlah kunjungan yang belum stabil. Berdasarkan kondisi tersebut, strategi promosi yang direkomendasikan meliputi optimalisasi promosi digital melalui media sosial, penguatan promosi berbasis budaya Toraja, peningkatan kerja sama dengan pemerintah dan pelaku industri pariwisata, penyelenggaraan kegiatan promosi secara berkala, serta peningkatan kualitas pelayanan dan kenyamanan kawasan. Penerapan strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah konsumen sekaligus memperkuat posisi Pasar Seni To'Pao sebagai destinasi wisata belanja berbasis budaya di Kabupaten Toraja Utara. This study aims to identify the potential of To'Pao Art Market that can be utilized as a promotional attraction, analyze the obstacles encountered in implementing promotional activities, and formulate appropriate promotion strategies to increase the number of consumers at To'Pao Art Market in North Toraja Regency. Culture-based art markets have a strategic role in supporting the development of regional tourism and the creative economy, yet many face challenges in attracting consumers due to suboptimal promotion. This study employed a qualitative approach with a descriptive research design. The research informants consisted of four MSME actors and four visitors to To'Pao Art Market, who were selected using purposive sampling. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, which includes data collection, data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that To'Pao Art Market possesses considerable potential to support promotional activities, including the uniqueness of Torajan handicraft products, its strategic location on the main Rantepao-Makale route, a strong cultural identity, and the presence of local MSMEs producing high-quality products. However, promotional activities are constrained by several factors, including the limited utilization of digital media, inadequate dissemination of information to the public, the decreasing number of active kiosks, intense competition with other souvenir centers, and unstable visitor numbers. Based on these findings, the recommended promotion strategies include optimizing digital promotion through social media, strengthening culture-based promotional content highlighting Torajan heritage, enhancing collaboration with the government and tourism stakeholders, organizing promotional and cultural events on a regular basis, and improving service quality and visitor convenience. The implementation of these strategies is expected to increase the number of consumers while strengthening the position of To'Pao Art Market as a cultural shopping destination in North Toraja Regency. 
Upaya Dalam Guru Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa Inklusi Di SMP Negeri 12 Solok Selatan Jeni Oktavia; Sri Rahayu; Wibi Wijaya
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara (JIMNU) Vol. 4 No. 3 (2026): JIMNU - NOVEMBER
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jimnu.v4i3.775

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa inklusi di SMP Negeri 12 Solok Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru melakukan berbagai upaya untuk membantu siswa inklusi dalam proses pembelajaran. Upaya tersebut meliputi pemberian bimbingan dan motivasi belajar, penerapan pendekatan individual untuk membangun komunikasi yang efektif, pemberian dukungan emosional dan psikologis, pelibatan orang tua melalui konsultasi maupun kunjungan rumah, serta mendorong siswa melakukan refleksi dan menemukan strategi belajar yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Berbagai upaya tersebut dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan dengan melibatkan kerja sama antara guru mata pelajaran, guru bimbingan dan konseling, orang tua, serta teman sebaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan yang bersifat personal dan kolaboratif dapat membantu siswa inklusi lebih percaya diri, aktif dalam pembelajaran, serta memperoleh dukungan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan belajarnya. This study aims to describe teachers' efforts in overcoming the learning difficulties experienced by inclusive students at SMP Negeri 12 Solok Selatan. The research employed a qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation. The findings revealed that teachers implemented various strategies to support inclusive students in the learning process. These efforts included providing guidance and learning motivation, applying individualized approaches to establish effective communication, offering emotional and psychological support, involving parents through consultations and home visits, and encouraging students to reflect on and develop learning strategies that suit their needs. These initiatives were carried out gradually and continuously through collaboration among subject teachers, counseling teachers, parents, and peers. The study indicates that personal and collaborative approaches can help inclusive students become more confident, actively participate in classroom learning, and receive support that aligns with their individual characteristics and learning needs. Therefore, the role of teachers is essential in creating an inclusive learning environment that supports the academic and personal development of students.
Analisis Strategi Pemasaran Digital Melalui Whatsapp Business Dalam Meningkatkan Daya Saing UMKM Kripik Gadung Di Desa Arjasa Kecamatan Sukowono Jember Muhammad Hamdi; Denok Mugi Hidayanti; Neviyani
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara (JIMNU) Vol. 4 No. 3 (2026): JIMNU - NOVEMBER
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jimnu.v4i3.786

Abstract

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) keripik gadung di Desa Arjasa menghadapi tantangan serius dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran produk. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam strategi pemasaran digital melalui WhatsApp Business yang diterapkan oleh pelaku UMKM keripik gadung serta mengidentifikasi secara komprehensif faktor-faktor pendukung dan penghambat penerapannya. Pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus instrumental digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 12 informan, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap lima UMKM keripik gadung di Desa Arjasa selama periode Maret hingga Mei 2026. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran digital yang diterapkan masih bersifat dasar dan belum terstruktur secara sistematis, dengan pemanfaatan fitur WhatsApp Business yang belum optimal. Hanya dua dari lima UMKM yang menggunakan WhatsApp Business, itupun dengan pemanfaatan fitur yang terbatas pada katalog produk. Faktor pendukung utama adalah kemudahan penggunaan aplikasi, biaya yang terjangkau, dan dukungan keluarga serta komunitas. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan literasi digital, kekhawatiran akan penipuan, kendala infrastruktur internet, dan rendahnya tingkat pendidikan formal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan pendampingan dan pelatihan berkelanjutan yang disesuaikan dengan kapasitas dan karakteristik pelaku UMKM untuk mengoptimalkan penggunaan WhatsApp Business dalam meningkatkan daya saing UMKM keripik gadung. Gadung chips Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Arjasa Village face serious challenges in utilizing digital technology for product marketing. This study aims to describe in depth the digital marketing strategies through WhatsApp Business implemented by gadung chips MSMEs and to comprehensively identify the supporting and inhibiting factors of its implementation. A qualitative approach with an instrumental case study type was used in this research. Data collection was conducted through in-depth interviews with 12 informants, participant observation, and documentation of five gadung chips MSMEs in Arjasa Village during the period March to May 2026. Data analysis used the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the digital marketing strategies implemented were still basic and not systematically structured, with the utilization of WhatsApp Business features not yet optimal. Only two out of five MSMEs used WhatsApp Business, even then with limited utilization of features to product catalogs. The main supporting factors are the ease of use of the application, affordable costs, and support from family and community. Meanwhile, inhibiting factors include limited digital literacy, concerns about fraud, internet infrastructure constraints, and low levels of formal education. This study concludes that continuous assistance and training tailored to the capacity and characteristics of MSME actors are needed to optimize the use of WhatsApp Business in increasing the competitiveness of gadung chips MSMEs. 
Analisis Strategi Pengembangan Pasar Untuk Meningkatkan Kunjungan Wisata Religi Patung Yesus Buntu Burake Di Tana Toraja Karlina Karrin; Mey Enggane Limbongan; Olivia D.Y. Pompeng
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara (JIMNU) Vol. 4 No. 3 (2026): JIMNU - NOVEMBER
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jimnu.v4i3.769

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan pasar yang diterapkan dalam mengatasi stagnasi kunjungan wisatawan (di bawah 50.000 pengunjung per tahun) akibat kejenuhan pasar pada objek wisata religi Patung Yesus Buntu Burake di Tana Toraja. Industri pariwisata religi di Indonesia memiliki potensi besar, namun banyak destinasi menghadapi tantangan dalam mempertahankan dan meningkatkan jumlah kunjungan akibat persaingan yang semakin ketat dan perubahan perilaku konsumen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pengelola objek wisata (Dinas Pariwisata) dan wisatawan yang dipilih secara purposive. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan pasar saat ini masih berada pada fase transisi dan belum berjalan secara optimal. Promosi destinasi masih sangat didominasi oleh konten organik (word-of-mouth digital) yang diunggah secara sukarela oleh pengunjung melalui media sosial visual seperti TikTok dan Instagram, sedangkan iklan resmi berbayar dan kemitraan strategis dengan biro perjalanan berskala besar masih sangat minim. Selain itu, ditemukan adanya kesenjangan antara daya tarik utama objek wisata yang dinilai sangat memuaskan dengan kualitas infrastruktur layanan pendukung yang masih memerlukan standardisasi, meliputi aksesibilitas jalan, kebersihan toilet, keterbatasan tempat sampah, serta minimnya fasilitas ramah muslim (muslim-friendly) khususnya kepastian kuliner halal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pengembangan pasar memerlukan peralihan pendekatan dari promosi pasif menjadi pemasaran digital berbayar yang terstruktur, perluasan segmen pasar geografis dan demografis, serta peningkatan kualitas fasilitas operasional demi menciptakan kepuasan pengunjung yang berkelanjutan. This study aims to analyze the market development strategy implemented to overcome the stagnation of tourist visits (under 50,000 visitors per year) caused by market saturation at the religious tourism object of the Jesus Statue Buntu Burake in Tana Toraja. The religious tourism industry in Indonesia has great potential, yet many destinations face challenges in maintaining and increasing visitor numbers due to increasingly intense competition and changing consumer behavior. This research employs a qualitative descriptive approach with data collection techniques through in-depth interviews, direct observation, and documentation. Research informants consisted of tourism site managers (Tourism Office) and tourists selected purposively. Data analysis used the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the current market development strategy is still in a transitional phase and has not operated optimally. Destination promotion is still heavily dominated by organic content (digital word-of-mouth) voluntarily uploaded by visitors on visual social media platforms such as TikTok and Instagram, while official paid advertisements and strategic partnerships with large-scale travel agencies remain highly limited. Furthermore, the study identifies a gap between the core attraction, which is rated highly satisfying, and the quality of supporting service infrastructure that still requires standardization, including road accessibility, toilet cleanliness, availability of trash bins, and the lack of Muslim-friendly facilities, particularly the certainty of halal culinary options. This study concludes that the market development strategy requires shifting from a passive promotion approach to a structured paid digital marketing campaign, expanding geographical and demographic market segments, and upgrading operational facilities to create sustainable visitor satisfaction.