cover
Contact Name
Ria Buana
Contact Email
Jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Phone
+628129657508
Journal Mail Official
jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Ebers Papyrus
ISSN : 08548862     EISSN : 27981630     DOI : https://doi.org/10.24912/ep.vxxxx.xxxxx
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ebers Papyrus adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Ebers Papyrus berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli, studi kasus dan tinjauan pustaka. Konten Ebers Papyrus meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 18 No. 1 (2012): EBERS PAPYRUS" : 8 Documents clear
Felix Hoffmann Andri Wanananda
Ebers Papyrus Vol. 18 No. 1 (2012): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebugaran perlu latihan dan nutrisi adekuat Ekky Rahardja
Ebers Papyrus Vol. 18 No. 1 (2012): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERBANDINGAN RESPONS LAJU JANTUNG TEKANAN DARAH TERHADAP UJI BANGKU ANTARA REMAJA BERAT BADAN NORMAL DENGAN REMAJA BERAT BADAN LEBIH Nawanto Agung Prastowo
Ebers Papyrus Vol. 18 No. 1 (2012): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berat badan lebih berkaitan erat dengan kebugaran  fisik yang rendah dan respon kardio­ vaskular yang lebih tinggi untuk aktivitas fisik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mem­ bandingkan V02max  respons laju jantung serta tekanan darah saat uji bangku antara remaja dengan berat badan normal dan berat badan lebih. Sebanyak 32 subyek, mahasiswa laki­ laki dari Universitas  Katolik Atma Jaya, mengikuti  penelitian  ini. Subyek  dibagi menjadi dua kelompok, berat badan lebih (17 subyek) dan berat badan normal (15 subyek) dengan tingkat aktivitas fisik yang sama. V02max diperoleh dengan menggunakan uji bangku Queen Step Test (QCST). Denyut jantung (HR) dicatat pada saat sebelum, sel ma dan setelah (5 detik, 1, 2, 3 menit) Uji QCST, dan tekanan darah (BP) diambil sebelum dan setelah (1, 2, 3, menit) Uji QCST. Uji t berpasangan digunakan untuk menguji perbedaan V02max'  denyut jantung, perubahan denyut jantung (b.HR), dan tekanan darah antara ked­ ua kelompok.  Hasil penelitian  menunjukkan tidak ada perbedaan  yang signifikan  antara V02max pada subyek dengan berat badan normal dan berat badan lebih (56,8 ± 7,4 vs 53,3 ± 11,5 ml I kgbb I menit, P> 0,05). Denyut jantung dan b.HR pada menit pertama latihan lebih tinggi pada remaja berat badan lebih (103,0 ± 9,5 vs 112,0 ± 10,4 denyuUmenit; 24,6 ± 12,2 vs 36,4 ± 16,1 pulsalmenit, P <0,05). Remaja berat badan lebih dan berat badan normal dengan tingkat aktivitas fisik yang sama memiliki tingkat kebugaran kardiovaskuler dan respons kardiovaskuler terhadap beban fisik yang tidak berbeda.
HUBUNGAN PENEBALAN DINDING KANDUNG KEMIH PADA ULTRASONOGRAFI DENGAN LEUKOSIT ESTERASE PADA PENDERITA KLINIS INFEKSI KANDUNG KEMIH (SISTITIS) Lilik Eko Pranantyo; Ana Majdawati
Ebers Papyrus Vol. 18 No. 1 (2012): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

lnfeksi Kandung Kemih (ISK)/sistitis  merupakan keadaan  pertumbuhan dan perkembang­ biakan mikroorganisme dalam kandung kemih dengan jumlah bakteriuria  yang bermakna. Ultrasonografi (USG) merupakan  pemeriksaan yang digunakan sebagai pilihan penunjang diagnostik  pada kasus  yang berhubungan dengan  sistitis akut. Leukosit  esterase  meru­ pakan  pemeriksaan semikuantitatif  untuk ISK. Kadar  leukosit  esterase  positif setara de­ ngan adanya selleukosit di urin (leukosituria). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penebalan dinding kandung kemih pada pemeriksaan USG dengan pemeriksaan dipstik leukosit esterase pada penderita dengan klinis sistitis. Desain penelitian ini adalah observasional dengan studi cross sectional menggunakan data sekunder dari catatan rekam medis pasien RS PKU Muhammadiyah 1-2 Yogyakarta untuk semua kasus sistitis akut periode 1 Juli 2010 sampai 31 Agustus 2011. Data yang digunakan adalah subyek dengan suspek sistitis akut yang mempunyai hasil laborato­ rium urin rutin (lekosit esterase) dan tebal dinding kandung kemih potongan transversal serta longitudinal pada pemeriksaan USG.Hasil: Berdasar nilai p (0,008) < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubun­gan antara penebalan USG kandung kemih dengan hasil pemeriksaan leukosit. Keera­ tan hubungan (Coeficient Correlation)  adalah 0,326 menunjukkan terdapat hubungan antar variabel yang lemah. Dapat disimpulkan terdapat hubungan antara pemeriksaan USG kandung kemih dengan pemeriksaan leukosit esterase dan hubungan antara ked­ uanya tergolong hubungan yang lemah.
PENGARUH CUCI TANGAN DALAM PENURUNAN JUMLAH MIKROBA Dl KULIT TANGAN Linda Budiarso
Ebers Papyrus Vol. 18 No. 1 (2012): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit jari tangan manusia mengandung mikroba, baik yang patogen maupun nonpa­ togen, yang berpotensi menimbulkan penyakit. Menurut data World Bank, dilaporkan adanya kejadian luar biasa diare di 16 provinsi pada tahun 2006. Kasus tifus di Indone­ sia rata-rata mencapai 900.000 kasus pertahun dan 91 persen terjadi pada usia 3-19 tahun. Masih tingginya insidens infeksi kulit maupun diare pada masyarakat di Indone­ sia, salah satu penyebabnya  mungkin karena kurangnya perhatian masyarakat pada kebersihan kulit jari tangan. Salah satu cara pencegahan penyakit tersebut adalah dengan langkah sederhana dan murah seperti mencuci tangan pakai sabun. Penelitian dengan desain observasional deskriptif telah dilakukan pada 100 orang mahasiswa/i Fakultas  Kedokteran  Universitas  Tarumanagara pada waktu ketrampilan  klinis dasar cuci tangan pada bulan Mei 2011, dengan tujuan untuk mengetahui pola mikroba pada kulit jari tangan mahasiswali dan penurunan jumlah mikroba pada kulit jari tangan sete­ lah cuci tangan dengan sabun dan setelah cuci tangan dengan sabun lalu alkohol 70%. Data diuji untuk Staphylococcus  epidermidis  sebelum mencuci tangan dan setelah mencuci tangan dengan sabun, dengan uji statistik Chi-Square untuk tabel 4x4. Data lainnya tidak dapat dilakukan uji statistik karena tidak memenuhi syarat uji Chi-Square dan data hanya dideskripsikan secara tekstular dan disajikan dalam bentuk tabular. Hasil dari perhitungan, diperoleh X2    = 49,59, jadi X2> 16.919 untuk df =9, sehingga p-value < 0,01,  berarti terdapat hubungan yang bermakna antara penurunan jumlah staphylococcus epidermidis sebelum mencuci tangan dan sesudah mencuci tangan dengan sabun. Uji statistik ini hanya menganalisa penurunan kategori jumlah mikroba (mis. dari +3 ke +2, atau +3 ke +1, atau +3 ke 0 dst), bukan jumlah hitungan mikroba yang sesungguhnya.
HUBUNGAN DIET DAN AKNE : MITOS, FAKTA ATAU KONTROVERSI? Irenne Ferlinika; Linda Julianti Wijayadi; Meilani Kumala
Ebers Papyrus Vol. 18 No. 1 (2012): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akne Vulgaris  (AV) merupakan  masalah  kulit  yang  paling  sering  dijumpai  dan ber­ dampak panting pada kualitas hidup. Akne Vulgaris terjadi 28-62% pada seluruh popu­ lasi di dunia. Akne Vulgaris dapat bermanifestasi dalam berbagai bentuk dari komedo (lesi noninflamasi), lesi inflamasi superfisial (papul, pustul), dan lesi inflamasi profunda (nodul, kistik). Lesi inflamasi terjadi pada saat kolonisasi bakteri Propionibacterium  ac­ nes pada unit pilosebasea dan menyebabkan ruptur dan reaksi kaskade oleh neutrofil. Sebagian besar masyarakat dan pasien AV menganggap bahwa diet merupakan faktor panting dalam patogenesis AV. Makanan yang dianggap berperan dalam AV terutama adalah coklat, makanan manis, makanan berlemak. Berdasarkan studi sebelum tahun 2007, disimpulkan  bahwa AV secara primer disebabkan  oleh faktor genetik dan hor­ monal. Studi yang lebih baru oleh Walton menyatakan  bahwa sekresi sebum pada AV dipengaruhi oleh faktor genetik. Dewasa ini, diketahui bahwa AV secara klinis, peruba­ han ekspresi gen juga dimediasi oleh faktor lingkungan seperti diet.  Banyak studi dan literatur menyatakan adanya hubungan AV dengan konsumsi diet tertentu. Berdasarkan penelitian,  diet indeks glikemik rendah telah menunjukkan  efek terapi yang signifikan dalam mengurangi jumlah lesi dan menurunkan  keparahan AV. Konsumsi  susu (susu murni, susu skim) dan konsumsi makanan dengan kadar yodium tinggi meningkatkan durasi dan mengeksaserbasi  AV. Belum ada bukti yang menyatakan bahwa konsumsi cokelat berpengaruh pada AV, Konsumsi kacang dan makanan pedas tidak menyebab­ kan AV. Kandungan  Zn dan vitamin A, 83,0, E dalam makanan dapat mencegah dan mengurangi gejala AV.
IDENTIFIKASI TUMOR STROMA GASTROINTESTINAL (GIST) DARI ASPEK PATOLOGI ANATOMI Irmawati Hassan
Ebers Papyrus Vol. 18 No. 1 (2012): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumor Stroma Gastrointestinal (GIST) merupakan jenis tumor mesenkimal primer saluran cerna tersering. Secara  histogenesis  GIST berasal dari suatu sel mesenkim, yaitu pace­ maker  sel interstisial  Cajal (lnterstitiel  Cell of Caja/1/CC). Sampai  tahun 2000, tumor ini didiagnosis  sebagai   leiomyoma,  ataupun leiomyosarcoma, namun dengan pemeriksaan imunohistokimia (IHK)  petanda tumor CD117 yang hasilnya sebagian besar posistif  yang menunjukkan  tumor   tersebut sebenarnya  berasal dari sel Cajal.   Tumor Stroma Gastro­ intestinal umumnya mengandung   aktivasi mutasi KIT dan p/atelete derived growth factor receptor alpha (PDGFRA). Sel interstisial Cajal adalah sel intermediet antara sistem saraf otonom saluran cerna dan sel otot polos, yang mencetuskan kontraksi dan mengontrol motilitas saluran cerna. lstilah GIST diperkenalkan oleh Mazur dan Clark pada tahun 1983. Tumor Stroma Gastrointestinal merupakan tumor dengan gambaran histopatologik khas terutama terdiri atas tipe sel spindle, epitelioid dan jarang pleomorfik serta memberikan manifestasi klinik berspektrum luas dari jinak sampai ganas. Tumor ini merupakan 80% dari  sarkoma saluran cerna, namun bila  dari semua tumor saluran cerna hanya 0,2%, dan dari semua keganasan saluran cerna hanya 3%. lnsiden tumor ini paling tinggi pada usia 55-65 tahun, dengan predileksi tempat paling sering pada lambung, diikuti usus ke­ cil, kolorektum dan esophagus, dan tumor sering asimptomatik. Pengobatan utama de­ ngan pembedahan, dan peroral obat inhibitor tirosin-kinase, suatu terapi target. Komplikasi berupa perdarahan dan obstruksi. Prognosis berdasarkan jumlah mitosis, ukuran tumor, kedalaman invasi dan ada/tidak adanya metastasis. Angka ketahanan hidup relatif 2 tahun meningkat dengan terapi target. Gastrointestinal stromal tumor merupakan suatu tumor sel Cajal/pacemaker saluran cerna dengan gambaran histopatologik dan klinik mirip dengan tumor mesenkim lainnya, didiagnosa dengan pemeriksaan IHK CD117 umumnya positif.
PERAN VARENICLINE TERHADAP UPAYA BERHENTI MEROKOK Shirly Gunawan
Ebers Papyrus Vol. 18 No. 1 (2012): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah rokok hingga kini masih menjadi ancaman besar terhadap kesehatan manusia di seluruh dunia. Indonesia merupakan negara urutan kelima dengan tingkat agregat kon­ sumsi tembakau tertinggi di dunia.   Berbagai upaya telah dilakukan untuk  memfasilitasi upaya berhenti merokok (smoking cessation). Saat ini tampaknya tatalaksana paling efektif adalah kombinasi antara pendekatan nonfarmakologi dan intervensi farmakoterapi. Salah satu terapi farmakologi terbaru dalam upaya ini adalah varenicline,  suatu agonis parsial reseptor asetilkolin nikotinik.

Page 1 of 1 | Total Record : 8