Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani, merupakan wadah publikasi ilmiah dari hasil penelitian Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani, serta diperuntukkan bagi semua dosen maupun peneliti, baik di lingkungan Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia maupun institusi lain yang memiliki bidang kajian yang sama. Jurnal Redominate menggunakan sistem double-blind review. Adapun yang menjadi Fokus dan Ruang Lingkup dalam Jurnal REDOMINATE adalah: 1. Teologi Biblikal 2. Teologis sistematika 3. Kepemimpinan Kirsten 4. Pelayanan Kristiani 5. Pendidikan Kristiani 6. Konseling Kristen
Articles
51 Documents
Mandat Ilahi dalam Hukum Kasih Menurut Matius 22:39
Samuel Elkana
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 4, No 2: Desember 2022
Publisher : REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
God's command to obtain eternal life is by doing the law of love. The mandate to love God and neighbor was given to mankind. Sometimes humans fail to carry out the divine mandate regarding the law of love because of a lack of understanding of the law of love. This research explains comprehensively and theologically by using qualitative methods, namely literature studies.AbstrakPerintah Tuhan untuk memperoleh hidup yang kekal yaitu dengan melakukan hukum kasih. Mandat mengasihi Allah dan sesasma diberikan kepada umat manusia. Terkadang manusia gagal dalam melakukan mandat ilahi tentang hukum kasih karena kurangnya pemahaman tentang hukum kasih. Dalam penelitian ini menjelaskan secara konprehensif dan teologis dengan menggunakan metode kualitatif yaitu studi Pustaka atau literatur.
Peranan Guru Sekolah Minggu dalam Membangun Budaya Membaca dan Menulis
Ferry Yefferson Tulle
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3, No 2: Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59947/redominate.v3i2.30
Reading and writing is the first commandment that was revealed by God to humans, It is an encouragement to mankind to read meaningful books and books of life about successful characters both in the Bible and who are currently the owners of Science (written on natural events) through reading here's gonna be know. Living in an oral culture from year to year, unable to manage a reading and writing culture. It should be realized that making a personal library at home. Has the house held many books of knowledge for children? Children who are students and students, because books are knowledge that must be added to in order to get clear water of knowledge. The tradition of reading which has now been widely practiced in the world of formal education should also be cultivated wherever and whenever. Make books a good friend, at church at school or wherever we are. every month the money is set aside to buy books to save for children, so that children do not bother when children study at school, smart children answer questions from teachers at school can excel through reading, reading and writing. AbstrakMembaca dan menulis adalah perintah pertama yang diwahyukan Tuhan kepada manusia, Merupakan anjuran kepada umat manusia untuk membaca buku – buku bermakna dan buku kehidupan tentang tokoh yang telah sukses baik dalam Alkitab maupun yang pada saat ini sang pemilik Ilmu-tertulis pada kejadian alam) lewat membaca inilah akan menjadi tahu. Hidup dalam budaya lisan dari tahun ke tahun, tidak mampu mengelola budaya membaca dan menulis. Perlu disadari bahwa membuat perpustakaan pribadi dirumah. Sudahkah rumah itu menyimpang banyak buku pengetahuan bagi anak – anak? Anak yang berstatus pelajar dan mahasiswa, sebab buku adalah ilmu yang harus terus ditimbah agar mendapatkan air jernih pengetahuan. Tradisi membaca yang kini telah banyak dilakukan di dunia pendidikan formal kiranya membaca buku juga harus dibudayakan dimanapun dan kapan. Jadikan buku sebagai teman yang baik, di gereja di sekolah atau dimana kita berada. setiap bulan dapat uang itu disisikan untuk beli buku menyimpan buat anak – anak, supaya anak – anak tidak repot saat anak – anak belajar di sekolah, anak – anak pintar menjawab pertanyaan dari guru di sekolah dapat berprestasi lewat baca membaca dan tulis menulis.
Teologi Injili di Era Postmodernisme
Agustina Pasang
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 2, No 2: Desember 2020
Publisher : REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The spirit of the Postmodern era is marked by progress in all areas of human life, both technology, science as well as in philosophy, theology and religion. Particulary in the world of theology, the influence of Postmodernism has had a devastating effect on the lives of both believers and the church. This article is a literature review using a reference book that contains discussion of theology, evangelicalism and the Postmodern era by applying descriptive methods. In conclusion, a healthy and consistent theology is a theology that is centered on God and its orientation is from God by God and for God as Paul says in Romans 11:36. Abstrak Semangat era Postmodernisme ditandai dengan adanya kemajuan di segala bidang kehidupan manusia, baik teknologi, ilmu pengetahuan, juga dalam filsafat, teologi dan agama. Secara khusus dalam dunia teologi, pengaruh pemikiran Postmodernisme membawa dampak yang sangat buruk dalam kehidupan orang percaya maupun gereja. Artikel ini merupakan kajian literatur atau kajian pustaka dengan menggunakan buku-buku referensi yang memuat bahasan mengenai teologi, injili, era postmodernisme dengan menerapkan metode deskriptif. Kesimpulannya, Teologi yang sehat dan konsisten adalah teologi yang berpusat pada Allah dan orientasinya adalah dari allah Oleh Allah dan untuk Allah seperti yang dikatakan Paulus dalam Roma 11:36 Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya.
Pendidikan Kristen dalam Keberhasilan Moral Kerohanian Anak di Keluarga
Debora Pandanan;
Rahmat Kristiono
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3, No 2: Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59947/redominate.v3i2.1
Moral education is the basic values and character needed in every aspect of a child's life, especially within the child's family environment. Parents play a significant role in the spiritual growth of each of their children in everyday life. Knowledge of Christian spiritual education for children is essential because even in the Bible, God commands humans to teach the word of God, especially to children. Using a descriptive qualitative method, this research discusses and concludes that parents should wholeheartedly support their children so that their spiritual life grows daily because the spiritual growth that a child will experience is very dependent on Christian education in the family. Second, a parental example to children is one factor that plays a vital role in Christian Religious Education. AbstrakPendidikan moral adalah nilai dan karakter dasar yang dibutuhkan di dalam setiap aspek kehidupan seorang anak, terutama di dalam lingkungan keluarga anak itu sendiri. Orang tua memegang peranan utama dalam hal pertumbuhan kerohanian setiap anak-anaknya dalam kehidupan setiap hari. Pengetahuan tentang pendidikan rohani Kristen bagi anak sangatlah penting, karena dalam Alkitab pun, Allah memberikan perintah terhadap manusia untuk mengajarkan firman Tuhan terutama kepada anak-anak. Menggunakan metode kualitatif deskritif penelitian ini membahas dan menyimpulkan bahwa orang tuanya seharusnya mendukung anak-anak dengan sepenuh hati sehingga kehidupan kerohanian anak semakin hari, semakin bertumbuh. Sebab pertumbuhan kerohanian yang akan dialami oleh seorang anak sangat bergantung kepada pendidikan Kristen di dalam keluarga. Kedua, keteladanan orang tua kepada anak-anak merupakan salah satu faktor yang sangat berperan penting dalam Pendidikan Agama Kristen.
Meningkatkan Pertumbuhan Gereja Melalui Penerapan Strategi Peperangan Rohani
Ferry Setiawan Budi
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 1 (2019): Desember 2019
Publisher : REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Topik Peperangan Rohani ini telah berulang kali dibahas dalam pertemuan-pertemuan Kegerakan Lausanne, suatu kegerakan Injili yang dipelopori oleh Billy Graham, John Stott dkk. Dampaknya terhadap keberhasilan penginjilan, telah dapat diterima oleh kalangan injili. Walaupun demikian, salah satu subtopiknya yaitu Peperangan Rohani di Tingkat Strategis menghadapi roh-roh penguasa wilayah masih mendapat perdebatan. Thesis ini mengkaji Peperangan Rohani Tingkat Strategis secara alkitabiah, bagaimana melakukannya misalnya melalui doa syafaat dan pemetaan rohani; apa saja dampaknya serta seberapa erat kaitannya terhadap pertumbuhan salah satu gereja injili di DKI Jakarta. Penelitian dilakukan secara kualitatif secara studi kasus Ex-Post Facto, terhadap Gereja Jemaat Kristen Indonesia Hananeel.
Peranan Warga Gereja dalam Pertumbuhan Gereja
Pujiwati Pujiwati
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 4, No 1: Juni 2022
Publisher : REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The church is not only an organization but also an organism so that the church must grow both in quality and quantity. The church is not only managed by church leaders but all church members have responsibilities that God has given according to their respective gifts or talents for their spiritual growth and church growth. Church members play an important role in the growth of the church. This is a divine mandate that God celebrates for church members. In this study, the author uses a qualitative method, namely a literature study to describe the role of church members in church growth. By using literature review, the author formulates a useful and useful research. AbstrakGereja bukan saja suatu organisasi tetapi juga merupakan suatu organisme sehingga gereja harus bertumbuh secara kualitas dan kuantitas. Gereja bukan saja dikelolah oleh pemimpin gereja tetapi semua warga gereja mempunyai tanggung jawab yang Tuhan berikan sesuai dengan karunia atau talenta masing-masing untuk pertumbuhan rohaninya dan pertumbuhan gereja. Warga gereja memegang peranan penting bagi pertumbuhan gereja. Inilah mandat Ilahi yang Tuhan perayakan bagi warga gereja. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif yaitu studi literatur untuk mendeskripsikan peranan warga gereja dalam pertumbuhan gereja. Dengan menggunakan kajian pustaka, penulis merumuskan suatu penelitian yang bermanfaat dan berguna.
Relasi Pemberitaan Injil dengan Eskatologi menurut Matius 24:14
Indriati T jipto Purnomo
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3, No 1: Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59947/redominate.v3i1.23
Eschatology is a branch of Theology, focusing on what will happen in the last days of the world and human history, studying into a season that will take place in the future, that is a reality that the history of the world and all the human beings would finally reach a consumed end. This is actually a process that is progressing toward a-by-God-appointed-end. God with all His understanding has decided and determined since eternity. Speaking of the endtimes means the hope of those who believe, because at that time the glorious coming of Christ shall be fulfilled and the established Kingdom of God will be marked with the judgment seat for the living and the dead. In the beginning of Jesus’ministry He proclaimed repentance and the Kingdom of God (Matthew 4:17). Mark explained at the start of his ministry, John was imprisoned, Jesus appeared and proclaimed the Gospel, about ther Kingdom of God. He said: “The time is fulfilled, and the Kingdom of God is at hand; repent and believe in the Gospel.” (Mark 1:14-15) The purpose of proclaiming the Gospel is for those who hear it will repent and believe in the Gospel. Jesus clearly showed there is a relevance between sharing the Gospel and eschatology. Abstrak Eskatologi merupakan salah satu cabang ilmu teologi yang membahas tentang peristiwa-peristiwa terakhir dalam sejarah dunia dan manusia, mempelajari tentang suatu masa yang akan terjadi dimasa yang akan datang yaitu suatu kenyataan bahwa sejarah dunia beserta dengan segenap umat manusia akhirnya akan mencapai suatu titik konsumasi . Proses ini adalah proses sejarah yang sesungguhnya yang bergerak menuju suatu akhir yang telah ditentukan Tuhan. Allah dengan keputusan kebijaksanaan-Nya telah menentukan dan diputuskan oleh Allah sejak kekal. Berbicara tentang akhir zaman berarti berbicara tentang pengharapan orang percaya, karena pada waktu itu kedatangan Kristus yang dipenuhi dengan kemuliaan-Nya dan hadirnya Kerajaan Allah yang ditandai dengan adanya penghakiman bagi orang yang hidup dan yang mati. Pada awal pelayanan Yesus, Ia memberitakan tentang pertobatan dan Kerajaan Allah (Mat 4:17). Markus menjelaskan permulaan pelayanan Yesus ketika Yohanes Pembaptis ditangkap. Yesus tampil dan memberitakan Injil Allah tentang kerajaan Allah, kata-Nya waktunya “sudah genap, Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil” (Mrk 1:14-15); Pemberitaan Injil bertujuan agar orang yang mendengar pemberitaan tersebut bertobat dan percaya kepada Injil. Yesus menunjukkan bahwa adanya relasi antara pemberitaan Injil dengan Eskatologi.
Berkhotbah Untuk Transformasi: Kunci Kontekstualisasi Pesan Khotbah dalam Realitas Kehidupan Modern
Silvanoes Semuel Kaligis
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3, No 2: Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59947/redominate.v3i2.7
This research elucidates the importance of sermon contextualization, audience understanding, and sermon goal clarification in preaching in modern churches. Through a comprehensive literature review and in-depth analysis of various literary sources, this study identifies the principles and best practices in sermon contextualization to make it relevant to congregants' daily lives. Additionally, it highlights the crucial role of audience understanding in determining the effectiveness of sermons and the urgency of setting clear goals to ensure the conveyed message has a positive impact. The practical implications of these findings emphasize the need for developing skills in understanding the audience and the courage to articulate messages that prompt positive change. Furthermore, recommendations for future research include further investigation into effective sermon contextualization methods and their influence on spiritual transformation in society. AbstrakPenelitian ini menjelaskan pentingnya kontekstualisasi khotbah, pemahaman audiens, dan klarifikasi tujuan dalam praktik berkhotbah di gereja modern. Melalui tinjauan pustaka yang komprehensif dan analisis mendalam terhadap berbagai sumber literatur, penelitian ini mengidentifikasi prinsip-prinsip dan praktik-praktik terbaik dalam kontekstualisasi khotbah agar relevan dengan kehidupan sehari-hari jemaat. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti peran penting pemahaman audiens dalam menentukan efektivitas khotbah, serta urgensi dalam menetapkan tujuan yang jelas untuk memas-tikan pesan yang disampaikan memiliki dampak yang positif. Implikasi praktis dari temuan ini menekankan perlunya pengembangan keterampilan dalam memahami audiens dan keberanian untuk menyuarakan pesan yang memicu perubahan positif. Selain itu, saran untuk penelitian masa depan mencakup penelitian lebih lanjut tentang metode-metode kontekstualisasi khotbah yang efektif dan pengaruhnya terhadap perubahan spiritual dalam masyarakat. \
Strategi Pembelajaran Guru Sekolah Minggu dalam Menghadapi Anak yang Pasif
Boni Boni;
Yonatan Alex Arifianto;
Reni Triposa
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5, No 2: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59947/redominate.v5i2.53
Sunday school teachers must be an example for every child. Sunday school teachers must also be able to provide exciting teachings and involve children in learning so that passive children can participate in learning. Using descriptive qualitative methods, this research can be concluded that. Teachers in Sunday schools can create effective teaching methods that involve children in teaching, such as the question-and-answer method, to encourage children to be active in the learning process, enabling them to be enthusiastic in the teaching process. Sunday school is essential in teaching, helping, and encouraging children to understand what the Bible provides as the right way to live in Christ. Children can shape their attitudes, behavior, and character by following God's commands through the Word of God, taught by parents and Sunday school teachers in the Christian faith. AbstrakGuru sekolah Minggu harus menjadi contoh untuk setiap anak juga harus bisa memberikan pengajaran yang menarik anak dalam pembelajaran. agar anak yang pasif bisa ikut serta dalam pembelajaran. Metode kualitatif dan deskritif untuk penelitian ini dapat disimpulkan bahwa. Guru di sekolah Minggu dapat menciptakan metode pendekatan yang efektif di sekolah Minggu yang melibatkan anak-anak dalam pendekatan seperti metode pengajaran tanya jawab untuk mendorong anak aktif dalam proses belajar yang mendorong mereka untuk semangat dalam proses pengajaran. Sekolah Minggu adalah peran penting dalam mengajar dan mendorong anak-anak untuk memahami Alkitab yang berikan sebagai cara hidup yang tepat di dalam Kristus.
Tatapan Bijak: Mengembangkan Pemahaman terhadap Prinsip Kasih dalam Menyikapi “Toxic Relationship” di Kalangan Kaum Muda
Fany Sondakh
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3, No 2: Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59947/redominate.v3i2.27
This research explores the role of the principle of love in addressing toxic relationships and friendships among young adults. Using a mixed-methods approach combining textual analysis and interviews, we investigated vital concepts related to the principle of love, toxic relationships, and strategies for addressing these issues. Through data analysis, we found that applying the principle of love can help young adults repair or end harmful relationships and friendships wisely and empathetically. These findings have practical implications for developing youth service programs and interventions to support young people's mental and emotional well-being in interpersonal relationships. AbstrakPenelitian ini mengeksplorasi peran prinsip kasih dalam mengatasi hubungan dan pertemanan toksik di kalangan kaum muda. Dengan menggunakan metode kualitatif deskrtif dengan pendekatan campuran yang menggabungkan analisis teks dan wawancara, kami menyelidiki konsep-konsep kunci terkait prinsip kasih, hubungan toksik, dan strategi untuk mengatasi masalah tersebut. Melalui analisis data, kami menemukan bahwa penerapan prinsip kasih dapat membantu kaum muda memperbaiki atau mengakhiri hubungan dan pertemanan yang merugikan secara bijaksana dan penuh pengertian. Temuan ini memiliki implikasi praktis dalam pengembangan program pelayanan dan intervensi untuk mendukung kesejahteraan mental dan emosional kaum muda dalam hubungan interpersonal.