cover
Contact Name
Yuliana Jamaluddin
Contact Email
yuliana.jamaluddin@iain-manado.ac.id
Phone
+6285255448704
Journal Mail Official
nur.syahidah@iain-manado.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Manado Jl. Dr. S.H. Sarundajang, Kawasan Ringroad I, Malendeng Manado Kode Pos 95128, Sulawesi Utara, Indonesia
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Al-Mustafid: Journal of Quran and Hadith Studies
ISSN : -     EISSN : 29860342     DOI : https://doi.org/10.30984/mustafid
Ilmu Al-Quran dan Tafsir merupakan Program Studi di Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwa IAIN Manado yang mempunyai Visi Menjadi Pusat Pengembangan Ilmu Al-Quran Dan Tafsir Yang Unggul Dan Moderat Berbasis Masyarakat Multikultural dan Misi 1. Menyelenggarakan Pendidikan Ilmu Al-Quran Dan Tafsir Yang Aktual Dan Kontekstual Untuk Membentuk Pribadi Yang Unggul Dan Moderat., 2. Menyelenggarakan Penelitian Yang Berorientasi Pada Pengembangan Ilmu Al-Quran Dan Tafsir Yang Berbasis Multikultural. 3. Menyelenggarakan Pengabdian Yang Berbasis Hasil Penelitian Ilmu Al-Quran Dan Tafsir Untuk Mewujudkan Masyarakat Multikultural Yang Moderat. 4. Melakukan Kerjasama Dengan Lembaga-Lembaga Yang Berorientasi Pada Pengembangan Ilmu Al-Quran Dan Tafsir
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2024): June" : 6 Documents clear
KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM PENAFSIRAN KH. HUSEIN MUHAMMAD TERHADAP QS. AL-NISĀ’ [4]: 34 Al-Husda, Najwa
Al-Mustafid: Journal of Quran and Hadith Studies Vol 3 No 1 (2024): June
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/mustafid.v3i1.780

Abstract

Persoalan laki-laki dan perempuan tidak terlepas dari prinsip dasar Al-Qur’ān yang memperlihatkan pandangan egaliter. Faktanya, hubungan antara laki-laki dan perempuan masih dianggap timpang. Pada akhirnya perempuanlah yang mendapatkan posisi yang dimarginalkan yang berakibat pada kekerasan. Husein merupakan salah satu cendikiawan yang konsen membahas ketimpangan ini dimana menurutnya kekerasan terhadap perempuan merupakan konsekuensi logis dari sistem kekuasaan laki-laki yang dimapankan atas nama agama. Salah satu konsekuensi ini ditunjukkan oleh bunyi teks QS. Al-Nisā’ [4]: 34 yang secara literal mentolerir kekerasan terhadap perempuan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library Reseach). Adapun pengumpulan datanya menggunakan metode dokumentasi dengan mengumpulkan data yang relevan pada buku, jurnal dan artikel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Husein melakukan reinterpretasi terhadap QS. Al-Nisā’ [4]: 34. Para ulama klasik menafsiri sebagai ayat superioritas laki-laki terhadap perempuan. Menurutnya makna teks bahasa yang mengalami perkembangan yaitu kalimat wadhribūhunna, dimana tidak hanya memiliki makna “pukullah mereka dengan tangan” namun bisa juga dengan penyelesaian di pengadilan. Oleh sebabnya, pemukulan terhadap perempuan (istri) menurut Husein tidak diperkenankan karena hal tersebut merupakan tindakan kekerasan terhadap perempuan. Kata Kunci: Kekerasan Terhadap Perempuan, Husein Muhammad, QS. Al-Nisā’ [4]: 34.
SOCIOLOGY OF KNOWLEDGE: TRADISI PEMUTARAN PEMBACAAN SURAT AL-KAHFI PADA HARI JUM’AT Zurur, Iwanuz
Al-Mustafid: Journal of Quran and Hadith Studies Vol 3 No 1 (2024): June
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/mustafid.v3i1.826

Abstract

Pelaksanaan pemutaran pembacaan murattal surat Al-Kahfi pada hari Jum’at di Pondok Pesantren Annuqayah adalah semacam tradisi yang turun temurun dilakukan dilakukan para santri mengenai pembacaan al-Qur’an. Penelitian ini akan mengkaji tentang proses atau pengaplikasian pemutaran pembacaan Murattal Surat Al-Kahfi menjelang Shalat Jum’at di Pondok Pesantren Annuqayah. Dengan menggunakan penelitian kualitatif yaitu studi kasus atas pembacaan dan pemutaran murattal surat al-Kahfi sebelum shalat jum’at di Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk Sumenep Madura. Penelitian ini menggunakan tiga metode dalam prses pengumpulan data dengan metode Observasi, Interview (wawancara), dan dokumentasi sebagai pendukung data yang diproleh selama melakukan obeservasi dan interview. Sehingga dalam kajian ini mempunyai kesimpulan bahwa pemutaran pembacaan murattal surat al-Khafi di Pondok Pesantren Annuqayah. Dalam pelaksanaannya, pemutaran tersebut juga ada kebiasaan para santri membaca ayat-ayat al-Qur’an. Yaitu satu surat Al-kahfi yang dibaca pada hari atau malam Jum’at oleh masyarakat santri. Ada beberapa resepsi masyrakat santri yang digunakan dalam pemutaran murattal tersebut. Pertama secara simbolis, para santri memaknai terhadap surat tersebut yang dibaca. Kedua, dianggap sebagai praktik relegius. Para santri membaca surat al-khafi di hari atau malam jum’at sebagai praktik keagamaan. Ketiga, sebagai tradisi material, para santri membaca surat al-kahfi pada hari dan malam jum’at menganggap sebagai taradisi kebaikan yang sudah berkembang. Secara konstruksi pengetahuan masyarakat santri mengenai pembacaan ayat al-qur’an bisa terbentuk melalui sosiologi pengetahuan yag melalui proses Eksternalisasi, Objektivikasi, dan Internalisasi. Kata Kunci: Living Qur’an, QS. Al-Kahfi, Sosiology of knowledge.
MASYARAKAT MADANI MENURUT AL-QURAN Usa, Amri
Al-Mustafid: Journal of Quran and Hadith Studies Vol 3 No 1 (2024): June
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/mustafid.v3i1.846

Abstract

Masyarakat madani merupakan Kondisi lingkungan masyarakat yang didambakan adalah masyarakat yang harmoni, sentosa, terbuka, berkembang, serta modern yang mencerminkan keadaan kehidupan masyarakat yang bersifat positif, matang dan seimbang. Masyarakat madani mengandung tiga hal, yakni agama, peradaban dan perkotaan, pada sisi ini agama merupakan sumber, peradaban adalah prosesnya, dan masyarakat kota adalah hasilnya. Sulitnya mewujudkan lingkungan yang kondusif menjadi masyarakat madani dikarenakan sikap yang terkadang lalai dari alquran. Segala hal yang dilakukan hari ini kebanyakan melalaikan perintah Allah swt. yang dijelaskan dalam Al-Quran. Peran Al-Quran dalam mewujudkan kehidupan yang harmoni, sentosa dan berkembang sangat penting. Al-Quran merupakan pedoman yang sangat pas dalam mengarungi kehidupan manusia di dunia dan di akhirat. Secara eksplisit, alquran telah memberikan petunjuk mengenai ciri-ciri dan kualitas suatu masyarakat yang baik. Namun, secara konseptual, hal tersebut masih memerlukan upaya interpretasi dan pengembangan pemikiran.
PRESERVASI MODERASI BERAGAMA: STUDI LIVING QUR'AN MASYARAKAT KABUPATEN KETAPANG abdurrahman, abdurrahman; Gemely, Delfina; Saragih, Eka Junila; khairunnisa, Dina
Al-Mustafid: Journal of Quran and Hadith Studies Vol 3 No 1 (2024): June
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/mustafid.v3i1.900

Abstract

Preservasi moderasi beragama mengacu pada segala hal yang mendasari terjadi dan terjaganya kehidupan yang moderat baik kepada sesama pemeluk agama Islam maupun kepada pemeluk agama lain, tulisan ini menjelasakan secara deskriptif berkaitan dengan fenomena keberagaman yang terjadi pada masyarakat kab. Ketapang yang ditinjau dari sudut pandang living qur’an melalui observasi dan wawancara yang mendalam kepada berbagai tokoh agama dan tokoh masyarakat yang terdiri dari berbagai lembaga pemerintah atau yang berafiliasi seperti, kemenag, MUI, FKUB, dan para penyuluh. Moderasi beragama tetap terjaga sampai pada saat ini karena dua faktor yaitu faktor internal dan eksternal, faktor internalnya adalah adanya sikap dan pemikiran masyarakat ketapang pada umumnya memegang teguh beberapa prinsip seperti Tawassuṭ, Tasāmuh, Tawāzun, I’tidāl , Musāwah, Syūra, Iṣlah, Aulawiyāt, Taṭawwur wa Ibtikār, sedangkan faktor eksternalnya karena adanya peran langsung dari pemerintah, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
KAIDAH AMR DAN NAHY DALAM AL-QUR’AN Halim, Muh Suwandi Halim
Al-Mustafid: Journal of Quran and Hadith Studies Vol 3 No 1 (2024): June
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/mustafid.v3i1.965

Abstract

Kaidah-kaidah penafsiran telah banyak mengalami perkembangan sejak zaman Nabi Muhammad saw., hinggga sampai sekarang ini. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui seluk beluk terhadap kaidah Amr dan Nahy dalam menafsirkan Al-Qur’an. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan library research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Amr dan Nahy dalam penafsiran Al-Qur’an tersebut memiliki beberapa kaidah yang diterapkan.
KAJIAN LIVING QUR’AN: TRADISI LOMBAN LARUNG KEPALA KERBAU DI DESA UJUNGBATU KABUPATEN JEPARA Shoffa Zamharotuz Zuhria, Melati Mawadatul Fitroh Rizqiyana Maulida Kamilah
Al-Mustafid: Journal of Quran and Hadith Studies Vol 3 No 1 (2024): June
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/mustafid.v3i1.969

Abstract

Abstrak Adat Syawalan atau Lomban merupakan suatu tradisi yang dilakukan pada tanggal 8 Idul Fitri dan sering disebut dengan “Bada Kupat”. Adat Lomban ini sudah ada sejak lama, karena sebelum adanya tradisi Lomban ini masyarakat Ujungbatu mengalami beberapa musibah seperti banjir dan kebakaran. Penelitian ini merupakan studi pustaka dengan menggunakan tambahan literatur lainya, yakni penulis menganalisis fenomena berdasarkan hasil pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dalam penerapannya pada tradisi Lomban di Jepara, tujuan melakukannya sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat yang melimpah dan keselamatan kepada masyarakat nelayan. Adapun nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya yakni nilai edukasi, nilai toleransi, nilai religius, nilai ekonomis, dan nilai solidaritas.

Page 1 of 1 | Total Record : 6