cover
Contact Name
Muhammad Zuhair Zahid
Contact Email
zuhairzahid@mail.unnes.ac.id
Phone
+6285729226625
Journal Mail Official
zuhairzahid@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jalan Tamansiswa Kelurahan Sekaran Gunungpati Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
ISSN : -     EISSN : 26139189     DOI : -
Core Subject : Education,
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, mempublikasikan ide, gagasan, hasil penelitian matematika atau pembelajarannya. Prisma diterbitkan berkala setiap tahun, sebagai ajang publikasi seminar nasional yang diselenggarakan oleh Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang. Naskah yang dipublikasikan telah dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah tersebut. PRISMA diterbitkan setiap Februari pada tahun setelah pelaksanaan Seminar Nasional Matematika UNNES.
Articles 837 Documents
Asumsi Proportional Hazard (PH) Cox dalam Analisis Cure Rate Penderita Kanker Payudara
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cure models merupakan model survival yang dikembangkan untuk estimasi proporsi pasien yang sembuh (cure) dalam studi klinik. Model ini selain digunakan untuk mengestimasi proporsi pasien yang sembuh juga digunakan untuk mengestimasi probabilitas survival pasien yang tak sembuh sampai pada batas waktu yang diberikan Oleh karena itu model ini dinamakan model mixture. Peluang untuk sembuh, yang biasanya dikenal dengan cure rate atau surviving fraction, didefinisikan sebagai nilai asimtotik dari fungsi survival untuk t (waktu) menuju tak hingga Untuk mengestimasi parameter tak diketahui dalam model mixture digunakan algoritma EM, yang meliputi 2 langkah yaitu: E-step dan M-step. Pada algoritma EM, E-step menghitung ekspekstasi fungsi log likelihood untuk estimasi fungsi densitas, fungsi survival dan proporsi pasien yang tak sembuh. Sedangkan M-step memuat maksimasi fungsi likelihood terkait dengan estimasi fungsi densitas, fungsi survival dan proporsi pasien yang tak sembuh. Baseline survival function tidak dapat dieliminasi secara lengkap pada algoritma EM. Untuk estimasi baseline survival function digunakan asumsi proportional hazard (PH) sebagaimana yang digunakan dalam model PH Cox. Baseline survival ini digunakan untuk menghitung survival rate pada waktu tertentu dan sesuai karakteristik tertentu. Demikian juga untuk menghitung hazard rate pada waktu tertentu dan sesuai karakteristik tertentu, ditentukan baseline hazard function terlebih dahulu berdasar asumsi PH.
Analisis Kesalahan Buku Matematika pada Topik Segitiga dan Segiempat Kelas VII Semester II Serta Alternanit Pemecahannya
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fungsi matematika adalah sebagai media atau sarana siswa dalam mencapai kompetensi. Dengan mempelajari materi matematika diharapkan siswa akan dapat menguasai seperangkat kompetensi yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, penguasaan materi matematika bukanlah tujuan akhir dari pembelajaran matematika, akan tetapi penguasaan materi matematika hanyalah jalan mencapai penguasaan kompetensi. Pada proses pembelajaran, guru sering menghadapi beberapa perbedaan pendapat pada materi ajar. Ada perbedaan konsep materinya dan ada pula yang menilai bahwa tidak semua guru harus menyajikan sesuai apa yang ada didalam buku tersebut. Guru bisa menggunakan cara dan konsep lain untuk mengajarkan kepada siswanya. Namun, Guru juga harus menyajikan sesuai acuan yang ada yaitu silabus yang menjadi pedoman dari Kemendiknas. Kesalahan pada buku biasanya dianggap wajar, namun jika tidak dikoreksi lebih teliti biasanya kesalahan itu akan terulang kembali. Buku memiliki fungsi untuk mempermudah siswa dalam mempelajari materi matematika di sekolah maupun ketika mereka belajar di rumah. Kesalahan yang akan dianalisis pada buku matematika ini adalah secara penyajian pada pokok bahasan Segitiga dan Segiempat. Penyajian dan urutan materi yang sesuai akan memudahkan siswa dalam mempelajarinya di rumah sebelum hal itu disajikan oleh Guru di kelas. Maka dengan adanya kesalahan pada buku tersebut Guru dapat mencari buku referensi lain sebagai alternatif pemecahannya.
Kemampuan Berpikir Kreatif Matematik Siswa pada Pembelajaran SSCS dengan Tinjauan Metakognisi
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel konseptual ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana kemampuan berpikir kreatif matematik siswa jika ditinjau dari tingkat kesadaran metakognisinya. Penelitian dilakukan pada siswa kelas XI SMK. Pembelajaran yang diterapkan yaitu pembelajaran SSCS berbantuan Quipper School. Penelitian ini berawal karena kemampuan berpikir kreatif siswa kelas XI SMK rendah. Hal tersebut dibuktikan oleh hasil uji coba soal yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa hanya 4 orang yang dapat menyelesaikan soal dengan sempurna untuk soal yang tergolong soal open ended. Oleh karena itu peneliti ingin menerapkan pembelajaran SSCS berbantuan Quipper School, kemudian kemampuan berpikir kreatif siswa akan diukur dan akan diidentifikasi berdasarkan tingkatan kesadaran metakognisinya. Penelitian ini akan memberikan gambaran apakah tingkat kemampuan berpikir kreatif siswa mengikuti tingkat kesadaran metakognisinya atau kah tidak.
Pola Metakognisi dan Kemampuan pemecahan Masalah Siswa Melalui Think Aloud Pair Problem Solving (TAPPS)
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemecahan masalah memegang peranan penting dalam pembelajaran matematika. Pelibatan metakognisi dalam pemecahan masalah juga menjadi hal pokok dalam menentukan keberhasilan pembelajaran matematika. Peningkatan kemampuan pemecahan dan metakognisi siswa tidak lepas dari proses pembelajaran yang diterapkan di dalam kelas. Model, teknik ataupun pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran seharusnya berorientasi pada pembelajaran students centered, aktif, saling berinteraksi dan berpaham kontruktivisme yaitu siswa diberikan kesempatan untuk membangun pengetahuannya sendiri. Model pembelajaran Think Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) salah satu model yang mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan metakognisi siswa. Penelitian-penelitian terdahulu menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan TAPPS dengan siswa yang dibelajarkan dengan metode lainnya. Penelitian terdahulu juga menyimpulkan bahwa aktivitas metakognisi siswa bisa dikembangkan melalui pembelajaran TAPPS. Komponen-komponen metakognisi selama pemecahan masalah melalui TAPPS juga dapat dipolakan berdasarkan tingkat kemampuan pemecahan masalah. Siswa dengan kemampuan pemecahan masalah tinggi, mampu menggunakan komponen-komponen metakognisi secara sempurna. Sedangkan siswa dengan kemampuan pemecahan masalah sedang, menggunakan metakognisi dengan tidak sempurna dan tidak mampu mengoptimalkan setiap komponen metakognisi yang digunakan. Begitupun dengan siswa yang mempunyai kemampuan pemecahan masalah rendah, hanya melibatkan beberapa komponen metakognisinya dan tidak optimal.
Model PBL Berbasis Etnomatematika Berbantuan ICT untuk Meningkatkan Pemecahan Masalah Siswa Kelas VII Materi Bangun Datar
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mengimplementasikan pembelajaran matematika model problem based learning berbasis ethnomathematic berbantuan ICT untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VII Sekolah Menengah Pertama materi bangun datar. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model Plomp. Perangkat yang dikembangkan adalah Silabus, RPP, Bahan Ajar, LKS, dan Tes Kemampuan Pemecahan Masalah. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Roudhotussaidiyah tahun pelajaran 2015/2016, dengan teknik cluster random sampling, akan dipilih satu kelas sebagai kelas eksperimen dan satu kelas lain sebagai kelas kontrol. Metode yang digunakan untuk memperoleh data yaitu dokumentasi, tes, angket, dan observasi. Diharapkan hasil penelitian nantinya menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran matematika dari perangkat yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif. Secara lebih rinci diharapkan: (1) diperoleh karakteristik perangkat pembelajaran yang dinyatakan valid oleh validator dengan kategori baik untuk silabus, RPP, bahan ajar, LKS, dan TKPM, (2) ketuntasan belajar secara klasikal terpenuhi; kemampuan pemecahan masalah siswa kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol; (3) ada pengaruh signifikan minat belajar siswa dan keterampilan pemecahan masalah terhadap kemampuan pemecahan masalah dan (4) siswa memiliki respon positif terhadap pembelajaran dengan menggunakan perangkat pembelajaran yang dikembangkan.
Pemecahan Masalah pada Model Pembelajaran Missouri Mathematics Project dalam Tinjauan Self-Efficacy Siswa SMA
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel konseptual ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana mengoptimalkan kemampuan pemecahan masalah dalam tinjauan self-efficacy pada model pembelajaran Missouri Mathematics Project di SMA NU 05 Brangsong. Gagasan konseptual ini dilandasi berdasarkan pengamatan hasil uji coba tes kemampuan pemecahan masalah pada siswa kelas XC SMA NU 05 Brangsong pada tahun pelajaran 2014/2015 pada materi ruang dimensi tiga, pengamatan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa tergolong rendah. Tanggapan siswa menunjukkan bahwa kurangnya latihan soal dan kurangnya keyakinan diri dalam menyelesaikan soal matematika. Model pembelajaran Missouri Mathematics Project merupakan salah satu model pembelajaran yang membantu guru dalam melatih kemampuan pemecahan masalah siswa serta melatih self-efficacy (keyakinan diri) siswa dalam memecahkan masalah matematis.
Cooperatif Learning pada Kecemasan Matematika
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran kooperatif adalah suatu strategi belajar mengajar yang menekankan pada sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu di antara sesama dalam struktur kerjasama yang teratur dalam kelompok, yang terdiri dari dua orang atau lebih. Pembelajaran kooperatif adalah salah satu bentuk pembelajaran yang berdasarkan faham konstruktivis. Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya, setiap siswa anggota kelompok harus saling bekerjasama dan saling membantu untuk memahami materi pelajaran. Dalam pembelajaran kooperatif, belajar dikatakan belum selesai jika salah satu teman dalam kelompok belum menguasai bahan pelajaran.Strategi ini berlandaskan pada teori belajar Vygotsky yang menekankan pada interaksi sosial sebagai sebuah mekanisme untuk mendukung perkembangan kognitif. Matematika yang dianggap momok bagi siswa dapat menumbuhkan kecemasan saat siswa berhadapan dengannya. Berdasarkan teori kontruktuvisme ini, Cooperatif learning dapat juga dipandang sebagai suatu strategi pembelajaran. Bagaimana suatu strategi pembelajaran berpengaruh pada kecemasan matematika. Pada makalah ini akan dipaparkan bagaimana cooperatif learning dalam pembelajaran, Manfaat cooperatif learning dalam pembelajaran, Bagaimana cara mencegah Kecemasan Matematika dan temuan atau hasil penelitian yang berkaitan dengan cooperatif learning.
Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa melalui Blended Learning Berbasis Pemecahan Masalah
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel hasil kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa dalam pembelajaran blended learning berbasis pemecahan masalah. Hal ini dilatarbelakangi adanya penggunaan internet dalam pendidikan yang masih minim. Blended learning merupakan pembelajaran yang memadukan keunggulan pembelajaran tatap muka secara langsung dan pembelajaran online (e-learning) yang dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Masih sedikit penerapan pembelajaran blended learning yang menggunakan ciri khas tertentu sehingga dibutuhkan blended learning yang berbeda dengan lainnya. Dengan blended learning berbasis pemecahan masalah siswa dapat mengembangkan pengetahuan pemecahan masalahnya untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pembelajaran ini siswa saling berinteraksi, berdiskusi, bertukar pendapat atau ide mengenai permasalahan tertentu yang dapat melatih kemampuan komunikasi matematisnya. Namun berdasarkan pengamatan peneliti saat melakukan uji coba soal pemecahan masalah di kelas VII D SMP Maarif Jepara masih banyak siswa yang mengalami kesulitan saat pengungkapan simbol-simbol matematis. Blended learning berbasis pemecahan masalah dapat mengembangkan kemampuan komunikasi matematis siswa sehingga mereka mampu dalam menggunakan ide matematikanya, memahami dalam memecahkan masalah matematika yang dituangkan baik dalam lisan maupun tulisan.
Pembentukan Kemampuan Literasi Matematika dan Jiwa Kewirausahaan pada Pembelajaran Matematika Model Problem Based Learning Berpendekatan Entrepreneurial Pedagogy
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel konseptual ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana membentuk jiwa kewirausahaan melalui pembentukan kemampuan literasi matematika dalam pembelajaran matematika yang dilakukan dengan model Problem Based Learning berpendekatan Entrepreneurial Pedagogy di SMK Negeri 11 Semarang. Gagasan konseptual ini dilandasi dari kondisi riil berdasarkan hasil wawancara dengan guru matematika kelas X Persiapan Grafika SMK Negeri 11 Semarang yang menyebutkan bahwa sebagian besar siswa kelas X Persiapan Grafika memiliki kemampuan penyesuaian diri dengan teman dan kemampuan pemecahan masalah yang rendah (didukung dengan hasil tes kemampuan literasi matematika). Sedangkan dari hasil wawancara dengan guru Kalkulasi Grafika menyatakan bahwa sebagian besar minat siswa dalam berwirausaha sangat tinggi (didukung dengan hasil wawancara siswa), namun siswa sangat lemah dalam hal kalkulasi grafika yang merupakan dasar-dasar perhitungan dalam memecahkan masalah kewirausahaan di bidang grafika. Dari hasil pengamatan dalam pembelajaran yang dilakukan oleh guru matematika menunjukan bahwa pembelajarn yang dilakukan belum mengarah pada aspek pemecahan masalah yang berkaitan dengan kalkulasi grafika sehingga pembelajaran matematika tidak mendukung pembelajaran kalkulasi grafika. Model Problem Based Learning berpendekatan Entrepreneurial Pedagogy merupakan sebuah solusi yang membantu guru dalam melakukan pembelajaran matematika yang mampu membentuk jiwa kewirausahaan melalui pembentukan kemampuan literasi matematika.
Pentingnya LKPD pada Pendekatan Scientific Pembelajaran Matematika
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan Kurikulum menuntut guru dapat melaksanakan pembelajaran sesuai kurikulum yang berlaku. Karena itu dibutuhkan adanya perangkat pembelajaran yang aktif mengembangkan peserta didik. Lembar kerja peserta didik (LKPD) merupakan sarana untuk membantu dan mempermudah dalam kegiatan belajar mengajar sehingga terbentuk interaksi efektif antara peserta didik dengan pendidik, dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar peserta didik. Manfaat LKPD adalah mengaktifkan peserta didik dalam proses pembelajaran, membantu mengembangkan konsep, melatih menemukan dan mengembangkan ketrampilan proses, sebagai pedoman bagi pendidik dan peserta didik dalam melaksanakan proses pembelajaran matematika, pendekatan matematika berperan penting untuk membantu siswa dalam membangun pengetahuan matematikanya, menyatakan berbagai ide secara jelas ,dan meningkatkan ketrampilan sosialnya. Pendekatan yang cocok dalam pembelajaran matematika yaitu pendekatan scientific karena melibatkan pengembangan pola berfikir, mengolah logika pada suatu lingkungan belajar yang sengaja diciptakan oleh guru dengan berbagai metode agar program belajar matematika tumbuh dan berkembang secara optimal dan dapat melakukan kegiatan belajar secara efektif dan efisien. Pendekatan scientific atau lebih umum dikatakan pendekatan ilmiah menjadi keniscayaan dalam kurikulum 2013. Langkah pembelajaran scientific yang mencakup lima langkah utama yaitu mengamati, menanya, menalar, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan dikenal 5M. Dengan demikian diperlukan LKPD dalam pembelajaran matematika melalui pendekatan scientific agar mampu mamfasilitasi kreativitas siswa untuk menemukan suatu konsep dan mengembangkan berbagai ketrampilan ilmunya sehingga mengatasi hambatan belajar siswa.