PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, mempublikasikan ide, gagasan, hasil penelitian matematika atau pembelajarannya. Prisma diterbitkan berkala setiap tahun, sebagai ajang publikasi seminar nasional yang diselenggarakan oleh Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang. Naskah yang dipublikasikan telah dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah tersebut. PRISMA diterbitkan setiap Februari pada tahun setelah pelaksanaan Seminar Nasional Matematika UNNES.
Articles
837 Documents
Model Pembelajaran Kooperatif Think-Talk-Write (TTW) dan Software Autograph dalam mempersiapkan Pendidik Matematika menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA)
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Model pembelajaran kooperatif tipe Think-Talk-Write (TTW) dapat meningkatkan dan mengembangkan kreativitas siswa dalam berpikir kritis, berkarya dan berkomunikasi secara aktif melalui diskusi kelompok, presentasi. Hal ini meningkatkan kreativitas pendidik matematika dalam merancang pembelajaran matematika sehingga tercipta suasana pembelajaran yang inovatif, menyenangkan di dalam kelas. Think-Talk-Write (TTW) sangat cocok dengan kegunaan dari software Autograph yang juga dapat meningkatkan kreativitas pendidik matematika. Autograph dapat membuat pendidik matematika memiliki kreativitas dalam memperlihatkan keindahan dari matematika. Pengamatan terhadap sin, cos, tan, sec, cosec, cot pada materi koordinat polar dengan menggunakan Autograph pendidik matematika dapat menemukan persamaan kembang api, dalam menggambarkan hiperboloida eliptik berdaun satu, paraboloida hiperbolik pada materi kalkulus lanjut saat mengontrol nilai variablevariabelnya dengan menggunakan Autograph maka akan menghasilkan animasi yang berbeda, dan dapat membuat pendidik matematika menemukan rumus pada materi transformasi (pada refleksi) dengan Autograph. Think-Talk-Write dan Autograph sangat dibutuhkan oleh pendidik matematika dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) yang menuntut kreativitas dari seorang pendidik matematika.
EKSPLORASI TINGKAT KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS VIII PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SETTING PROBLEM BASED LEARNING
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembelajaran matematika setting Problem Based Learning (PBL) dalam upaya mengeksplorasi tingkat kemampuan berpikir kreatif (TKBK) siswa kelas VIII dan memperoleh deskripsi TKBK siswa kelas VIII pada pembelajaran matematika setting PBL. Dalam penelitian ini, dipilih 8 siswa kelas VIII H SMP 1 Semarang yang berasal dari kategori atas rata-rata (ART), kategori rata-rata (RT), dan kategori bawah rata-rata (BRT) sebagai subjek penelitian. Metode pada penelitian ini adalah pengamatan, tes, dan wawancara. Proses pembelajaran matematika setting PBL dianalisis berdasarkan hasil pengamatan aktivitas guru dan siswa. Tes dan wawancara dianalisis untuk mendeskripsikan TKBK siswa berdasarkan kefasihan, keluwesan, dan kebaruan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) proses pembelajaran matematika setting PBL telah terlaksana dengan sangat baik yang ditunjukkan dengan persentase aktivitas guru dan siswa dan (2) subjek kategori ART teridentifikasi TKBK 3 (Kreatif); subjek kategori RT teridentifikasi TKBK 1 (Kurang Kreatif), TKBK 2 (Cukup Kreatif), TKBK 3 (Kreatif), dan TKBK 4 (Sangat Kreatif); dan subjek kategori BRT teridentifikasi TKBK 0 (Tidak Kreatif).
Perancangan Dashboard Untuk Memonitor Informasi Akademik Mahasiswa di Universitas Stikubank (UNISBANK) Semarang
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dalam makalah ini akan dibahas perancangan dashboard untuk memonitor informasi kinerja akademik mahasiswa. Dashboard adalah aplikasi yang mengambil data organisasi dan menyajikannya dalam suatu cara yang membuat lebih mudah pengawasan dan pengendalian proses bisnis. Teknologi Web Service digunakan untuk mengambil data dari sistem informasi akademik. Implementasi dashboard menggunakan Data-Driven Documents Javascript. Aplikasi yang dibuat berhasil menampilkan dashboard untuk memonitor informasi kinerja akademik mahasiswa.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN PROBLEM POSING DALAM PEMBELAJARAN STATISTIKA UNTUK MENINGKATKAN SIKAP TERHADAP MATEMATIKA DAN HASIL HASIL BELAJAR SISWA SMP
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sikap terhadap matematika merupakan salah satu karakteristik dari siswa yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran matematika yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan sikap positif siswa terhadap matematika dan hasil belajar dengan menerapkan pendekatan pembelajaran problem posing. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan pada siswa kelas IXB SMP Bokpri 3 Yogyakarta tahun pelajaran 2015/2016. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode pemberian angket dan metode tes. Instrumen angket sikap terhadap matematika untuk mengukur sikap siswa terhadap matematika, dan instrumen tes berupa tes pilihan ganda untuk mengukur hasil belajar. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif komparatif. Hasil analisis data diperoleh bahwa pada siklus I rata-rata sikap siswa terhadap matematika 72,47 dengan 28,12% siswa berada pada kategori cukup baik, baik dan sangat baik mengalami peningkatan pada siklus II rata-rata menjadi 89,4 dengan 62,5% siswa berada pada kategori tersebut. Sedangkan rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I mencapai 6,35 dengan presentase ketuntasan klasikal 37,5% meningkat pada siklus II menjadi rata-rata 8,12 dengan ketuntasan klasikal 93,75%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendekatan problem posing dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IXB SMP Bokpri 3 Yogyakarta pada materi statistika.
Peningkatan Hasil Belajar Materi Geometri Transformasi Melalui Model Pembelajaran Jigsaw IV Berbantuan Geogebra
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pembelajaran geometri transformasi selama ini belum memperhatikan aspek konstruktivisme dengan maksimal sehingga hasil belajar juga belum optimal. Teknologi selama ini berkembang dengan pesat salah satunya munculnya software geogebra versi 5.0 yang dapat membantu proses pembelajaran matematika tetapi belum dimanfaatkan dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya peningkatan keaktifan dan prestasi belajar matematika pada materi geometri transformasi melalui model pembelajaran jigsaw IV berbantuan geogebra. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XII IPA 2 SMA Negeri 1 Mayong yang berjumlah 36 peserta didik. Metode yang digunakan adalah metode penilitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus, analisis yang digunakan adalah deskriptif komparatif dengan membandingkan data antar siklus. Tindakan yang diberikan menggunakan model pembelajaran jigsaw IV dengan sembilan tahapan. Geogebra digunakan untuk memvisualisasikan obyek geometri yang akan ditransformasikan. Melalui proses visualisasi peserta didik mencoba, menalar, dan akhirnya dapat menemukan konsep transformasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keaktifan peserta didik selama pembelajaran. Peserta didik yang biasanya kurang aktif menjadi aktif dikarenakan adanya tanggung jawab dari masing-masing individu dalam melaksanakan tahapan jigsaw IV. Hasil tes setiap siklus menunjukkan adanya kenaikan jumlah peserta didik yang mencapai ketuntasan minimal (KKM). Pada kondisi akhir siklus peserta didik yang tuntas dalam belajar mencapai 85 %. Berdasarkan hal ini maka pembelajaran jigsaw IV berbantuan Geogebra dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar.
EFEKTIVITAS METODE MNEMONIK DITINJAU DARI DAYA INGAT DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X TPA SMK N 2 DEPOK SLEMAN
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang tidak disukai. Terdapat beberapa hal yang menyebabkan matematika menjadi mata pelajaran yang tidak disukai oleh siswa, salah satunya adalah banyaknya rumus dalam matematika yang harus dipahami dan diingat, dan siswa sering melakukan kesalahan dalam mengerjakan soal matematika seperti salah menggunakan rumus bahkan lupa rumus. Selain pemahaman konsep yang penting, daya ingat juga dibutuhkan untuk melihat kembali pengetahuan atau pemahaman konsep yang telah dimiliki oleh siswa. Dari kesalahan siswa tersebut, dibutuhkan sebuah cara yang mampu meningkatkan daya ingat siswa sehingga siswa mampu mengingat rumus-rumus yang digunakan dalam matematika dan dapat menggunakannya dengan tepat. Salah satu upaya untuk memperbaiki daya ingat adalah menggunakan metode mnemonik. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui efektivitas penggunaan metode mnemonik yang ditinjau dari daya ingat siswa dalam mengingat rumus-rumus trigonometeri, 2) Mengetahui efektivitas penggunaan metode mnemonik yang ditinjau dari hasil belajar siswa pada materi trigonometri. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif-kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Teknik Pemesinan A SMK N 2 Depok Sleman sebagai kelas eksperimen. Dari hasil penelitian, analisis data dan pembahasan diperoleh simpulan bahwa metode mnemonik efektif untuk pembelajaran trigonometri yang ditinjau dari daya ingat dan hasil belajar siswa.
META-ANALISIS: PBL
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh PBL terhadap keterampilan matematika. Metode penelitian ini adalah meta-analisis dengan sampel sebanyak 10 artikel pada jurnal nasional dan instrumen berupa lembaran pemberian kode (coding category). Penelitian meta-analisis menunjukkan bahwa pengaruh PBL terhadap keterampilan matematika dari subjek jenjang pendidikan, PBL lebih efektif digunakan pada peserta didik di jenjang pendidikan SMP dari pada peserta didik di jenjang pendidikan SMA. Sementara itu dari subjek materi pelajaran, PBL lebih berpengaruh pada materi SPLDV dari pada materi lainnya. Dan dari subjek Media yang di gunakan, PBL lebih effektif bila memakai LKPD. Temuan lain menunjukan bahwa PBL memberikan pengaruh tinggi terhadap keterampilan pemecahan masalah.
MODEL PBL DENGAN PENDEKATAN PMRI BERPENILAIAN SERUPA PISA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA SISWA
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kurikulum 2013 memandang literasi matematika sebagai kompetensi yang penting untuk dikembangkan. Namun, kemampuan literasi matematika siswa Indonesia masih rendah, hal ini dilihat dari hasil Programs of International Students Assessment (PISA). Penelitian ini merupakan penelitian R&D yang bertujuan untuk mengembangkan perangkat PBL dengan pendekatan PMRI berpenilaian serupa PISA yang valid dan praktis untuk meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa SMP secara efektif. Perangkatpembelajaran yang dikembangkan meliputi: silabus, RPP, LKS, buku siswa, dan tes kemampuan literasi matematika siswa serupa PISA. Proses pengembangan perangkat merujuk pada model Plomp yang meliputi: investigasi awal, desain, realisasi, tes, evaluasi dan revisi. Uji coba perangkat pembelajaran melibatkan siswa kelas VII SMP 2 Ungaran tahun akademik 2013/2014 dengan menggunakan desain penelitian non-randomized pretest-posttest control group design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran dinilai valid oleh para ahli dengan kategori sangat baik. Perangkat pembelajaran dapat dikategorikan praktis dengan merujuk pada siswa dan guru merespon positif, serta kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dikategorikan tinggi. Pembelajaran dengan model PBL dengan pendekatan PMRI juga efektif meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa.
Kemampuan Pemecahan Masalah Pada PBL Pendekatan Kontekstual dalam Tinjauan Inventori Kesadaran Metakognitif
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Artikel konseptual ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana mengoptimalkan kemampuan pemecahan masalah dalam tinjauan inventori kesadaran metakognitif pada PBL pendekatan kontekstual di SD NU Nawa Kartika Kudus. Gagasan konseptual ini berdasarkan hasil uji coba tes kemampuan pemecahan masalah oleh siswa kelas III SD NU Nawa Kartika pada tahun pelajaran 2014/2015 menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa tergolong rendah, sebanyak 40% siswa cenderung belum memahami dan belum mengetahui bagaimana cara menyelesaikan soal yang diberikan. Tanggapan siswa menunjukkan bahwa kurangnya latihan soal dan kurangnya keterampilan dalam tahap perencanaan dan evaluasi memberikan dampak yang buruk bagi siswa dengan kesadaran metakognitif rendah. Model PBL pendekatan kontekstual merupakan pembelajaran yang dapat membantu guru dalam melatih kemampuan pemecahan masalah siswa ditinjau dari tingkat kesadaran metakognitif siswa dalam memecahkan masalah matematis.
ANALISIS KEMAMPUAN SISWA DALAM MENENTUKAN POLA GEOMETRI DENGAN PENALARAN FIGURAL
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penalaran merupakan kemampuan berpikir Berpikir meliputi dua aspek utama yakni kritis dan kreatif. Dalam proses pembelajaran berpikir, Piaget (dalam Fisher, 1995) mengemukakan tiga faktor berikut: (1) perlunya memperhatikan mengapa seorang anak perpikir dengan cara tertentu, (2) perlu diingat bahwa berpikir itu adalah berbuat dan dengan demikian merupakan suatu proses yang aktif, dan (3) perlunya bagi anak untuk melakukan eksplorasi tentang konsep-konsep kunci tertentu yang dapat mengungkapkan potensi yang mereka miliki. Penalaran dan pemecahan masalah merupakan dua kompetensi penting dalam pembelajaran matematika sekolah termasuk geometri. Karena kedua kompetensi ini saling terkait dan menjadi target tujuan dalam kurikulum matematika sekolah. Konsep matematika (geometri) akan dapat dipahami dengan baik bila seseorang (siswa) memiliki kompetensi penalaran yang baik. Demikian sebaliknya penalaran siswa dapat ditingkatkan melalui latihan- latihan yang memerlukan aktivitas penalaran seperti pemecahan masalah matematika (geometri). Dengan tujuan ingin mengetahui hasil dari pembelajaran dengan pola geometri, dilakukan suatu proses penelitian dengan subjek siswa yang dianggap memerlukan suatu pembelajaran yang berhubungan dengan pola geometri yang digunakan untuk mengembangkan penalaran figural. Proses penelitian didalam penalaran figural telah dilaksanakan di suatu sekolah menengah menghasilkan berbagai data yang dapat membantu dalam menyelesaikan penelitian ini, hasil dari penelitian yaitu berupa lembar jawab dari siswa yang diberikan persoalan tersebut. Pada setiap pembelajaran matematika (geometri) hendaknya mengintegrasikan pemecahan masalah. Karena dengan terbiasanya siswa memecahkan masalah matematika (geometri) mereka akan memperoleh beberapa manfaat antara lain: (1) terbiasa berpikir analitis dan sistematis; (2) kompetensi penalarannya terlatih (meningkat); (3) bersikap kritis terhadap masalah dan; (4) meningkatkan motivasi belajar matematika (geometri).