cover
Contact Name
Sri Suryanti
Contact Email
agroista@instiperjogja.ac.id
Phone
+6285292612011
Journal Mail Official
agroista@instiperjogja.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agroteknologi Gedung Sawit Jl. Nangka II, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Agroista: Jurnal Agroteknologi
ISSN : 25973835     EISSN : 26847019     DOI : https://doi.org/10.55180/agi
AGROISTA : Journal of Agrotechnology Research is scientific periodical publication on agricultural issue as a media for information dissemination of research result for lecturers, researchers and practitioners. The coverage includes but is not restricted to: Plantation productivity Plant breeding and genetics Plant Physiology Pests and diseases, weeds in plantations Plant protection Sustainable agriculture Organic agriculture Conservation of plantation land Soil and fertility Plantation Management CSR of plantation companies
Articles 157 Documents
EFEKTIVITAS Bacillus thuringiensis Berliner dan Sipermetrin SERTA CAMPURAN KEDUANYA DALAM MENGENDALIKAN Tirathaba di PERKEBUNAN KELAPA SAWIT Diki Setiadi; Samsuri Tarmadja; Fariha Wilisiani
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 5 No. 1 (2021): MEI
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.713 KB) | DOI: 10.55180/agi.v5i1.129

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas aplikasi insektisida berbahan aktif Sipermetrin dan B. thuringiensis serta mengetahui efektivitas aplikasi insektisida campuran berbahan aktif Sipermetrin + B. thuringiensis dalam mengendalikan serangan Tirathaba di perkebunan kelapa sawit. Penelitian dilakukan di PT. Bumipalma lestari persada (BPLP), perkebunan Bumi Sentosa Estate (BSNE), Kecamatan Enok, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Penelitian dilakukan selama 2 bulan, yaitu dari bulan februari 2021 sampai dengan April 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak lengkap (RAL) 1 faktor dengan enam perlakuan dan empat kali ulangan, masing-masing perlakuan insektisida tersebut yaitu, (1. Sipermetrin 2 ml/liter air), (2. B. thuringiensis 2 gr/liter air), (3. Sipermetrin 1 ml/liter air+B. thuringiensis 1 gr/liter air), (4. Sipermetrin 1.5 ml/liter air+B. thuringiensis 0,5 gr/liter air), (5. Sipermetrin 0.5 ml/liter air+B. thuringiensis 1.5 gr/liter air), (6. Kontrol/disemprot menggunakan air). Pengamatan dilakukan dengan metode skoring yang dilakukan mulai dari minggu ke 0 sampai minggu ke 8 setelah aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan insektisida campuran berbahan aktif Sipermetrin 0.5 ml/liter air+B. thuringiensis 1.5 gr/liter air, merupakan perlakuan terbaik untuk mengendalikan serangan Tirathaba. Data hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan insektisida berbahan aktif B. thuringiensis, sama efektifnya dengan aplikasi insektisida berbahan aktif Sipermetrin, sehingga B. thuringiensis dapat digunakan sebagai alternatif lain pengendalian Tirathaba karena lebih ramah lingkungan.
ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS TANAMAN CENGKEH DI BEBERAPA KECAMATAN DI KABUPATEN TRENGGALEK Duta Mangku; Erick Firmansyah; Yohana Theresia Maria Astuti
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 4 No. 1 (2020): MEI
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.387 KB) | DOI: 10.55180/agi.v4i1.142

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui faktor biotik, faktor abiotik dan faktor managemen yang mempengaruhi produktivitas tanaman cengkeh serta untuk mengetahui pengaruh masing-masing faktor biotik, faktor abiotik dan faktor managemen terhadap produktivitas tanaman cengkeh, telah dilaksanakan pada bulan Desember 2019 di 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Munjungan, Kecamatan Panggul dan Kecamatan Pule. Kabupaten Trenggalek Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini merupakan kegiatan survey berdasarkan judul yang akan di teliti. Pengamatan dilakukan untuk memperoleh data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara dengan petani dengan menggunakan quisioner. Data sekunder adalah data yang sudah tercatat pada dinas terkait berupa data-data produksi dan data pendukung lain seperti, data curah hujan dan iklim 5 tahun terakir, data produksi cengkeh selama 5 tahun terakir, luas areal tanam cengkeh 5 tahun terakir, peta wilayah, monografi desa dan kecamatan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis regresi linier berganda yang di formulasikan sebagai berikut, Yi = β0 + β1X1 + β2X2 + E, Dimana: Y = Produktifitas Cengkeh, X1 = Luas Lahan (Ha), X2 = Curah hujan, E = error. Hasil penelitian Produktivitas tanaman cengkeh dipengaruhi faktor biotik berupa hama penyakit tanaman, dan faktor abiotik berupa luas lahan. Factor biotik berupa hama penyakit tanaman secara langsung menyerang tanaman hingga tanaman mati, sedangkan faktor abiotik berupa luas lahan menyebutkan semakin luas lahan maka semakin rendah produktivitas tanamam cengkeh atau sebaliknya. Kata kunci : produktivitas tanaman cengkeh, faktor biotik dan abiotik.
PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS HIBRIDA TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum) Effendi Deyas Fransiska Wardana; Titin Setyorini; Tantri Swandari
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 5 No. 1 (2021): MEI
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.78 KB) | DOI: 10.55180/agi.v5i1.148

Abstract

Penelitian dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh macam varietas hibrida tanaman tomat telah dilakukan di Kebun Pendidikan dan Penelitian (KP2) Instiper Yogyakarta di Desa Wedomarani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Yogyakarta pada bulan Maret hingga Mei 2020. Rancangan penelitian menggunakan percobaan satu faktor yaitu macam varietas yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan macam varietas terdiri dari 3 aras yaitu V1 (Tymoti F1), V2 (Fortuna F1), V3 (Sinta F1). Data kuantitatif yang diperoleh dari pengamatan dianalisis menggunakan sidik ragam dan apabila terdapat beda nyata, maka dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan dengan α 5%. Data kualitatif bentuk buah disajikan dalam bentuk gambar atau foto yang disertai dengan deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tiga macam varietas tomat berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomay terutama pada parameter jumlah bunga, jumlah buah dan bentuk buah. Varietas Sinta memberikan hasil paling baik pada parameter jumlah bunga dan jumlah buah meskipun tidak berbeda nyata dengan varietas Tymoti. Bentuk buah dari ketiga varietas menunjukkan sedikit perbedaan pada bagian ujung buah.
UJI EFEKTIVITAS BEBERAPA SUMBER DOLOMIT TERHADAP PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN KUALITAS JAGUNG MANIS Dicky Saputra; Erick Firmansyah
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 5 No. 1 (2021): MEI
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.434 KB) | DOI: 10.55180/agi.v5i1.149

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai sumber dolomit dan Dosis pupuk dolomit terhadap tanaman jagung manis telah dilakukan di Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mulai bulan desember 2020 hingga februari 2021. Metode percobaan yang digunakan adalah rancangan faktorial yang terdiri dari dua faktor yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor pertama adalah berbagai sumber dolomit dari 3 aras Kapur pertanian kebo mas, Kapur dolomit super dan Kapur Petro-cas. Faktor kedua adalah dosis pupuk dolomit terdiri dari 3 aras, yaitu 10 g, 20 g, dan 400 g. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisis of Variance (sidik ragam) pada jenjang nyata 5%. Apabila ada perbedaan nyata pengujian dilanjutkan dengan menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) dengan jenjang nyata 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada interaksi nyata antara sumber dolomit dan dosis pupuk dolomit terhadap pertumbuhan jagung manis.
EFEKTIFITAS PENEMPATAN FEROTRAP UNTUK PENGENDALIAN HAMA KUMBANG TANDUK (Oryctes rhinoceros) PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT Wendy Vesco Sinaga; Idum Satia Santi
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 5 No. 1 (2021): MEI
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (948.292 KB) | DOI: 10.55180/agi.v5i1.150

Abstract

Pengendalian hama Oryctes rhinoceros terpadu merupakan pengendalian hama yang terbaik dalam waktu yang cepat, dapat mengurangi tingginya populasi Oryctes rhinoceros pada perkebunan kelapa sawit. Ferotrap dijadikan sebagai alternatif dalam mengendalikan tingginya serangan hama Oryctes rhinoceros, karna memiliki berbagai kelebihan pada saat pengaplikasian mengendalikan secara biologi, pengurangan dalam menggunakan insektisida, oleh karna itu teknologi dan strategi pengaplikasian feromon trap akan lebih baik dikemudian hari. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui efektifitas penempatan ferotrep yang efektif untuk pengendalian hama kumbang tandung (Oryctes rhinoceros) pada perkebunan kelapa sawit..Penelitian dilaksanakan di Perkebunan Kelapa Sawit Sinarmas, Sungai Kupang Estate, Kecamatan Sangking Baru, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan yaitu pada tanggal 1 maret sampai 30 april 2021, penelitian ini menggunakan metode percobaan dengan rancangan acak kelompok lengkap terdiri dari 2 faktor yang disusun secara rancangan acak kelompok lengkap (Randomized Completely Blok Design), Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa peletakan ferotrap antar 20 baris dengan jarak 30 m dari collection road ke dalam blok merupakan perlakuan yang paling efektif dalam menangkap kumbang tanduk (oryctes rhinoceros).
SIFAT SIFAT TANAH PADA LAHAN BEKAS TAMBANG PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KELAPA SAWIT TBM Yoga Wahyu Mahdani; Sri Manu Rohmiyati; Y.Th. Maria Astuti
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 5 No. 1 (2021): MEI
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.574 KB) | DOI: 10.55180/agi.v5i1.168

Abstract

Penelitian dengan tujuan untuk mengetahui keragaan pertumbuhan tanaman kelapa sawit belum menghasilkan (TBM) II pada lahan bekas tambang batubara telah dilakukan di Perkebunan Kelapa Sawit Tanah Laut Esate yang terletak di Desa Bukit Mulia, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan dan Perkebunan Sungai Kupang Estate Kecamatan Kelumpang Selatan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan pada bulan Maret sampai April 2021. Penelitian ini menggunakan metode suvey agronomi dengan tujuan untuk mengumpulkan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari 3 blok tanah bekas tambang dan 3 blok tanah mineral asli. Pada setiap blok terdapat 30 sampel tanaman yang setiap 10 sampel tanaman sebagai 1 ulangan, sehingga pada setiap jenis tanah terdapat 9 ulangan. Data pengukuran dianalisis menggunakan SPSS serta uji t independent test pada jenjang 5% untuk mengetahui dua varian populasi identik atau tidak. Analisis sifat-sifat fisik dan kimia tanah berupa kadar lengas, pH, BV, BJ, dan kandungan bahan organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tanah mineral bekas tambang memberikan pengaruh yang lebih rendah terhadap panjang pelepah, diameter batang, dan jumlah pelepah dibanding tanah mineral asli, sedangkan terhadap tinggi tanaman, jumlah daun per pelepah, lebar tajuk, lebar petiole dan tebal petiole berpenagruh sama. Tanah mineral bekas tambang mempunyai sifat-sifat fisik dan sifat kimia terpilih yang hampir sama, yaitu BV, BJ, porositas tanah, kadar lengas dan pH(H2O), kecuali kandungan bahan organik lebih rendah dibandingkan tanah mineral asli. Aplikasi tandan kosong sebagai mulsa dan pupuk organik serta penanaman LCC yang belum menutup sempurna pada areal lahan bekas tambang belum dapat memulihkan kondisi lahan sepenuhnya seperti semula.
PENGARUH KETEBALAN MULSA ORGANIK DAN JUMLAH BIBIT/LUBANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI RAWIT Dias Ayu Laras Septi; Wiwin Dyah Ully Parwati; Sri Manu Rochmiyati
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 4 No. 1 (2020): MEI
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.266 KB) | DOI: 10.55180/agi.v4i1.169

Abstract

Penelitian dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh ketebalan mulsa organik dan jumlah bibit/lubang serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit telah dilaksanakan pada bulan Maret-Juli 2019 di Desa Maguwoharjo, Depok, Sleman, D.I. Yogyakarta dengan ketinggian tempat 118 mdpl. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode percobaan faktorial yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) atau CRD (Completely Randomized Design) yang terdiri atas dua faktor. Faktor pertama adalah ketebalan mulsa organik yang terdiri dari 3 aras yaitu tanpa mulsa, mulsa 2 cm dan mulsa 5 cm. Faktor kedua adalah jumlah bibit/lubang yang terdiri dari 3 aras yaitu 1 bibit, 2 bibit dan 3 bibit. Data dianalisis dengan sidik ragam pada pada jenjang nyata 5%. Apabila perbedaan nyata pengujian dilanjutkan dengan menggunakan uji jarak berganda Duncan (DMRT) dengan jenjang nyata 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketebalan mulsa organik dan jumlah bibit/lubang tidak berinteraksi nyata terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit. Pemberian mulsa organik memberikan pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit. Perlakuan 1 bibit memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit. Kata kunci : Cabai rawit, jumlah bibit/lubang, mulsa organik
KAJIAN SERANGGA PENGUNJUNG BUNGA Antigonon leptopus DIPERKEBUNAN KELAPA SAWIT Dwi Kusuma Fardani; Idum Satia Santi; Samsuri Tarmadja
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 4 No. 1 (2020): MEI
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.981 KB) | DOI: 10.55180/agi.v4i1.170

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keanekaragaman serangga pengunjung bunga Antigonon leptopus pada siklus waktu yang berbeda dan mendapatkan gambaran mengenai hubungan serangga pengunjung Antigonon leptopus dan fungsinya. Penelitian dilakukan di PT. Indoturba Tengah, kec. Pangkalan banteng, Kab. Kotawaringin Barat, Prov. Kalimantan Tengah, Indonesia. Waktu penelitian ini dilakukan pada blok Delta 9, dan blok Eko 8 pada Tanggal 8 - 21 Mei 2019.Metode yang digunakan yaitu metode Scan sampling yaitu mencatat data secara langsung setiap serangga pada waktu yang telah ditentukan. Serangga diidentifikasi menggunakan kunci determinasi, serangga yang sudah di identifikasi selanjutnya dikelompokkan berdasarkan tipe vegetasi dan dihitung keragamannya menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (Krebs, 1988). Hasil penelitian menunjukan pada pengunjung bunga Antigonaon leptopus lebih banyak pada pagi hari dengan angka indeks terbanyak di siang hari sebanyak 40%, dan dominan oleh ordo Diptera 83%. Kata Kunci: Bunga Antigonon Leptopus, Serangga Pengunjung Bunga Antigonon, Scan Sampling
REKAYASA IKLIM MIKRO DALAM PRODUKSI BAHAN TANAM TANAMAN PORANG (Amorphophallus muelleri) Pandhu Adhil Bahtiar; Erick Firmansyah; Dian Pratama Putra
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 4 No. 1 (2020): MEI
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.278 KB) | DOI: 10.55180/agi.v4i1.171

Abstract

Penelitian dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh macam naungan dan ukuran umbi katak terhadap pertumbuhan bibit porang, telah dilakukan di Kebun Pendidikan dan Penelitian (KP2) Instiper Yogyakarta pada bulan Agustus hingga Oktober 2020 di Desa Wedomarani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Metode percobaan yang digunakan adalah rancangan faktorial yang terdiri dari dua faktor yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor pertama adalah macam naungan yang terdiri dari empat macam yaitu : tanpa naungan, plastik dengan paranet 55%, plastik dengan paranet 75% dan plastik. Faktor kedua adalah ukuran umbi katak yang terdiri dari 3 aras yaitu ukuran kecil (<5 g), sedang (6 g - 15 g) dan besar (>16 g). Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisis of Variance (sidik ragam) pada jenjang nyata 5%. Apabila ada perbedaan nyata pengujian dilanjutkan dengan menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) dengan jenjang nyata 5%. Untuk membandingkan antara perlakuan dengan kontrol dilakukan uji kontras orthogonal. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada interaksi nyata anatara macam naungan dan ukuran umbi katak terhadap pertumbuhan bibit porang. Macam naungan plastik dengan paranet 75% memberikan pengaruh paling baik terhadap pertumbuhan bibit poran. Sedangkan ukuran umbi katak sedang memberikan rata-rata hasil terbaik dari parameter pertumbuhan berat segar, tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, lama bertunas dan jumlah tunas. Kata kunci: Porang, Umbi katak, Pembibitan, Iklim mikro
ANALISIS PERAN PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN PADA KELOMPOK TANI PADI SAWAH DI KECAMATAN KOTA BANGUN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA KALIMANTAN TIMUR Septia Purnama Sari; Herry Wirianata; Agatha Ayiek Sih Sayekti
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 4 No. 1 (2020): MEI
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.543 KB) | DOI: 10.55180/agi.v4i1.176

Abstract

Berkurangnya tenaga penyuluh di lapangan menyebabkan kesenjangan inovasi petani terhadap perubahan informasi yang cepat dan menurunnya efektivitas kegiatan penyuluhan. Akibatnya petani tidak berdaya dalam menghadapi perubahan di lingkungannya sendiri terutama berkenaan dengan usaha tani, sehingga peran penyuluh masih dibutuhkan kehadirannya oleh petani untuk mengatasi hal tersebut. penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui peran penyuluh pertanian lapangan dan untuk mengetahui hambatan penyuluh dalam melakukan penyuluhan pada kelompok tani padi sawah di Kecamatan Kota Bangun Kabupaten Kutai Kartanegara. Metode penelitian yang akan digunakan adalah metode deskriptif, metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran penyuluh pertanian pada kelompok tani padi sawah di Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dikategorikan sudah berperan dalam menjalankan tugasnya sebagai fasilitator, motivator, edukator, komunikator.Terdapat 2 hambatan yang dihadapi oleh penyuluh pertanian dalam melakukan penyuluhan pada kelompok tani padi sawah, yaitu : masalah teknis dan masalah ekonomi. Kata kunci: Penyuluh Pertanian Lapangan, Kelompok Tani, Padi Sawah

Page 8 of 16 | Total Record : 157