Articles
420 Documents
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENDAFTARAN PERNIKAHAN PADA KANTOR URUSAN AGAMA (KUA) KECAMATAN PANGEAN KABUPATEN KUANTAN SINGINGI
Rafles Ardiansa
JURNAL PERENCANAAN, SAINS DAN TEKNOLOGI (JUPERSATEK) Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Perencanaan, Sains, Teknologi, dan Komputer (JuPerSaTek)
Publisher : FAKULTAS TEKNIK
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36378/jupersatek.v4i2.2273
Kantor Urusan Agama (KUA) yang terletak di Kecamatan Pangean Kabupaten Kuantan Singingi merupakan suatu lembaga yang menangani pendaftaran pernikahan, pelaksanaan pernikahan, rujuk maupun surat rekomendasi pernikahan bagi warga yang akan melangsungkan pernikahan di daerah lain. Media pendaftaran pada KUA Kecamatan Pangean masih menggunakan metode tradisional di mana calon pengantin mengunjungi kantor KUA ataupun melakukan face to face dengan petugas untuk pendaftaran pernikahan dan akan mendapatkan informasi lebih detail tentang syarat ketentuan akad nikah. Sehingga dengan cara seperti ini calon pengantin harus bolak balik dengan melihat persyaratan dan harus melengkapi persyaratan lagi ke Kantor KUA tersebut. Dikarenakan wadah untuk penyampaian informasi secara online tentang syarat-syarat pendaftaran pernikahan dan informasi lainnya tidak ada dan juga untuk pendaftaran pernikahan masih harus datang lansung sehingga cara yang seperti ini tidak efektif lagi digunakan untuk sekarang ini. Apalagi dalam pelaksaan ijab qabul harus dua minggu setelah penftaran pada KUA sehingga ini sering menyebabkan pengunduran jadwal acara pernikahan dikarenakan minimnya informasi pelaksanaan pernikahan terhadap masyarakat. Dengan sistem yang terkomputerisasi ini maka calon pengantin tidak perlu lagi bolak balik untuk melakukan pendaftaran pernikahan pada KUA Kecamatan Pangean karna sudah disediakan fasilitas untuk melakukan pendaftaran pernikahan secara online lewat aplikasi yang dibangun. Dengan sistem yang terkomputerisasi ini maka calon pengantin dapat dengan mudah untuk mendapatkan informasi tentang persyaratan pernikahan dan informasi lainnya yang dapat dilihat lansung pada website KUA Kecamatan Pangean. Dengan sistem yang terkomputerisasi ini maka dalam pembuatan laporan data pernikahan pada KUA Kecamatan Pangean akan lebih mudah dikarenakan data laporan yang dihasilkan berdasarkan pendaftaran pernikahan yang dilakukan oleh calon pengantin.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENGAWASAN DAN PEMERIKSAAN PENGGUNAAN DANA DESA PADA INSPEKTORAT KABUPATEN KUANTAN SINGINGI
Sartika Fittra Ayu
JURNAL PERENCANAAN, SAINS DAN TEKNOLOGI (JUPERSATEK) Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Perencanaan, Sains, Teknologi, dan Komputer (JuPerSaTek)
Publisher : FAKULTAS TEKNIK
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36378/jupersatek.v4i2.2274
Inspektorat Kabupaten Kuantan Singingi bertugas melakukan pengawasan dan pemeriksaan pengunaan dana desa pada Kabupaten Kuantan Singingi, jadi masalah yang dihadapi oleh Inspektorat Kabupaten Kuantan Singingi dalam melakukan pengawasan dan pemeriksaan ialah sulitnya dalam melakukan pemeriksaan data terhadap laporan penggunaan dana desa dikarenakan laporan pengunaan dana desa dilaporkan dalam berbentuk laporan keseluruhan sehingga datanya yang begitu banyak dan menumpuk harus dilihat secara rinci pada laporan tersebut. Maka dengan cara seperti ini akan menghabiskan banyak waktu dan data laporan yang hasilkan pun tidak begitu efektif. Belum lagi data laporan terselip ataupun hilang sehingga menyebabkan pekerjaan yang berulang-ulang baik terhadap desa maupun terhadap inspektorat itu sendiri. Dengan melihat kondisi seperti saat sekarang ini sebaiknya didukung oleh sistem yang terkomputerisasi yang dapat menampung data laporan pengunaan dana desa sehingga dalam pengawasan dan pemeriksaan bisa langsung dilakukan pada data yang ada pada sistem tersebut tanpa menghabiskan banyak waktu dalam menemukan file yang dibutuhkan dan resiko kehilangan data bisa dihindarkan. Dengan sistem yang terkomputerisasi ini akan memberikan kemudahan dalam pengawasan dan pemeriksaan terhadap pengunaan dana desa dikarenakan laporan pengunaan dana hanya dilaporkan oleh operator desa pada aplikasi tersebut dan dapat dilakukan pengecekkan secara berkala pada laporan pengunaan dana desa. Dengan Sistem yang terkomputerisasi ini akan mempercepat kinerja pegawai dalam melakukan pemeriksaan terhadap laporan pengunaan dana desa dikarenakan data laporan secara keseluruhan sudah ada pada sistem. Dengan Sistem yang terkomputerisasi ini dapat menyimpan data dalam jumlah besar sehingga data yang sudah ada sebelumnya akan tersimpan dengan aman pada sistem ini. Dengan sistem yang terkomputerisasi ini memberikan kemudahan kepada operator desa dikarenakan setiap pengunaan dana desa dapat langsung diinputkan pada aplikasi yang sudah ada tanpa harus menunggu waktu pengumpulannya.
SISTEM INFORMASI PELAYANAN PUBLIK : REALISASI SDGs DESA PADA DESA JAKE
Lisa Fitriani
JURNAL PERENCANAAN, SAINS DAN TEKNOLOGI (JUPERSATEK) Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Perencanaan, Sains, Teknologi, dan Komputer (JuPerSaTek)
Publisher : FAKULTAS TEKNIK
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36378/jupersatek.v4i2.2275
Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan suatu rencana aksi global yang disepakati ole para pemimpin dunia, termasuk indonesia, guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan nelindungi lingkungan. Alhi Mentri PPN/Kepala Bappenas bidang Sinergo Ekonomi dan Pembiayaan yang juga kepala Sekretaruat Nasional SDGS mengatakan keberhasilan tujuan SDGs membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan yakni pemerintah, masyarakat dan media guna mewujudkan berbagai tujuan dari SDGs. Pemerintah sebagai layanan publik bertanggung jawab dan terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Pelayann publik aspek kehidupan yang sangat luas. Kepuasan masyarakat merupakan suatu tingkatan diaman kebutuhan, keinginan dna harapan dari masyarkat dapat terpenuhi yang akan mengakibat terjadinya kesetiaan yang berlanjut. Faktor yang paling penting untuk menciptakan kepuasan masyarakat adalah kinerja pemerintah dalam memberikan pelayanan publik.
E-RESOURCE POTENSI PERIKANAN KABUPATEN KUANTAN SINGINGI
Fais Candra Gunawan
JURNAL PERENCANAAN, SAINS DAN TEKNOLOGI (JUPERSATEK) Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Perencanaan, Sains, Teknologi, dan Komputer (JuPerSaTek)
Publisher : FAKULTAS TEKNIK
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36378/jupersatek.v4i2.2276
Minimnya informasi tentang sumberdaya perikanan menyebabkan kurang optimumnya pemanfaatan sumberdaya perikanan yang ada, sehingga diperlukan adanya pemanfaatan teknologi informasi seperti E-Resource potensi perikanan Kabupaten Kuantan Singingi. Sistem informasi ini menampilkan lokasi potensi perikanan misalnya lokasi tambak disajikan dalam bentuk berbasis web, hal ini akan menjadi kemudahan dalam penggunaannya, Serta kelengkapan data yang disajikan dapat dijadikan sumber acuan bagi pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan potensi sektor perikanan yang ada. Dengan sistem ini diharapkan mampu memberikan alternatif solusi bagi Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan kabupaten Kuantan Singingi dalam memberikan gambaran suatu lokasi yang berpotensi dalam bidang Perikanan dengan detail dan sebagai salah satu wujud pelaksanan Undang-Undang No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.
SISTEM INFORMASI MONITORING PROYEK DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN KUANTAN SINGINGI
Ulfa Nurlisa
JURNAL PERENCANAAN, SAINS DAN TEKNOLOGI (JUPERSATEK) Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Perencanaan, Sains, Teknologi, dan Komputer (JuPerSaTek)
Publisher : FAKULTAS TEKNIK
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36378/jupersatek.v4i2.2277
Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kuantan Singingi mengalami kesulitan dalam melakukan monitoring progres pengerjaan suatu proyek dikarenakan dalam monitoring masih menggunakan cara peninjauan manual terhadap berkas-berkas laporan yang dikumpulkan oleh kepala proyek. Dengan cara seperti ini laporan data yang dihasilkan tidak begitu akurat sebagai mana yang terjadi dilapangan. Dalam pembuatan laporan pengerjaan suatu proyek oleh kepala proyek yaitu dengan membuat laporan print out setelah itu laporan tersebut dikumpulkan langsung di Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kuantan Singingi sehingga cara seperti ini akan lebih banyak menghabiskan waktu baik dalam pembuatan laporan dan juga untuk pelaporan langsung ke kantor. Dalam penyimpanan berkas data laporan pengerjaan proyek masih dalam bentuk print out yang dikumpulkan didalam ruangan/lemari arsip sehingga akan membutuhkan tempat penyimpanan yang cukup luas. Jika suatu saat laporan data dibutukan maka pegawai akan kesulitan untuk mendapatkan filenya dan juga file arsip akan cendrung rusak ataupun kehilangan arsip file. Sistem yang terkomputerisasi pada Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kabupaten Kuantan Singingi akan memberikan kemudahan dalam memonitoring pengerjaan proyek yang ada dilapangan dikarenakan sudah memiliki wadah untuk pelaporan pengerjaan. Sistem yang terkomputerisasi ini akan mempersingkat waktu dalam pelaporan pengerjaan proyek dikarenakan disistem yang terkomputerisasi ini sudah disediakan form pelaporannya. Memberikan kemudahan dalam menemukan file-file yang berhubungan dengan proyek dikarenakan sistem sudah menggunakan sistem database. Dengan sistem yang terkomputerisasi ini maka sistem laporannya bisa dicetak lagi jika sewaktu-waktu dibutuhkan ataupun kehilangan file data.
SISTEM INFORMASI PELAYANAN PELANGGAN PADA UPTD PAB KUANTAN SINGINGI
Yon Lean Karmarer;
Harianja Harianja
JURNAL PERENCANAAN, SAINS DAN TEKNOLOGI (JUPERSATEK) Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Perencanaan, Sains, Teknologi, dan Komputer (JuPerSaTek)
Publisher : FAKULTAS TEKNIK
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36378/jupersatek.v4i2.2278
UPTD Penyedia Air Bersih Kuantan Singingi merupakan Unit Pelayanan Teknis Daerah yang bergerak dalam distribusi air bersih bagi masyarakat umum, serta memberikan jasa pelayanan dan menyelenggarakan pemanfaatan di bidang air minum. UPTD PAB Kuantan Singingi selama ini dalam melayani pelanggan yaitu pelanggan harus datang lansung ke kantor UPTD PAB Kuantan Singingi untuk mendapatkan informasi mengenai pemasangan baru dan juga untuk pengaduan terjadinya masalah aliran air terhadap pelanggan masih menggunakan telpon langsung kepada petugas ataupun dengan melaporkan lansung ke kantor UPTD PAB Kuantan Singingi sehingga dengan cara seperti ini sering terjadi kelalaian dalam penanganannya. Pihak kantor UPTD PAB Kuantan Singingi dalam penyampaian informasi seperti adanya perbaikan/pengurangan stok air kepada pelanggan masih menggunakan pengumuman tertulis sehingga tidak efektif dalam penyampaiannya kepada pelanggan yang ada. Untuk data pelanggan pada UPTD PAB Kuantan Singingi belum terkoodinir dengan baik dikarenakan laporan data pelanggan masih mengunakan sistem pendataan manual dengan memanfaatkan aplikasi yang disediakan komputer seperti microsoft word dan excel. Dengan sistem yang terkomputerisasi akan memberikan kemudahan untuk mendapatkan informasi pemasangan baru pelanggan air bersih tanpa harus datang langsung ke kantor UPTD PAB Kuantan Singingi. Dengan adanya sistem yang terkomputerisasi pelanggan tidak perlu lagi datang secara langsung ke UPTD PAB Kuantan Singingi hanya untuk melakukan pengaduan permasalahan yang ada pada setiap pelanggan, cukup hanya mengisi form pengaduan yang ada pada website. UPTD PAB Kuantan Singingi untuk menyampaikan informasi resmi cukup menginformasikan lewat website sehingga setiap pelanggan bisa mengetahui informasi yang dikeluarkan oleh UPTD PAB Kuantan Singingi. Dengan sistem terkomputerisasi ini maka laporan yang dihasilkan akan lebih efektif dikarenakan pendataan dilakukan pada website tersebut.
IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS MEMONITORING INDUSTRI KECIL MENENGAH BERBASIS ANDROID
Desmarita Desmarita
JURNAL PERENCANAAN, SAINS DAN TEKNOLOGI (JUPERSATEK) Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Perencanaan, Sains, Teknologi, dan Komputer (JuPerSaTek)
Publisher : FAKULTAS TEKNIK
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36378/jupersatek.v4i2.2279
Kabupaten Inhu memiliki kegiatan pembangunan yang sangat meningkat menyebabkan meningkatnya kegiatan penduduk disegala bidang yang pada akhirnya meningkatkan pula tuntutan dan kebutuhan masyarakat terhadap penyediaan fasilitas dan utilitas perkotaan serta kebutuhan lainnya di Kabupaten Indragirihulu . Dari kondisi tersebut, muncul tantangan bagi Kabupaten Inhu untuk menyediakan kesempatan lebih bagi seluruh kalangan masyarakat untuk mengembangkan diri di tengah persaingan. Banyak faktor dan sektor untuk mengembangkan salah satunya adalah program untuk memonitoring industri kecil menengah. Selama ini dinas Desperindag dalam melakukan memonitoring dilakukan dengan cara para pegawai datang meninjau langsung ke lokasi IKM di Kabupaten Indragiri Hulu, Pendataan IKM dilakukan dengan cara menuliskan dalam IKM ke dalam buku ataupun format yang telah di sediakan, hal ini dapat menimbulkan permasalahan diakibatkan sering terjadi kehilangan format yang telah di data tersebut. Dari permasalahan tersebut penulis ingin membuat sebuah Istem Informasi Geografis (Sig) Untuk Memonitoring Industri Kecil Menengah (IKM) Berbasis Android Pada Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kabupaten Indragiri Hulu. Yang mana system ini akan mempermudah dinas Desperindag dalam melakukan memonitoring terhadap industri kecil menengah. Dan mempermudah pemilik indutri dalam melihat perkembangan industry yang sedang ia jalankan.
SISTEM INFORMASI PELAYANAN DAN PENGURUSAN KIR KENDARAAN ANGKUTAN MOBIL DAN TRUK PADA DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KUANTAN SINGINGI
Matrin Matrin
JURNAL PERENCANAAN, SAINS DAN TEKNOLOGI (JUPERSATEK) Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Perencanaan, Sains, Teknologi, dan Komputer (JuPerSaTek)
Publisher : FAKULTAS TEKNIK
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36378/jupersatek.v4i2.2280
Dinas Perhubungan Kabupaten Kuantan Singingi dalam pelayanan dan pengurusan perizinan KIR Kendaraan terdapat beberapa masalah yang muncul berdasarkan analisis awal dilapangan yaitu Dinas Perhubungan yang bertugas mengelola transportasi dan seluruh aktifitasnya, termasuk perizinan-perizinan yang dikeluarkan oleh bagian perhubungan seperti perizinan KIR Kendaraan angkutan mobil dan truk. Sistem pengolahan data di Dinas Perhubungan saat ini adalah sistem informasi uji kendaraan bermotor, namun dalam pengurusan perizinan KIR masih menggunakan Ms. Word dan Excel dalam pengolahan datanya. Pada tahap ini jika persyaratan sudah lengkap dan sesuai maka surat izin sudah dapat di cetak. Setiap perizinan telah di cetak mengandung unsur data-data pokok diantaranya adalah nomor surat, kegunaan surat, nama pemilik, masa berlaku dan masa kadaluarsa, data tersebut merupakan satu kesatuan dan tidak akan berubah kecuali masa berlaku yang merupakan masa operasional penggunaan dokumen tersebut, sehingga dokumen tersebut perlu di perpanjang masa berlakunya jika masih tetap beroperasi. penggunaan aplikasi microsoft word dirasa tidak efektif. Sistem yang baru dapat mempermudah pegawai Dinas Perhubungan Kuansing dalam merekapitulasi data pemohon pembuatan KIR kendaraan dan dengan adanya sistem yang baru masyarakat dapat langsung mengupload berkas tanpa harus datang ke kantor. Data juga tersimpan dengan rapi dalam bentu database.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI IZIN USAHA DINAS PENANAMAN MODAL DAERAH DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU INDRAGIRI HULU
Raja Agiel Andrea Gunawan
JURNAL PERENCANAAN, SAINS DAN TEKNOLOGI (JUPERSATEK) Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Perencanaan, Sains, Teknologi, dan Komputer (JuPerSaTek)
Publisher : FAKULTAS TEKNIK
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36378/jupersatek.v4i2.2281
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu merupakan salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di Kabupaten Indragiri Hulu. Lahirnya Instansi ini merupakan kebangkitan Kabupaten Indragiri Hulu dalam meningkatkan Kesejahteraan daerahnya yang memberikan kebebasan masyarakatnya untuk dapat berwirausaha dan bersaing secara sportif guna menumbuh kembangkan perekonomian rakyat yang berdasarkan Undang-undang 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Sebelum Tahun 2008, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu merupakan suatu Badan tunggal yang dikenal dengan nama Badan Penanaman Modal Daerah yang mempunyai misi yakni meningkatkan angka investasi pada daerah Kabupaten Indragiri Hulu. Namun, Badan Penanaman Modal Daerah belum dapat mewujudkan visi ini secara maksimal dan karena dituangkannya pelayanan prima dalam visi dan misi Nasional Indonesia, menunjukkan bahwa tuntutan masyarakat terhadap pelayanan prima aparatur pemerintah kepada masyarakat merupakan keharusan dan tidak dapat diabaikan lagi, karena hal ini merupakan bagian tugas dan fungsi pemerintah dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan. Dalam system mengurus izin usaha masalah yang ada pada saat ini adalah belum ada nya system informasi untuk seseorang yang akan mengurus izin usaha secara online. Mengurus izin usaha yang diharuskan calon pengurus izin usaha datang ke dinas dan tidak mengetahui apa saja syarat yang di perlukan dalam mengurus izin usaha sehingga memakan banyak waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sitem informasi yang dapat memberikan kemudahan dalam mengurus izin usaha agar dapat mewujudkan permasalahan yang terjadi dapat terselesaikan dengan implementasinya berupa aplikasi web yang dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP mysql.
APLIKASI MOBILE COMMERCE PADA MINIMARKET MARSHANDITA MART
Marpi Lusni
JURNAL PERENCANAAN, SAINS DAN TEKNOLOGI (JUPERSATEK) Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Perencanaan, Sains, Teknologi, dan Komputer (JuPerSaTek)
Publisher : FAKULTAS TEKNIK
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36378/jupersatek.v4i2.2282
Marshandita mart adalah sebuah minimarket di mana kita dapat membeli suatu barang yang kita butuhkan sehari-hari, contohnya kebutuhan rumah tangga, makanan, minuman, makanan dan susu bayi, kosmetik, mainan anak atau yang lainnya, yang berada di Sitorajo Kari, Kec. Kuantan Tengah, Kab. Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Sistem penjualan, pemasaran dan promosi yang di pakai saat ini oleh Marshandita mart masih menggunakan sistem manual, dimana pembeli harus datang langsung ke minimarket tersebut. Oleh karena itu akan dibuat aplikasi mobile commerce pada minimarket marshandita mart agar konsumen dapat melakukan transaksi dimana saja dan kapan saja tanpa langsung datang ke minimarket tetapi menggunakan jasa layanan antar. Tujuan dari penelitian ini yaitu membantu masyarakat dalam melakukan transaksi pembelian dan penjualan dimana saja dan kapan saja dengan menghemat waktu dan biaya dengan cara memanfaatkan aplikasi mobile commerce sebagai media aksesnya dan membantu pihak minimarket dalam meningkatkan penjualan secara online dan meningkatkan daya saing dengan minimarket lainnya. Dan hasil dari penelitian ini berupa aplikasi penjualan mobile commerce pada Minimarket Marshandita mart yang diharapkan dapat memudahkan konsumen dalam melakukan transaksi yang efektif dan efisien dan tentunya dengan cakupan yang lebih luas.