cover
Contact Name
Cindy Paloma
Contact Email
cindy@agr.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Joseta.faperta@gmail.com
Editorial Address
JOSETA, Jurusan sosial ekonomi pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Kampus Unand Limau Manis, Padang, Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Journal of Socio Economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA)
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : 26860953     DOI : https://doi.org/10.25077
Agricultural economics, Farming development, Agricultural management, Agricultural policy, Agricultural extension and communication, Agricultural finance and micro-credit, Rural sociology, Rural planning and development, Rural landscape and natural resources management, Sustainable agriculture, Agro-industry, entrepreneurship in agriculture, Other research on economics and agribusiness
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2019): August" : 15 Documents clear
Pemetaan Komoditi Unggulan Sektor Pertanian di Provinsi Sumatera Barat Nova Suryani; Cipta Budiman; Rian Hidayat
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 2 (2019): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i2.152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Kabupaten/Kota yang basis terhadap sektor pertanian di Provinsi Sumatera Barat serta mengetahui komoditi unggulan masing-masing Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskripstif kuantitatif dengan  menggunakan analisis  Location Quotient  (LQ)  dan  shift-share  analisis  (SSA)  untuk  mengetahui  Kabupaten/Kota  yang  basis  terhadap  sektor pertanian  serta  mengetahui  komoditi  unggulan  masing-masing  Kabupaten/Kota  yang  basis  terhadap  sektor pertanian. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 19 Kabupaten/Kota di Sumatera Barat   terdapat 11 Kabupaten yang basis terhadap sektor pertanian yang kemudian dapat diketahui komodi unggulan masing-masing Kabupaten. Komoditi yang masuk dalam prioritas utama di Kabupaten Kepulauan Mentawai adalah Jambu biji dan nangka. Kabupaten Pesisir Selatan yaitu jagung, belimbing, jengkol, gambir dan kelapa sawit. Kabupaten Solok adalah ubi jalar, alpokat, kayu manis dan cengkeh. Kabupaten Sijunjung adalah durian, duku, rambutan, manggis, nangka, dan pinang. Kabupaten Tanah Datar adalah ubi jalar, kayu manis dan cengkeh. Kabupaten Agam adalah jeruk, durian dan pinang. Kabupaten Lima puluh adalah cabe  merah,  kacang panjang, jeruk, rambutan,  sirsak dan pinang. Kabupaten Pasaman adalah sawo, belimbing, manggis, dan salak. Kabupaten Solok Selatan adalah jagung, cabe rawit, jambu air, dan kelapa sawit. Kabupaten Dharmasraya adalah pisang dan sawo. Kabupaten Pasaman Barat adalah  mangga,  jambu  biji,  salak,  dan  kelapa  sawit.  Sehingga  Pemerintah  Provinsi  Sumatera  Barat,  perlu menetapkan kebijakan dalam pembangunan dan pengembangan sektor perekonomian daerah yang mengacu pada sektor basis pada masing-masing Kabupaten dan Kota di Provinsi Sumatera Barat, terutama pada sektor pertanian yang menjadi sektor basis dan penyumbang sebagian besar pendapatan daerah pada Kabupatem dan Kota di Sumatera Barat.Kata Kunci: sektor pertanian, sektor basis, komoditi unggulanThis study aims to determine the district / city base on the agricultural sector in West Sumatra Province and find out the superior commodities of each regency / city in West Sumatra Province. The analytical method used is descriptive quantitative method using Location Quotient (LQ) and shift-share analysis (SSA) to find out the Regency / City base on the agricultural sector and know the superior commodities of each Regency / City based on the agricultural sector. The results of the analysis show that from 19 regencies / cities in West Sumatra there are 11 districts which are based on the agricultural sector which can then be identified as superior commodities in each district. Commodities included in the main priority in the Mentawai Islands Regency are Guava and Jackfruit. Pesisir Selatan Regency is corn, star fruit, jengkol, gambier and oil palm. Solok Regency is sweet potato, avocado, cinnamon and clove. Sijunjung Regency is durian, duku, rambutan, mangosteen, jackfruit and areca nut. Tanah Datar Regency is sweet potato, cinnamon and cloves. Agam Regency is oranges, durian and areca nut. Limay Regency is red chili, long beans, oranges, rambutan, soursop and areca nut. Pasaman Regency is sapodilla, star fruit, mangosteen, and salak. South Solok Regency is corn, cayenne, water guava, and oil palm. Dharmasraya Regency is banana and sapodilla. West Pasaman Regency is mango, guava, zalacca, and oil palm. So that the West Sumatra Provincial Government needs to establish policies in the development and development of the regional economic sector which refers to the sector basis in each Regency and City in West Sumatra Province, especially in the agricultural sector which is the base sector and contributes most of the regional income to Regency and City in West Sumatra.Keywords: agriculture sector, base sector, superior commodity
Perbandingan Jam Kerja Dan Kontribusi Pendapatan Perempuan Dan Laki- Laki Dalam Rumah Tangga Petani Padi Sawah Di Kelurahan Kuranji Kecamatan Kuranji Kota Padang Tesya Maryanti Lestari; Mahdi Mahdi; Lora Triana
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 2 (2019): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i2.143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis perbandingan jam kerja antara laki-laki dan perempuan dalam rumah tangga petani padi sawah, (2) Mengetahui pendapatan rata-rata rumah tangga petani serta kontribusi laki-laki dan perempuan  terhadap  pendapatan  rumah  tangga  petani  (3)  Menganalisis  hubungan  antara  jam  kerja  produktif perempuan  dengan  pendapatan  rumah  tangga  petani  di  Kelurahan  Kuranji  Kecamatan  Kuranji  Kota  Padang. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 1 Maret-1 April 2019. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer   dan   data  sekunder.   Metode   yang   digunakan   adalah   metode   survey.   Metode   pengambilan   sampel menggunakan  sensus sehingga sampel yang digunakan dalam penelitian berjumlah 66 KK. Data dianalisis untuk tujuan pertama dengan perbandingan  jam kerja pada kegiatan produktif, reproduktif, sosial budaya yang dicurahkan perempuan dan laki-laki dalam kegiatan tersebut, kemudian terlihat bagaimana waktu senggang yang diperoleh laki- laki dan perempuan. Untuk tujuan kedua melihat berapa kontribusi laki-laki dan perempuan terhadap pendapatan rumah tangganya. Untuk tujuan ketiga analisis ini dilihat dari hasil tujuan pertama dan kedua. Dengan hasil tersebut dapat di lihat total jam kerja produktif perempuan. Apakah jam kerja produktif perempuan memberikan kontribusi pendapatan lebih banyak atau lebih sedikit di bandingkan laki-laki. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) Jumlah jam kerja perempuan lebih tinggi daripada jam kerja laki-laki. (2) Pendapatan rata-rata rumah tangga petani padi sawah  adalah  Rp.  4.555.745/bulan.  Kontribusi  pendapatan  laki-laki  (suami  dan  anak  laki-laki)  yaitu  54,42% sedangkan  perempuan  (istri dan anak perempuan)  yaitu 45,58%. (3) Waktu yang dikorbankan  perempuan  untuk kegiatan  produktif tidak sebanding dengan pendapatan yang diperolehnya.Kata Kunci: Jam Kerja, Pendapatan, Laki-laki, PerempuanThe aims of this research are to; (1) Analyze the comparison between men and women’s working hours in lowland peasant household, (2) Know the average income peasant’s family and contribution of men and women to peasant’s household income, (3) Analyze the relation between women’s working hours and peasant’s household income in Kuranji Village, Kuranji District, Padang City. This research conducted on March 1 st – April 1 st 2019. This research utilizes primary and secondary data. The method of this research is the survey. The sampling method is census that uses 66 families. Data analyzed to first purpose by working hour’s comparison on productive, reproductive, socio-culture devoted by women and men in these activities and then the leisure time obtained by men and women will be seen. Second purpose is to see how contribution of men and women to their household income.Third purpose this analyze is seen from first and second purpose. By that results, can be seen total of women’s productive working hours, weather women’s productive working hour contributed more or less than men. The final result shows that; (1) Women’s Working hour higher than men’s, (2) The average income of peasant lowland is Rp4.555.745/month –contribution of men income (men and son) is 54,42% while women (wife and daughter) is 45,58%, (3) the time that women spent for productive activities is not proportional to the income they earn. Keywords: Working Hours, Income, Men, Women
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam Menggunakan Laporan Keuangan di Kota Padang Siti Nabila; Yusmarni Yusmarni; Rusda Khairati
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 2 (2019): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i2.148

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada UMKM sektor agribisnis yang berada di Kota Padang. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui profil dan karakteristik pemilik UMKM dalam menggunakan laporan keuangan di Kota Padang (2) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemilik UMKM dalam menggunakan laporan keuangan di Kota Padang (3) untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh pada pemilik UMKM dalam menggunakan laporan keuangan di Kota Padang. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan analisis data deskriptif kualitatif untuk tujuan pertama dan analisis kuantitatif untuk tujuan kedua dan ketiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Skala Usaha dan Umur Usaha mempengaruhi pemilik UMKM sektor agribisnis dalam menggunakan laporan keuangan. Sedangkan Tingkat Pendidikan dan Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan tidak mempengaruhi pemilik UMKM sektor agribisnis dalam menggunakan laporan keuangan.Kata kunci: UMKM agribisnis, penggunan laporan keuangan, tingkat pendidikan, skala usaha, umur usaha, pelatihan penyusunan laporan keuanganThis research was done in agribisnis sector of Micro, Small, and Medium Enterprises in Padang City. The aims of this research were (1) to know Micro, Small, and Medium Enterprises owners' profiles and characteristics in using financial statements in Padang City, (2) to know influencing factors of Micro, Small, and Medium Enterprises owners in using financial statements in Padang City (3) to know the most influencing factors of Micro, Small, and Medium Enterprises owners using financial statements in Padang City. This research used survey method and descriptive qualitative and descriptive quantitative data analysis. The results show that Enterprises Scale and Age variable influence agribisnis Micro, Small, and Medium Enterprises Owners using financial statements. Meanwhile, Education Level and Financial Statements Preparation Training did not influence the owners to use financial statements. Keywords: Agribisnis, Micro, Small, and Medium Enterprises, Financial Statements
Analisis Penentuan Komoditi Unggulan Berbasis Sektor Pertanian Dalam Mendorong Perekonomian Wilayah Di Kabupaten Lima Puluh Kota Ikhsan Azhari; Hasnah Hasnah; Yenni Oktavia
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 2 (2019): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i2.153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mengidentifikasi komoditi unggulan yang perlu dikembangkan dan menjadi pendorong perekonomian daerah dibidang pertanian. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis location quotient (LQ) dan shift-share analisis (SSA) untuk mengetahui komoditi unggulan yang dapat dikembangkan di setiap Kecamatan Kabupaten Lima Puluh Kota. Hasil analisis menunjukkan  komoditi unggulan pada prioritas pertama adalah padi, kacang panjang, manggis, duku, nenas, sirsak dan coklat. Untuk prioritas kedua adalah ketimun, buncis, papaya, kelapa dan gambir. Sedangkan untuk prioritas ketiga adalah terungKata Kunci: Komoditi Unggulan, Pusat Pertumbuhan, Perekonomian DaerahThis study aims to identify superior commodities that need to be developed and become a driver of the regional economy in agriculture. The analytical method used is descriptive quantitative method by using location quotient (LQ) and shift-share analysis (SSA) to find out the superior commodities that can be developed in each District of Lima Puluh Kota. The results of the analysis show that the main commodities in the first priority are rice, beans, mangosteen, duku, pineapple, soursop and chocolate. The second priority is cucumber, beans, papaya, coconut and gambier. Whereas the third priority is eggplant. Keywords: Superior Commodity, Center for Growth, Regional Economy
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Petani Dalam Menggunakan Benih Padi Bersertifikat Di Nagari Sumani Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok Ade Sri Novianti; Rahmat Syahni Z; Rusda Khairati
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 2 (2019): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i2.144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan petani yang menggunakan benih bersertifikat dan petani yang tidak menggunakan benih bersertifikat pada usahatani padi dan mengetahui faktor yang mempengaruhi petani dalam mengambil keputusan penggunaan benih bersertifikat pada usahatani padi di Nagari Sumani Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 26 Maret – 26 April 2019. Data yang digunakan dalam   penelitian ini adalah data primer. Metode yang digunakan adalah metode survei yang menggunakan kuisioner sebagai instrumen pengumpulan data. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Analisis data untuk tujuan pertama dengan deskriptif kualitatif, untuk tujuan kedua dianalisis dengan deskriptif kuantitatif menggunakan aplikasi SPSS 21. Hasil analisis menunjukan bahwa petani yang menggunakan benih padi bersertifikat umumnya adalah petani  yang berumur pada rentang 24-45 tahun, sebagian besar telah menempuh pendidikan hingga  tingkat  Sekolah Menengah Atas,  memiliki penguasaan lahan  sebesar 0,25Ha-1Ha, mengusahakan lahan yang berstatus milik sendiri atau tidak disewa. Dan keputusan petani dalam   penggunaan benih bersertifikat dipengaruhi oleh umur petani, penerimaan usahatani, ukuran usahatani dan status kepemilikan lahan. Sedangkan jumlah tanggungan keluarga, tingkat pendidikan, dan pengalaman berusahatani tidak berpengaruh secara signifikan.Kata Kunci: Keputusan, Benih, BersertifikatThis study aims to analyze (1) to describe farmers who use certified seeds and farmers who do not use certified seeds on rice farming in Nagari Sumani, Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok. (2) find out the factors that influence farmers in making decisions on the use of certified seeds in rice farming in Nagari Sumani, Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok. This research was conducted on March 26 - April 26 2019. The data used in this study were primary data. The method used is a survey method that uses questionnaires as an instrument for data collection. The sampling method used is accidental sampling. Data analysis for the first objective was descriptive qualitative, for the second purpose analyzed by descriptive quantitative using the SPSS application. The results of the analysis show that (1) farmers who use certified paddy seeds are generally farmers who are in the range of 24-45 years, most of whom have gone to senior high school level, seeking land that is privately owned or not rented. (2) The decision of the farmer to use certified seeds is influenced by the age of the farmer, farm income, farm size and land ownership status. Keywords: Decision, Seed, Certified
Analisis Risiko Produksi Kopi Robusta Di Jorong Pincuran Tujuah, Nagari Batipuh Baruah, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar Sahnas Hidayah; Nofialdi Nofialdi; Ifdal Ifdal
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 2 (2019): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i2.149

Abstract

Penelitian   ini   dilaksanakan   di   Jorong   Pincuran   Tujuah,   Nagari   Batipuh   Baruah, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar. Tujuan penelitian adalah 1) Menganalisis risiko produksi  yang  terjadi  pada  kopi  Robusta  di  Jorong  Pincuran  Tujuh,  2)  Mendeskripsikan manajemen risiko yang dilakukan oleh petani pada produksi kopi Robusta di Jorong Pincuran Tujuh. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan analisis data deskriptif kualitatif untuk tujuan pertama dan analisis kualitatif untuk tujuan kedua. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat sebanyak 11 sumber risiko produksi Kopi Robusta di Jorong Pincuran Tujuh. Berdasarkan analisis tingkat risiko produksi dengan menggunkan pemetaan risiko, risiko pada kuadran I adalah hama penggerek buah kopi, kurang dalam penyiangan, cuaca saat penjemuran dan semut. Strategi pengelolaan risiko yang dilakukan petani kopi Robusta di Jorong Pincuran tujuh adalah stategi preventif dengan melakukan penyemprotan prekor, penyiangan yang efektif dilakukan oleh beberapa petani, dan berburu.Kata kunci: risiko produksi, sumber risiko, manajemen risikoThis research was conducted in Jorong Pincuran Tujuah, Nagari Batipuh Baruah, Batipuh District, Tanah Datar District. The research objectives were 1) Analyzing the production risk that occurred in Robusta coffee in Jorong Pincuran Tujuh, 2) Describing the risk management carried out by farmers on Robusta coffee production in Jorong Pincuran Tujuh. This study uses a survey method with qualitative descriptive data analysis for the first purpose and qualitative analysis for the second objective. The results revealed that there were as many as 11 risk sources of Robusta Coffee production in Jorong Pincuran Tujuh. Based on an analysis of the level of production risk by using risk mapping, the risk in quadrant I is coffee fruit borer, less weeding, weather during drying and ants. The risk management strategies carried out by Robusta coffee farmers in Jorong Pincuran seven are preventive strategies by spraying precursors, effective weeding carried out by some farmers, and hunting. Keywords: production risk, risk sources, risk management
Analisis Pengelolaan Air Dalam Usaha Tani Padi Pada Lahan Sawah Yang Areal Airnya Melimpah Dengan Areal Airnya Kurang Di Kelurahan Kuranji Kota Padang Intan Widia Astuti; Mahdi Mahdi; Syahyana Raesi
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 2 (2019): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i2.140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis  pengelolaan air terhadapa usahatani padi pada areal airnya melimpah dan areal airnya kurang dengan melihat perbandingan pendapatan dan keuntungan petani. Penelitian  ini  dilaksanakan  pada  tanggal  15  Maret-14  April  2019.  Metode  yang  digunakan  dalam penelitian ini adalah metode survey. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan responden langsung dilapangan menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpulan data. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan cara sensus, Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 66 orang. Teknik dianalisis data yaitu untuk tujuan pertama dan kedua   dengan deskriptif kualitatif, untuk tujuan ketiga  dianalisis dengan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelolaan air pada petani areal airnya kurang lebih efesien dibandingkan dengan pengelolaan air petani padi yang melimpah. Pendapatan yang diperoleh petani  areal  airnya  melimpah  sebesar  Rp.  6.892.500  dan  petani  areal  airnya  kurang  memperoleh pendapatan sebesar Rp. 9.517.854.  Sedangkan keuntungan yang diperoleh petani areal airnya melimpah sebesar Rp. 1.470.124 dan petani areal airnya kurang memperoleh keuntungan sebesar Rp. 3.770.391. Hasil penelitian menunjukan bahwa petani padi areal airnya kurang lebih menguntungkan dibandingkan petani padi areal airnya melimpah. Dari hasil Uji T dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan antara pendapatan dan keuntungan antara petani Lapau Munggu dan Kayu Bajak. Saran untuk Petani Lapau Munggu lebih memperhatikan lagi pengelolaan air terhadap usahatani, sehingga hasil produksi pada usahatani padi meningkat.Kata kunci : Usahatani padi, Pengelolaan air, pendapatan, keuntunganThis study aims to analyze water management on rice farming in abundant water areas and lack of water area by looking at the comparison of farmers' income and profits. This research was conducted on March 15-April 14 2019. The method used in this study was the survey method. The data used are primary data and secondary data. Data collection is done through interviews with respondents directly in the field using questionnaires as a data collection tool. Sampling in this study was conducted by census, the sample used in this study amounted to 66 people. The data were analyzed for the first and second objectives with qualitative descriptive, for the third purpose analyzed by quantitative. The results showed that water management for farmers in the area of water was less efficient compared to the abundant management of rice farmers. The income obtained by farmers in the area of abundant water is Rp. 6,892,500 and farmers in the water area received less than Rp. 9,517,854. While the benefits obtained by farmers in the area of abundant water is Rp. 1,470,124 and farmers in the water area have not received a profit of Rp. 3,770,391. The results showed that rice farmers in the area of water were more or less profitable than rice farmers in the area of abundant water. From the results of the T Test, it can be concluded that there are significant differences between income and profits between Lapau Munggu and Kayu Bajak farmers. Suggestions for Farmers in Lapau Munggu pay more attention to water management for farming, so that production on rice farming increases. Keywords: Rice farming, Water management, income, profits
Analisis Perbandingan Usaha Tani Kakao (Theobroma Cacao l ) di Nagari Belimbing Tanah Datar (Studi Kasus : Petani Peserta dan Non-Peserta SL-PHT) Farid Rahman Tibi; Hasnah Hasnah; Yenni Oktavia
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 2 (2019): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i2.154

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  perbandingan  antara  pertanian  kakao yang  mengimplementasikan kegiatan SLPHT dengan Non-SLPHT. Kegiatan Sekolah Lapangan Pengelolaan Hama Terpadu atau SLPHT adalah metode penyuluhan atau bentuk pendidikan non-formal yang dirancang dan dilaksanakan dengan baik oleh andragogi, partisipasi oleh petani dan mulai dari pendekatan bottom-up. Pilihan lokasi penelitian ini diambil dengan metode purposive di Nagari Balimbiang, Kecamatan Rambatan. Metode penelitian ini menggunakan metode survei dengan sampel total 30 peserta SLPHT dalam sensus dan 30 peserta non-SLPHT secara acak dari total populasi 562 orang di Kenagarian Balimbiang Kabupaten Rambatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan antara teknik budidaya kakao SLPHT dengan non SLPHT, perbedaannya adalah ada teknik sambung samping dalam kegiatan SLPHT. Penghasilan rata-rata yang diterima oleh peserta SL dan peserta non-SL adalah Rp33.846.955,22 / Ha / Tahun dan Rp. 23.693.666,39 / Ha / Tahun. Keuntungan rata-rata yang diterima petani yang berpartisipasi dalam SLPHT dengan peserta non-SLPHT adalah Rp. 12.811.345,35 / Ha / Tahun dan Rp. 4.624.824.08 / Ha / Tahun. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pendapatan dan keuntungan petani kakao SLPHT dan non SLPHT karena nilai untuk T Dihitung ≥ T Tabel. Kebun kakao SLPHT dan non SLPHT  layak  karena  R  /  C  1  adalah  1,84  dan  1,38.  Berdasarkan hasil  penelitian,  disarankan  agar  petani memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan teknik budidaya dengan baik, sehingga mereka dapat mencapai hasil dan keuntungan maksimal.Kata kunci: Pertanian Kakao, Pendapatan, Untung, R / C RatioThis study aims to determine the comparison between cocoa farming that implements SLPHT activities with NonSLPHT. The activities of the Integrated Pest Management Field School or SLPHT are an extension method or a form of non-formal education that is well-designed and carried out by andragogy, participation by farmers and starting from the bottom-up approach. The choice of location of this study was taken by purposive method in Nagari Balimbiang, Rambatan Subdistrict. This research method uses a survey method with a total sample of 30 SLPHT participants in census and 30 non-SLPHT participants randomly from a total population of 562 people in the Kenagarian Balimbiang District of Rambatan. The results of this study indicate that there is a difference between SLPHT cocoa farming techniques with non SLPHT, the difference is that there are side grafting techniques in the SLPHT activities. The average income received by FFS participants and non-FFS participants is Rp33.846.955,22/ Ha / Year and Rp. 23.693.666,39/ Ha / Year. The average profit received by farmers participating in the SLPHT with non-SLPHT participants is Rp. 12.811.345,35/ Ha / Year and Rp. 4.624.824,08/ Ha / Year. Statistical test results showed that there were significant differences between the income and profits of SLPHT cocoa farmers and non SLPHT because the value for T Calculated ≥ T Table. SLPHT and non SLPHT cocoa farms are feasible because R/C 1 is 1,84 and 1.38. Based on the results of the study, it is suggested that farmers should pay attention to matters relating to cultivation techniques well, so that they can achieve maximum yields and profits.Keywords: Cocoa Farming , Revenue , Profit and R / C Ratio
Analisis Pemasaran Beras Merah Organik di Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman Annisa Annisa; Yusri Usman; Yuerlita Yuerlita
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 2 (2019): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i2.145

Abstract

Penelitian ini  bertujuan (1)  Mendeskripsikan saluran, lembaga dan  fungsi pemasaran beras  merah organik di Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman. (2) Menganalisis efisiensi pemasaran beras merah organik di Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 4 Januari 2019 sampai 2 Februari 2019. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode yang digunakan adalah metode survey. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode pengambilan sampel secara sengaja (purposive), sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari petani, pedagang pengumpul / pedagang pengecer. Untuk tujuan pertama dilakukan analisis deskriptif, untuk tujuan kedua digunakan analisis kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) saluran pemasaran yang terbentuk dalam sistem pemasaran beras merah oganik ada dua saluran dimana setiap lembaga pemsaran melakukan fungsi pemasaran yang terdiri dari fungsi pertukaran, fungsi fisik, dan fungsi fasilitas yang berbeda-beda. (2) Margin pemasaran yang diperoleh yaitu pada saluran 2 sebesar Rp. 5.377,23/kg. Bagian yang diterima oleh petani yang paling besar adalah pada saluran 1 yaitu sebesar 47,02 % serta saluran yang paling efisien adalah saluran 1 yaitu sebesar 25,95%.Kata Kunci: Pemasaran, Beras Merah Organik, Margin, Pendapatan, EfisiensiThis study aims to (1) Describe the channels, institutions and functions of marketing organic red rice in Batang Anai District, Padang Pariaman Regency. (2) Analyzing the efficiency of marketing organic red rice in Batang Anai District, Padang Pariaman Regency. This research was conducted on January 4, 2019 until February 2, 2019. The data used in this study were primary data and secondary data. The method used is the survey method. The sampling method used was purposive sampling method, the sample used in this study consisted of farmers, collectors / retailers. For the first purpose descriptive analysis is carried out, for the second purpose quantitative analysisis used. The results of the analysis show that (1) the marketing channels formed in the organic red rice marketing system there are two channels where each marketing institution performs a marketing function consisting of different exchange functions, physical functions, and functions of facilities. (2) Marketing margins obtained are on channel 2 of Rp. 5,377.23 / kg. The largest portion received by farmers is on channel 1 hich is 47,02% and the most efficient channel is channel 1, which is 25.95%. Keywords: Marketing, Organic Red Rice, Marketing Margin, Parts received by farmers, and Marketing Efficiency
Alokasi Jam Kerja Dan Pendapatan Buruh Tani Perempuan Di PT Anam Koto Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat Yozi Rahmayani; Dwi Evaliza; Zulvera Zulvera
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 2 (2019): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i2.150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) untuk mendeskripsikan karakteristik dan pola kerja buruh tani perempuan yang bekerja di PT Anam Koto Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat. (2) Menghitung alokasi waktu kerja dan pendapatan buruh tani perempuan yang bekerja di PT Anam Koto Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat.Penelitian ini dilakukan pada tanggal 1-30 Januari 2019. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Metode yang digunakan adalah metode survei yang menggunakan kuisioner sebagai instrumen pengumpulan data. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Data dianalisis untuk tujuan pertama dengan deskriptif kualitatif, untuk tujuan kedua dianalisis dengan analisis kuantitaif. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) Profil buruh tani perempuan yang bekerja di PT Anam Koto , rata-rata buruh tani perempuan memiliki usia yang produktif untuk bekerja, namun tidak memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi, memiliki jumlah anggota keluarga paling banyak kisaran 2-4 orang dan jumlah tanggungan keluarga paling banyak kisaran 1-3 orang dan lama bekerja di PT Anam Koto 1-2 tahun. Pola kerja buruh tani perempuan yang bekerja di PT Anam Koto yaitu mereka bekerja melakukan pemeliharaan kelapa sawit, pemupukan dan mengumpulkan brondolan kelapa sawit. Buruh tani perempuan bekerja enam hari selama satu minggu yaitu dari hari senin hingga sabtu, dan mempunyai hari libur yaitu hari minggu. Buruh tani perempuan yang bekerja di PT Anam Koto ada yang tinggal di barak tempat hunian para buruh yang telah di sediakan PT Anam Koto dan ada juga yang tinggal di rumah miliknya sendiri di luar lokasi PT Anam Koto. (2) Pendapatan buruh tani perempuan yang bekerja di PT Anam Koto selama satu bulan dengan pendapatan paling banyak didapatkan oleh responden yaitu rentang Rp 500.000 sampai Rp 1.000.000 sebanyak 24 responden atau sebesar 80%. Jumlah jam kerja rata-rata/individu yang dilakukan oleh buruh tani perempuan di PT Anam Koto pada setiap kegiatan memiliki perbedaan pada alokasi jam kerjanya. Pada kegiatan pengutipan brondol adalah kegiatan yang mempunyai waktu paling banyak dengan jumlah alokasi jam kerja/individu selama satu bulan yang dilakukan oleh buruh tani perempuan yaitu sebesar 32 jam/bulan. Kata Kunci : Jam Kerja, Pendapatan, Buruh Tani PerempuanThe research aims to analyze (1) To describe the characteristics and patterns of work of female farm laborers who work in PT Anam Koto, Pasaman District, West Pasaman Regency. (2) Calculating the work time allocation and income of female farm laborers who work in PT Anam Koto Pasaman District, West Pasaman Regency. This study was conducted on 1-30 January 2019. The data used in this study were primary data. The method used is a survey method that uses questionnaires as an instrument for data collection. The sampling method used is simple random sampling. Data were analyzed for the first purpose with descriptive qualitative, for the second purpose analyzed by quantitative analysis. The results of the analysis show that (1) The profile of female farm laborers working at PT Anam Koto, the average female farm laborer has a productive age to work, but does not have a high education background, having the most family members in the range of 2-4 people and the number of dependents at most ranges from 1-3 people and work long at PT Anam Koto 1-2 years. The working pattern of female farm laborers working at PT Anam Koto is that they work to maintain oil palm, fertilize and collect palm oil waste. Female farm workers work six days a week, from Monday to Saturday, and have holidays, namely Sundays. There are female farm workers working at PT Anam Koto who live in the barracks of workers' homes that have been provided by PT Anam Koto and there are also those who live in their own homes outside the PT Anam Koto location. (2) The income of female farm laborers working at PT Anam Koto for one month with the most income obtained by respondents is the range of Rp. 500,000 to Rp. 1,000,000 for 24 respondents or 80%. The number of average / individual working hours carried out by female farm workers at PT Anam Koto at each activity differs from the allocation of working hours. In the activity of brondol quotation, it is an activity that has the most time with the number of work / individual hours allocated for one month by female farm workers, which is 32 hours / month.Keywords : working hours, Income, female farm laborers

Page 1 of 2 | Total Record : 15