cover
Contact Name
Sarah Wassar
Contact Email
jurnalredominate@gmail.com
Phone
+6281314842590
Journal Mail Official
jurnalredominate@gmail.com
Editorial Address
STT Kerusso Indonesia Jl. Bambu Kuning Selatan RT 003 RW 004 Bekasi 17114
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani
ISSN : -     EISSN : 27162877     DOI : https://doi.org/10.59947
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani, merupakan wadah publikasi ilmiah dari hasil penelitian Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani, serta diperuntukkan bagi semua dosen maupun peneliti, baik di lingkungan Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia maupun institusi lain yang memiliki bidang kajian yang sama. Jurnal Redominate menggunakan sistem double-blind review. Adapun yang menjadi Fokus dan Ruang Lingkup dalam Jurnal REDOMINATE adalah: 1. Teologi Biblikal 2. Teologis sistematika 3. Kepemimpinan Kirsten 4. Pelayanan Kristiani 5. Pendidikan Kristiani 6. Konseling Kristen
Articles 51 Documents
Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Membimbing Pertumbuhan Kepribadian Peserta Didik Hendro Hariyanto Siburian; Barcelina Siubelan; Marti Nuban
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5, No 2: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59947/redominate.v5i2.8

Abstract

Researchers found that 65% of Christian students at Inpres Batnun Elementary School had poor personalities. On average, these students carry out behavior and actions that do not reflect the personality of a disciple of Christ. This is because Christian religious education at SD Inpres Batnun does not have a visible role in guiding students. In this research, the author used a qualitative descriptive method. Researchers also conducted interviews with research subjects to obtain valid data. This research aims to look at the role of Christian religious education in guiding the personality growth of students at SD Inpres Batnun. The research results show that Christian religious educators at SD Inpres Batnun do not play a good role in guiding students' personality growth. The researchers developed strategies that could be carried out by Christian religious educators at SD Inpres Batnun to guide students' personality growth.  AbstrakPeneliti menemukan ada 65% peserta didik Kristen di Sekolah Dasar Inpres Batnun memiliki kepribadian kurang baik. Rata-rata peserta didik tersebut melakukan perilaku dan tindakan yang tidak mencerminkan pribadi murid Kristus. Hal ini disebabkan pendidikan agama Kristen di SD Inpres Batnun tidak nampak peranannya dalam pembimbing peserta didik. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Peneliti juga melakukan wawancara kepada subjek penelitian untuk mendapatkan data yang valid. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran pendidikan agama Kristen dalam membimbing pertumbuhan kepribadian peserta didik di SD Inpres Batnun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidik agama Kristen di SD Inpres Batnun tidak berperan baik dalam membimbing pertumbuhan kepribadian peserta didik. dan peneliti menyusun strategi yang dapat dilakukan oleh pendidik agama Kristen di SD Inpres Batnun dalam membimbing pertumbuhan kepribadian peserta didik. 
Implementasi Logis Pengenalan akan Kristus dalam Analisis Filipi 3:7-8 Paulus Kunto Baskoro; Yabes Yabes
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5, No 1: Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59947/redominate.v5i1.44

Abstract

Many are found nowadays as believers who are lukewarm or not severe and leave God. The correct introduction to the Lord Jesus is the basis of the life force of every believer. Believers do not only focus on Christian religious rituals. Every believer must discipline himself to live and know God correctly so that his life can grow spiritually and mature in Christ. The research will discuss how far the impact is on the believers whose lives know God with complete sincerity compared to believers who only ordinarily follow Jesus. The method used in this research is descriptive qualitative with a library research approach. The conclusions in this study provide an essential basis for living as a believer knowing the Lord Jesus so that it becomes a solid basis for becoming spiritually mature and can have a strong discipleship impact on other believers. AbstrakBanyak didapati pada masa sekarang ini, orang percaya yang suam-suam kuku atau tidak sungguh-sungguh dan meninggalkan Tuhan. Pengenalan kepada Tuhan Yesus dengan benar, merupakan dasar kekuatan hidup setiap orang percaya. Orang percaya bukan hanya fokus kepada ritualitas keagamawian kekristenan. Setiap orang percaya harus mendisiplin dirinya untuk hidup mengenal Tuhan dengan benar, supaya kehidupannya makin bertumbuh secara rohani dan dewasa dalam Kristus. Penelitian ini akan membahas sejauh mana dampak kehidupan orang percaya yang hidupnya mengenal Tuhan dengan penuh kesungguhan dibandingkan dengan orang percaya yang hanya mengikuti Yesus secara biasa-biasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan library research. Kesimpulan dalam penelitian ini menya-jikan dasar yang penting sebagai orang percaya untuk hidup mengenal Tuhan Yesus, sehingga menjadi dasar kuat untuk menjadi dewasa secara rohani dan bisa memberikan dampak pemuridan yang kuat kuat bagi orang percaya lainnya.  
Membangun Karakter Unggul Melalui Pendidikan Kristiani Sebagai Upaya Gereja dalam Mewujudkan Transformasi Kristiani Juni Wisna Zega
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5, No 1: Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59947/redominate.v5i1.48

Abstract

Christian education is essential and crucial in building a solid character among Christians. Because of the problems that arise and are not avoided, moral degradation continues to increase. Therefore, the church's efforts in transforming Christianity and Christian education offer a profound moral and spiritual life foundation for individuals to grow in faith and develop a personality that reflects the teachings of Christ. The purpose of this study is for Christian education to be the primary tool in shaping character, through teaching gospel values, fostering spiritual disciplines, and developing a supportive faith community. With a focus on building strong character, Christian education also plays a role in preparing individuals to serve and become agents of change in the church and society. Using a descriptive qualitative method, it can be concluded that the role of Christian education in stimulating transformation in social culture. First, the importance of understanding Christianity related to the theoretical study of character and its challenges. This is required so that the role of Christian education has the primary purpose of shaping character. So that it can actualize the wishes of the church in Christian education as an effort to transform Christianity.AbstrakPendidikan Kristen memiliki peran penting dan krusial dalam membangun karakter yang kokoh di kalangan umat Kristiani. Sebab persoalan yang muncul dan tidak dihindari kasus degradasi moral tgerus meningkat. Oleh karena itu upaya gereja dalam transformasi kekristenan, pendidikan Kristen menawarkan landasan kehidupan moral dan spiritual yang mendalam bagi individu untuk tumbuh dalam iman dan mengembangkan kepribadian yang mencerminkan ajaran Kristus. Tujuan penelitian ini adalah pendidikan Kristen menjadi alat utama dalam membentuk karakter, melalui pengajaran nilai-nilai injil, pembinaan disiplin spiritual, dan pengembangan komunitas iman yang mendukung. Dengan fokus pada pembentukan karakter yang kokoh, pendidikan Kristen juga berperan dalam mempersiapkan individu untuk melayani dan menjadi agen perubahan di dalam gereja dan masyarakat. Mengunakan metode kualitatif deskritif maka dapat disimpulkan bahwa Peran pendidikan Kristen dalam merangsang transformasi dalam masyarakat sosial. Pertama pentingnya pemahaman kekristenan terkait kajian teoritis karakter dan tantanganya. Hal ini dituntut supaya peran pendidikan kristen memiliki tujuan utama membentuk karakter. Sehingga dapat mengaktualisasi keinginan gereja dalam pendidikan kristen sebagai upaya mentranformasi kekristenan  
Bimbingan Konseling terhadap Anak yang Broken Home: Memetakan Peran dan Fungsi Strategis Pendidikan Kristiani
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5, No 2: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59947/redominate.v5i2.51

Abstract

This research aims to explain the role of Christian Religious Education teachers in implementing counseling guidance. A Christian religious education teacher has particular duties and responsibilities for student education, which is predominantly Christian. Christian Religious Education Teachers not only provide education but also build the character and spirituality of students. In the world of education, many students have different family backgrounds. Some children are born into harmonious families, and others into families that do not support a child's education. Among them is a broken home child who does not have a harmonious family, such as parents who often fight, domestic violence, and parents who choose to divorce; so many problems occur that hinder the child's education, character, and spirituality. Using descriptive qualitative methods, it can be concluded that for this reason, Christian religious education teachers can take part in counseling guidance to help broken-home students so that the student's character and spirituality can grow through individuals who rely on God.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran guru Pendidikan Agama Kristen dalam menerapkan bimbingan konseling. Seorang guru pendidikan agama Kristen memiliki tugas dan tanggung jawab khusus bagi pendidikan peserta didik terutama pendidikan Kristen. Guru Pendidikan Agama Kristen bukan hanya memberikan pendidikan tetapi juga membangun karakter dan spiritualitas peserta didik. Dalam dunia pendidikan banyak diantara peserta didik yang memiliki latar belakang keluarga yang berbeda. Sebagian anak terlahir dalam keadaan keluarga harmonis dan yang lain dalam keluarga yang tidak mendukung pendidikan seorang anak. Di antaranya seorang anak broken home yang tidak memiliki keluarga yang harmonis , seperti: orang tua yang sering bertengkar, kekerasan dalam rumah tangga, orang tua yang memilih untuk bercerai, sehingga banyak masalah-masalah yang terjadi yang berhambat pendidikan, karakter dan spiritual anak. Menggunkan metode kualitatif deskritif maka dapat disimpulkan bahwa untuk itu Guru pendidikan agama Kristen dapat mengambil bagian dalam bimbingan konseling untuk menolong peserta didik broken home sehingga karakter dan spiritualitas peserta didik dapat bertumbuh melalui pribadi yang mengandalkan Tuhan.
Black Campaign Absalom dalam Refleksi Kepemimpinan Kristen: Sebuah Kajian Teologis 2 Samuel 15: 1-12 Yohana Fajar Rahayu; Yonatan Alex Arifianto
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5, No 1: Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59947/redominate.v5i1.46

Abstract

Behavior that reasoned deceitfulness often occurs in today's leadership, using unconventional ways to rise and replace previous leadership positions. In the theological study of 2 Samuel 15: 1-12, there is a historical story about how a king's son wanted to coup his parents' leadership deceitfully, namely the black campaign. Using descriptive qualitative methods, it can be concluded that Christian leadership should answer the problem of leadership regeneration. So actions in the name of power, personal and group interests, with black campaigning behavior are not free to take advantage. Therefore, descriptive black campaigning in the frame of the Bible is a severe lesson regarding honesty and integrity of leadership, as well as being chivalrous to accept leadership calls naturally and based on the Bible. Christian leadership needs to see and study the historical story of Abslom's rebellion using the desire to rule over the kingdom with black campaign intrigue, which can be witnessed in 2 Samuel 15: 1-12. To bring out the value and essence of Christian leadership as a dedicated responsibility to be actualized. Therefore, Christian leadership reflects Absalom's leadership Against black campaigning as a theological study of equipping believers and Christian leadership to live righteously for this world.  AbstrakPerilaku yang bernalar keculasan sering terjadi dalam kepemimpinan dewasa ini, yaitu mengguna-kan cara yang tak lazim untuk naik dan mengantikan posisi kepemipinan terdahulunya. Dalam Kajian teologis 2 Samuel 15: 1-12 dinyatakan ada kisah historis bagaimana seorang anak raja yang ingin mengkudeta kepemimpinan orang tuanya dengan cara yang culas yaitu black campaign. Meng-gunakan metode kualitatif deskritif maka dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan Kristen seha-rusnya menjadi jawaban bagi persoalan regenerasi kepemimpinan. Supaya tindakan yang menga-tasnamakan kekuasaan baik kepentingan pribadi maupun golongan dengan tindakan prilaku black campaign tidak leluasa mengambil keuntungan. Oleh karena itu deskritif black campaign dalam bingkai Alkitab menjadi pembelajaran yang serius terkait kejujuran dan integritas kepemimpinan bersikap kesatria untuk menerima panggilan kepemimpinan secara natural dan berdasarkan Alki-tab. Kepemimpinan Kristen perlu melihat dan mempelajari historis kisah pemberontakan Absalom mengunakan keinginan menguasai kerajaan dengan intrik black campaign yang dapat disaksikan dalam 2 Samuel 15: 1-12. Sehingga memunculkan nilai dan hakikat kepemimpinan Kristen, sebagai tanggung jawab yang berdedikasi untuk diaktualisasikan. Oleh karena itu kepemipinan Kristen dari reflektif kepemimpinan Absalom terhadap black campaign sebagai sebuah kajian teologis memper-lengkapi orang percaya dan kepemimpinan Kristen untuk bersikap hidup benar bagi dunia ini.  
Studi Aplikatif tentang Kerendahan Hati dan Keteladanan Hamba Kristus pada Anggota Komsel Pradana, di GBI Stairway From Heaven, Bandung: Sebuah Refleksi atas Matius 11:29 Andri Budiman
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3, No 1: Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59947/redominate.v3i1.45

Abstract

 With humility and example, servants of Christ will further build faith, provide a positive impact through exemplary repentance, both spiritually and morally, and further provide growth in faith, accompanied by examples for cell group members. Applying humility and the example of a servant of Christ can positively impact the cell group members where they are, both in society, the church, and the environment. That is why humility and the example of a servant of Christ are absolute things for every true believer, and this is a critical topic to discuss and apply. The research method used is a descriptive qualitative research method. From the research results, it was found that the application of humility and the example of servants of Christ is nothing new. Since the Old Testament, humility and being an example of a servant of God have been emphasized. In the New Testament, the Lord Jesus Christ, the Son of God and who became the Son of Man, always gives teaching, testimony, calls, and shows learning to His disciples with humility and a dignified example. In general, humility and the example of Christ can have a positive and more substantial impact than words alone. The authority and power of a servant of Christ who has humility and example is very relevant for the members of the cell group they teach or lead. AbstrakDengan kerendahan hati dan keteladanan hamba kristus akan lebih membangun iman, memberikan dampak positif melalui keteladanan dalam pertobatan, baik secara rohani maupun secara etika moral dan selanjutnya memberikan pertumbuhan iman yang disertai keteladanan bagi anggota kelompok sel. Penerapan kerendahan hati dan keteladana hamba kristus ini dapat membawa dampak yang positif bagi anggota kelompok sel dimana mereka berada, baik di kalangan masyarakat, gereja dan lingkungan. Itulah sebabnya, kerendahan hati dan keteladana hamba kristus menjadi hal yang mutlak bagi setiap orang percaya sejati dan hal ini menjadi topik yang sangat penting untuk dibahas dan diterapkan. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa penerapan kerendahan hati dan keteladanan hamba kristus, sebenarnya bukan hal yang baru. Dari masa Perjanjian Lama sudah ditekankan untuk memiliki kerendahan hati dan keteladanan sebagai hamba Allah. Dalam Perjanjian Baru, Tuhan Yesus Kristus yang adalah anak Allah dan yang menjadi Anak manusia selalu memberikan pengajaran, kesaksian dan memanggil serta menunjukan pembelajaran kepada murid-muridNya dengan penuh kerendahan hati dan keteladanan yang penuh wibawa. Pada umumnya kerendahan hati dan keteladanan bahwa kristus dapat membawa dampak yang positf dan lebih kuat dari pada perkataan semata. Wibawa dan kuasa sebagai hamba Kristus yang memiliki kerendahan hati dan keteladanan sangatlah berkaitan bagi angota kelompok sel yang diajar atau dipimpinya.  
Prinsip Ketuhanan yang Maha Esa dalam Refleksi Teologi Kristen Fendhy Ongko
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5, No 2: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59947/redominate.v5i2.63

Abstract

Kehidupan manusia pada umumnya mencari Sang pencipta, Maka timbul bermacam-macam agama di muka bumi ini, dalam usaha manusia untuk mencari Allah. Trinitas dianggap ada tiga Allah, Bapa, Anak, dan Roh kudus. Ketiga hal inilah dilihatnya, dibaca, direnungkan ada tiga pribadi yang dipercayai. Dalam teologi Kristen Allah itu pada hakikatnya satu atau Esa dan di dalamnya ada tiga pribadi yang satu kesatuan tidak dapat dipisahkan istilah tiga tetap satu, Istilah ini sulit dipahami, karena bukan matematika tiga tetap tiga. Karena ini hal kemaha kuasaan Allah yang Esa. Dalam kekristenan tentang trinitas ini tidak menjadi pokok pembahasan sehingga sulit bagi orang Kristen untuk hidup dalam trinitas dan banyak yang tidak bisa mengaplikasikan dalam kehidupan ini. Padahal penting untuk mencapai tujuan Allah dalam manusia. Masalah pengertian trinitas ini sulit dipahami dalam pikiran manusia, karena Allah Esa mempunyai fungsi yang berbeda dalam sebutan, pada hakikatnya tetap satu kesatuan. Dalam tiga pribadi tetap satu kesatuan Allah yang Esa. Tujuan jurnal ini, karena Allah Esa penting untuk dimengerti dalam kekristenan tentang trinitas, dan dapat diaplikasikan setiap umat Kristen, supaya dapat diketahui melalui Alkitab yang merupakan pewahyuan Tuhan sebagai panduan menjalani kekristenan Tentang trinitas. Alkitab mengajarkan bahwa Tuhan disebut Allah. Allah Mahakuasa. Alkitab juga mengungkapkan beragam nama sapaan-Nya. Tuhan disebut Elohim artinya Allah Pencipta yang disebut juga Allah Bapa.
Hidup dan Pelayanan Yesus Sebagai Landasan Pendidikan Kristiani Sarah Wassar
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5, No 1: Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59947/redominate.v5i1.49

Abstract

Christian education lessons are held at home, church, and school. The importance of Christian education can be seen in the life and ministry of Jesus Christ while he was on earth. The Bible is the basis of Christian education, which guides believers to know the person, life, and ministry of Jesus as a reality for the foundation of Christian education so that Christians can carry out the task of the great commission of the Lord Jesus, (Matt. 28: 19-20) namely to make disciples of all nations and teach them to do everything that the Lord Jesus commanded. This research was conducted using qualitative methods, namely library or literature study in the form of theological analysis as a basis for conducting biblical Christian education learning. AbstrakPembelajaran pendidikan kristiani diadakan di rumah, gereja dan sekolah. Pentingnya pendidikan kristiani terlihat dalam hidup dan pelayanan Yesus Kristus selamam Ia berada di bumi. Alkitab sebagai dasar Pendidikan kristiani yang menuntun orang percaya untuk mengenal pribadi, hidup dan pelayanan Yesus sebagai realita bagi landasan pendidikan kristiani, sehingga orang Kristen dapat melakukan tugas amanat agung Tuhan Yesus, (Mat. 28: 19-20)  yaitu untuk menjadikan segala bangsa murid dan ajarlah mereka untuk melakukan segala sesuatu yang Tuhan Yesus perintahkan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif yaitu studi pustaka atau literatur dalam bentuk analisis teologi sebagai dasar dalam melakukan pembelajaran pendidikan kristiani yang alkitabiah.  
Disiplin Membaca Alkitab dan Berdoa bagi Pertumbuhan Rohani Remaja: Studi pada Remaja di gereja Kristen Sulawesi Barat Bukit Zion, Mamuju Maya YM
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5, No 1: Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59947/redominate.v5i1.54

Abstract

The church has a vital role in building the spiritual life of every congregation member. This includes teenagers, for whom it is essential to receive attention and be educated in their faith to grow in the true knowledge of Jesus Christ and live in harmony with God's Word. Adolescence is a crucial period of growth in finding self-identity, so spiritual life must be a concern. They must be educated through the habit of reading the Bible and in an atmosphere of prayer so that they live in the corridors that the Bible teaches and are not easily swayed by the currents of the world, which can drag them away from God. So, this research aims to determine the extent of the influence of discipline in reading the Bible and praying on the spiritual growth of teenagers. The method used in this research is quantitative. After conducting research at GKSB Bukit Sion Mamuju involving 36 teenagers from GKSB Bukit Sion Mamuju to find out the influence of the discipline of reading the Bible and praying on the spiritual growth of GKSB Bukit Sion Mamuju teenagers, it was concluded that reading God's Word and praying had a significant influence on the spiritual development of GKSB Bukit Sion Mamuju. AbstrakGereja memiliki peran yang sangat penting dalam bangun kehidupan rohani setiap warga jemaat Tidak terkecuali anak-anak remaja yang sangat penting mendapat perhatian untuk dididik imannya agar bertumbuh dalam pengenalan yang benar pada Yesus Kristus dan hidup selaras dengan Firman Tuhan. Masa remaja adalah masa-masa yang krusial s ebagai masa pertumbuhan untuk mencari identitas diri maka kehidupan spiritualitas harus menjadi perhatian. Mereka harus dididik melalui kebiasaan membaca Alkitab dan dalam suasana doa agar hidup pada koridor yang Alkitab ajarkan dan mereka tidak mudah terombang ambing oleh arus dunia yang dapat menyeret mereka jauh dari Tuhan. Maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh disiplin dalam membaca Alkitab dan berdoa terhadap pertumbuhan rohani para remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kuantitatif. Setelah dilakukan penelitian di GKSB Bukit Sion Mamuju dengan melibatkan 36 orang remaja GKSB Bukit Sion Mamuju untuk mengetahui pengaruh disiplin Membaca Alkitab dan berdoa terhadap pertumbuhan rohani remaja GKSB Bukit Sion Mamuju maka disimpulkan bahwa membaca Firman Tuhan dan berdoa sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan rohani remaja GKSB Bukit Sion Mamuju.  
Membangun Minat Belajar Anak Usia Dini melalui Penggunaan Media Digital: Sebuah Refleksi Spiritualitas Pendidikan Kristiani
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5, No 2: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59947/redominate.v5i2.64

Abstract

This article reviews the importance of Christian Education being taught to children as early as possible to improve children's faith education so that children have genuine and good faith in God. Introducing Christian education from an early age to students will increase students' spiritual potential. 21st-century education is characterized by the use of technology in learning as a requirement of the industrial era 4.0. Rapid and increasingly sophisticated technological advances have significantly changed human life in various fields. This research aims to identify the challenges and efforts experienced by Christian education in the digital era in instilling Christian teaching values in early childhood. This research uses the type of Library Research. The efforts made by Christian education in schools are to align education with current developments through technology-based learning media.  AbstrakArtikel ini mengulas tentang pentingnya Pendidikan Agama Kristen (PAK) diajarkan kepada anak sedini mungkin dengan tujuan untuk meningkatkan pendidikan iman anak, agar anak memiliki iman yang benar dan baik kepada Tuhan. Dengan mengenalkan pendidikan agama sejak dini kepa-da peserta didik akan meningkatkan potensi spiritual peserta didik. Pendidikan abad 21 ditandai dengan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran sebagai tuntutan era industry 4.0.  Kemajuan teknologi yang begitu cepat dan semakin canggih membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia di berbagai bidang. Tujuan penelitian ini yakni mengenali tantangan dan upaya yang dialami oleh pendidikan agama Kristen di era digital, dalam menanamkan nilai-nilai pengajaran Kristen pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan jenis atau pendekatan penelitian Studi Kepustakaan (Library Research). Upaya yang dilakukan PAK di sekolah adalah menyelaraskan pendidikan dengan perkembangan zaman melalui media pembelajaran berbasis teknologi.