cover
Contact Name
Yusriadi
Contact Email
yusriadi@iainptk.ac.id
Phone
+6282155562873
Journal Mail Official
jurnalpkk@gmail.com
Editorial Address
https://e-journal.iainptk.ac.id/index.php/JPKK/about/editorialTeam
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan, Kebudayaan dan Keislaman
ISSN : -     EISSN : 29870607     DOI : https://doi.org/10.24260
Jurnal Pendidikan, Kebudayaan dan Keislaman (JPKK) adalah open akses untuk peneliti, akademisi dan praktisi. Jurnal ini menyediakan wadah untuk menerbitkan hasil penelitian atau artikel review yang berkaitan dengan bidang pengajaran, pembelajaran, pengembangan kurikulum, lingkungan belajar, pendidikan guru, teknologi pendidikan, sosial budaya, studi masyarakat dan khazanah Islam. Di bawah penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, terbit tiga kali dalam setahun, sejak Desember 2022
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2025)" : 5 Documents clear
COUNTERING RELIGIOUS RADICALISM: STRATEGIC STEPS OF THE ISLAMIC EDUCATION DEPARTMENT AT IAIN PONTIANAK Kurniawan, Syamsul
Jurnal Pendidikan, Kebudayaan dan Keislaman Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : The Institute for Research and Community Service (LP2M) of Pontianak State Institute of Islamic Studies (IAIN Pontianak)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jpkk.v4i2.4968

Abstract

This article examines the strategic steps taken by the Islamic Education Department (PAI) at IAIN Pontianak to counter religious radicalization among students. The primary focus of this study is the department’s efforts to educate students through a religious moderation-based curriculum, aimed at preventing narrow and exclusive interpretations of religion. A qualitative-descriptive approach is used in this research, combining field research methods with a systematic literature review. The study finds that the PAI department is dedicated to developing a curriculum that incorporates the values of Islamic moderation while also leveraging technology to expand students' perspectives on pluralism and multiculturalism. Education programs rooted in moderate values, such as Religious Moderation Education, play a key role in fostering tolerance and harmony among religious communities. However, the main challenge faced is the limited resources of faculty and facilities needed to support the effective implementation of this curriculum. The significance of this research lies in its contribution to discussions on Islamic education, especially in strengthening religious moderation within Islamic higher education. This article also offers a new perspective on the critical role of curriculum, faculty, and technology in addressing the challenges of radicalization, making it highly relevant for Islamic education that emphasizes inclusive values and multiculturalism. Artikel ini mengkaji langkah-langkah strategis yang dilakukan oleh Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) di IAIN Pontianak dalam menangkal radikalisasi agama di kalangan mahasiswa. Fokus utama penelitian ini adalah upaya Prodi dalam mendidik mahasiswa melalui kurikulum berbasis moderasi beragama yang bertujuan mencegah munculnya penafsiran agama yang sempit dan eksklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan memadukan metode penelitian lapangan dan telaah pustaka secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Prodi PAI berkomitmen mengembangkan kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai moderasi Islam sekaligus memanfaatkan teknologi untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai pluralisme dan multikulturalisme. Program pendidikan yang berakar pada nilai-nilai moderat, seperti Pendidikan Moderasi Beragama, berperan penting dalam menumbuhkan sikap toleransi dan harmoni antarumat beragama. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya dosen serta sarana dan prasarana yang diperlukan untuk mendukung implementasi kurikulum secara efektif. Signifikansi penelitian ini terletak pada kontribusinya terhadap diskursus pendidikan Islam, khususnya dalam memperkuat moderasi beragama di perguruan tinggi Islam. Artikel ini juga menawarkan perspektif baru mengenai peran penting kurikulum, dosen, dan teknologi dalam menghadapi tantangan radikalisasi, sehingga relevan bagi pengembangan pendidikan Islam yang menekankan nilai inklusif dan multikulturalisme.
LEBARAN SERTA DAMPAKNYA PADA KESEJAHTERAAN MENTAL DAN SOSIAL MASYARAKAT DI DESA DUNGUN LAUT JAWAI, SAMBAS Nuryati, Nuryati; Aminuzal, Ikmal
Jurnal Pendidikan, Kebudayaan dan Keislaman Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : The Institute for Research and Community Service (LP2M) of Pontianak State Institute of Islamic Studies (IAIN Pontianak)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jpkk.v4i2.3250

Abstract

Tradisi perayaan Lebaran memiliki dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan mental dan sosial masyarakat Desa Dungun Laut, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana praktik sosial, nilai kekeluargaan, serta interaksi komunitas selama perayaan Lebaran berkontribusi terhadap pembentukan kesejahteraan individu dan kolektif masyarakat. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap empat informan dengan latar sosial dan usia yang berbeda, mencakup tokoh masyarakat, ibu rumah tangga, remaja, dan anak usia sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lebaran berfungsi sebagai ruang sosial yang memperkuat ikatan kekeluargaan, solidaritas sosial, dan regulasi emosi positif, yang berdampak pada meningkatnya perasaan bahagia, rasa syukur, dan keterhubungan sosial antarwarga. Selain itu, dukungan sosial dari lingkungan keluarga dan komunitas berperan penting dalam menjaga resiliensi psikologis masyarakat pasca-Ramadan. Temuan ini memperkuat teori social integration Durkheim serta konsep resilience Masten yang menekankan pentingnya keterikatan sosial dalam membangun kesejahteraan mental. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pendidikan karakter berbasis nilai lokal dan kegiatan komunitas sebagai strategi berkelanjutan untuk menjaga kesejahteraan sosial masyarakat pedesaan. The Lebaran celebration tradition has a significant impact on the mental and social well-being of the community in Dungun Laut Village, Jawai District, Sambas Regency. This study aims to analyze how social practices, family values, and community interactions during the Lebaran festivities contribute to both individual and collective well-being. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews and observations involving four informants representing different social backgrounds and age groups, including a community leader, a housewife, an adolescent, and a school-aged child. The findings reveal that Lebaran serves as a social space that strengthens family bonds, social solidarity, and positive emotional regulation, leading to increased happiness, gratitude, and social connectedness among community members. Moreover, emotional and social support from families and the surrounding community play a crucial role in maintaining psychological resilience after the fasting month. These findings reinforce Durkheim’s (1897) social integration theory and Masten’s (2014) concept of resilience, emphasizing the importance of social attachment in fostering mental well-being. The study recommends promoting local value-based character education and community engagement programs as sustainable strategies to enhance rural social welfare.
KEBERMAKNAAN HIDUP PADA MUALAF SETELAH MELAKSANAKAN KONVERSI AGAMA DI LEMBAGA SAUDARA SEIMAN KUBU RAYA Indah, Aulia Chairunisa Yaumil; Fauziah, Fauziah; Amalia, Kiki
Jurnal Pendidikan, Kebudayaan dan Keislaman Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : The Institute for Research and Community Service (LP2M) of Pontianak State Institute of Islamic Studies (IAIN Pontianak)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jpkk.v4i2.3710

Abstract

Agama merupakan suatu sistem kepercayaan yang merujuk kepada Tuhan, dan dapat memberikan arti dan tujuan hidup. Setelah melakukan konversi agama biasanya individu akan menemukan permasalahan dalam hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mengetahui gambaran kebermaknaan hidup pada mualaf setelah melaksanakan konversi agama. (2) Mendeskripsikan perbedaan dan persamaan kebermaknaan hidup kedua informan setelah melaksanakan konversi agama. Penelitian ini adalah studi kasus, dengan dua orang informan penelitian mualaf di Lembaga Saudara Seiman, Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam (in-depth interview) dan observasi. Analisis data menggunakan coding yang kemudian dikelompokkan sesuai dengan tema-tema dari tujuan penelitian. Berdasarkan analisis, maka peneliti menyimpulkan bahwa 1) Kedua informan merupakan mualaf yang memiliki beberapa permasalahan antara lain konflik batin dan konflik eksternal, namun permasalahan tersebut perlahan-lahan dapat teratasi, dan membuat informan memiliki arti kehidupan dan tujuan hidup yang baru. 2) Ada beberapa perbedaan dari cara mencari kebermaknaan hidup. Religion is a belief system that refers to God, and can provide meaning and purpose in life. After doing religious conversion usually individuals will find problems in life. The purpose of this study was to: (1) Determine the picture of the meaningfulness of life in converts after carrying out religious conversion. (2) describe the differences and similarities in the meaning of life of the two informants after carrying out religious conversion. This study is a case study, with two research informants converts at the Institute of brothers and sisters, Kubu Raya, West Kalimantan. This study uses qualitative methods with a phenomenological approach. Data collection method is done by in-depth interview and observation. Data analysis using coding which is then grouped according to the themes of the research objectives. Based on the analysis, the researchers concluded that 1) both informants are converts who have several problems, among others, inner conflict and external conflict, but these problems can slowly be resolved, and make the informants have a new meaning of life and purpose in life. 2) There are some differences from the way of searching for the meaningfulness of life.
TRANSFORMASI MOTIVASI SANTRI: STUDI PENGARUH HUKUMAN BERBASIS PENDIDIKAN DI PONDOK PESANTREN AL-KANDIYAS Utomo, Farhan Rizqullah Satrio; Rodiah, Ita
Jurnal Pendidikan, Kebudayaan dan Keislaman Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : The Institute for Research and Community Service (LP2M) of Pontianak State Institute of Islamic Studies (IAIN Pontianak)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jpkk.v4i2.3788

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa motivasi belajar santri menjadi aspek penting dalam keberhasilan pendidikan pesantren, namun masih sedikit penelitian yang secara spesifik menelaah pengaruh hukuman berbasis pendidikan terhadap transformasi motivasi santri, khususnya di lingkungan pesantren salafiyah. Sebagian besar studi sebelumnya hanya menyoroti aspek kedisiplinan atau penerapan reward and punishment secara umum tanpa mengaitkan dengan perubahan motivasi belajar santri. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan hukuman berbasis pendidikan di Pondok Pesantren Al-Kandiyas berpengaruh terhadap transformasi motivasi santri baik secara intrinsik maupun ekstrinsik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan observasi partisipan, wawancara mendalam dengan santri, pengasuh, dan staf pengajar, serta analisis dokumen. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus analisis terhadap transformasi motivasi santri akibat penerapan hukuman edukatif dalam konteks pesantren salafiyah, serta integrasi nilai-nilai pendidikan Islam dengan teori pengkondisian operan Skinner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan hukuman berbasis pendidikan memiliki pengaruh kompleks terhadap motivasi belajar santri. Hukuman yang diterapkan secara bijaksana dan berorientasi pada pembinaan terbukti dapat meningkatkan kedisiplinan dan motivasi belajar. Namun, hukuman yang bersifat otoriter atau fisik cenderung menurunkan motivasi intrinsik dan menimbulkan efek psikologis negatif. Faktor-faktor seperti hubungan antara pengasuh dan santri, dukungan sosial dari teman sebaya, dan lingkungan pesantren juga berperan signifikan dalam mempengaruhi motivasi belajar. Kesimpulannya, penerapan hukuman di pesantren perlu dirancang secara hati-hati agar bersifat edukatif, dengan mempertimbangkan pendekatan yang lebih komprehensif dan holistik dalam upaya meningkatkan motivasi belajar dan perkembangan karakter santri. This study is motivated by the fact that students’ learning motivation is a crucial aspect of educational success in Islamic boarding schools (pesantren), yet few studies have specifically examined the influence of education-based punishment on the transformation of students’ motivation, particularly within salafiyah pesantren settings. Most previous research has focused merely on disciplinary aspects or the general application of reward and punishment, without linking them to changes in students’ learning motivation. Therefore, this study aims to analyze how the implementation of education-based punishment at Pondok Pesantren Al-Kandiyas affects the transformation of students’ intrinsic and extrinsic motivation. This research employed a qualitative approach with a case study design, involving participant observation, in-depth interviews with students, caregivers, and teachers, as well as document analysis. The novelty of this study lies in its analytical focus on the transformation of students’ motivation resulting from the implementation of educational punishment within a salafiyah pesantren context, as well as the integration of Islamic educational values with Skinner’s operant conditioning theory. The findings reveal that the application of education-based punishment has a complex influence on students’ learning motivation. Punishments that are applied wisely and oriented toward moral development are proven to enhance students’ discipline and motivation to learn. Conversely, authoritarian or physical punishments tend to reduce intrinsic motivation and cause negative psychological effects. Factors such as the relationship between caregivers and students, peer social support, and the pesantren environment also play significant roles in shaping learning motivation. In conclusion, the implementation of punishment in pesantren should be carefully designed to remain educational in nature, taking into account more comprehensive and holistic approaches to fostering students’ motivation and character development.
Peningkatan Keterampilan Menulis Akademik Melalui Workshop Penulisan Jurnal Di UIN Jurai Siwo Metro Lampung Nurhadi, Robi
Jurnal Pendidikan, Kebudayaan dan Keislaman Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : The Institute for Research and Community Service (LP2M) of Pontianak State Institute of Islamic Studies (IAIN Pontianak)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jpkk.v4i2.4843

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 5