cover
Contact Name
Rahmiati
Contact Email
rahmiati@fmipa.unmul.ac.id
Phone
+6281355258687
Journal Mail Official
kutaibasin@fmipa.unmul.ac.id
Editorial Address
Jalan Barong Tongkok No.4 Gunung Kelua Samarinda, East Kalimantan Province Indonesia - 75123
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Geosains Kutai Basin
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : 26155176     DOI : https://doi.org/10.30872/geofisunmul.v5i2
Core Subject : Science,
Coastal and Ocean Dynamics Environmental of Geophysics Geodesy and Geography Geographic Information System Geology Geophysics Exploration Geotechnical/ geo-engineering Hazard Mitigation Hydrology Meteorology and Climatology Mining Engineering Seismology and Volcanology Oceanography
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2022)" : 6 Documents clear
Analisis Pola Tegasan untuk Menentukan Tipe Sesar Grindulu di Pacitan, Jawa Timur Haryono, Arif
GEOSAINS KUTAI BASIN Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Geophysics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geofisunmul.v5i2.1033

Abstract

Sesar Grindulu merupakan salah satu sesar aktif di Kabupaten Pacitan yang aktivitasnya telah beberapa kali menyebabkan terjadinya gempabumi. Posisinya yang memanjang dengan arah timur laut – barat daya seakan membelah Kabupaten Pacitan menjadi dua bagian, hal ini membuat Sesar Grindulu menjadi ancaman serius bagi masyarakat Pacitan. Salah satu langkah mitigasi bencana yang bisa dilakukan adalah dengan mengidentifikasi karakteristik Sesar Grindulu untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin. Dalam penelitian ini, tipe Sesar Grindulu ditentukan berdasarkan analisis pola tegasan menggunakan software Win-Tensor. Data masukan berupa dip dan strike adalah data sekunder hasil penelitian sebelumnya. Hasil analisis pola tegasan menunjukkan bahwa tegasan maksimum (σ1) merupakan gaya kompresi dan tegasan minimumnya (σ3) adalah gaya regangan, dimana keduanya berarah horisontal. Sedangkan tegasan menengahnya (σ2) berarah vertikal. Pola tegasan tersebut menunjukkan bahwa Sesar Grindulu termasuk dalam jenis sesar geser mengiri. Sementara itu, hasil proyeksi stereografi memperlihatkan bahwa tegasan utamanya (σ1) berarah N17oE, sedangkan bidang sesarnya memiliki arah N60oE. Berdasarkan sistem sesar geser menurut konsep Moody dan Hill, Sesar Grindulu digolongkan ke dalam sesar geser orde pertama karena gaya kompresi terbesarnya menggerus pada sudut 43o.
Analisis Potensi Swabakar (Self-Combustion) Berdasarkan Data Proksimat pada Batubara PT. Geoservices Samarinda Wahidah, Wahidah; Fajarwati, Delia Aurora; Lepong, Piter; Alamsyah, Andi
GEOSAINS KUTAI BASIN Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Geophysics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geofisunmul.v5i2.1062

Abstract

The self-combustion phenomenon that has the potential to cause fires in the coal mining industry in East Kalimantan is the subject of this study. The purpose of this study is to determine the quality and characteristics of coal that has the potential to trigger self-heating. In this research, 5 (five) samples of coal quality are analyzed from PT. Geoservice Samarinda using the proximate analysis method and analysis of calorific value and total sulfur. Next, determine ranking of coal and analyze the characteristics of coal samples that are prone to potential self-combustion. The results show that the five coal samples included in Sub-Bituminous rank with medium volatile matter considered to have sufficient potential to experience self-combustion. The most susceptible coal sample is sample code D1 because it also has lower inherent moisture and ash content and higher total sulfur content than other coal samples. However, further tests still need to be carried out to determine the percentage of total sulfur (pyrite) as a trigger for self-combustion. Environmental factor analysis is also required for validation.
Studi Pengaruh Suhu Permukaan Laut Di Selat Makassar Terhadap Intensitas Curah Hujan Kota Balikpapan Kusmardiyanti, Retni; Yusuf, Mustaid; Djayus, Djayus; Rahmiati, Rahmiati
GEOSAINS KUTAI BASIN Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Geophysics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geofisunmul.v5i2.794

Abstract

Rainfall is the amount of water that falls on the ground surface during a certain period measured in units of height and is caused by various factors, such as sea surface temperature, wind direction and speed, humidity and so on. This study aims to determine how the influence of the sea surface temperature of the Makassar Strait on the intensity of rainfall in the city of Balikpapan. The data used in this study are sea surface temperatures taken at 4 coordinate points in the Makassar Strait, they are -2oS and 118oE, -1oS and 118.25oE, ​​0oEQ and 118.5oE, ​​1oN and 119.25oE and 2oN and 119.5oE and rainfall data in Balikpapan City. taken at 4 points of data collection stations, they are -1.16oS and 116.84oE, -1.16oS and 116.88oE, -1.2oS and 116.84oE and -1.2oS and 116.88oE. The data was taken for 3 years, from 2017 to 2019. This study uses a correlation analysis, where the results obtained indicate that the sea surface temperature in the Makassar Strait quite affects rainfall in the city of Balikpapan. The highest correlation is 0.601217435, which is a strong correlation and has a positive value. Keywords : Rainfall, Sea Surface Temperature, Correlation Analysis
Pengaruh El Nino Southern Oscillation (ENSO) Terhadap Debit Sungai Mahakam Kalimantan Timur Rahmiati, Rahmiati; Mandang, Idris
GEOSAINS KUTAI BASIN Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Geophysics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geofisunmul.v5i2.1064

Abstract

El Nino Southern Oscillation (ENSO) merupakan fenomena laut-atmosfer yang berdampak terhadap perubahan iklim di seluruh dunia termasuk Indonesia. Southern Oscillation Index (SOI) merupakan salah satu indikator dari ENSO. SOI memberikan gambaran kejadian El Nino atau La Nina di Samudra Pasifik. SOI dihitung menggunakan perbedaan tekanan antara Tahiti dan Darwin. Fase El Nino berada pada nilai SOI dibawah -7 dan La Nina berada pada nilai SOI di atas dari +7 [1]. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh ENSO terhadap debit Sungai Mahakam di Kalimantan Timur menggunakan analisis Korelasi Pearson (Pearson Product-Moment Correlation). Data yang digunakan merupakan data yang diperoleh dari 4 stasiun pengamatan mulai dari tahun 2008 sampai tahun 2012. Analisis korelasi dibagi menjadi lag 0, lag 1, lag 2 dan lag 3. Hasilnya menunjukkan bahwa pada lag 0 diperoleh korelasi positif yang hampir semua stasiun nilai koefisien korelasinya (r) lebih besar dari 0,3 (korelasi sedang). Pada lag ini hanya satu stasiun yang nilai r nya di bawah 0,3. Pada lag 1 terjadi korelasi positif dan negative yang kebanyakan berkorelasi lemah dengan nilai -0.07 ≤ r ≤0.23. Hanya ada satu stasiun yang berkorelasi sedang dengan nilai r lebih dari 0,3. Pada lag 2 dan lag 3 semua stasiun berkorelasi lemah dengan nilai -0.3 ≤ r ≤ 0.17. Dari hasil tersebut dapat terlihat bahwa korelasi tertinggi adalah korelasi sedang dengan korelasi positif yang terjadi pada lag 0 sehingga dapat disimpulkan bahwa kejadian ENSO berdampak langsung terhadap debit Sungai Mahakam meskipun pengaruhnya tidak terlalu besar. Dari hasil juga mengindikasikan bahwa ketika kondisi El Nino maka debit sungai akan menurun dan akan meningkat ketika kondisi La Nina
Analisis Spasial Ordinary Kriging Persebaran Emas Berdasarkan Data Geokimia Permukaan Awak Mas, Sulawesi Selatan Amalia, Ani; Lepong, Piter; Natalisanto, Adrianus Inu
GEOSAINS KUTAI BASIN Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Geophysics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geofisunmul.v5i2.798

Abstract

Kadar emas dapat diketahui dari hasil pengujian laboratorium dan atau dengan dilakukannya prediksi dengan teknik interpolasi Ordinary Kriging. Tujuan penelitian ini adalah untuk estimasi penyebaran kadar emas di Awak Mas Project menggunakan data sekunder dari hasil channel dan sampling data permukaan. Tahapan yang dilakukan adalah dengan memilih model semivariogram terbaik diantara semivariogram Spherical, Eksponensial, dan Gaussian dan menafsirkan pola penyebaran mineral emas menggunakan metode geostatistik ordinary kriging berdasarkan data sampling channel mineralisasi emas permukaan. Langkah pertama dalam pengolahan data adalah membuat semivariogram menggunakan software SGEMS dengan nilai nugget, sill, dan range masing-masing sebesar 0,01, 0,1, dan 600. Kemudian diinterpolasi menggunakan ketiga model untuk mendapatkan model terbaik berdasarkan nilai RMSE terkecil, model yang didapatkan adalah model Gaussian. Hasil dari penelitian ini adalah pola penyebaran mineral emas permukaan banyak ditemukan pada daerah barat laut (NW) dan barat daya (SW) yang dipengaruhi oleh struktur geologi
Strategi Adaptasi Perubahan Iklim Melalui Pemanfaatan Air Hujan Untuk Penyediaan Air Bersih Di Kota Tarakan-Kalimantan Utara mislan, Mislan; Partimin, Partimin
GEOSAINS KUTAI BASIN Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Geophysics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geofisunmul.v5i2.991

Abstract

Perubahan iklim diyakini sangat berdampak terhadap ketahanan air di perkotaan. Dampak tersebut diantaranya ditunjukkan adanya perubahan pola curah hujan dan anomali iklim, selanjutnya dampak tersebut berpengaruh terhadap ketersediaan air baik secara kuantitas maupun kualitas, serta meningkatnya daya rusak air. Kota Tarakan memiliki luas 655,77 km2 merupakan pulau kecil yang rentan terhadap perubahan iklim. Kerentanan perubahan iklim tersebut mencakup terbatasnya penyediaan air bersih, kejadian banjir dan longsor dan meningkatnya kenaikan muka air laut. Dengan curah hujan tahunan rata-rata sebesar 3.898,2 mm maka tebal curah hujan yang diperoleh dalam 1 hari sebesar 145 lt. Dalam 1 tahun dengan jumlah rumah tangga 52.602, volume air yang dapat ditampung mencapai 2.782.600 m3 atau bernilai sekitar Rp. 3.338.400.000 sampai Rp. 19.478.200.000. Untuk mengembalikan pembelian dan pemasangan drum/tanki bagi 52.602 rumah tangga diperlukan investasi senilai Rp. 84.163.200.000,- atau diperlukan kembali modal antara 4,32 sampai 25 tahun. Pemanfaatan air hujan sangat cocok untuk dipilih karena tidak memerlukan teknologi yang tinggi, masyarakat sudah sangat familiar dan curah hujan di Tarakan sangat tinggi. Pemanfaatan air hujan diyakini akan meningkatkan ketahanan air melalui meningkatnya ketersediaan air bersih dan berkurangnya air limpasan (yang selanjutnya mengurangi kejadian dan intensitas banjir), serta penghematan terhadap pengeluaran biaya pemanfaatan air oleh masyarakat. Pemanfatan air hujan harus dimasyarakatkan dan dapat ditempuh melalui penetapan kebijakan pemanenan air hujan, sosialisasi, pendampingan, pembentukan komunitas, dan pemberian insentif serta kajian teknologi pemanfaatan air hujan yang ekonomis dan teknologi yang sederhana.

Page 1 of 1 | Total Record : 6