cover
Contact Name
Muhammad Zuhair Zahid
Contact Email
zuhairzahid@mail.unnes.ac.id
Phone
+6285729226625
Journal Mail Official
zuhairzahid@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jalan Tamansiswa Kelurahan Sekaran Gunungpati Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
ISSN : -     EISSN : 26139189     DOI : -
Core Subject : Education,
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, mempublikasikan ide, gagasan, hasil penelitian matematika atau pembelajarannya. Prisma diterbitkan berkala setiap tahun, sebagai ajang publikasi seminar nasional yang diselenggarakan oleh Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang. Naskah yang dipublikasikan telah dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah tersebut. PRISMA diterbitkan setiap Februari pada tahun setelah pelaksanaan Seminar Nasional Matematika UNNES.
Articles 837 Documents
LKM “Mailing Merge” Media Latih Literasi Matematika Pada Pembelajaran Inkuiri di SMK
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel konseptual ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana mengoptimalkan aplikasi Mailing Merge dalam pembuatan Lembar Kerja Mandiri sebagai media melatih kemampuan literasi matematika dalam pembelajaran inkuiri di SMK. Gagasan konseptual ini dilandasi dari kondisi riil berdasarkan pengisian kuesioner oleh siswa kelas XI Produksi Grafika SMK Negeri 11 Semarang menunjukkan bahwa kemandirian belajar siswa tergolong rendah, sebanyak 32% siswa cenderung melihat hasil pekerjaan teman dan 48% hanya mengerjakan soal-soal yang mudah dan sisa soal lainnya mengandalkan temannya yang dianggap mampu. Tanggapan siswa menunjukkan bahwa soal-soal yang diberikan tidak berbeda satu sama lain sehingga berpotensi bagi siswa dengan kesadaran metakognitif rendah cenderung mencontek pekerjaan temannya. Aplikasi “Mailing Merge” merupakan sebuah solusi membantu guru dalam membuat Lembar Kerja Mandiri dengan karakteristik berbeda satu sama lainnnya sebagai media melatih kemampuan literasi matematika dalam pembelajaran inkuiri.
Pengembangan Lembar Kerja Eksplorasi Mata Pelajaran Matematika Berbasis Android
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum 2013 mulai diimplementasikan secara nasional pada tahun pelajaran 2014/2015. Kurikulum ini menerapkan pembelajaran dengan pendekatan saintifik, yaitu mengamati, menanya, mengasosiasi, menganalisis, dan berkomunikasi. Dengan Kurikulum 2013, memungkinkan guru untuk dapat berupaya memberikan inspirasi kepada peserta dengan gagasan-gagasan matematika yang menantang dan menyenangkan yang dikemas dalam lembar kerja peserta didik (LKPD). Sehingga secara kreatif siswa dapat menciptakan atau menemukan konsep-konsep matematika yang sebelumnya telah ditemukan para pendahulunya. Dengan adanya ruang gerak untuk proses eksplorasi memungkinkan siswa memiliki prakarsa dan kreativitas. Android adalah suatu sistem operasi yang berjalan pada smartphone saat ini dan menyesuaikan spesifikasi di kelas low-end hingga high-end. Hampir semua vendor saat ini mengembangkan produknya dengan sistem operasi Android, karena peminatnya yang semakin meningkat tajam. Bahkan sudah merambah pada dunia pendidikan, software android sudah dikenal peserta didik. Makalah ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru dalam mengembangkan lembar kerja eksplorasi berbasis android. Pada tahap akhir, diharapkan pembelajaran matematika dapat membentuk sikap-sikap positif peserta didik seperti kedisiplinan, tanggung jawab, toleransi, kerja keras, kejujuran, menghargai perbedaan, dan lain lain. Selanjutnya di kemudian hari dapat terbentuk pola berpikir ilmiah yang merupakan suatu kebiasaan.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model Problem Based Learning dengan Soal Open-Ended Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematik
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to develope instructional equipments of mathematics Problem Based Learning model with Open-Ended Problem of equation and inequation system subject a valid,. The instructional equipments were valid based on the average score of validity, in which syllabus gained 3.88; lesson plan gained 3.94;supplementary books gained 3.78; students’ work sheets gained 3.82 and creative thinking competence gained 3.91 ; from maximum score 5.0. In addition students and teachers had positive responses. The instructional equipments were effective based on: (1) students’ creative thinking competence of mathematics reached 76; (2) students’ creative thinking competence of mathematics of experimental class was higher than control class; and (3) the average of creative thinking competence of mathematics improvement was on average by reaching 0,59. The improvement of creative thinking competence of mathematics of experimental class was higher than control class.
Penggunaan Metode Representasi Grafik dalam Permasalahan Matematika pada Kehidupan Sehari-hari
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada mulanya Penggunaan Metode Representasi Grafik Dalam Permasalahan Matematika Pada Kehidupan Sehari-hari ini akan dicoba oleh peneliti dengan subjek beberapa siswa SMA kelas X yang peneliti kumpulkan di daerah Minggir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah siswa/peserta didik dapat mengartikan atau mengoperasikan apa yang diminta jika ada permasalahan matematika dan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut tidak hanya terpaku dengan rumus matematika saja tetapi menggunakan cara yang ditemukan oleh siswa dengan cara menggambarkannya. Untuk penelitian ini permasalahan yang akan diangkat adalah permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Sesungguhnya hal ini masih menjadi kesulitan tersendiri bagi siswa/ peserta didik. Pada metode representasi grafik ini siswa masih mengalami kesulitan dalam menangkap dan memberi gambaran pada apa yang diminta atau diperintahkan oleh soal. Artikel yang disusun dengan tujuan mengetahui apakah metode representasi grafik ini berguna untuk memancing imajinasi sehingga tidak hanya terpaku pada rumus matematika saja.
Perspektif Makna “Real” Pendekatan Matematika Realistik antara Guru dan Siswa
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Istilah realistik berasal dari kata “real” hal ini digunakan untuk menyatakan keadaan di sekitar kita, didalam proses pembelajaran yang menggunakan pendekatan realistik konsep matematika didekatkan dengan keadaan yang lebih real atau nyata disesuaikan dengan keadaan lingkungan sekitar oleh guru dengan tujuan agar siswa lebih mudah memahami konsep matematika. Maka dalam pendekatan matematika realistik ini guru dipandang sebagai fasilitator, moderator, dan evaluator yang menciptakan situasi dan menyediakan kesempatan bagi siswa untuk menemukan kembali ide dan konsep matematika dengan cara mereka sendiri. Pendekatan matematika realistik memandang bahwa siswa tidak hanya belajar materi matematika tetapi siswa menemukan kembali ide dan konsep matematika melalui eksplorasi masalah-masalah nyata. Dalam pendekatan matematika realistik, siswa dipandang sebagai individu (subjek) yang memiliki pengetahuan dan pengalaman sebagai hasil interaksinya dengan lingkungan. Pada makalah ini akan dipaparkan perspektif makna “real” dalam pendekatan matematika realistik antara guru dan siswa.
Generalisasi Grup Heisenberg Menggunakan Gaussian Integer
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Grup Heisenberg merupakan matriks segitiga atas berordo yang mempunyai bentuk Grup Heisenberg dapat dikategorikan menjadi tiga jenis, (1) grup Heisenberg kontinu, yaitu dengan (2) grup Heisenberg diskrit, dengan dan (3) grup Heisenberg modulo dengan . Dalam kajian ini, grup Heisenberg akan diperluas (generalisasi) dengan Gaussian integer sehingga didapatkan matriks berbentuk Kajian ini pertama-tama akan menunjukkan merupakan ring komutatif dan selanjutnya akan ditunjukkan bahwa merupakan sebuah grup.
Visual Attack dan Statistical Attack pada Aplikasi Steganography
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aplikasi Steganography merupakan apliasi penyembunyian informasi berupa teks atau citra pada citra. Aplikasi ini berjalan di sistem operasi Android versi 4.0 atau diatasnya dan dapat diunduh secara gratis dari google play. Aplikasi ini dikembangkan oleh Jan Meznik secara perorangan. Steganography versi 1.0 memiliki ukuran sebesar 672 kb yang terakhir kali di update pada tanggal 25 April 2014. Aplikasi ini dilengkapi pilihan masukan password sebagai tambahan pengamanan informasi yang disembunyikan. Visual Attack merupakan cara pengujian adanya penyisipan nilai bit pada pixel citra secara sekuensial. Beberapa tehnik visual attack adalah metode Bitplane LSB dan Enhanced LSB. Statistical attack dapat digunakan untuk menentukan apakah fenomena adanya penyembunyian data acak dalam suatu citra. Beberapa tehnik Statistical attack antara lain adalah Chi-Square Attack dan histogram analysis attack. Hasil pengujian dengan menggunakan visual attack tidak ditemukan informasi atau petunjuk letak penempatan informasi. Berdasarkan hasil pengujian Bitplane LSB dan Enhanced LSB tidak bisa menemukan adanya indikasi penyimpanan informasi secara sekuensial. Sedangkan hasil Statistical Attack juga tidak bisa menunjukkan adanya rangkaian terenkripsi pada lokasi sekuensial tertentu. Dari hasil pengujian berdasarkan visual attack dan statistical attack dapat diindikasikan bahwa aplikasi Steganography menyembunyikan informasi pada lokasi yang acak. Sehingga perlu dikaji lebih lanjut mengenai algoritma pengacakan lokasi dan atau sheet pembangkit lokasi acak tersebut.
Penentuan Penjurusan Program Peserta Didik Tingkat SMA Menggunakan Fuzzy C-Means dan Fuzzy Inference System Mamdani
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penjurusan program pada peserta didik SMA merupakan proses pengambilan keputusan dalam menentukan jurusan program bagi peserta didik yang dilakukan oleh pihak sekolah dengan mempertimbangkan minat, bakat, dan potensi diri peserta didiknya. Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006, terdapat tiga jurusan program pada SMA yaitu program IPA, IPS, dan BHS. Dalam makalah ini dibahas mengenai pengambilan keputusan menggunakan algoritma Fuzzy C-Means (FCM) dan Fuzzy Inference System (FIS) Mamdani untuk penjurusan program peserta didik, dalam hal ini menggunakan data peserta didik kelas X SMA Kristen 1 Salatiga tahun pelajaran 2012/2013. Tahap awal, peserta didik dikelompokkan ke dalam tiga cluster yaitu cluster IPA, IPS, dan BHS berdasarkan data nilai akademik menggunakan algoritma FCM. Pada tahap ini diperoleh kecenderungan data pada setiap cluster yang ditunjukkan oleh nilai keanggotaan fuzzy yang terbentuk. Tahap selanjutnya dilakukan pengambilan keputusan menggunakan FIS Mamdani berdasarkan 180 aturan fuzzy yang disusun sesuai aturan penjurusan sekolah dengan variabel input yang terdiri dari minat peserta didik, saran dari lembaga Psikologi, dan kecenderungan data nilai akademik pada setiap cluster yang telah diperoleh pada tahap sebelumnya. Berdasarkan analisis data menggunakan metode FCM dan FIS Mamdani, terdapat 74 peserta didik yang dijuruskan ke IPA, 75 peserta didik dijuruskan ke IPS, dan 28 peserta didik dijuruskan ke BHS. 94,35% hasil ini sesuai dengan hasil penjurusan oleh sekolah. Pada penelitian sebelumnya, penentuan penjurusan yang hanya menggunakan metode FCM diperoleh 93,79% hasil penjurusannya sesuai dengan hasil penjurusan oleh sekolah. Dengan demikian, keduanya memiliki persentase kesesuaian hasil yang tidak jauh berbeda.
Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Penjadwalan Laboratorium Menggunakan Algoritma Genetika
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Scheduling of lectures, especially in the computer lab in a Higher Education is a complex and often experience difficulties, which led to the allocation of subjects, lecturers, and the room is often clashed with the schedule of courses, faculty, and other rooms in the period of the course schedule. There fore, it needs a system and method of optimization that can be applied to develop a schedule of courses. Scheduling optimization can be done by various methods one genetic algorithm. On Genetic Algorithms, the initial population randomly constructed by performing encoding technique, whereas the next population is the result of the evolution of chromosomes through iteration termed generation. Every generation, the chromosomes are going through the evaluation process that will result in the value of fitness. The next stage of selection, crossover and mutation. If the mutation process is carried out and no clashes then finished condition and the best solution is obtained and produces a new chromosome population.
STRATEGI DUNIA PENDIDIKAN DALAM MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN 2016
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2017: Prosiding Seminar Nasional Matematika X 2016
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC) merupakan realisasi dari Visi ASEAN 2020 yaitu untuk melakukan integrasi terhadap ekonomi negara-negara ASEAN dengan membentuk pasar tunggal dan basis produksi bersama. Integrasi ASEAN melalui ASEAN Economic Community bertujuan untuk dapat mencapai integrasi ekonomi yang berdampak pada perubahan bukan hanya pada perubahan di pemerintahan dan politik saja, namun juga berdampak pada dunia bisnis, ekonomi dan pendidikan. Pelaksanaannya pada tanggal 1 Januari tahun 2016 yang lalu. MEA diharapkan dapat memperkuat ekonomi negara-negara ASEAN, selain itu juga diharapkan dapat mengatasi masalah-masalah dalam bidang perekonomian antar negara dan jasa antar negara ASEAN bersaing dengan bebas. Hanya produk dan jasa yang berkualitas dan bersertifikat yang dapat bersaing di MEA. Untuk mewujudkan MEA tersebut, para pemimpin negara ASEAN pada KTT ASEAN ke-13 pada bulan November 2007 di Singapura, menyepakati ASEAN Economic Community (AEC), sebagai acuan seluruh negara anggota dalam mengimplementasikan komitmen MEA. Melalui cetak biru MEA, ASEAN telah melakukan berbagai pembangunan. Antara lain adalah dengan pelaksanaan pembangunan fasilitas perdagangan pada sektor informasi, teknologi, dan transportasi. Kesepakatan pelaksanaan MEA ini diikuti oleh 10 negara anggota ASEAN yaitu: Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darusalam, Kamboja, Vietnam, Filipina, Laos dan Myanmar. MEA mewujudkan kawasan pasar bebas ASEAN yang merupakan peluang sekaligus tantangan bagi para pelaku usaha di negara-negara anggota ASEAN, karena persaingan produk dan jasa. Total penduduk negara anggota ASEAN tahun 2016 berjumlah ± 600 juta jiwa dan sekitar 43% jumlah penduduknya berada di Indonesia. MEA merupakan momen penting karena akan memberikan peluang kepada pelaku usaha di Indonesia untuk memperluas pasar bagi produk-produk industri nasional. Di lain pihak, pemberlakuan MEA juga akan menjadi tantangan, mengingat penduduk Indonesia yang sangat besar akan menjadi tujuan pasar bagi produk-produk negara ASEAN lainnya. Pembentukan pasar tunggal yang diistilahkan dengan MEA ini memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara lain di seluruh Asia Tenggara sehingga kompetisi semakin ketat.