PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, mempublikasikan ide, gagasan, hasil penelitian matematika atau pembelajarannya. Prisma diterbitkan berkala setiap tahun, sebagai ajang publikasi seminar nasional yang diselenggarakan oleh Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang. Naskah yang dipublikasikan telah dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah tersebut. PRISMA diterbitkan setiap Februari pada tahun setelah pelaksanaan Seminar Nasional Matematika UNNES.
Articles
837 Documents
PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK DALAM PERMAINAN EDUKASI BERBASIS KEUNGGULAN LOKAL UNTUK MEMBANGUN KOMUNIKASI MATEMATIS
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 1 (2018): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, sehingga mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin ilmu dan pengembangan pola pikir manusia. Maka dari itu matematika harus dikuasai setiap manusia, terutama oleh siswa di sekolah, khususnya di sekolah dasar. Dimana siswa harus diberikan hal-hal yang sifatnya konkrit dalam penanaman konsep dasar. Upaya dalam mengajarkan matematika tersebut adalah melalui berbagai permainan yang menyenangkan. Salah satunya adalah permainan edukasi berbasis keunggulan lokal yaitu suatu media pembelajaran dalam matematika yang berkaitan dengan budaya lokal siswa (lingkungan sekitar) dengan penyampaian yang menarik. Salah satu aspek afektif yang perlu dibangun adalah komunikasi matematis, karena dengan komunikasi matematis yang tinggi siswa mampu menyelesaikan dan menanggapi suatu permasalahan matematika dengan tepat. Pada era sekarang, bangsa Indonesia dihadapkan dengan masuknya berbagai budaya luar yang tanpa disadari dapat merubah pola pikir khususnya generasi muda. Jika hal ini terjadi terus menerus, dikhawatirkan pada keunggulan lokal dimana sebagai warisan budaya bangsa Indonesia akan luntur dan memudar secara perlahan. Salah satu pendekatan yang dapat menumbuhkan komunikasi matematis adalah pembelajaran matematika realistik, dimana dalam penyajian masalah matematika dikaitkan dengan budaya lokal dan lingkungan sekitar. Penggunaan pendekatan ini menjadi upaya pengenalan budaya yang ada di indonesia guna menumbuhkan komunikasi matematis siswa yang lebih luas. Melalui permainan edukasi berbasis keunggulan lokal nantinya akan membangun komunikasi matematis siswa dan mengubah pola pikir mereka bahwa matematika adalah pelajaran yang menakutkan menjadi suatu pelajaran yang menyenangkan dengan dikaitkan budaya lokal (lingkungan sekitar) siswa.
HOTS (High Order Thinking Skills) dan Kaitannya dengan Kemampuan Literasi Matematika
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 1 (2018): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Era persaingan global saat ini menuntut adanya suatu pembelajaran yang bermutu untuk memberikan fasilitas bagi anak didik dalam mengembangkan kecakapan, keterampilan dan kemampuan sebagai modal untuk menghadapi tantangan di kehidupan global. Kemampuan literasi matematika merupakan salah satu kemampuan abad 21 yang harus dimiliki setiap anak didik dalam menghadapi era persaingan global. Dalam PISA 2012 literasi matematika didefinisikan sebagai kemampuan individu dalam merumuskan, menggunakan, dan menafsirkan matematika dalam berbagai konteks. Literasi matematika dibutuhkan anak didik dalam menyelesaikan kehidupan sehari-hari. Seseorang dapat dikatakan mampu menyelesaikan suatu masalah apabila mampu menelaah suatu pemasalahan dan mampu menggunakan pengetahuannya ke dalam situasi baru. Kemampuan ini dikenal juga sebagai HOTS (High Order Thinking Skills) atau keterampilan berpikir tingkat tinggi. Oleh karena itu tujuan dari penulisan kajian ini adalah untuk memaparkan kaitan antara HOTS dalam pembelajaran dengan kemampuan literasi matematika
Meningkatkan Kemampuan Operasi Dasar Aljabar Kelas X Melalui PBL Berpendekatan Algebraic Reasoning
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 1 (2018): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pada pembelajaran matematika, siswa banyak mempunyai kendala dalam belajar aljabar sebagai peralihan dari berpikir aritmatik ke berpikir aljabar. Atas dasar tersebut penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Problem Based Learning (PBL) berpendekatan Algebraic Thinking sebagai solusi alternatif dalam meningkatkan kemampuan operasi dasar aljabar. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek Penelitian adalah 36 siswa kelas X Busana 3 SMK N 6 Semarang Tahun Pelajaran 2017/2018. Instrumen pengambilan data meliputi lembar tes kemampuan operasi dasar aljabar, lembar observasi, wawancara, dan rubrik penilaian. Analisis data meliputi penyederhanaan data dan deskripsi data. Materi yang terlibat adalah konsep nilai mutlak dan sistem persamaan linier dua variabel. Indikator Penelitian (i) rataan nilai kemampuan operasi dasar aljabar minimal 75, (2) persentase kemampuan operasi dasar aljabar tuntas secara klasikal (minimal 75%). Hasil penelitian menunjukan: (1) penerapan PBL siklus 1 berpendekatan Algebraic Thinking, rata-rata nilai kemampuan dasar aljabar 69,2 dan ketuntasan kelas secara klasikal mencapai 72,2% (2) kemampuan operasi dasar aljabar siswa belum mencapai indikator penelitian. Penelitian masih dilanjutkan ke siklus 2.
Kemampuan Literasi Matematika dan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 1 (2018): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemampuan literasi matematika merupakan salah satu kemampuan yang dinilai dalam studi PISA. Literasi matematika diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk merumuskan, menerapkan dan menafsirkan matematika dalam berbagai konteks, termasuk kemampuan melakukan penalaran secara matematis dan menggunakan konsep, prosedur, dan fakta untuk menggambarkan, menjelaskan atau memperkirakan fenomena/kejadian. Literasi matematika dikatakan baik apabila ia mampu menganalisis, bernalar, dan mengkomunikasikan pengetahuan dan keterampilan matematikanya secara efektif, serta mampu memecahkan dan menginterpretasikan penyelesaian matematika. Seorang siswa dikatakan mampu menyelesaikan masalah apabila ia mampu menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya kedalam situasi baru yang belum dikenal. Kemampuan inilah yang biasa dikenal sebagai kemampuan berpikir tingkat tinggi. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas mengenai hubungan dan cara mengembangkan kemampuan literasi matematika melalui kemampuan berpikir tingkat tinggi.
Efektivitas Model Discovery Learning Berbantuan Ice Breaking untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Materi Geometri
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 1 (2018): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menguji penerapan model Discovery Learning berbantuan Ice Breaking membuat kemampuan berpikir kreatif matematis mencapai ketuntasan belajar, (2) menguji penerapan model Discovery Learning berbantuan Ice Breaking lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis daripada penerapan model Discovery Learning, dan (3) menganalisis peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis peserta didik menggunakan penerapan model Discovery Learning berbantuan Ice Breaking. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods. Populasi pada penelitian ini adalah peserta didik SMPN 30 Semarang kelas VII. Sampel pada penelitian ini adalah peserta didik kelas VII A sebagai kelas kontrol dan peserta didik kelas VII B sebagai kelas eksperimen. Analisis data yang digunakan meliputi uji proporsi, uji beda rata-rata, dan uji gains score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penerapan model Discovery Learning berbantuan Ice Breaking membuat kemampuan berpikir kreatif matematis mencapai ketuntasan belajar, (2) penerapan model Discovery Learning berbantuan Ice Breaking lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis daripada penerapan model Discovery Learning, dan (3) peserta didik mengalami peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis berdasarkan indikator fluency, flexibility, originality, dan elaboration dengan kategori tinggi dan sedang.
Implementasi Pendekatan Ilmiah pada Pembelajaran Matematika di Kelas VII SMPN 3 Mranggen Tahun Ajaran 2013/2014
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 1 (2018): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan: (1) Bagaimanakah implementasi pendekatan ilmiah pada pelaksanaan pembelajaran matematika di kelas VII SMPN 3 Mranggen materi Statistik dan Peluang tahun ajaran 2013/2014? (2) Apa saja kesulitan yang dihadapi guru matematika dalam mengimplementasikan pendekatan ilmiah pada pelaksanaan pembelajaran matematika di kelas VII SMPN 3 Mranggen materi Statistik dan Peluang tahun ajaran 2013/2014 dan apa saja solusi yang telah dilakukan untuk mengatasi kesulitan tersebut? Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru matematika kelas VII SMPN 3 Mranggen. Observasi digunakan untuk melihat aktifitas guru dan siswa di dalam pembelajaran matematika dengan pendekatan ilmiah. Wawancara digunakan untuk mencari informasi secara langsung mengenai implementasi pendekatan ilmiah. Sedangkan teknik dokumentasi digunakan untuk melihat perencanaan pembelajaran guru berupa RPP. Teknik analisis data yang penulis gunakan adalah dengan analisis deskriptif kualitatif dengan tahapan: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa implementasi pendekatan ilmiah pada pelaksanaan pembelajaran matematika di kelas VII SMPN 3 Mranggen materi Statistik dan Peluang tahun ajaran 2013/2014 telah berlangsung dengan baik sesuai dengan kurikulum 2013. Kesulitan yang dihadapi guru yaitu pada kegiatan mengamati, menanya dan menalar. Usaha yang telah dilakukan adalah dengan menerjemahkan materi ke dalam masalah kehidupan sehari-hari, memancing siswa dengan pertanyaan-pertanyaan yang merangsang keingintahuan siswa, serta melakukan bimbingan dan arahan kepada siswa baik individu maupun kelompok.
Peran Kemampuan Literasi Matematis pada Pembelajaran Matematika Abad-21
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 1 (2018): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendidikan merupakan salah satu penentu maju mundurnya peradaban suatu bangsa. Oleh karena itu, di zaman modern ini pendidikan memegang peranan penting dalam menciptakan generasi-generasi bangsa yang mampu mengimbangi laju perkembangan ilmu pengetahuan, tak terkecuali bidang ilmu matematika. Bidang ilmu matematika yang berkembang tak hanya matematika itu sendiri namun juga pembelajaran di dalam kelas. Berkembangnya pembelajaran matematika, diikuti dengan tuntutan meningkatnya kemampuan dan keterampilan dalam pembelajaran matematika. Salah satu kemampuan yang terlibat dalam pembelajaran matematika yaitu kemampuan literasi matematis. Tak hanya sekedar terlibat, kemampuan lterasi matematis juga berperan penting dalam pembelajaran matematika di abad-21 saat ini. Hal ini mengakibatkan tantangan besar dalam menciptakan pembelajaran matematika yang sesuai agar kemampuan literasi matematis lebih tereksplor. Makalah ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan, bagaimana peran kemampuan literasi matematis dalam pembelajaran matematika abad-21?. Selain itu, pembelajaran matematika seperti apakah yang dapat mengeksplor kemampuan literasi matematis tersebut?.
Kemampuan Berpikir Reflektif Matematis Siswa Kelas VII Ditinjau dari Gaya Kognitif pada Model Pembelajaran PBL
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 1 (2018): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini (1) menguji keefektifan model pembelajaran PBL dalam mendukung KBRM siswa pada materi segiempat dan (2) mendeskripsikan KBRM siswa pada materi segiempat menggunakan model pembelajaran PBL ditinjau dari gaya kognitif. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah mixed method dengan desain penelitian yaitu sekuensial eksplanatori. Populasi adalah siswa kelas VII SMPN 2 Demak tahun pelajaran 2016/2017. Pengambilan sampel dengan teknik random sampling, diperoleh kelas VII A sebagai kelas kontrol dan kelas VII D sebagai kelas eksperimen. Penentukan subjek dengan teknik purposive sampling, diperoleh enam subjek penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik triangulasi. Pertimbangan memilih tiga siswa pada masing-masing gaya kognitif berdasarkan skor GEFT. Hasil penelitian adalah model pembelajaran PBL efektif dalam mendukung KBRM siswa pada materi segiempat dan siswa bergaya kognitif FD dan FI mampu melaksanakan semua indikator KBRM yang memiliki deskripsi yang berbeda. Siswa bergaya kognitif FD cenderung mengalami kesulitan dalam menemukan hubungan antar informasi yang diperoleh serta mudah terpengaruh oleh lingkungan, sementara siswa bergaya kognitif FI cenderung tidak mengalami kesulitan dalam menemukan hubungan antar informasi yang diperoleh serta tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematis pada Pembelajaran PSPBL Berbantuan Smart Point Ditinjau dari Kemandirian Belajar
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 1 (2018): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menguji ketuntasan belajar kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik, (2) menguji perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, (3) menguji pengaruh kemandirian belajar terhadap kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik, dan (4) mengetahui tahap pencapaian berpikir kritis matematis peserta didik ditinjau dari kemandirian belajar. Penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian kuantitatif didukung wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMPN 2 Demak. Analisis data ynag digunakan meliputi uji proporsi, uji beda rata-rata, analisis regresi, dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik kelompok eksperimen mencapai ketuntasan belajar, (2) kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik kelompok eksperimen lebih baik daripada kelompok kontrol, (3) kemandirian belajar berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik, dan (4) peserta didik dengan kemandirian belajar tinggi mencapai semua indikator tahap berpikir kritis matematis; peserta didik dengan kemandirian belajar sedang mencapai indikator pada tahap clarification, assessment, dan inference; dan peserta didik dengan kemandirian belajar rendah hanya mencapai indikator pada tahap clarification.
Pemanfaatan ICT dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematika
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 1 (2018): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hasil studi PISA tahun 2015 menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematika peserta didik di Indonesia masih rendah, yaitu berada pada posisi 64 dari 72 negara. Hal ini perlu menjadi perhatian, karena meskipun telah dilakukan pengembangan kurikulum oleh pemerintah dan tercatat sejak tahun 2000 – 2017 telah berganti sebanyak tiga kali, namun kenyataannya belum banyak perubahan yang dicapai, khususnya pada kemampuan literasi matematis peserta didik. Rendahnya kemampuan literasi matematis peserta didik dipengaruhi oleh rendahnya kualitas pembelajaran matematika. Pembelajaran dengan memanfaatkan ICT (Informastion and communication technologies) sebagai media sangat penting karena dilihat dari segi pengajaran maupun materi, keduanya mempengaruhi hasil dan minat peserta didik dalam belajar. ICT juga dapat membantu guru dalam menjelaskan materi-materi matematika yang bersifat abstrak sehingga mudah dipahami oleh siswa. Hasil dari beberapa penelitian menyatakan bahwa penggunaan ICT dalam pembelajaran matematika memberikan dampak positif terhadap kemampuan penalaran, komunikasi matematis, pemecahan masalah, dan koneksi matematis, dimana kemampuan-kemampuan tesebut termasuk ke dalam lima kompetensi pada literasi matematis. Sehingga secara tidak langsung, penggunaan ICT dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan kemampuan literasi matematis peserta didik.