cover
Contact Name
Pringati Singarimbun
Contact Email
pringatisingarimbun@adm.unand.ac.id
Phone
+6289617699764
Journal Mail Official
031262646@ecampus.ut.ac.id
Editorial Address
Cluster Gajah Mada Kapling 2 Gunung Pangilun Padang Sumatera Barat, Indonesia
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Ethics and Law Journal: Business and Notary
ISSN : -     EISSN : 29881293     DOI : -
The Ethics and Law Journal: Business and Notary (ELJBN) is a scholarly publication dedicated to exploring the intersection of ethics, law, business, and notarial practices. Our journal aims to provide a platform for researchers, academics, legal professionals, and practitioners to contribute to the advancement of knowledge and discourse in these fields. ELJBN publishes original research articles, critical reviews, case studies, and thought-provoking commentaries that delve into the ethical and legal dimensions of business activities and notarial practices. ELJBN covers a wide range of topics related to business law, corporate governance, commercial transactions, contracts, intellectual property, dispute resolution, regulatory frameworks, and the evolving landscape of notarial practices. Our journal encourages interdisciplinary perspectives, drawing insights from law, business, economics, ethics, and related disciplines to foster a comprehensive understanding of the complex issues at hand. We seek to promote the highest standards of research integrity, analytical rigor, and ethical inquiry within the realm of business and notary law.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 4 (2024)" : 5 Documents clear
Anak Angkat dan Kedudukannya Terhadap Harta Peninggalan Orangtua Angkat Menurut Hukum Perdata di Indonesia Suryaatmadja, Liliana; Sarjana, I Made
Ethics and Law Journal: Business and Notary Vol. 2 No. 4 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/eljbn.233

Abstract

Children are God's gifts for which all parents should be grateful, to be raised and cared for properly is the duty of parents as they should be. Regardless of blood relationship or not, adopted and biological children both have gifts that are just as beautiful in the eyes of their parents. Adopted child himself, has a definition in which his rights are transferred from the scope of power of parents, or legal guardians before the law, or other people who have full responsibility for the child's rights including education, care, providing for and raising into the family environment of his adoptive parents based on a legal decision . The purpose of making this journal is of course to find out the position of adopted children in relation to the assets of their foster parents. So that the position of the adopted child is one of the most important in the right to inherit the inheritance of his parents. Through the Judicial-Normative research method, the author himself reviews the laws and regulations and is equipped with literature related to the language. The culmination of the results of this study, where the position of adopted children has no rights as heirs to the inheritance of their adoptive parents according to the perspective of Civil Law. To guarantee the legal status of adopted children, a court decision is required when someone adopts a child. Abstrak Anak merupakan anugerah Tuhan yang patut di syukuri oleh semua orangtua, dibesarkan dan dirawat dengan baik merupakan tugas orangtua sebagaimana mestinya. Terlepas dari hubungan darah atau tidak, anak angkat dan anak kandung sama-sama memiliki anugerah yang sama indahnya dimata orangtua. Anak angkat sendiri, memiliki deifinisi dimana haknya dipindah tangankan dari lingkup kekuasaaan orangtua, ataupun wali yang sah dimata hukum, atau oranglain yang memiliki tanggung jawab penuh atas hak anak tersebut diantaranya pendidikan, perawatan, menafkahi dan membesarkan ke dalam lingkungan keluarga orangtua angkatnya berdasarkan keputusuan hukum. Tujuan dari pembuatan jurnal ini tentu untuk mengetahui kedudukan anak angkat terhadap harta orangtua asuhnya. Sehingga kedudukan sang anak angkat merupakan salah satu yang penting dalam hak mewarisi harta peninggalan orangtuanya. Melalui metode penelitian Yudiris-Normatif, penulis sendiri mengkaji dengan peraturan perundang-undangan dan dilengkapi dengan bahan literature yang berkaitan dengan bahsan. Yang menjadi puncak dari hasil penelitian ini, dimana kedudukan anak angkat tidak memiliki hak sebagai ahli waris harta peninggalan orangtua angkatnya menurut kacamata Hukum Perdata. Untuk menjamin status hukum anak angkat, diperlukan putusan pengadilan ketika seseorang mengangkat anak. Kata Kunci : Kedudukan anak angkat, Akta Notaris, Akta Penyerahan Anak.  
Analisis Yuridis Kekayaan Intelektual yang Dibebankan Sebagai Jaminan Fidusia Dari Perspektif Ekonomi Kreatif Febriani, Komang Ari; Sarjana, I Made
Ethics and Law Journal: Business and Notary Vol. 2 No. 4 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/eljbn.234

Abstract

This writing is intended to analyze and examine the regulation of intellectual property charged as fiduciary collateral in banking credit agreements from the perspective of the creative economy and related to the existence of valuation institutions in assessing the valuation of intellectual property charged as fiduciary collateral in banking credit agreements. This writing applies a normative legal research method based on a statutory approach. The result of the research shows that there is a difference between the Creative Economy Law and the Law on Intellectual Property, causing a blurring of norms. The types of IP that can be used as fiduciary collateral in IP legislation are only copyrights and patents which are regulated in Article 16 paragraph (3) of the Copyright Law and Article 108 paragraph (1) of the Patent Law. However, Article 10 of the Government Regulation of the Creative Economy Law stipulates that IP that can be used as an object of debt collateral is IP that has been recorded or registered in the Ministry of Law and Human Rights and IP that has been managed properly with the explanation that the IP has been commercialized. The obstacle in the execution of IP as fiduciary collateral is related to the existence of valuation institutions that still do not exist and have not been implemented in Indonesia so that banks are still not brave enough to apply IP as fiduciary collateral in credit agreements. Abstrak Penulisan ini ditujukan untuk menganalisis dan mengkaji mengenai pengaturan kekayaan intelektual yang dibebankan sebagai jaminan fidusia dalam perjanjian kredit perbankan dari perspektif ekonomi kreatif dan berkaitan dengan eksistensi dari lembaga valuasi dalam menilai valuasi dari kekayaaan intelektual yang dibebankan sebagai jaminan fidusia dalam perjanjian kredit perbankan. Penelitian ini memakai penulisan dengan metode penelitian hukum normatif berdasarkan pendekatan perundang-undangan. Hasil penelitiannya ialah bahwasanya terdapat perbedaan antara UU Ekonomi Kreatif dengan undang-undang bidang KI sehingga menimbulkan kekaburan norma. Jenis KI yang dapat dijadikan jaminan fidusia dalam perundang-undangan bidang KI hanya hak cipta dan paten yang diatur pada Pasal 16 ayat (3) UUHC dan Pasal 108 ayat (1) UU Paten. Namun dalam Pasal 10 PP Ekraf mengatur bahwa KI yang dapat dijadikan objek jaminan utang yaitu KI yang sebelumnya dicatatkan atau didaftarkan pada Kemenkumham dan KI yang sudah dikelola dengan baik dengan penjelasan bahwa KI tersebut sudah dikomersialisasikan. Adapun kendala dalam eksekusi KI sebagai jaminan fidusia yaitu berkaitan dengan keberadaan lembaga valuasi yang masih belum ada dan belum diterapkan di Indonesia sehingga bank masih belum berani menerapkan KI sebagai jaminan fidusia dalam perjanjian kredit. Kata Kunci: Kekayaan Intelektual, Jaminan Fidusia, Ekonomi Kreatif.
Parameter Pemberian Bantuan Hukum Kepada Masyarakat Kurang Mampu Berdasarkan Undang-Undang Bantuan Hukum dan KUHAP Mastari, Ni Putu Esya Ary; Maharani, I Gusti Ayu Stefani Ratna
Ethics and Law Journal: Business and Notary Vol. 2 No. 4 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/eljbn.235

Abstract

The purpose of writing this article is to find out the disparity in the parameters of providing legal aid to the underprivileged, based on Law Number 16 of 2011 concerning Legal Aid and Law Number 8 of 1981 concerning Criminal Procedure Law. Dissimilarity in the provision of legal aid to the community is legal services in the form of providing legal assistance through legal advisors in a legal institution. The research method used is the normative legal research method which is analyzed through 2 (two) approaches, namely the statutory approach and the conceptual approach. Based on the results of the author's research, the disparity in the parameters of providing legal aid to underprivileged people is one of the hallmarks of a rule of law and is respect for human rights to get equal opportunities before the law, the provision of legal aid is also a consequence of a rule of law. The author also finds that there is a parameter disparity in the provision of legal aid from the point of view of Law Number 8 of 1981, regarding the community that is given legal assistance, namely only people who are included in the underprivileged category, on the other hand from the point of view of Law Number 8 of 1981 Those who are given legal assistance are people who stumble on criminal cases and become suspects with the aim of protecting their rights as suspects. Abstrak Penulisan artikel bertujuan untuk mengetahui dismilaritas parameter pemberian bantuan hukum kepada masyarakat kurang mampu, berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana. Dismilaritas pemberian bantuan hukum pada masyarakat merupakan pelayanan jasa hukum berupa pemberian bantuan hukum melalui penasehat hukum pada sebuah lembaga hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum normatif dianalisis melalui 2 (dua) pendekatan yaitu pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Berdasarkan hasil penelitian penulis, bahwasannya dismilaritas parameter pemberian bantuan hukum kepada masyarakat kurang mampu adalah salah satu ciri khas dari negara hukum dan merupakan adanya penghormatan terhadap hak asasi manusia untuk mendapatkan kesempatan yang sama di mata hukum, pemberian bantuan hukum juga merupakan konsekuensi dari sebuah negara hukum. Penulis juga menemukan adanya dismilaritas parameter dalam pemberian bantuan hukum dari sudut pandang Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981, terkait masyarakat yang diberikan bantuan hukum yaitu hanya masyarakat yang termasuk dalam kategori kurang mampu, di sisi lain dari sudut pandang Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 yang diberikan bantuan hukum adalah masyarakat yang tersandung perkara pidana dan menjadi tersangka dengan tujuan melindungi hak-haknya sebagai tersangka. Kata Kunci: Bantuan Hukum, Negara Hukum, Dismilaritas, Parameter Pemberian Bantuan Hukum
Pentingnya Asas Praduga Tak Bersalah Bagi Perlindungan Hak Anak Sebagai Tersangka dalam Peradilan Pidana Anak Diputra, I Wayan Pramana Kharisma; Shara, Made Cinthya Puspita
Ethics and Law Journal: Business and Notary Vol. 2 No. 4 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/eljbn.236

Abstract

Abstract The purpose of writing this journal is to determine the urgency of applying a principle in the judicial process, namely the principle of presumption of innocence, where this principle in this journal is more specific or applied in the investigation process of suspects who are still minors or can be said to have the status of children to protect their rights. as citizens and generations of the nation who still have physical and mental limitations as children which are of course different from adults. The method used in this research is the Normative Juridical legal research method, namely by using a statutory approach and a conceptual approach. In this paper, we use the technique of searching for legal materials using secondary data or library materials, and also the analysis of this paper uses qualitative analysis which refers to legal norms contained in statutory regulations. This paper obtains results that show that it is important to apply the principle of presumption of innocence to child suspects to protect their rights in Indonesia and has not yet been fully implemented. Due to a lack of socialization, many child suspects do not yet know their rights as suspects and the authorities have not implemented them fully to protect the perpetrators even though they are children who are the nation's next generation. Keywords: Presumption   of   Innocentness,   Protection   of   Children's   Rights,   Child   Criminal   Justice. Abstrak Penulisan jurnal ini memiliki tujuan untuk memahami serta mengetahui urgensi dari penerapan suatu asas dalam proses peradilan yakni asas praduga tak bersalah, dimana asas tersebut pada jurnal ini dikhususkan atau diterapkan pada saat terangka yang masih berada dibawah umur atau dapat dikatakan berstatus sebagai anak berada diproses penyidikan untuk perlindungan haknya sebagai warga negara dan generasi bangsa yang masih memiliki keterbatasan fisik dan mentalnya sebagai seorang anak dan tentunya berlainan dengan orang dewasa. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian hukum Yuridis Normatif yaitu dengan menggunakan pendekatan konseptual dan pendekatan peraturan perundang-undangan. Dalam tulisan ini digunakan teknik penelusuran bahan hukum dengan menggunakan data sekunder atau bahan-bahan kepustakaan, dan juga analisis kajian tulisan ini menggunakan analisis  kualitatif dengan berdasarkan pada norma-norma hukum yang ditemukan dalam peraturan perundang-undangan. Tulisan ini mendapatkan hasil yang menunjukan bahwa peningnya penerapan asas praduga tak bersalah terhadap tersangka anak bagi perlindungan haknya di Indonesia dan belum terlaksana dengan sepenuhnya. Dikarenakan kurangnya sosialisasi, banyak tersangka anak yang belum mengetahui haknya sebagai tersangka dan aparat yang berwenang belum melaksanakan secara penuh untuk mengayomi pelaku padahal merupakan seorang anak yang merupakan generasi penerus bangsa. Kata kunci: Asas Praduga Tak Bersalah, Perlindungan Hak Anak, Peradilan Pidana Anak.
Analisis Hukum Persaingan Usaha Platform Marketplace Online Pada Era Ekonomi Digital Kennedy, Alexander
Ethics and Law Journal: Business and Notary Vol. 2 No. 4 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/eljbn.243

Abstract

The development of the digital economy in Indonesia has led to the emergence of online marketplace platforms that implement policies requiring sellers to offer products at prices equal to or lower than on other platforms. This study analyzes the legal implications of such policies on business competition and their impact on sellers and consumers within the online marketplace ecosystem. The research method used is normative juridical, analyzing applicable laws and regulations, particularly Law Number 5 of 1999 concerning the Prohibition of Monopolistic Practices and Unfair Business Competition. Secondary data from legal literature, academic journals, and relevant case studies are used to evaluate the compliance of platform policies with the principles of competition law. This study results show that platform policies limiting sellers’ pricing autonomy potentially violate Article 5, Article 17, and Article 25 of Law No. 5 of 1999, which prohibit price-fixing and abuse of dominant position. These policies restrict sellers' autonomy, reduce profit margins, and may inhibit healthy competition between platforms. The negative impact on small and medium sellers can also harm consumers in the long term by reducing product choices and innovation. This study recommends reevaluating platform policies, strengthening the role of the Business Competition Supervisory Commission (KPPU) in oversight, developing specific regulations for the digital economy, educating sellers and consumers, and implementing ethical business practices by platforms. Through these measures, a healthy, fair, and sustainable digital economic ecosystem in Indonesia can be achieved. Abstrak Perkembangan ekonomi digital di Indonesia telah memunculkan platform pasar daring yang menerapkan kebijakan meminta penjual menjual produk dengan harga lebih rendah atau sama dengan platform lain. Penelitian ini menganalisis implikasi hukum dari kebijakan tersebut terhadap persaingan usaha serta dampaknya bagi penjual dan konsumen dalam ekosistem pasar daring. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan menganalisis peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Data sekunder dari literatur hukum, jurnal ilmiah, dan studi kasus terkait digunakan untuk mengevaluasi kesesuaian kebijakan platform dengan prinsip-prinsip hukum persaingan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan platform yang membatasi penetapan harga oleh penjual berpotensi melanggar Pasal 5, Pasal 17, dan Pasal 25 UU No. 5 Tahun 1999, yang melarang pengaturan harga dan penyalahgunaan posisi dominan. Kebijakan ini membatasi otonomi penjual, menekan margin keuntungan, dan dapat menghambat persaingan sehat antar platform. Dampak negatif terhadap penjual kecil dan menengah juga dapat merugikan konsumen dalam jangka panjang melalui berkurangnya pilihan produk dan inovasi. Penelitian ini merekomendasikan evaluasi ulang kebijakan oleh platform pasar daring, peningkatan peran Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dalam pengawasan, pengembangan regulasi khusus untuk ekonomi digital, edukasi bagi penjual dan konsumen, serta penerapan etika bisnis oleh platform. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan tercipta ekosistem ekonomi digital yang sehat, adil, dan berkelanjutan di Indonesia.

Page 1 of 1 | Total Record : 5