cover
Contact Name
Sri Suryanti
Contact Email
agroista@instiperjogja.ac.id
Phone
+6285292612011
Journal Mail Official
agroista@instiperjogja.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agroteknologi Gedung Sawit Jl. Nangka II, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Agroista: Jurnal Agroteknologi
ISSN : 25973835     EISSN : 26847019     DOI : https://doi.org/10.55180/agi
AGROISTA : Journal of Agrotechnology Research is scientific periodical publication on agricultural issue as a media for information dissemination of research result for lecturers, researchers and practitioners. The coverage includes but is not restricted to: Plantation productivity Plant breeding and genetics Plant Physiology Pests and diseases, weeds in plantations Plant protection Sustainable agriculture Organic agriculture Conservation of plantation land Soil and fertility Plantation Management CSR of plantation companies
Articles 157 Documents
PENGARUH PUPUK NPK DAN PUPUK SILIKA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DI PEMBIBITAN UTAMA Chronika Maria Vombora Sitorus; Titin Setyorini; Sri Suryanti
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 5 No. 2 (2021): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.936 KB) | DOI: 10.55180/agi.v5i2.104

Abstract

Pengaruh cekaman kekeringan akibat perubahan iklim memerlukan suatu upaya untuk menjaga ketahanan tanaman dengan cara pemberian pupuk silika (Si) yang dikombinasikan dengan pupuk NPK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk NPK dan pupuk silika terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2019 sampai dengan Mei 2020, bertempat di desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta dan Laboratorium Sentral, Institut Pertanian Stiper, Yogyakarta. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (Completely Randomized Design). Faktor pertama adalah pupuk NPK (16-16-16) yang terdiri dari tiga aras yaitu, tanpa pupuk NPK, pupuk NPK (2,5 g/bibit), pupuk NPK (5 g/bibit). Faktor kedua adalah pupuk silika (SiO2) yang terdiri dari empat aras yaitu, tanpa pupuk silika, pupuk silika 5% (10 ml/bibit), dan pupuk silika 10% (20 ml/bibit), pupuk silika 15% (30 ml/bibit). Setiap perlakuan dilakukan 5 kali ulangan sehingga jumlah bibit kelapa sawit keseluruhan adalah 60 bibit. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan metode Analysis of Variance (Anova) pada jenjang nyata 5% dan untuk mengetahui beda nyata antar perlakuan diuji dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada jenjang nyata 5%. Hasil penelitian menunjukan tidak adanya interaksi nyata antara pupuk NPK dan pupuk silika terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit. Pemberian pupuk NPK dengan berbagai dosis dan pupuk silika dengan berbagai konsentrasi memberikan pengaruh yang sama terhadap seluruh parameter yang diamati, akan tetapi dosis 2,5 g/bibit dan konsentrasi 10% memberikan nilai rata-rata tertinggi hampir di semua parameter pengamatan. Kata kunci: Bibit kelapa sawit, pembibitan utama, pupuk NPK, dan pupuk silika
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DI PRE NURSERY TERHADAP KOMPOSISI BAHAN ORGANIK DAN KONSENTRASI PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA Ety Rosa Setyawati; Gilang Witjaksono
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 5 No. 2 (2021): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.215 KB) | DOI: 10.55180/agi.v5i2.105

Abstract

The objective of this study was to know the effect of plant growth promoting rhizobacteria on organic matter different dosages. This study was conducted in Educational and Research Garden of Instiper at Kalikuning Village, Depok Residence, Sleman, Yogyakarta Province, Indonesia. This study was started at June 18th 2020 until January 2nd 2021. Completely Randomized Design (CRD) was used in this two factorials experiment. The first factor was Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) on 4 levels, those were 0 (control), 5 , 10 and 15 ml/l. The second factor was regusol and organic matter composition. Those were regusol and organic matter composition (1:0), (1:1), and (1:2). Anova was used to analyze if there were any significantly different and then to be continued with Duncan Multiple Range Test at 5 % level. The results of this study showed there were interaction significantly between PGPR consentration with organic matter composition on crown wet weight and crown dry weight. The most efficient was found on 9 ml/l PGPR and 1:1 composition of regusol and organic matter. Key words : pgpr, organic matter, oil palm seedling
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS TERHADAP MANAJEMEN TRANSPORTASI DARI TPH KE PKS Ibnu Azhar Putra; Betti Yuniasih; Hangger Gahara Mawandha
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 5 No. 2 (2021): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.436 KB) | DOI: 10.55180/agi.v5i2.106

Abstract

This study aims to create a transportation management database, create a participatory map of the harvest path from the TPH to Mill and create a transportation management model in palm oil plantations. The study was conducted at PT. Langkat Nusantara Kepong (LNK) Tanjung Beringin Estate, Hinai District, Langkat Regency, North Sumatra. This research was conducted in May - June 2019. This research was conducted by direct measurement in the field and navigation analysis. Direct measurements in the field are done by calculating the distance from TPH to Mill, calculating the average speed of trucks when carrying FFB to Mill, calculating truck time from TPH to Mill. To measure the distance done using GPS Garmin then data from GPS is entered and analyzed with the ArcGIS program. Navigation analysis is carried out using Network Analysis in ArcGIS, where the work of Network Analysis will find the most effective and efficient way. Roads in Tanjung Beringin Gardens are distinguished by their functions as HW (Highway), MR (Main Road), CR (Collection Road) and BR (Boundrest Road). Map of the FFB transportation path from TPH to Mill via the CR line which then passes the MR, and passes the HW that corresponds to the truck lane. The results of research conducted by direct measurement in the field of FFB to Mill are already effective and efficient compared to navigation analysis. Keywords: Navigation Analysis, GIS, TPH, harvest transportation, palm oil
PENGARUH MEDIA TANAM DAN LIMBAH TAHU TERHADAP PERTUMBUHAN KELAPA SAWIT Pre -Nursery Ni Made Titiaryanti; Pauliz Budi Hastuti; Riki Afif Nugroho
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 5 No. 2 (2021): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.564 KB) | DOI: 10.55180/agi.v5i2.107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery terhadap pemberian media tanam (tanah pasiran, tanah lempungan, tanah pasiran + lempungan) dan limbah tahu sebagai bahan organik. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanian milik masyarakat di Jalan Karangsari, Werdomartani, Depok, Sleman, Yogyakarta pada bulan Maret sampai Juni 2020. Penelitian ini menggunakan metode percobaan pola faktorial yang disusun dalam Rancangan Ancak Lengkap (RAL) terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah media tanam terdiri dari 3 macam yaitu : Pasiran, Lempungan, Pasiran + Lempungan. Sedangkan faktor kedua adalah Limbah Tahu terdiri dari 3 macam yaitu: Limbah Tahu padat, Limbah Tahu, NPK + Urea kontrol. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan sidik ragam (Anova) pada jenjang nyata 5%. Apabila terdapat berpengaruh nyata, dilanjutkan dengan uji DMRT pada jenjang nyata 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terjadi kombinasi antara media tanam dan limbah tahu terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery. Media tanam memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit dengan media tanam pasiran+lempungan menghasilkan bibit yang terbaik. Limbah tahu tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit. Kata kunci : Kelapa sawit, Pre Nursery, media tanam, limbah tahu
APLIKASI JAMUR MIKORIZA ARBUSKULAR DAN PUPUK ANORGANIK PENGARUHNYA PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS Pauliz Budi Hastuti; Neny Andayani; Muhammad Shabri Sidiq
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 5 No. 2 (2021): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.791 KB) | DOI: 10.55180/agi.v5i2.108

Abstract

This study aims to determine the effect of the dose of arbuscular mycorrhiza fungi (AM) and the administration of inorganic fertilizers on the growth and yield of sweet corn. This research was conducted in Kota Bangun Village, Tapung Hilir, Kampar, Riau in June to August 2020. The experimental design used was a completely randomized design consisting of two factors and four replications. The first factor was the dose of AM fungi consisting of 4 levels, namely 0 g / plant, 10 g / plant, 15 g / plant, 20 g / plant. The second factor was the administration of inorganic fertilizer consisting of 4 levels, namely (6 g NPK + 4 g urea)/plant, (4.5 g NPK + 3 urea)/plant, (3 g NPK + 2 g urea)/plant, (1.5 g NPK + 1 g urea)/plant. The observations were analyzed using Analysis Of Variance (ANOVA) at a level of 5%, a significantly different among treatment in further tests with Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at a level of 5%. The results showed that there was no good combination the dose of AM fungi and inorganic fertilizers on the growth and yield of sweet corn crops. The dose of AM fungi 10 g / plant gives a better influence on diameter of stem and the percentage of AM infection, inorganic fertilizer administration dose (6 g NPK + 4 g urea) produces the best cob weight. Keywords: Sweet Corn, Mycorrhiza Arbuscular, Inorganic Fertilizer
RESPON PEMBUNGAAN TURNERA SUBULATA TERHADAP INTENSITAS PENYINARAN DAN MACAM PUPUK P Umi Kusumastuti Rusmarini; Lilik Eko Mardiyanto
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 5 No. 2 (2021): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.415 KB) | DOI: 10.55180/agi.v5i2.109

Abstract

Turnera subulata is a benefit plant for oil palm, the flower is habitat for enemy of oil palm insect. This study aims to know the response of Turnera subulata flowering on light intensity and different kinds of phosphor fertilizers. The research was conducted in STIPER Agricultural Institute Yogyakarta. The research used split plot design as experimental method with two factors. The first factor is light intensity which is consisted of 3 levels: 54,9 fc; 20,4 fc; and 9,8 fc. The second factor is the type of phosphor fertilizers: TSP, SP36, Gandasil B, and Control. The results are analysed with Variance and Duncan’s Multiple Range Test, 5% significance. The research showed that there is interaction effect between light intensity and phosphor fertilizer which is resulted in the amount of flower and flower age of Turnera subulata. Application of 54,9 fc light intensity combined with Gandasil B fertilizers give the best response for the amount, age, and also growth of Turnera subulata. Keywords: Turnera subulata, light intensity, Gandasil B, TSP, SP36
PENGARUH PENAMBAHAN SURFAKTAN PADA HERBISIDA GLIFOSAT UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS DALAM PENGENDALIAN GULMA DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT Abdil Amirul Isnan Siregar; Abdul Mu’in; Hangger Gahara Mawandha
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 5 No. 1 (2021): MEI
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.408 KB) | DOI: 10.55180/agi.v5i1.113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara konsentrasi herbisida glifosat dengan konsentrasi surfaktan dan pengaruhnya dalam mengendalikan gulma di perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Agro Karya Prima Lestari, Perkebunan Kuayan yang terletak di Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian ini dilakukan pada bulan September sampai November 2020. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang terdiri dari 2 faktor, disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan setiap perlakuan diulang tiga kali, faktor pertama adalah konsentrasi herbisida glifosat, yang terdiri atas empat aras, yaitu 2,72 g/liter air (G1), 2,04 g/liter air (G2), 1,36 g/liter air (G3), dan 0,68 g/liter air (G4). Faktor kedua adalah konsentrasi surfaktan A-134, yang terdiri atas tiga aras, yaitu 0% (K1), 1% (K2), dan 2% (K3) dalam 1 liter air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi nyata antara konsentrasi glifosat dengan konsentrasi surfaktan A-134, hanya pada pengamatan tingkat kerusakan gulma minggu kedua setelah aplikasi. Penambahan surfaktan A-134 pada herbisida glifosat dengan konsentrasi rendah menyebabkan kerusakan gulma secara nyata sama dengan konsentrasi yang lebih tinggi. Peningkatan penambahan surfaktan A-134 menyebabkan daya kerja herbisida glifosat pada berbagai konsentrasi semakin meningkat, sehingga menyebabkan kerusakan gulma yang semakin besar.
EFEKTIFITAS ORYNET TRAP TERHADAP HASIL TANGKAPAN KUMBANG TANDUK PADA TANAMAN KELAPA SAWIT BELUM MENGHASILKAN Idum Satia Santi; Elizabeth Nanik Kristalisasi; Kelvin Rajh Singh
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 5 No. 2 (2021): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.276 KB) | DOI: 10.55180/agi.v5i2.120

Abstract

Oryctes rhinoceros (Coleoptera: Scarabidae) atau dikenal sebagai kumbang tanduk merupakan hama yang cukup penting di perkebunan kelapa sawit, terutama bila menyerang tanaman belum menghasilkan. Penelitian bertujuan untuk mengkaji keefektifan orynet trap terhadap hasil tangkapan kumbang tanduk, serta pengaruhnya terhadap intensitas kerusakan. Penelitian dilaksanakan dengan membandingkan perangkap feromon + jaring (Orynet trap) dengan feromon+insektisida polidor. Hasil penelitian menunjukkan jumlah O. rhinoceros yang tertangkap pada perlakuan feromon+perangkap jaring (orynet trap) lebih banyak daripada feromon+insektisida polidor. Tidak terjadi penambahan intensitas kerusakan tanaman setelah perlakuan feromon+jaring (Orynet trap), sebaliknya intensitas kerusakan tanaman meningkat sebesar 11,9 – 18,8% pada perlakuan feromon+insektisida polydor. Diharapkan, penelitian ini akan bermanfaat sebagai salah satu alternatif untuk pengendalian O. rhinoceros di perkebunan kelapa sawit. Kata kunci : Kelapa Sawit, O. rhinoceros, Orynet Trap
HUBUNGAN TATA KELOLA AIR PADA LAHAN GAMBUT DENGAN PRODUKTIVITAS KELAPA SAWIT DI PT. UNI PRIMACOM, DESA BARUNANG MIRI, KECAMATAN PARENGGEAN, KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH Enny Rahayu; Muhammad Anditia Basith; Dian Pratama Putra
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 5 No. 2 (2021): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.88 KB) | DOI: 10.55180/agi.v5i2.121

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji sistem tata kelola air pada lahan gambut dan pengaruhnya terhadap produksi Kelapa Sawit. Kajian ini dilaksanakan di PT. Uni Primacom Desa Barunang Miri, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah pada bulan Juli sampai dengan Oktober 2020. Metoda penelitian yang digunakan adalah metode survey yang terdiri dari dua tahap yaitu tahap pertama Survey Pendahuluan dan tahap kedua adalah Survey Utama. Survey pendahuluan dilakukan untuk menentukan tempat penelitian dan sampel tanaman. Survey utama dilakukan untuk pengambilan data baik data primer maupun data sekunder. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Regresi Korelasi dalam 2 tipe yaitu Regresi Linier sederhana dan Regresi polinomial sederhana. Data yang dibutuhkan adalah data primer yang meliputi : a) pengamatan tingkat kematangan gambut dan b) kedalaman gambut, sedangkan data sekunder yang dibutuhkan adalah : a) water table (th 2015 – 2018), b) curah hujan bulanan (th 2011 - 2020), c) hari hujan (th 2011 - 2020), d) produksi kelapa sawit (ton/ha) (th 2015 - 2018). Hasil penelitan menunjukkan bahwa tidak ada korelasi antara curah hujan dengan tinggi muka air tanah (Water Table) dengan persamaan Regresi yang dipilih adalah Regresi linier sederhana dengan persamaan Y= 48,629 - 0,0612 X dengan koefisien korelasi (R˄2) adalah 0,331 artinya persamaan Regresi diatas menunjukkan semakin tinggi X (curah hujan) maka semakin rendah Y (Water Table), dan tidak ada hubungan yang erat antara curah hujan dengan tinggi muka air (Water table). Untuk hubungan antara curah hujan dengan produksi pun juga diperoleh hubungan yang tidak erat dengan nilai koefisien korelasi (R˄2) 0,4017 dengan persamaan Regresi Linier sederhana yaitu Y = 17,319 + 0,0465 X, artinya semakin tinggi X (curah hujan) maka semakin tinggi Y (produksi kelapa sawit. Sedangkan hubungan antara tinggi muka air tanah (Water Table) dengan produksi Kelapa sawit diperoleh persamaan regresi Linier sederhana dengan persamaan Y = 48,678 - 0,601 X dan nilai koefisien korelasi nya (R˄2) = 0,759. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang erat antara water table dengan produksi kelapa sawit, semakin tinggi (semakin dalam) X (water table) maka produksi kelapa sawit semakin (Y) semakin rendah. Dari hasil analisis tersebut maka dapat diambil kesimpulan bahwa pengelolaan air di areal gambut pada PT UNI PRIMACOM, Desa Barunang Miri, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah sudah bagus, yang ditunjukkan oleh tidak adanya hubungan yang erat antara curah hujan dengan tinggi muka air, dan curah hujan dengan produksi, tetapi produksi kelapa sawit justru dipengaruhi oleh tinggi muka air tanah (Water Table) yang ada campur tangan management. Kata kunci : Lahan Gambut, Tata Kelola Air, Produktivitas Kelapa sawit
KARAKTERISTIK PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS KACANG TANAH PADA SISTEM BUDIDAYA DALAM POT DENGAN BERBAGAI MEDIA TANAM Arkadius Kompo; Erick Firmansyah
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 5 No. 1 (2021): MEI
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.036 KB) | DOI: 10.55180/agi.v5i1.122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media tanam dan kepadatan tanaman terhadap pertumbuhan dan produktivitas kacang tanah (Arachis hipogeae L) pada sistem budidaya dalam Pot. Penelitian dilakukan menggunakan percobaan faktorial yang diatur dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah media tanam yang terdiri dari 3 aras yaitu: tanah+ sekam, tanah+pupuk organik, tanah+sekam+pupuk organik dan faktor kedua adalah jumlah tanaman/pot yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu: 1 tanaman/polibag, 2 tanaman/polibag, 3 tanaman/polibag, 4 tanaman/polibag. Teknik analisis data menggunakan sidik ragam, untuk mengetahui perlakuan yang berbeda dilakukan uji jarak berganda Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada jenjang α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan media tanam dan kepadatan tanaman memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah daun, berat basah tanaman, jumlah polong, jumlah biji kering kacang tanah (Arachis hipogeae L) pada sistem budidaya dalam Pot, tetapi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap berat kering tanaman dan berat biji kering kacang tanah (Arachis hipogeae L) pada sistem budidaya dalam Pot.

Page 7 of 16 | Total Record : 157