cover
Contact Name
Aufa Rizka Azzumi
Contact Email
ahmad.ashifuddin@gmail.com
Phone
+6285156704080
Journal Mail Official
aufa.r.azzumi@stikes-ibnusina.ac.id
Editorial Address
JALAN RAYA AJIBARANG KM 1 BANYUMAS, JAWA TENGAH
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
ISSN : 29872898     EISSN : 29872901     DOI : 10.59841
Core Subject : Health,
rtikel dapat berasal dari salah satu bidang berikut: Kesehatan masyarakat, manajemen Farmasi, farmasi klinis, analis farmasi makanan, farmasi halal, halal industri.
Articles 279 Documents
Membuka Kompleksitas Kesehatan: Kajian Komprehensif Penerapan Systems Thinking dalam Organisasi Kesehatan Modern : Literature Review Yoga Saputra; Dede Efendy; Mona Valentin Br. Tambunan; Ferdy Ferdy
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v3i4.3351

Abstract

This study examines the application of systems thinking in modern healthcare organizations, with a particular focus on Peter Senge’s Fifth Discipline. Using a systematic literature review of 20 selected articles, the study investigates the potential and challenges of applying systems thinking across key areas such as patient safety, service integration, resource management, and innovation. Findings indicate that systems thinking provides a holistic framework to better understand and address the inherent complexity of healthcare systems. By fostering interconnections among organizational components, it enhances the capacity to improve performance, ensure patient-centered care, and support sustainable change. Nevertheless, implementation is hindered by obstacles such as resistance to change, lack of shared understanding, and difficulties in measuring systemic outcomes. To address these barriers, the study highlights strategies including leadership development, staff training, and the establishment of appropriate evaluation tools. These measures strengthen organizational readiness and support a culture of continuous learning. The study concludes that systems thinking offers valuable insights for healthcare organizations to adapt to evolving challenges, but its success requires long-term commitment, supportive leadership, and systematic implementation. Future research should further explore the integration of systems thinking with emerging digital health technologies and assess its long-term impact on health outcomes and organizational resilience.
Asuhan Keperawatan pada Ny. T Keluarga Tn. H dengan Gangguan Sistem Kardiovaskuler : Hipertensi di Desa Purwodadi RT 02 RW 01 Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes Hanum Alya Saputri; Tati Karyawati; Arisnawati Arisnawati
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v3i4.3305

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs) are a major challenge in today's health development. One category of these diseases is hypertension, which is classified as a chronic disease with a relatively high mortality rate. Hypertension serves as a major predictor for various chronic diseases and is a common disease found in the community (Putri et al., 2025). If not managed properly, hypertension can lead to more serious complications such as stroke, coronary heart disease, diabetes, kidney failure, and blindness. Stroke (51%) and coronary heart disease (45%) are the leading causes of death related to hypertension (Pokhrel, 2024). The increasing prevalence of hypertension along with changes in lifestyle and unhealthy eating patterns adds to the global health burden. Therefore, effective management of hypertension is essential to prevent further complications. Appropriate hypertension management and regular monitoring can reduce the risk of related diseases, improve quality of life, and reduce mortality caused by complications of heart disease and stroke. Preventive and promotive efforts through health education are key to reducing the prevalence of hypertension in the community.
Prosedur Pemeriksaan Panoramic Mandibula Pasca Pemasangan Pen di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Kota Banda Aceh Pocut Zairiana Finzia; Fazya Ananda
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v3i4.3286

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui Prosedur pemeriksaan panoramic Mandibula Pasca Pemasangan Pen di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Kota Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini bertujuan menilai posisi, kestabilan, dan kondisi implan serta jaringan tulang di sekitarnya. Hasil pemeriksaan ini membantu dokter dalam memastikan bahwa pemasangan pen berjalan sesuai rencana tanpa adanya komplikasi seperti pergeseran implan, infeksi, atau gangguan penyembuhan tulang. Pemeriksaan ini juga penting untuk pemantauan pasca-operasi guna menentukan tindakan medis lanjutan yang diperlukan.  
Skrining Fitokimia Sediaan Infusa Kombinasi Daun Ciplukan, Bunga Kamilen dan Daun Stevia Sriwidyawati A. Solong; Reni Ariastuti; Khotimatul Khusna
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Juli: Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v2i3.1621

Abstract

Ciplukan leaves, kamilen flowers, and stevia leaves are widely used herbal plants known for their pharmacological activities, which are mainly attributed to the presence of secondary metabolite compounds. These compounds play an important role in providing therapeutic effects such as antioxidant, anti-inflammatory, and antimicrobial properties. One approach to enhancing the effectiveness of these plants is by combining them into a single preparation. This study aims to identify the content of secondary metabolite compounds in a combined infusion (infusa) of ciplukan leaves, kamilen flowers, and stevia leaves. The research method used is a laboratory experimental approach, which includes plant determination, preparation of infusion, and phytochemical screening. The infusion process is carried out to extract active compounds using water as a solvent under controlled conditions. The phytochemical screening is conducted to qualitatively detect the presence of various bioactive compounds. The results of the screening on three formulations (F1, F2, and F3) show that all infusa preparations contain several important secondary metabolites, including alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and terpenoids. These findings indicate that the combination of the three herbal plants has the potential to provide enhanced pharmacological effects due to the diversity of active compounds present in the formulation.
Rehabilitasi Pasien Edentulous Lengkap dengan Gigi Tiruan Lengkap Resin Akrilik Konvensional: Laporan Kasus Nur Miftakhan Ilmi Tsabitul Azmi; Owin Bambang Wijanarko; Khilmi Maulana Syifa
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v4i2.3763

Abstract

Latar Belakang: Kehilangan seluruh gigi (complete edentulism) dapat menyebabkan gangguan fungsi mastikasi, fonetik, estetika, serta menurunkan kualitas hidup dan kepercayaan diri pasien. Gigi tiruan lengkap (GTL) berbahan resin akrilik masih menjadi pilihan rehabilitasi yang banyak digunakan karena memiliki sifat estetik yang baik, mudah dimanipulasi, dan relatif ekonomis. Laporan Kasus: Seorang pasien perempuan berusia 42 tahun datang ke Rumah Sakit Gigi dan Mulut Soelastri Surakarta dengan keluhan kehilangan seluruh gigi pada rahang atas dan rahang bawah sejak tiga tahun yang lalu. Pasien mengalami kesulitan mengunyah, berbicara, dan merasa kurang percaya diri terhadap penampilannya. Pemeriksaan klinis menunjukkan kondisi edentulous lengkap pada kedua rahang disertai penurunan dimensi vertikal wajah. Rencana perawatan berupa pembuatan gigi tiruan lengkap berbahan resin akrilik heat-cured. Tahapan perawatan meliputi pencetakan anatomis dan fisiologis, pembuatan sendok cetak individual, pencatatan hubungan rahang, penyusunan gigi tiruan, try-in, insersi, serta evaluasi pasca pemasangan. Hasil: Setelah pemasangan gigi tiruan lengkap, diperoleh retensi dan stabilisasi yang baik, oklusi yang harmonis, serta perbaikan fungsi mastikasi, fonetik, dan estetika. Pada evaluasi satu minggu pasca-insersi, pasien tidak mengeluhkan rasa sakit maupun ketidaknyamanan, kondisi jaringan pendukung dalam keadaan sehat, dan pasien menyatakan puas terhadap hasil perawatan. Kesimpulan: Rehabilitasi pasien edentulous lengkap menggunakan gigi tiruan lengkap resin akrilik memberikan hasil klinis yang baik dalam mengembalikan fungsi pengunyahan, bicara, dan estetika. Keberhasilan perawatan dipengaruhi oleh ketepatan prosedur klinis, kualitas pembuatan gigi tiruan, serta kerja sama yang baik antara dokter gigi dan pasien.
Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Daun Trembesi (Samanea saman) terhadap Larva Udang Renik Air Asin (Artemia salina) Haryanto; Dzakiyyah Azizah Auliya Alja; Sysca Adzzariaat Zalza; Ana Munsir; Murni Selviana; Alifiah Isnaeni Tahir; Siti Nur Hadra
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v4i2.3766

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat toksisitas ekstrak etanol daun trembesi (Samanea saman) terhadap larva Artemia salina menggunakan pendekatan Reed-Muench dan analisis probit. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pengujian toksisitas sebagai tahap awal dalam mengevaluasi keamanan dan potensi bioaktivitas senyawa bahan alam. Metode yang digunakan adalah uji toksisitas BSLT dengan variasi konsentrasi ekstrak diikuti dengan pengamatan jumlah kematian larva, kemudian dihitung nilai LC₅₀ menggunakan dua pendekatan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan dosis-respons dimana peningkatan konsentrasi ekstrak menyebabkan peningkatan mortalitas larva. Nilai LC₅₀ yang diperoleh sebesar 332,86 ppm dengan metode Reed-Muench dan 384,7689 ppm dengan analisis probit. Berdasarkan nilai tersebut ekstrak etanol daun trembesi tergolong dalam kategori toksik sedang (moderat). Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak memiliki aktivitas biologis yang nyata dan berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber senyawa bioaktif di bidang farmasi khususnya sebagai kandidat agen sitotoksik.
Penentuan Nilai LC₅₀ Ekstrak Etanol Daun Trembesi (Samanea saman) Menggunakan Metode BSLT sebagai Dasar Klasifikasi Toksisitas terhadap Larva Udang Renik Air Asin (Artemia salina) Haryanto; Mychellianien Arkam Runa Bombing; Nurica; Nia Ramadhani Putri Syahyuti; Afni Nurul Aliyah; Fachria Ardila Baharuddin; Nurul Amalia
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v4i2.3767

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai LC₅₀ ekstrak etanol 70% daun trembesi ( Samanea saman ) serta mengklasifikasikan tingkat toksisitasnya menggunakan metode Reed-Muench dan analisis probit. Uji toksisitas dilakukan terhadap larva Artemia salina sebagai organisme uji dengan variasi konsentrasi ekstrak yaitu 10, 100, 500, 1000, 5000, dan 10.000 ppm. Parameter yang diamati adalah jumlah kematian larva setelah 24 jam perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak berbanding lurus dengan peningkatan persentase kematian larva, yang mengindikasikan adanya hubungan dosis-respons yang jelas. Perhitungan menggunakan metode Reed-Muench dan analisis probit menghasilkan nilai LC50 sebesar 100,46 ppm. Berdasarkan klasifikasi toksisitas metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), nilai tersebut termasuk dalam kategori toksik sedang (moderatelytoxic). Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% daun trembesi memiliki aktivitas biologi yang signifikan terhadap organisme uji. Dengan demikian, ekstrak ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai sumber senyawa bioaktif, namun tetap memerlukan kajian lebih lanjut terkait keamanan dan aplikasinya.
Karakterisasi Tingkat Toksisitas Ekstrak Etanol Daun Trembesi (Samanea saman) Terhadap Larva Udang Renik Air Asin (Artemia salina) Berdasarkan Metode BSLT Haryanto; Nafila Buna; Nurul Hafifah; Muftiha Arrahmah; Febi Febrianti; Muh Aidil Pitrah
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v4i2.3768

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi tingkat toksisitas ekstrak etanol 90% daun trembesi (Samanea saman) terhadap larva udang (Artemia salina) menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dengan pendekatan Reed-Muench dan analisis probit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan post-test only control group design. Larva Artemia salina digunakan sebagai organisme uji karena memiliki sensitivitas tinggi terhadap senyawa toksik dan sering digunakan sebagai indikator awal aktivitas bioaktif. Ekstrak diuji pada berbagai konsentrasi bertingkat untuk mengamati persentase mortalitas larva setelah 24 jam perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak berbanding lurus dengan peningkatan jumlah kematian larva, yang mengindikasikan adanya hubungan dosis-respons yang jelas. Nilai LC₅₀ yang diperoleh dengan metode Reed-Muench adalah sebesar 567,02 ppm, sedangkan dengan analisis probit diperoleh nilai LC₅₀ sebesar 581,0319 ppm. Perbedaan nilai ini disebabkan oleh perbedaan pendekatan analisis, di mana metode probit dinilai lebih akurat karena melibatkan transformasi statistik yang lebih kompleks. Berdasarkan klasifikasi toksisitas BSLT, nilai LC₅₀ sebesar 581,0319 ppm termasuk dalam kategori sangat toksik (LC₅₀ < 30 ppm). Tingginya tingkat toksisitas ekstrak diduga berkaitan dengan kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, dan tanin yang memiliki aktivitas sitotoksik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 90% daun trembesi memiliki potensi bioaktivitas yang tinggi dan berpeluang untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber senyawa bioaktif dalam bidang farmasi maupun bioteknologi.
Penilaian Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Daun Trembesi (Samanea saman) terhadap Artemia salina Evaluasi Berbasis Metode BSLT Haryanto; A. Alya Passalowongi; Hadira; Salsabila Ramadhani; Adelia Rois; Arini Arianti; A. Mutiara Annisa Idris Tana
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v4i2.3770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi tingkat toksisitas ekstrak etanol 60% daun trembesi (Samanea saman) terhadap larva Artemia salina melalui penentuan nilai LC₅₀ menggunakan metode Reed-Muench dan analisis probit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan post-test only control group design. Larva Artemia salina digunakan sebagai organisme uji dan dipaparkan pada berbagai konsentrasi ekstrak, yaitu 10 ppm, 100 ppm, 500 ppm, 1000 ppm, 5000 ppm, dan 10.000 ppm. Parameter yang diamati adalah jumlah kematian larva setelah 24 jam perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kematian larva meningkat seiring dengan kenaikan konsentrasi ekstrak, yang mengindikasikan adanya hubungan dosis-respons. Perhitungan nilai LC₅₀ dengan metode Reed-Muench diperoleh sebesar 351,07 ppm, sedangkan analisis probit menghasilkan nilai LC₅₀ sebesar 468,05 ppm. Berdasarkan klasifikasi toksisitas Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), nilai LC₅₀ tersebut termasuk dalam kategori toksik (30–1000 ppm). Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 60% daun trembesi memiliki aktivitas toksisitas sedang terhadap larva Artemia salina. Dengan demikian, ekstrak ini berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan lebih lanjut, namun diperlukan penelitian lanjutan untuk mengidentifikasi senyawa aktif serta mengevaluasi keamanan pada sistem biologis yang lebih kompleks.
Gambaran Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Trimester III Berdasarkan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) Di Puskesmas Mlati II Tahun 2026 Adela Rahma Wahyuni; Mina Yumei Santi; Niken Meilani
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v4i2.3781

Abstract

Anxiety during pregnancy is one of the most common psychological problems experienced by pregnant women, particularly during the third trimester when they face childbirth preparation as well as various physical and emotional changes. If not properly managed, anxiety may adversely affect both maternal and fetal health. This study aimed to describe the level of anxiety among third-trimester pregnant women at Mlati II Public Health Center in 2026. This research employed a descriptive quantitative design with a cross-sectional approach. The study involved 40 third-trimester pregnant women selected using a total sampling technique. Data were collected using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) questionnaire and analyzed through univariate analysis in the form of frequency and percentage distributions. The results showed that most respondents were of healthy reproductive age (20–35 years) (92.5%), primigravida (67.5%), had a secondary level of education (70%), and were unemployed (70%). The respondents' anxiety levels were categorized as no anxiety (47.5%), mild anxiety (47.5%), and moderate anxiety (5%), while no cases of severe anxiety or panic were identified. The most dominant anxiety indicators were anxious feelings, tension, respiratory symptoms, and sleep disturbances. These findings indicate that some third-trimester pregnant women still experience anxiety, highlighting the need for early detection, health education, and psychological support through antenatal care services to promote maternal mental well-being during pregnancy.