cover
Contact Name
Muhammad Zuhair Zahid
Contact Email
zuhairzahid@mail.unnes.ac.id
Phone
+6285729226625
Journal Mail Official
zuhairzahid@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jalan Tamansiswa Kelurahan Sekaran Gunungpati Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
ISSN : -     EISSN : 26139189     DOI : -
Core Subject : Education,
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, mempublikasikan ide, gagasan, hasil penelitian matematika atau pembelajarannya. Prisma diterbitkan berkala setiap tahun, sebagai ajang publikasi seminar nasional yang diselenggarakan oleh Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang. Naskah yang dipublikasikan telah dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah tersebut. PRISMA diterbitkan setiap Februari pada tahun setelah pelaksanaan Seminar Nasional Matematika UNNES.
Articles 837 Documents
Desain Model Permainan Tradisional Sunda Manda dalam Meningkatkan Multiple Intelegensi Pebelajar
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 1 (2018): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belum banyaknya tutor yang menggunakan model pembelajaran berbasis permainan tradisional dalam proses tutorial, membuat mahasiswa belum mengenal secara spesifik kegunaan permainan tradisional dalam pembelajaran di kelas, oleh sebab itu mahasiswa UT khususnya di pokjar kota semarang perlu dikenalkan model permainan tersebut untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme terhadap permainan yang ada di Indonesia, sedangkan mata kuliah yang diambil adalah pembelajaran matematika SD karena mata kuliah ini sangat cocok diajarkan bagi para mahasiswa yang mayoritas guru sekolah dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan produk berupa Model pembelajaran berbasis permainan tradisional sunda manda pada mata kuliah pembelajaran matematika SD di Universitas Terbuka sehingga dapat meningkatkan multiple intelegensi mahasiswa. Metode penelitian ini menggunakan model pengembangan Plomp dengan Model ini terdiri dari lima fase, yaitu (1) fase investigasi awal, (2) fase desain, (3) fase realisasi, (4) fase tes, evaluasi, dan revisi, dan (5) fase implementasi. Data diambil melalui validasi ahli untuk uji produk berupa model pembelajaran dan validasi lapangan untuk uji implementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk desain Model Permainan Tradisional Sunda Manda untuk Meningkatkan Multiple Intelegensi telah divalidasi oleh 2 orang validator dari Universitas PGRI Semarang yaitu ahli desain pembelajaran berbasis multiple intelegensi dan ahli materi matematika dengan rata-rata validasinya 92 dan 84 artinya produk pengembangan model permainan sunda manda layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran mata kuliah pembelajaran matematika SD di universitas terbuka,
PEMBELAJARAN TIME TOKEN BERBANTUAN ASESMEN PROYEK PADA PENCAPAIAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATERI GEOMETRI
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 1 (2018): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penguasaan siswa dalam materi geometri masih rendah. Salah satu penyebabnya adalah matematika yang bersifat abstrak. Hal ini menyebabkan banyak siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari dan menyelesaikan soal matematika. Penyebab lainnya yaitu sebagian besar siswa tidak mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana mata pelajaran tersebut dimanfaatkan sebagai salah satu kecakapan hidup. Menghadapi realita tersebut, maka diperlukan pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan proses pembelajaran dan prestasi belajar siswa. Alternatif yang dapat digunakan adalah pembelajaran Time Token, dimana dalam proses belajar mengajar matematika guru hendaknya memberikan kesempatan yang cukup kepada siswa untuk dapat menggali pengetahuan dan melatih mengemukakan pendapatnya. Untuk mendukung pembelajaran Time Token diperlukan sebuah asesmen. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah: (1) kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Time Token berbantuan asesmen proyek dapat mencapai ketuntasan belajar; (2) ada perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Time Token berbantuan asesmen proyek, pembelajaran Time Token, dan pembelajaran ekspositori serta menguji pembelajaran mana yang lebih baik apabila terdapat perbedaan diantara ketiganya. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 33 Semarang dengan populasi siswa kelas VII tahun ajaran 2014/2015. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen kuantitatif dengan Design tipe Posttest Only Control Test. Design. Data hasil penelitian diolah menggunakan uji Proporsi, uji Anava, dan uji LSD. Simpulan dari penelitian adalah: (1) kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Time Token berbantuan asesmen proyek dapat mencapai ketuntasan belajar, (2a) terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Time Token berbantuan asesmen proyek, pembelajaran Time Token dan pembelajaran ekspositori; (2b) kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Time Token berbantuan asesmen proyek lebih baik daripada kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Time Token; (2c) kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Time Token lebih baik daripada kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran ekspositori; dan (2d) kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Time Token berbantuan asesmen proyek memberikan hasil yang lebih baik.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Ditinjau dari Kemandirian Siswa Kelas VIII melalui Pembelajaran Model PBL Pendekatan Saintifik Berbantuan Fun Pict
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 1 (2018): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pembelajaran matematika materi bangun ruang sisi datar, kemampuan berpikir kritis matematis dan kemandirian belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Brebes belum optimal. Salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut yakni pembelajaran menggunakan model PBL pendekatan saintifik berbantuan fun pict. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menguji ketuntasan klasikal kemampuan berpikir kritis matematis siswa, (2) menguji perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, (3) menguji pengaruh kemandirian belajar terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa, dan (4) mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis matematis siswa ditinjau dari kemandirian belajar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif didukung wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Brebes. Metode yang digunakan adalah tes, angket dan wawancara. Hasil penelitian ini adalah (1) kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelompok eksperimen mencapai ketuntasan klasikal, (2) kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelompok eksperimen lebih baik dari kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelompok kontrol, (3) kemandirian belajar siswa kelompok eksperimen berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kritis matematis, (4) siswa dengan kemandirian belajar tinggi menguasai semua indikator pada tahapan berpikir kritis, siswa dengan kemandirian belajar sedang hanya menguasai indikator pada tahap klarifikasi dan penyimpulan, siswa dengan kemandirian belajar rendah hanya mampu menguasai indikator pada tahap klarifikasi.
Analisis Hasil Asesmen Diagnostik dan Pengajaran Remedial pada Pencapaian Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika melalui Model Problem Based Learning
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 1 (2018): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menguji apakah kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang menggunakan model Problem Based Learning dapat mencapai ketuntasan individual dan klasikal; (2) mendeskripsikan proses tindak lanjut yang tepat untuk peserta didik yang tidak dapat mencapai ketuntasan setelah memperoleh pembelajaran dengan model Problem Based Learning; (3) mendeskripsikan analisis hasil asesmen diagnostik dan pengajaran remedial pada pencapaian kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik dengan model Problem Based Learning. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah One-Shot Case Study. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Kelas VII A SMP Empu Tantular Tahun Pelajaran 2016/2017 yang terpilih berdasarkan pertimbangan tertentu. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah mixed methods concurrent embedded. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan metode tes (tes diagnostik dan sumatif), metode dokumentasi dan metode wawancara. Simpulan dari penelitian ini diperoleh bahwa kemampuan pemecahan masalah dengan asesmen diagnostik dan pengajaran remedial pada model Problem Based Learning dapat mencapai ketuntasan individual dengan nilai 70 dan ketuntasan klasikal lebih dari 75%. Kemudian deskripsi proses tindak lanjut bagi peserta didik yang tidak tuntas setelah memperoleh pembelajaran dengan model Problem Based Learning dengan pelaksanaan tes diagnostik dan pengajaran remedial. Sedangkan untuk deskripsi hasil analisis asesmen diagnostik dan pengajaran remedial pada pencapaian kemampuan pemecahan masalah diperoleh subjek penelitian dari 7 peserta didik masuk kelompok atas, 29 peserta didik masuk kelompok sedang, dan 4 peserta didik masuk kelompok kurang.
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA BERDASARKAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 1 (2018): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kualitas pembelajaran dengan kooperatif tipe group Investigation secara kualitatif dan kuantitatif; (2) mendeskripsikan kemampuan literasi matematika siswa berdasarkan kecerdasan emosional siswa.. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian mixed method desain concurrent embedded design, dengan penelitian kaulitatif sebagai metode primer. Populasi penelitiannya adalah siswa kelas X MIPA SMA Negeri 2 Semarang. Data kuantitatif diuji dengan uji ketuntasan individual dan uji ketuntasan klasikal, uji beda rata-rata, dan uji beda peningkatan. Data kualitatif dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Kooperatif tipe Group Investigation berkualitas baik secara kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan pengamatan, tes literasi matematika, dan wawancara. Analisis data berdasarkan 7 komponen literasi matematika, yaitu (1) komunikasi; (2) matematisasi; (3) representasi; (4) penalaran dan argumentasi; (5) merencanakan strategi; (6) menggunakan bahasa simbol, bahasa formal, bahasa teknis dan operasi hitung; dan (7) menggunakan alat matematika. Hasil penelitian adalah (1) pembelajaran berkualitas baik (2) Siswa termasuk kelompok kecerdasan emosional kategori tinggi sangat baik pada komponen 2, 4, 5, dan 7, baik pada komponen 1, 3, dan 6. Siswa termasuk kelompok kecerdasan emosional kategori sedang, sangat baik pada komponen 5, 6, dan 7, baik pada komponen 2, 3, dan 4. Dan pada komponen 1 katogori cukup. Siswa kelompok kecerdasan emosional kategori rendah, sangat baik pada komponen 6 , baik pada komponen 3, 5, dan 7, cukup pada komponen 1, 2, dan 4.
Meningkatkan Keterampilan HOTS Siswa melalui Permainan Kartu Soal dalam Pembelajaran PBL
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 1 (2018): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan HOTS siswa melalui Permainan Kartu Soal dalam pembelajaran PBL. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIIG SMPN 9 Semarang yang berjumlah 32 siswa dan materi yang dipilih adalah materi pola bilangan. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, tes, rubrik penilaian keterampilan HOTS dan dokumentasi. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Teknik analisis data dilakukan dengan tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. PTK ini dilaksanakan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan. Penelitian ini dikatakan berhasil jika memenuhi indikator keberhasilan, yaitu 1) keterampilan HOTS siswa pada siklus I meningkat dari pra siklus dan meningkat dari siklus satu ke siklus berikutnya; dan nilai tes siswa dengan kategori soal menganalisis, mengevaluasi dan mencipta mencapai KKM yaitu ≥ 73 dengan ketuntasan klasikal ≥ 85%. Indikator untuk mengukur keterampilan HOTS siswa meliputi: (1) menganalisis: siswa terampil dalam memisahkan materi menjadi bagian-bagian penyusunannya dan mendeteksi bagaimana suatu bagian berhubungan dengan satu bagiannya yang lain; (2) mengevaluasi: siswa terampil dalam membuat keputusan berdasarkan kreteria yang standar (3) mencipta: siswa terampil dalam merencanakan suatu cara untuk membuat rancangan untuk menyelesaikan suatu tugas yang diberikan dan menyelesaikannya. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan keterampilan HOTS siswa melalui Permainan Kartu Soal dalam pembelajaran PBL. Hal ini dapat dilihat dari hasil tes siswa dalam menyelesaikan soal-soal HOTS sebelum tindakan sebanyak 18 siswa tuntas (56%) dengan nilai rata-rata kelas 57,81 dan predikat keterampilan HOTS sedang, setelah tindakan menjadi 28 siswa tuntas (88%) dengan rata-rata kelas 84,38 dan predikat keterampilan HOTS tinggi. Kesimpulan penelitian ini adalah dengan membiasakan siswa berlatih soal HOT melalui Permainan Kartu Soal dalam pembelajaran PBL dapat meningkatkan keterampilan HOTS siswa kelas VIIIG SMPN 9 Semarang.
Penerapan Model Pembelajaran PBL untuk Meningkatkan Kemampuan Abstraksi Matematis dan Tanggung Jawab Siswa Kelas XI Perhotelan SMKN 6 Semarang
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 1 (2018): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengkaji dan mendeskripsikan penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan kemampuan abstraksi matematis dan tanggung jawab peserta didik kelas XI Perhotelan 3 SMKN6 Semarang. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek penelitian pada penelitian ini adalah seluruh peserta didik XI Perhotelan SMKN6 Semarang yang berjumlah 32 peserta didik. Pelaksanaan tindakan kelas dilaksanakan selama dua kali Siklus. Teknik pengumpulan data melalui observasi, catatan lapangan, kajian dokumen dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode alur yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran PBL dapat meningkatkan kemampuan abstraksi matematis dan tanggung jawab peserta didik. Kemampuan abstraksi matematis peserta didik pada siklus satu dengan ketuntasan kelas sebesar 73,33 % dengan rata-rata 69,67 kurang dari syarat indikator pencapaian yang diharapkan sebesar 70, sementara pada siklus kedua meningkat menjadi 87,50 % dengan rata-rata nilai peserta didik sebesar 80,56 dan menunjukan memenuhi indikator yang diharapkan dalam penelitian ini. Tanggung jawab saat dilakukan siklus I sebesar 67,87 %, sementara setelah siklus ke II sebesar 78,91 %. Data nilai peserta didik menunjukan korelasi positif antara kemampuan abstraksi matematis dengan tanggung jawab peserta didik. Jadi kesimpulannya dari penelitian ini model pembelajaran PBL dapat meningkatkan kemampuan abstraksi matematis dan rasa tanggung jawab peserta didik.
Analisis Kemampuan Literasi Matematika dan Karakter Rasa Ingin Tahu Siswa pada Pembelajaran Berbasis Proyek Berbantuan Schoology
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 1 (2018): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi matematika merupakan kemampuan individu untuk merumuskan, menggunakan dan menafsirkan matematika dalam berbagai konteks, termasuk kemampuan melakukan literasi matematika dan menggunakan konsep, prosedur, fakta, sebagai alat untuk mendeskripsikan, menerangkan dan memprediksi suatu fenomena. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menguji kriteria kualitas pembelajaran PjBL berbantuan Schoology, dan (2) menganalisis kemampuan literasi matematika dan karakter rasa ingin tahu epistemik siswa kelas XI IPA SMA Karangturi Semarang pada pembelajaran PjBL berbantuan Schoology pada materi turunan fungsi.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian mixed method dengan desain concurrent embedded. Penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif berjalan beriringan dimana penelitian kuantitatif sebagai metode primer. Jenis penelitian kuantitatif yang digunakankan adalah penelitian eksperimen. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas XI IPA SMA Karangturi Semarang. Pada tahap awal dilakukan pengelompokan siswa pada kelas eksperimen berdasarkan kemampuan awal dengan memperhatikan kemampuan literasi matematika kemudian dipilih tiga kelompok siswa untuk dianalisis kemampuan literasi matematika dan karakter rasa ingin tahunya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematika siswa pada pembelajaran berbasis proyek berbantuan Schoology tuntas. Kemampuan literasi matematika siswa pada pembelajaran proyek berbantuan Schoology lebih dari siswa pada pembelajaran langsung dan meningkat. Aspek karakter rasa ingin tahu epistemik memiliki pengaruh positif terhadap kemampuan literasi matematika. Peningkatan karakter rasa ingin tahu epistemik memiliki pengaruh kepada kemampuan literasi matematika. Kemampuan – kemampuan yang memperoleh pengaruh tersebut diantaranya adalah communicating, mathematizing, representation, reasoning, using symbolic formal and technical operation dan using mathematics tools.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS DAN DAYA JUANG SISWA MELALUI STRATEGI TRAJECTORY LEARNING
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 1 (2018): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan pada penelitian ini adalah apakah dengan penerapan strategi Trajectory Learning dapat meningkatkan kemampuan pemahan konsep matematis dan daya juang siswa kelas XI IPS 2 SMAN 6 Semarang? Berdasarkan masalah tersebut, peneltian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis dan daya juang siswa kelas XI IPS 2 SMAN 6 Semarang melalui strategi Trajectory Learning (TL). Jenis penilitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar tes, lembar observasi, angket, dan lembar pertanyaan wawancara. Analisis data yang di gunakan adalah penyederhanaan dan deskripsi data. Indikator keberhasilan penelitian antara lain: (1) rata-rata kemampuan pemahaman konsep matamatis siswa meningkat dari pra siklus ke siklus satu dan siklus berikutnya, (2) ketuntasan pemahaman konsep matematis siswa secara klasikal minimal 75% siswa memperoleh nilai di atas KKM, (3)daya juang siswa minimal tinggi dan meningkat dari pra siklus ke siklus satu dan siklus berikutnya. Hasil penelitian menunjukan rata-rata kemampuan awal pemahaman konsep matamatis siswa adalah 74,29, dan mengalami peningkatan pada siklus I menjadi 75,29 dan paa siklus II menjadi 81,89. Ketuntasan klasikal kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada siklus I adalah 77% dan pada siklus meniII adalah 94%. Ketuntasan klasikal tersebut mengalami peningkatan dari keadaan awal yaitu 60%. Kategori daya juang siswa tinggi dengan skor 60,11 pada kemampuan daya juang awal, dan meningkat menjadi 65,98 pada siklus I, dan menjadi 74,91 pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan strategi Trajectory Learning dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis dan daya juang siswa kelas XI IPS 2 SMAN 6 Semarang.
Integrasi Keterampilan Higher Order Thinking dalam Perspektif Literasi Matematika
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 1 (2018): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi matematika merupakan kemampuan dalam berpikir matematis untuk menelaah dan menganalisis fenomena di kehidupan nyata, dan memecahkan masalah yang terjadi di kehidupan sehari-hari maupun masalah untuk disiplin ilmu lain. Literasi matematika ini membantu siswa untuk mengenal peran matematika dalam dunia dan membuat pertimbangan maupun keputusan yang dibutuhkan, serta memecahkan masalah yang dihadapi secara matematis. Untuk itu, siswa diharapkan dapat memecahkan masalah sehari-hari dengan berpikir secara kritis dan kreatif dalam menghubungkan, memanipulasi, dan mentransformasi pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki. Oleh karena itu, tujuan penulisan makalah ini adalah mendeskripsikan pentingnya keterampilan higher order thinking dalam sudut pandang kemampuan literasi matematika siswa, serta strategi pembelajaran yang tepat digunakan di Indonesia untuk mendukung kemampuan literasi matematika sekolah berbasis keterampilan higher order thinking. Terdapat enam tingkatan Taksonomi Bloom yang saling berkaitan dengan enam level keahlian literasi matematika pada PISA. Keterampilan higher order thinking merupakan keterampilan siswa pada tingkatan 4 (analyzing) sampai 6 (creating) pada taksonomi Bloom ranah kognitif, sehingga keterampilan tersebut mencakup level 4 sampai 6 pada literasi matematika dalam PISA. Pengembangan literasi matematika berbasis keterampilan higher order thinking di kelas memungkinkan siswa untuk bertanya, mengidentifikasi, dan terlibat dalam diskusi. Salah satu contoh pembelajaran dalam mendukung keterampilan higher order thinking dan melatih literasi matematika siswa adalah pembelajaran creative problem solving (CPS) melalui enam langkah yang dapat diintegrasikan dalam paradigma higher order thinking.

Page 4 of 84 | Total Record : 837