cover
Contact Name
Agus Junaidi
Contact Email
agus.asj@bsi.ac.id
Phone
+6285780122190
Journal Mail Official
jurnal.jmp@bsi.ac.id
Editorial Address
Jl. Kramat Raya No. 98, Senen, Jakarta Pusat
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Media Penyiaran
ISSN : -     EISSN : 27978095     DOI : https://doi.org/10.31294/jmp
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Media Penyiaran (JMP) pertama kali publikasi tahun 2021 dengan nomor ISSN (Elektonik): 2797-8095 yang diterbitkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Jurnal Media Penyiaran (JMP) adalah jurnal yang dikelola oleh Program Studi Penyiaran Fakultas Komunikasi Dan Bahasa Universitas Bina Sarana Informatika. Jurnal Media Penyiaran (JMP) terbit berkala pada bulan Juni dan bulan Desember. Redaksi Jurnal Media Penyiaran menerima artikel ilmiah dan hasil peneliitian pada bidang media penyiaran seperti televisi, radio, dan new media (website, blog, dan media sosial).
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022" : 8 Documents clear
Isu LGBT Dalam Bingkai Media Online (Analisis Framing Robert Entman Pada Pemberitaan RKUHP LGBT Pada Tempo.co Dan BBBCIndonesia.com) Rety Palupi; Muhammad Habibur Rahmansyah; Ghifary Muhammad Arasta; Gema Irhamdhika
Jurnal Media Penyiaran Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.038 KB) | DOI: 10.31294/jmp.v2i2.1483

Abstract

The government has planned and submitted the RKUHP to the DPR, but the RKUHP has sparked a polemic. According to an article published by the online media Kumparan. The meeting between Commission III of the DPR RI and the Government represented by the Ministry of Law and Human Rights on Wednesday, May 25, 2022, discussed the Draft Criminal Code (RKUHP) whose ratification has been delayed since September 2019. What has become a polemic again is that there is an article that discusses the criminalization of Lesbians. , Gay, Bisexual, and Transgender (LGBT). Based on the background of the problem, the researcher conducted an analysis in the online media Tempo.co and BBCIndonesia.com.The purpose of this study was to find out how the online media Tempo.co and BBCIndonesia in framing a news report on the issue of the LGBT RKUHP. The research approach uses qualitative research methods with framing analysis methods. The researcher uses an analytical method with the Robert N. Entman model, with four stages in framing a news, namely: Define Problems (defining the problem), Diagnoses Causes (estimating the problem), Make Moral Judgment (making moral decisions), and Treatment Recommendation (emphasizing the solution).The results of the research show that Tempo.co is more neutral in responding to this news issue by presenting sources who explain in detail the articles in question, while BBCIndonesia.com shows a contra stance against the RKHUP on the criminal offense of obscenity by presenting sources who oppose and feel criminalized by the existence of the article.
Interplay Antara Habitus Dan Meme Budaya Agen Pada Swafoto Digital ”Ghozali Everyday” Di NFT Tuty Mutiah; A. Yuda Triantanto; Adhi Suriyanto; Arvin Hardian
Jurnal Media Penyiaran Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1207.477 KB) | DOI: 10.31294/jmp.v2i2.1555

Abstract

Bermula ketika Ghozali mengumpulkan swafoto digital wajahnya secara serial marketplace Open Sea NFT dan kemudian menjadi viral pada awal tahun 2022. Akibatnya, peniruan bukanlah suatu karya kreatif, unik, dan historis, menjadi persyaratan di NFT. Tujuan penelitian tentang hubungan saling memengaruhi antara praktik peniruan dan transaksional terhadap para pengguna NFT pada swafoto ”Ghozali Everyday” yang dikonsepkan sebagai interplay antara habitus dan meme budaya terhadap Agen (pengguna NFT) pada swafoto digital Ghozali Everyday di marketplace, Open Sea, NFT. Pemaknaan semiotik dan diskursus swafoto digital Ghozali Everyday, dianalisis Semiotika Roland Barthes terhadap sebagian foto seri (semiotik) dan storry telling (diskursus/wacana) dari Ghozali dengan konsep matematis sosiologis diformulasikan oleh Pierre Felix Bourdieu tentang; (Habitus x Modal) + Ranah = Praktik. Teori Kajian Budaya (Cultural Studies) dari pemikiran Stuart Hall. Hasil penelitian disimpulkan telah terjadi interplay hubungan saling memengaruhi antara habitus dan meme budaya terhadap pengguna NFT atau agen sebagai pembeli dan peniru akibat tokenisasi swafoto ”Ghozali Everyday” pada Januari 2022. Perwujudan praktik atau tindakan baik sebagai motif maupun aktivitas komunikasi - pada Agen karena adanya hubungan saling memengaruhi (interplay) antara ”virus meme” dengan habitus yang di antarai oleh entitas modal (capital) serta ranah (field) pada swafoto Ghozali Everyday
Konsep Diri Dalam Vidgram @Nunuzoo Dikalangan Remaja” (Studi Di SMA 5 Depok) Lukman Lukman; Ridzki Rinanto Sigit; Hayu Lusianawati; Rio Septian
Jurnal Media Penyiaran Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.634 KB) | DOI: 10.31294/jmp.v2i2.1569

Abstract

Media sosial merupakan salah satu bentuk dari perkembangan internet, dimana media sosial dikhususkan kepada Instagram. Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa kehidupan dewasa yang ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan secara biologis maupun psikologis. Selain itu masa remaja terbagi menjadi tiga, yaitu masa awal, masa madya, dan masa akhir. Perkembangan remaja pada saat ini disertai dengan perkembangan teknologi yang semakin hari semakin berkembang sehingga memunculkan fasilitas yang sering digunakan oleh remaja yaitu media sosial. Nurul Azka salah satu remaja yang memanfaatkan Instagram sebagai media untuk erdakwah dengan konten video dakwah komedi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep diri pelajar dalam menggunakan Instagram dan faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri positif maupun konsep diri negatif pelajar dalam menggunakan Instagram. Penelitian ini menggunakan metode kuaalitatif dengan desain studi deskriptif analisis. Data yang diperoleh dari lapangan diperoleh melalui penelitian kepustakaan dan wawancara mendalam terhadap informan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa konsep diri remaja dalam media sosial Instagram adalah konsep diri positif. Remaja mampu memanfaatkan Instagram dengan baik sehingga memberikan efek positif bagi dirinya. Faktor yang mempengaruhinya adalah diri sendiri dan orang lain dengan memberikan tanda suka (like), komentar positif dan komentar negatif pada foto di Instagram.
Makna Pesan Dalam Film Imperfect (Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk Film Imperfect): Iksan Muhammad; Nina Kusumawati; Ridzki Rinanto Sigit; Hayu Lusianawati
Jurnal Media Penyiaran Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1319.56 KB) | DOI: 10.31294/jmp.v2i2.1630

Abstract

Film selalu dapat mempengaruhi masyarakat melalui muatan dan bentuk pesan di dalamnya. Media berperan penting untuk hal itu dimana menjadi cantik adalah hal yang instan. Menjadi cantik bagi perempuan adalah suatu kewajiban mutlak namun tanpa di dasari resiko yang menyertai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna pesan di dalam sebuah film yaitu Imperfect. Tujuan penelitian ini untuk untuk mengetahui Bagaimana Pesan Moral Struktur Makro Film Imperfect?, Bagaimana Pesan Moral Superstruktur Film Imperfect dan Bagaimana Pesan Moral Struktur Mikro Film Imperfect?. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dan observasi. Untuk menganalisi data , penulis menggunakan Analisis Wacana Kritis Teun Van Dijk menjadi tiga tingkatan, yaitu struktur makro,superstruktur dan struktur mikro. Hasil penemuan dalam penelitian ini mengemukakan bahwa analisis struktur makro dalam film Imperfect menguak tentang bagaimana menerima akan diri sendiri apa adanya, manusia terutama Wanita tidak ada yang sempurna. Kemudian analisis Superstruktur mengemukakan untuk fokus dengan diri sendiri, jangan pernah membandingkan diri dengan orang lain. Terakhir adalah analisis Struktur Mikro dalam film Imperfect adalah berusaha menerima apa yang sudah menjadi takdir kita.  
Konstruksi Realitas Identitas Generasi Milenial (Analisis Semiotika Ferdinand De Saussure Pada Iklan By.U Versi “Sulit Game”) Ichsan Widi Utomo; Christopher Yudha Erlangga
Jurnal Media Penyiaran Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.661 KB) | DOI: 10.31294/jmp.v2i2.1683

Abstract

Mass media which has now shifted a lot to new media, namely digital media has an in-line development with the identity of the millennial generation, which has characters such as high sensitivity to technology, connected or connected globally and online in terms of communication, so this has an impact on trends in brand or product usage. This research with a qualitative approach was carried out with the aim of knowing the identity of the millennial generation in the signifier and the signified using Ferdinand de Saussure's semiotic analysis. The substance of the Social Construction Theory from Peter L. Berger and Thomas Luckman used in this study shows that there is a social reality built by digital mass media simultaneously in building the character of the millennial generation so that this study shows the results that the millennial generation has differences and changes in patterns in buying and selling. consume the product. The advertisement for the telecommunications provider "By U" version of "Hard Game" featuring Angga Yunanda as a brand ambassador provides a complete illustration of the daily character of the millennial generation who has a high frequency in consuming digital telecommunications media in terms of gaming, vlogging, and communication, where By U provides benefits signal strength and quotas that can facilitate these activities
Representasi Budaya Bugis Makassar Dalam Film Tarung Sarung (Analisis Semiotika Roland Barthes) chepi nurdiansyah; Jamalulail Jamalulail; Ridzki Rinanto Sigit; Jaka Atmaja
Jurnal Media Penyiaran Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1511.957 KB) | DOI: 10.31294/jmp.v2i2.1707

Abstract

Penelitian ini membahas tentang budaya adat bugis makasar yang di representasikan dalam film Tarung Sarung. Sigajang laleng Lipa merupakan sebuah tradisi dalam menyelesiakan suatu masalah. Dua perwakilan yang bertikai akan meyelesaikan masalah saling tikam dalam sebuah sarung. Cara ini adalah cara paling terakhir apabila musyawarah mufakat tidak menemui titik terang. Orang bugis meyakini apabila badik telah keluar dari sarungnya, pantang di selip dipinggang sebelum terhujam di tubuh lawan. Beraangkat dari permasalahn tersebut maka penelitian in bertujuan untuk mengidentifikasi simbol-simbol Sigajang Laleng Lipa dalam film Tarung Sarung. Untuk memahami fenomena tersebut peneliti menggunakan kajian semiotika dari perspektif Roland Barthes, yakni mengetahui Petanda (makna konotatif), Penanda (makna denotative), dan Mitos (cerita dibalik makna) yang mempresentasikan dalam film Tarung Sarung tersebut. Dari hasil penelitian di temukan bahwa dalam film Tarung Sarung representasi Sigajang Laleng Lipa  adalah simbol adat Bugis Makassar dalam menyelesaikan. Keyword: Representasi, Tarung Sarung, Semiotika Roland Barthes.  
Penggunaan KOLs Sebagai Strategi Komunikasi Pemasaran Kanzler Di TikTok Venessa Agusta Gogali; Dina Andriana; Muhammad Tsabit
Jurnal Media Penyiaran Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1191.596 KB) | DOI: 10.31294/jmp.v2i2.1716

Abstract

ABSTRAKSI Banyaknya pengguna media sosial yang ada di Indonesia menjadikan peluang perusahaan-perusahaan dalam memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produk yang dipasarkan,pemilihan media sosial menjadi sarana yang mudah dalam menjangkau target konsumen perusahaan. Namun dalam penggunaan media sosial milik perusahan untuk menyampaikan informasi produk masih belum cukup efektif diperlukan seseorang yang memiliki daya tarik dan kekuatan tersendiri dalam mempromosikan produk misalnya dalam penggunaan KOLs (Key Opinion Leaders) yang mampu mempengaruhi konsumen. Seperti yang dilakukan Kanzler dalam memanfaatkan banyak KOLs untuk mempromosikan produknya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisa strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Kanzler. Analisis ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pengumpulan data-data dan dianalisa dengan metode SOSTAC untuk menganalisis strategi pemasaran Kanzler dan metode Viscap untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran yang digunakan Kanzler dalam penggunaan KOLs. Hasil dari penelitian ini merupakan penerapan strategi komunikasi pemasaran bagi Kanzler untuk dapat meningkatkan komunikasi pemasaran perusahaan dan meningkatkan penjualan pada produk Kanzler.
Peran Penulis Naskah Dalam Produksi Program News Magazine Tiktok Wow Di Net Tv A Munanjar; Achmad Haikal; Eddy Kusnadi
Jurnal Media Penyiaran Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.034 KB) | DOI: 10.31294/jmp.v2i2.1721

Abstract

Format program magazine di televisi masih mendapatakan tempat di hati penonton, selain karena isi programnya berisi hiburan dan informasi, format ini juga dapat diproduksi dengan menggunakan materi utama dari konten media social, yang salah satunya adalah program Tiktok Wow di NET TV. Dalam program ini berisi tayangan news magazine yang menampilkan konten hiburan dan informasi yang hanya bersumber dari media social Tiktok. Penelitian ini memuat tentang peran penulis naskah dalam produksi program Tiktok Wow yang dimulai dari tahapan pra produksi, produksi, dan pasca produksi. Adapun temuan yang didapatkan adalah peran penulis naskah dalam tahapan praproduksi memaksimalkan ide kreatifnya dalam mengolah video Tiktok ke dalam format naskah magazine mengikuti konsep program, kreatif dari produser, dan rambu-rambu yang sudah ditetapkan produser untuk diisi voice over dan materi editing bagi editor. Dalam tahapan produksi, peran penulis naskah dengan asisten produksi dan editor jika ditemukan permasalahan terkait video Tiktok yang digunakan sebagai materi atau kendala teknis lainnya yang berhubungan dengan naskah. Sedangkan dalam tahapan pasca produksi, peran penulis naskah memberikan sumbangsi berupa ide kreatif terhadap tema dan materi jika share dan rating penayangan satu episodenya rendah.

Page 1 of 1 | Total Record : 8