cover
Contact Name
Muhammad Zuhair Zahid
Contact Email
zuhairzahid@mail.unnes.ac.id
Phone
+6285729226625
Journal Mail Official
zuhairzahid@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jalan Tamansiswa Kelurahan Sekaran Gunungpati Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
ISSN : -     EISSN : 26139189     DOI : -
Core Subject : Education,
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, mempublikasikan ide, gagasan, hasil penelitian matematika atau pembelajarannya. Prisma diterbitkan berkala setiap tahun, sebagai ajang publikasi seminar nasional yang diselenggarakan oleh Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang. Naskah yang dipublikasikan telah dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah tersebut. PRISMA diterbitkan setiap Februari pada tahun setelah pelaksanaan Seminar Nasional Matematika UNNES.
Articles 837 Documents
Menciptakan Kemandirian Belajar Siswa Melalui Pembelajaran Berbasis Discovery Learning dengan Assessment for Learning
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran merupakan proses aktif yang dihasilkan melalui keterlibatan aktif individu dalam merefleksikan pengalaman dan tindakan yang ia praktikkan dilingkungan tertentu. Siswa dituntut untuk memiliki kemandirian dalam belajar (self regulated learning), dimana siswa merancang sendiri belajarnya sesuai dengan tujuan pembelajaran, memilih strategi dan melaksanakan rancangan belajarnya, memantau kemajuan belajar, dan mengevaluasi hasil belajarnya dan dibandingkan dengan standar tertentu. Pembelajaran ini mewujudkan tuntutan 21st century skill yaitu life-career skills, and learning-innovations skills. Self regulated learning dapat diwujudkan melalui pembelajaran dengan pendekatan discovery learning. Discovery learning memiliki karakteristik stimulation, problem statement, data collection, data processing, verification, dan generalization. Mulanya siswa dihadapkan pada sesuatu yang menimbulkan kebingungannya agar timbul keinginan untuk menyelidiki sendiri. Guru dapat memulai pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan, kemudian memberi kesempatan untuk mengidentifikasi masalah yang relevan dan merumuskan hipotesis. Siswa mengumpulkan informasi, membaca literatur, mengamati objek, wawancara, uji coba untuk membuktikan hipotesis. Siswa mengolah data dan informasi yang telah diperoleh lalu ditafsirkan. Siswa melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan hipotesis yang ditetapkan dengan temuan alternatif. Siswa menarik kesimpulan yang dijadikan prinsip umum dan berlaku masalah yang sama. Untuk menilai proses pembelajaran dilaksanakan assessment for learning (AfL) melalui peer assessment (penilaian teman sejawat). Siswa dibekali rubrik penilaian yang telah dibuat guru kemudian mengoreksi atau memberi nilai terhadap pekerjaan siswa lain secara step by step. Dengan peer assessment, diharapkan siswa sekaligus melakukan evaluasi juga terhadap dirinya sendiri (self assessment). Sehingga siswa akan lebih memahami soal (permasalahan) yang telah dikerjakan dan mendorong siswa untuk lebih berlatih lagi dalam mempelajari suatu materi.
Implementasi Metode “Berpikir Melalui Acuan Pembelajaran (BMAP)” dalam Menyelesaikan Permasalahan Matematika
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BMAP adalah sebuah metode pembelajaran dimana guru memberikan soal yang membuat siswa berpikir kreatif dan mandiri. Implementasi BMAP mengacu pada sebuah protocol yang terdiri dari; memilih soal yang memuat permasalahan matematika, eksplorasi kemampuan siswa, klarifikasi dan tindak lanjut. BMAP menuntut guru untuk menjadi kreatif dengan mempersiapkan alternatif-alternatif cara pemecahan soal yang mengakomodasi kemungkinan-kemungkinan jawaban siswa. Dalam pengerjaan soal, guru tidak memberikan arahan dalam pemecahan masalah. Setelah siswa selesai mengerjakan, guru mengklarifikasi jawaban yang sudah dikerjakan siswa secara mandiri dengan cara mewawancarai. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui implementasi metode BMAP dalam pembelajaran matematika. Artikel ini membahas cara berpikir peserta didik kelas X SMA Kolese De Britto dalam pemecahan masalah terkait peluang dengan mengimplementasikan metode BMAP. Metode BMAP cocok digunakan untuk pengayaan siswa. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mampu memberikan jawaban yang beragam dan menunjukkan cara pikir yang mandiri dan kreatif dalam permasalahan peluang. Selain itu, siswa mengaku bahwa dengan metode ini meskipun awalnya sulit, namun mereka dapat menemukan cara tersendiri dalam pemecahan masalah sehingga membuat mereka lebih mengingat tanpa harus menghafal langkah-langkah penyelesaian yang biasanya diberikan guru di awal.
Perbandingan Pengaruh Teknik Pengelompokan Umum dan Fuzzy K-Means Clustering terhadap Manfaat Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pengaruh teknik pengelompokan terhadap manfaat pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD). Teknik pengelompokan yang akan diperbandingkan adalah teknik pengelompokan umum dan fuzzy k-means clustering. STAD dipilih peneliti karena pengelompokan di dalam STAD yang harus mengakomodir ketersebaran kemampuan kognitif, jenis kelamin, latar belakang sosial dan ekonomi. Dalam penelitian ini, yang dimaksud dengan manfaat pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah pencapaian akademik, penerimaan akan keberagaman, dan perkembangan kemampuan sosial. Model penelitian ini adalah penelitian semu dengan penentuan populasi dan pengambilan sampel dengan cara purposive sampling method. Instrumen peneliti adalah kuesioner untuk meneliti penerimaan akan keberagaman dan perkembangan kemampuan sosial yang dikembangkan sendiri dan terbukti valid dan reliabel dengan uji Kolmogorov-Smirnov. Pencapaian akademik diteliti melalui hasil ulangan yang diberikan oleh guru rekan peneliti. Data yang dianalisis adalah selisih antara post test dan pre test masing-masing responden untuk setiap peubah terikat yang diteliti. Analisis untuk pencapaian akademik menggunakan uji Mann-Whitney U, sedangkan analisis untuk penerimaan akan keberagaman dan perkembangan kemampuan sosial menggunakan uji nilai t pada dua sampel independen dengan terlebih dahulu menguji kesamaan variansi data dengan uji Levene. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa teknik pengelompokan umum memberi pengaruh yang sama dengan fuzzy k-means clustering terhadap pencapaian akademik, penerimaan akan keberagaman, dan perkembangan kemampuan sosial pada pembelajaran kooperatif tipe STAD.
Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions Pada Perkuliahan Konsep Dasar Matematika
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran kooperatif tipe student teams-achievement divisions (STAD) dalam perkuliahan Konsep Dasar Matematika.dan bagaimana hasil belajar yang diperoleh mahasiswa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi experimen design) dengan model post test only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa semester I tahun akademik 2014/2015 Program Studi PGSD FKIP Universitas Panca Marga, yang terdiri dari kelas A dan B sebanyak 76 mahasiswa. Penentuan sampel menggunakan teknik undian kelas, yaitu kelas A sebanyak 38 mahasiswa sebagai kelas eksperimen dan kelas B sebanyak 38 mahasiswa sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Keterlaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berlangsung baik dengan nilai rata-rata keterlaksanaan 88,62%. (2) Terdapat perbedaan hasil belajar antara mahasiswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan mahasiswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional, dimana hasil belajar mahasiswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (83,32) lebih tinggi daripada hasil belajar mahasiswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional/ langsung (69,36), dengan taraf signikansi sebesar 0,000.
Identifikasi Proses Berpikir Kreatif Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Tipe Multiple Solution Task
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan masalah tipe Multiple Solution Task (MST). Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitiannya adalah siswa kelas X MIPA 6 di SMA 5 Semarang. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode tes dan wawancara. Tes dianalisis untuk mengidentifikasi tingkat kemampuan berpikir kreatif (TKBK) siswa berdasarkan kefasihan, keluwesan, dan kebaruan. Wawancara dianalisis untuk mendeskripsikan proses berpikir kreatif siswa berpandu model Wallas yang meliputi tahap persiapan, inkubasi, iluminasi, dan verifikasi.Hasil penelitian menunjukkan proses berpikir kreatif siswa (1) pada tahap persiapan siswa TKBK 0, 2, 3, dan 4 mampu menyebutkan informasi, dan untuk memperoleh informasi siswa TKBK 0 membaca masalah beberapa kali tanpa suara, sedangkan siswa TKBK 2, 3, dan 4 perlu mengerluarkan suaral; (2) pada tahap inkubasi siswa TKBK 0, 2, 3, dan 4 dapat menyebutkan materi pendukung dan menyelesaikan masalah dengan runtut, namun ada siswa TKBK 0 yang tidak dapat menyebutkan materi pendukung, dan untuk memahami masalah, siswa TKBK 0 dan 2 mencatat poin masalah dan melakukan pengecekan akhir, sedangkan siswa TKBK 4 membaca masalah secara sekilas dan mencatat poin masalah, dan siswa TKBK 3 perlu membaca secara keseluruhan dan poin masalah; (3) pada tahap iluminasi, siswa TKBK 0, 2, 3, dan 4 mampu mendapatkan model matematika dan strategi penyelesaian masalah, namun ada siswa TKBK 0 yang menjelaskan strategi penyelesaian masalah yang kurang tepat; dan (4) pada tahap verifikasi, siswa TKBK 0, 2, 3, dan 4 memeriksa jawaban dan memiliki keyakinan terhadap hasil jawaban, namun ada siswa TKBK 3 yang tidak memeriksa jawaban dan ada siswa TKBK 0 yang tidak yakin dengan hasil jawabannya.Hasil tersebut menyebutkan bahwa masing – masing TKBK memiliki kesamaan dan perbedaan proses berpikir kreatif dalam menyelesaikan masalah tipe MST. Temuan lain dalam penelitian ini menyebutkan bahwa banyak siswa yang tergolong TKBK 0 (Tidak Kreatif). Oleh karena itu perlu diadakan penelitian lanjutan sebagai upaya untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan berpikir kreatif. Selain itu, peneliti memberikan saran kepada guru mata pelajaran matematika untuk mengembangkan pembelajaran matematika berbasis peningkatan atau pengembangan kemampuan berpikir kreatif siswa.
Analisis Manajemen Waktu Organisasi dan Kuliah Aktivis Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Surakarta
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to describe time management of student activist of mathematics education of Muhammadiyah University of Surakarta. The data of study is collected by observation, questionnaires, interviews, and documentation. Data are analyzed interactively by 4 methods: collecting data, data reduction, data display, and draw conclusions. The results show that (1) Time management of organization of student activist take priority to the work program rather than regular meetings. Students spend time for organization after the dismissal class. Student activist spend the spare time for organization’s matter effectively and efficiently. The student-activist face difficulty in managing time while they are invited to play with friends, or getting into attached to social media. (2) Time management of study of student-activist take priority to be presence 75% for classes as the requirement to join the final test. They solve the crushed-schedule of classes by joining the other class schedule.Assignments is done while they have a spare time by having discussion with friends. The academic achievement of student-activist can be categorized as satisfied category. This research find that student-activist whose long in pursue undergraduate program approximately takes 18 sks/semester
Keefektifan Pendekatan Pembelajaran PBL Setting TPS pada Materi Program Linier Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kritis
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keefektifan pen­dekatan pembelajaran problem based learning setting TPS ditinjau dari kemampuan berpikir kritis siswa SMK Negeri 1 Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain pretest-posttest non-equivalent group design. Populasi penelitian mencakup se­luruh siswa kelas X SMK N 1 Cangkringan, Sleman, Yogyakarta yang terdiri dari enam kelas. Kelas X TKR-2 diberikan perlakuan menggunakan pendekatan pembel­ajaran problem based learningsetting TPS. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data tes kemampuan berpikir kritis (r =0,638). Untuk mengetahui keefektifan pendekatan pembelajaran problem based learning setting TPS digunakan uji one sample t-test. Hasil penelitian pada taraf signifikansi 5%, menunjukkan bahwa: pen­dekatan pembelajaran problem based learning setting TPS efektif ditinjau dari kemampuan berpikir kritis.
Penerapan Strategi Heuristik Vee untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) penerapan strategi heuristik vee dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, (2) aktivitas belajar Matematika siswa selama penerapan strategi heuristik vee, (3) respon siswa selama penerapan strategi heuristik vee. Penelitian dilakukan di MTs N Tangerang II Pamulang Kota Tangerang Selatan tahun ajaran 2011/2012 dan subjek penelitian kelas VIII Sains. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas kelompok, jurnal harian siswa, pedoman wawancara, tes kemampuan pemecahan masalah, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penerapan strategi heuristik vee dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Pada siklus I rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sebesar 63 meningkat menjadi 82,03 pada siklus II, diikuti dengan peningkatan persentase kemampuan pemecahan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, menyusun rencana, melakukan penghitungan, dan menguji kembali. Selain kemampuan pemecahan masalah, aktivitas belajar dan respon siswa menunjukkan peningkatan, rata-rata aktivitas belajar pada siklus I sebesar 66,16% dan meningkat pada siklus II menjadi 70,46%. Berdasarkan jurnal harian rata-rata persentase respon positif siswa mengalami peningkatan yaitu pada siklus I sebesar 38,96% menjadi 61,77% pada siklus II.
Identifikasi Kemampuan Berpikir Matematis Rigor Siswa Tipe Kepribadian Introvert-Extrovert dalam Menyelesaikan Soal Matematika
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan matematis rigor siswa SMA dengan tipe keperibadian introvert dan ekstrovert. Penelitian ini merupakan penelitian deksriptif eksploratif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas subjek dengan tipe kepribadian introvert dan ekstrovert dengan masing-masing tipe diwakili oleh satu orang subjek siswa SMAN kelas XI SMAN 15 Surabaya. Berpikir matematis rigor (Rigorous mathematical thinking) merupakan suatu aktivitas berpikir matematis yang melibatkan penggunaan beberapa fungsi kognitif. Dalam penggunaannya berpikir matematis rigor dikategorikan dalam tiga level yaitu (1) level berpikir kualitatif, (2) level berpikir kuantitatif dengan ketelitian, (3) level berpikir relasional abstrak. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dan instrumen bantunya adalah soal tes kemampuan matematika, angket tipe kepribadian introvert ekstrovert, dan pedoman wawancara. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan untuk validasi data menggunakan validasi waktu. Berkaitan dengan tujuan penelitian, hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir matematika siswa untuk masing-masing tipe kepribadian dalam menyelesaikan soal matematika.
Implementasi Pendekatan Saintifik dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui pendekatan saintifik dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT atau Teams Games Tournament. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas secara kolaboratif antara guru mata pelajaran matematika dan peneliti. Tempat yang digunakan sebagai tempat penelitian ini adalah SMA Negeri 8 Surakarta. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. Subjek penelitian ini adalah guru SMA Negeri 8 Surakarta sebagai pemberi tindakan dan siswa kelas XI IPA 1 sebagai penerima tindakan dengan jumlah 25 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan antara lain : observasi, catatan lapangan, dokumentasi dan metode tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Validitas data yang digunakan adalah triangulasi penyidik. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa yang dapat terlihat dari indikator berikut, antara lain : 1) kemampuan mengajukan ide, gagasan dan tanggapan meningkat dari 24% menjadi 76%, 2) kemampuan memahami masalah meningkat dari 16% menjadi 72%, 3) kemampuan memecahkan masalah meningkat dari 16% menjadi 68%, 4) kemampuan menyimpulkan suatu pernyataan meningkat dari 20% menjadi 72%. Oleh karena itu, berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa implementasi pendekatan saintifik dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 8 Surakarta.