cover
Contact Name
Haidar Idris
Contact Email
jurnalkhidmatuna@gmail.com
Phone
+6281252465560
Journal Mail Official
khidmatuna@iaisyarifuddin.ac.id
Editorial Address
Jl. Pondok Pesantren Kiai Syarifuddin Kedungjajang, Lumajang 67358, Indonesia | Email: risalatuna@iaisyarifuddin.ac.id ; Phone/Fax. (0334) 887071, WA: +6281252465560
Location
Kab. lumajang,
Jawa timur
INDONESIA
Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27983447     EISSN : 27768813     DOI : https://doi.org/10.54471/khidmatuna.v3i2
Core Subject : Humanities, Social,
Ruang lingkup Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Masyarakat adalah pengembangan masyarakat dan keterlibatan masyarakat dalam proses pengembangannya. Secara spesifik, jurnal ini menerima artikel hasil-hasil pengabdian masyarakat dengan pendekatan penelitian berbasis - PDIA (Problem Driven Iterative Adaptation) - CBR (Community-Based Research) - PAR (Participatory Action Research) - ABCD (Asset Based Community Development) - CD (Community Development), dan metodologi lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2022): November" : 6 Documents clear
Pelatihan Penyusunan Naskah dan Komunikasi Khutbah Jum’at bagi Pemuda Muhammadiyah Gigih Setianto
Khidmatuna : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): November
Publisher : Lembaga Penelitian Penerbitan Dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/khidmatuna.v3i1.1487

Abstract

Muhammadiyah adalah organisasi masyarakat Islam yang program kerjanya tidak terlepas dari program kerja dakwah Islam dengan ciri amar makruf nahi mungkar. Julukan ini tentu tidak datang dari dalam Muhammadiyah, melainkan dari para pengamat dan pemerhati Muhammadiyah. Diantara indikator organisasi pembaharu, menurut mereka, adalah karena organisasi ini berusaha untuk merujuk secara langsung kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah (Pimpinan Pusat Muhammadiyah, 2006) Ketika Muhammadiyah didirikan tahun 1912 atau sejak Majlis tarjih dibentuk pada tahun 1928, persoalan yang dihadapinya relatif sangat sederhana dan kelihatannya tidak beranjak dari pemurnian aqidah dan ibadah atau dalam masalah-masalah khilafiyah. Itulah sebabnya, majlis ini diberi nama Majlis Tarjih (Kasman, 2013). Tetapi dalam perkembangannya sampai saat ini, persoalan – persoalan baru muncul kepermukaan dan menuntut direspon oleh Muhammadiyah. Tentu, seiring dengan beragam persoalan kontemporer, salah satu yang menjadi penguatan adalah persoalan imam dan khotib sholat jumat.
Optimalisasi Penerapan Laporan Keuangan untuk Meningkatkan Daya Saing pada UMKM Bunbun Donat Dwi Septiani; Sunarto Sunarto; Ferdiansyah Ferdiansyah
Khidmatuna : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): November
Publisher : Lembaga Penelitian Penerbitan Dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/khidmatuna.v3i1.1901

Abstract

Perkembangan bisnis yang sangat cepat dan dinamis serta semakin tingginya tingkat persaingan usaha antar kompetitor menuntut para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) harus bergerak cepat mengikuti perkembangan zaman. Selain dari pemasaran, pelaku UMKM juga perlu mempersiapkan sebaik mungkin pengelolaan industri ‘rumah tangga’ demi bertahannya suatu usaha, diantara seperti kesiapan pengelolaan bisnis, pengelolaan keuangan usaha, pengelolaan stok barang sampai pada pengelolaan pelayanan konsumen. Persiapan tersebut, tentu tidak dapat dilakukan dengan sendiri, terlebih tidak seluruh UMKM memahami tentang keseluruhan permasalahan tersebut, sehingga para pelaku UMKM perlu dibantu serta didampingi. Program pengabdian kepada masyarakat yang diadakan pada UMKM Bunbun Donat, bertujuan untuk melatih dalam menyusun laporan keuangan UMKM agar kelak UMKM dapat meningkatkan daya saing melalui pelaporan keuangannya. Metode pelaksanaan dalam kegiatan pengabdian ini adalah pelatihan. Pelaku UMKM dilatih dan dibimbing untuk menyusun laporan keuangan menggunakan aplikasi Microsoft Excel. Kegiatan tersebut dilakukan secara berkelanjutan, terukur dan proses monev untuk mengukur ketercapaian target dan luaran yang diharapkan, yaitu menjadikan pelaku UMKM dapat melakukan penyusunan laporan keuangan untuk meningkatkan daya saing pada UMKM.
Pencegahan Stunting dengan Peningkatan Pengetahuan Pentingnya ASI Dan MPASI di Desa Bandarasri Nuri Fitrianingrum Chasanah; Zainal Abidin Achmad
Khidmatuna : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): November
Publisher : Lembaga Penelitian Penerbitan Dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/khidmatuna.v3i1.1944

Abstract

Stunting merupakan salah satu hambatan dalam proses tumbuh kembang anak. World Health Organization (WHO) mendefinisikan stunting sebagai gangguan tumbuh kembang yang dialami oleh anak akibat dari gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikosisial yang tidak memadai. Berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan, pada tahun 2021 angka Stunting yang ada di Jawa Timur mencapai 23,5%. Kemudian Kabupaten Mojokerto sendiri memiliki prelevansi stunting sebesar 30.5%. Hal ini membuat Pemerintah Kabupaten Mojokerto menetapkan stunting dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional dan menargetkan penurunan angka stunting sebesar 14%. Kegiatan sosialisasi ini merupakan bentuk implementasi program kerja Kuliah Kerja Nyata Tematik MBKM kelompok 101 di Desa Bandarasri, Kecamatan Ngoro, Mojokerto dengan tujuan meningkatkan pengetahuan mengenai pentingnya pemberian ASI dan MPASI untuk mencegah stunting. Teori yang digunakan adalah teori sosialisasi. Metode yang digunakan adalah sosialisasi yang meliputi tiga tahapan, yakni persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil dari sosialisasi ini adalah sebanyak 82,5% Responden mengaku telah rutin memberikan ASI serta pemberian MPASI pada anak usia 6 bulan dan mencari tahu informasi mengenai ASI-MPASI menunjukkan bahwa sebagian besar peserta sosialisasi telah memahami pentingnya pemberian ASI dan MP-ASI, hal ini sejalan dengan tujuan diadakannya sosialisasi tersebut.
Pendampingan Lingkungan Beriman (Bersih Indah Nyaman) dalam Menumbuhkan Jiwa Sosial Cinta Kebersihan di Desa Alun-alun Kecamatan Ranuyoso Lumajang Nurhafid Ishari; Ahmad Ihwanul Muttaqin
Khidmatuna : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): November
Publisher : Lembaga Penelitian Penerbitan Dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/khidmatuna.v3i1.2017

Abstract

Artikel ini merupakan hasil pendampingan kepada masyarakat di desa Alun-alun Kecamatan Ranuyoso Lumajang. Problematika yang dihadapi masyarakat di sana berdasarkan FGD adalah sampah. Sampah meskipun benda kecil dapat membuat selokan tersumbat, lingkungan bau dan tidak sedap dipandang. Apabila selokan tersumbat dapat menyebabkan rumah warga tergenang air saat hujan. Terutama sampah di lingkungan dusun Krajan 2 mengalami kondisi darurat karena banyak jenis sampah seperti plastik, daun, dan kotoran sapi yang masih berserakan. Ada beberapa faktor penyebabnya antara lain tidak adanya Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Akar dari masalah yaitu vakumnya kerja bakti yang dulu pernah diadakan sekarang sudah tidak dilaksanakan lagi. Kesimpulan dari hasil pendampingan adalah kesepakatan wakrga untuk membuat program kerja bakti dengan tema Lingkungan Beriman (Bersih Indah Nyaman). Program Kerja Bakti direncanakan dilakukan rutin pada hari Minggu.
Penataan Penerangan Jalan Umum di Desa Meninjo Ranuyoso Lumajang Abdul Ghofur; Achmad Farid
Khidmatuna : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): November
Publisher : Lembaga Penelitian Penerbitan Dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/khidmatuna.v3i1.2018

Abstract

Semakin meningkatkan kepadatan masyarakat serta akrrivitas yang banyak dilakukan di jalan dapat meningkatkan pembangunan dan perbaikan pada prasarana jalan umum terutama pada desa Meninjo, Kec. Ranuyoso, Kab. Lumajang. Keberhasilan pendampingan masyarakat dapat dilihat dari bagaimana cara masyarakat mengatasi problematika sosialnya. Artikel pendampingan ini dimaksudkan untuk melihat bagaimana proses perubahan masyarakat dalam megatasi problematikanya terutama sarana penerangan jalan. Dari hasil pendampingan dapat diketahui bahwa ketiadaan penerangan jalan di desa Meninjo menyebabkan beberapa problem, antara lain tindak kriminal dan kecelakaan. Kesimpulan dari pendampingan selama 40 hari, dan didasarkan pada proses dan tahapan pendekatan Participatory Action Research, didapati perubahan kesadaran masyarakat untuk melakukan penataan penerangan jalan dan membentuk komunitas sadar lingkungan.
Pendampingan Pengadaan Fasilitas Umum di Desa Jenggrong Lumajang Ahmad Hafidz Lubis
Khidmatuna : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): November
Publisher : Lembaga Penelitian Penerbitan Dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/khidmatuna.v3i1.2019

Abstract

Artikel ini mencoba menjelaskan berkenaan proses pendampingan masyarakat dusun Palu desa Jenggong dalam pengadaan lampu penerangan jalan umum. Hal ini dibuktikan dengan fasilitas penerangan yang terbilang minim di karenakan tidak adanya lampu penerangan jalan. Bukan hanya jalan utama yang gelap, jalan setapak juga gelap dan licin ketika musim hujan. Riset ini bertujuan untuk mengetahui problem dasar dan penyebab tidak adanya lampu penerangan jalan dan mengetahui faktor penghambat serta faktor pendukung dalam proses pendampingan pengadaan lampu penerangan jalan di Desa Jenggrong Kecamatan Ranuyoso. Metode yang digunakan yaitu berbasis Participatory Action Research (PAR) dengan proses to know, to understand, to plan dan to act serta masyarakat sebagai pelaku utama dalam pelaksanaanya. Hasil FGD besar bersama ibu-ibu muslimatan dan bapak-bapak rutinan lebih setuju untuk pengadaan lampu penerangan jalan. Melalui proses komunikasi yang panjang oleh masyarakat dengan perangkat desa namun tidak menemukan solusi. Akhirnya muncullah solusi dari tokoh masyarakat yang sepakat mengadakan kegiatan Haul dengan bentuk kegiatan khatmil qur’an. Dengan cara menyebarkan amplop Haul ke rumah-rumah warga dengan hasil iuran seikhlasnya yang nantinya akan digunakan untuk pengadaan lampu penerangan jalan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6