cover
Contact Name
Zalvu Sandhiwana
Contact Email
jurnalpusluh@gmail.com
Phone
+6221-7815380
Journal Mail Official
jurnalpusluh@gmail.com
Editorial Address
Gedung D Lantai 5, Kementerian Pertanian Jl. Harsono RM No.3, Ragunan, Kec. Ps. Minggu, Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12550
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Suluh Tani
ISSN : 29866936     EISSN : 29853451     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Suluhtani: Jurnal Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian adalah media informasi ilmiah untuk menyebarluaskan hasil penelitian, pengkajian dan review artikel ilmiah di bidang pertanian dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta profesionalisme penyuluh pertanian, widyaiswara, dosen, peneliti, fungsional lain di bidang pertanian serta sumber informasi bagi pengambil kebijakan, pelaku dan pemerhati pembangunan pertanian Indonesia
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 31 Documents
Analisis Aset Penghidupan Petani Kentang Varietas Atlantik di Kabupaten Malang: Evi Sriwidayati, Budi Setiawan, Abdul Wahib Muhaimin Evi Sriwidayati, Budi Setiawan, Abdul Wahib Muhaimin
Sumber Penyuluhan Pertanian Indonesia Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Suluh Tani
Publisher : Pusluhtan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia needs a supply of Atlantic potato varieties for industrial needs, but until now has been met through imports. Atlantic varieties originate from America and can be widely adapted, but when introduced to Indonesia, especially in the East Java region, namely in Poncokusumo and Bumiaji District, Atlantic potato varieties are not able to adapt, so the Atlantic variety potato farming is not sustainable. Currently Malang Regency is developing Atlantic variety potato cultivation in Pujon and Ngantang Districts, a determining factor for the sustainability of Atlantic potato farming according to DFID (2001), including: human capital, natural capital, financial capital, social capital and physical capital. referred to as livelihood assets. The optimal use of livelihood assets is used by farmers to carry out various activities in running Atlantic potato farming. This study in juny until September 2020 aims to analyze the livelihood assets of Atlantic potato farmers in Malang Regency which are scattered in the Pujon and Ngantang Districts with a total sample of 209 respondents and analyzed with asset pentagonals. The results showed the ownership of the livelihood assets of Atlantic potato farmers that social capital got the highest percentage value and financial capital got the lowest percentage value of the five livelihood asset assets analyzed.
Kinerja Sistem Penyuluhan Pertanian Indonesia di Tengah Pandemi COVID19 Bustanul Arifin Caya, Ahmad Syariful Jamil Bustanul Arifin Caya, Ahmad Syariful Jamil
Sumber Penyuluhan Pertanian Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Suluh Tani
Publisher : Pusluhtan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketercapaian tujuan penyuluhan pertanian saat ini dihadapkan berbagai tantangan mulai dari perubahan peraturan hingga adanya pandemic COVID-19. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja penyuluhan pertanian di tengah pandemic COVID-19. Penelitian ini merupakan studi literature dengan pendekatan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan pertanian sejak dibangun awal 1970-an hingga saat ini mengalami kondisi cukup dinamis. Hingga saat ini, sistem penyuluhan pertanian nasional mengalami 3 tahap transformasi meliputi: 1) era bimbingan masal (Bimas); 2) Era Undang-Undang 16 Tahun 2006; dan 3) Kostratani. Terdapat dua tujuan umum penyuluhan pertanian yaitu memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Penyuluhan pertanian relatif berhasil dalam mewujudkan peningkatan kesejahteraan petani. Hal ini ditunjukkan bahwa selama pandemi COVID-19 terjadi peningkatan nilai tukar petani dan nilai ekspor pertanian. Adanya pandemic COVID-19 menghambat ketercapaian tujuan kedua. Meskipun kontribusi sektor pertanian meningkat, adanya migrasi tenaga kerja dari sektor lain akibat pemutusan kerja menyebabkanproduktivitas sektor pertanian menurun. Kinerja yang relatif baik tersebut tidak terlepas dari peran berbagai pihak baik dari individu penyuluh dan pemerintah. Kementerian Pertanian telah menginisiasi berbagai program melalui 1) transformasi metode penyuluhan melalui pemanfaatan TIK; 2) Optimasisasi metode penyuluhan konvensional; 3) Fasilitasi biaya operasional penyuluh; 4) Penyebarluasan informasi dan materi melalui media cetak; 5) Dukungan permodalahan usahatani; dan 6) Peningkatan kapasitas kelembagaan petani. Berbagai program yang dirancang tersebut diharapkan dapat membentuk ekosistem penyuluhan pertanian yang mendorong peningkatan kinerja penyuluhan pertanian khususnya di tengah pandemi. Kata Kunci—Kinerja, penyuluhan pertanian, pandemi COVID-19
Pengembangan Padi Inpari IR Nutri Zinc di Kapanewon Galur Kulonprogo Anang Sucahyo
Sumber Penyuluhan Pertanian Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Suluh Tani
Publisher : Pusluhtan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka menekan angka prevalensi kekurangan gizi khususnya Zn di Indonesia pada tahun 2018 Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian berkolaborasi dengan IRRI dan Harvest Plus melepas padi dengan kandungan Zn tinggi dengan nama Inpari IR Nutri Zinc. Padi Inpari IR Nutri Zinc diujicoba di lahan percontohan BPP Galur (Pandowan dan Karangsewu) pada Januari– Mei 2020 dilanjutkan ditanam di berbagai kelompok tani di wilayah Kapanewon Galur pada September 2020 Februari 2021. Penelitian bertujuan untuk mengetahui produktivitas, atribut mutudan perasalahanpemasaran dari pengebangan Padi Inpari IR Nutri Zinc di Kapanewon Galur, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode pengubinan digunakan untuk mengetahui produktivitas, uji inderawi untuk aribut mutu dan deep interview untuk mengetahui pemasaran dari budidaya padi Nutri Zinc.Hasil penelitian menunjukkan atribut mutu untuk ukuran beras padi Inpari IR Nutri Zinc menunjukkan ukuran yang lebih kecil secara signfikan dengan tingkat signfikansi 1% (kuat) dibandingkan dengan varietasCiherang, IR 64 dan Situ Bagendit. Sedangkan untuk atribut yang lain aroma beras, warna beras, keseragaman butir beras, broken (remuk), rasa nasi, kepulenan nasi, aroma nasi dan warna nasi tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Hasil produktivitas padi Nutri Zinc tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan varietas padi pembanding. Dari sisi pemasaran mendapat kendala harga penawaran yang lebih rendah, karena buliran padi yang relatif lebih kecil dibandingkan varietas lain sehingga penampilannya kurang menarik.
Efektifitas Pelaksanaan Bimbingan Teknis Pembenihan Bawang Merah Mendukung Pengembangan Kawasan Food Estate di Kabupaten Kulon Progo Diah Sulistyorini, SP., MP, Priyanto, S.ST, Isro Hariadi, SP Diah Sulistyorini, SP., MP, Priyanto, S
Sumber Penyuluhan Pertanian Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Suluh Tani
Publisher : Pusluhtan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian efektifitas dilakukan pada bimbingan teknis perbenihan bawang merah yang dilaksanakan pada Selasa, 20 September 2022 di Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bimbingan teknis diikuti oleh 25 peserta, mayoritas adalah penyuluh pertanian lapang. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui apakah bimbingan teknis merupakan metode yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta. Efektifitas bimbingan teknis diukur dengan cara membandingkan nilai pre-test dan post-test menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan bahwa bimbingan teknis berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan peserta. Rerata peningkatan aspek pengetahuan peserta bimbingan teknis adalah 16%. Dari aspek penerapan, diketahui bahwa tingkat penerapan peserta bimbingan teknis dalam perbenihan budidaya bawang merah relatif tinggi yaitu 63,20%.
Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan Yang Baik Pada Sentra Industri Keripik Lampung Amruzi Setiagama, Chandra Utami Wirawati, Irmayani Noer Amruzi Setiagama, Chandra Utami Wirawati, Ir
Sumber Penyuluhan Pertanian Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Suluh Tani
Publisher : Pusluhtan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu pangan olahan yang banyak diproduksi di kota Lampung adalaha kripik pisang.Sentra produksi keripik pisang di Kota Bandar Lampung adalah di jalan Pagar Alam KedatonBandar Lampung, terdiri dari 32 unit usaha meliputi pengolahan produk 18 unit usaha dan 14unit memasaran saja. Keripik pisang merupakan salah satu oleh-oleh khas Lampung.Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) di Sentra Industri keripikmenjadi hal yang sangat penting untuk menjamin kualitas dan keamanan produk. Penelitian inibertujuan untuk mengevaluasi penerapan CPPOB. Metode penelitian meliputi pengumpulandata kualitatif dan kuantitatif terhadap penerapan Perkabom RI No.12 tahun 2012 tentangCPPOB di industri rumah tangga. Data dikoleksi secara purposive sampling terhadap 18 unitusaha keripik. Data yang dikumpulkan melalui wawancara dan pengisian assesemnent lapangCPPOB. Hasil dalam infeksi umumnya dinyatakan “baik” dengan ketidaksesuaian serius dankritis.
Transformasi Kelembagaan Petani Menjadi Kelembagaan Ekonomi Petani Sebagai Model Akselerasi Pengembangan Agribisnis Inang Sariati, Dwi Hayanti Inang Sariati, Dwi Hayanti
Sumber Penyuluhan Pertanian Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Suluh Tani
Publisher : Pusluhtan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya luas kepemilikan lahan di Indonesia yang hanya sekitar 0,3 ha per kepala keluarga merupakan salah satu penyebab petani sulit keluar dari lingkaran kemiskinan di perdesaan. Mentransformasi kelembagaan petani antara lain kelompoktani (poktan) dan gabungan kelompoktani (gapoktan) menjadi kelembagaan ekonomi petani (KEP) merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, sehingga keluar dari lingkaran kemiskinan. Saat ini jumlah KEP di Indonesia sangat sedikit, hanya 1,73% dari jumlah Poktan atau 19,3% dari jumlah Gapoktan. Untuk itu, pemerintah dan pemerintah daerah berkewajiban mendorong dan memfasilitasi tumbuhnya KEP melalui transpormasi poktan dan atau gapoktan di perdesaan. Salah satu KEP yang sudah berkembang dan dapat diajdikan sebagai sebuah model dalam pengembangan agribisnis, adalah Koperasi Solok Radjo di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Beberapa factor yang berperan penting dalam proses transformasi tersebut antara lain: partisipasi petani; kualitas sumberdaya manusia (SDM); aksespetani terhadap pembiayaan, akses informasi, dan jejaring kerjasama. Faktor-faktor tersebut sebagian besar merupakan tugas dan fungsi penyuluh pertanian. Oleh karena itu peran penyuluh perlu terus ditingkatkan untuk memotivasi dan mendampingi petani dalam proses transformasi kelembagaan petani menjadi KEP dalam mengembangkan agribisnis petani.
Pengendalian Keracunan Besi di Lahan Rawa Sebagai Jalan Menuju Lumbung Pangan Dunia Ani Susilawati,Dedi Nursyamsi Ani Susilawati,Dedi Nursyamsi
Sumber Penyuluhan Pertanian Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Suluh Tani
Publisher : Pusluhtan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah telah menyusun road map untuk menjadi Lumbung Pangan Dunia Tahun 2045. Lahan rawa merupakan lahan pertanian alternatif yang dapat diandalkan dalam menghadapi krisis pangan ke depan. Tantangan ketersediaan pangan secara nasional ke depan dihadapkan kepada antara lain (1) fenomena penyusutan dan konversi lahan yang semakin tinggi, (2) pertambahan penduduk yang semakin pesat, dan (3) anomali iklim ekstrem yang semakin intens dan spektrum dampak yang semakin luas. Tingkat produktivitas lahan rawa pasang surut pada umumnya masih rendah. Hal ini berhubungan dengan masalah fisiko kimia lahan yang sering ditemui di lahan tersebut, yaitu adanya lapisan bahan sulfidik yang mengandung pirit. Keracunan besi sering menjadi kendala utama dalam pengembangan tanaman padi di lahan pasang surut sulfat masam. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang pengelolaan lahan rawa pasang surut sulfat masam untuk tanaman padi yang mengalami keracunan besi melalui pemberian amelioran dan pemupukan. Metode yang digunakan untuk penulisan makalah ini adalah menggunakan literatur review. Ameliorasi dengan bahan organik/anorganik dan pemupukan merupakancara yang dianjurkan untuk mengendalikan keracunan besi. Kombinasi pemupukan 90 kg ha-1P2 O5 + 125 kg ha-1 K2O dengan perendaman benih sebelum tanam menggunakan CaO 75% dari bobot benih dapat mengendalikan keracunan Fe sampai 21% dibandingkan dengan pemberian 90 kg ha-1 P2 O5 dan 75 kg ha-1K2 O.
Analisis Permasalahan Dan Solusi Keengganan Penggunaan Kartu Tani Petani Padi (Oryza Sativa) Ika Septi Pratiwi, Ika Septi Pratiwi
Sumber Penyuluhan Pertanian Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Suluh Tani
Publisher : Pusluhtan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sosial dan ekonomi petani padi sawah, mengetahui permasalahan keenganan dan mengetahui solusi mengatasi keenganan penggunaan kartu tani dalam bertransaksi pembelian pupuk bersubsidi. Lokasi penelitian adalah di Desa Karangpucung, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga. Hasil penelitian adalah karakteristis sosial dan ekonomi responden Permasalahan keenganan penggunaan kartu tani dari faktor internal adalah pendidikan rendah, lansia, luas lahan garapan sempit, gaptek, kartu tani diserahkan kepada orang lain, meminjam kartu tani orang lain, membeli pupuk ke bukan KPL, dan kartu tani hilang. Permasalahan eksternal adalah ketidakdisiplinan KPL, transportasi, kuota kartu tani dibawah 50 kg dan nol. Solusi dari permasalalahan adalah melalukan desiminasi teknologi penggunaan kartu tani melalui kegiatan penyuluhan perorangan maupun kelompok. Pembuatan kartu tani baru bagi kartu tani yang hilang dan mengajak anggota keluarga lain yang masih muda untuk menggantikan kepemilikan kartu tani. Saran kepada penyuluh untuk melakukan pendekatan khusus kepada petani lansia, saran kepada BRI adalah menjalankan tupoksi sebagai penyedia dan pencetak kartu tani, dan kepada pengurus kelompok untuk melakukan pertemuan rutin kelompok tani.
Evaluasi Pelaksanaan SL GAP Durian di Tonogoro Banjaroyo Kalibawang Anang Sucahyo Anang Sucahyo
Sumber Penyuluhan Pertanian Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Suluh Tani
Publisher : Pusluhtan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka mengoptimalkan budidaya durian, diadakan sekolah lapang durian GAP di Kelompok Tani Sido Maju, Tonogoro, Banjaroyo. Pelaksanaan sekolah lapangan ini dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2022. Pelaksanaan sekolah lapangan ini perlu dievaluasi agar tujuan SL ini tercapai atau tidak. Objek penelitian ini adalah pelaksanaan sekolah lapang durian GAP di Kelompok Tani Sido Maju, Tonogoro, Banjaroyo. Sampel dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan terjadi peningkatan yang signifikan dengan taraf signifikansi 1%. Kata kunci: evaluasi, sekolah lapang, durian, kelompok tani
Penerapan Teknologi CSA mampu Meningkatkan Produksi, Produktivitas Padi dan Keuntungan Ekonomi Petani Yulia Tri Sedyowati, Sri Mulyani, Lidia, Yulia Tri Sedyowati, Sri Mulyani, Lidia
Sumber Penyuluhan Pertanian Indonesia Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Suluh Tani
Publisher : Pusluhtan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek Modernisasi Irigasi Strategis dan Rehabilitasi Irigasi Mendesak (Smart Irrigation Modernisation and Urgent Rehabilitation Project) oleh Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanin (BPPSDMP) bertujuan untuk meningkatkan produksi, produktivitas, intensitas pertanaman (IP) padi melalui pengaturan pola tanam akibat perubahan iklim global atau Pertanian Cerdas Iklim (Climate Smart Agriculture: CSA). Tujuannya Pengkajian untuk mengetahui sejauh mana teknologi CSA dapat meningkatkan produktivitas dan produksi tanaman padi yang dapat memberikan peningkatan pendapatan petani pada lahan sawah beririgasi terpilih menuju ketahanan pangan yang berkelanjutan. Untuk mencapai itu, terlebih dahulu petani mendapatkan pelatihan mengenai teknologi CSA dan tahap selanjutnya dengan menerapkan demplot CSA dengan menggunakan berbagai teknologi antara lain: penggunaan varietas unggul adaptif iklim, pemupukan berimbang, jajar legowo, hemat air dengan menggunakan (AWD), penggunaan kalender tanam (Katam), penggunaan pupuk organik, penggunaan Pestisida nabati dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) Terpadu. Pengkajian ini dilaksanakan diseluruh lokasi penerima manfaat SIMURP di 10 Provinsi, 24 Kabupaten dan 117 BPP pada bulan Januari 2022 sampai Mei 2023. Metode yang digunakan metode kuantitatif hasil Demplot CSA dan Pilot Scaling up, dianalisa usaha taninya menunjukan adanya peningkatan produksi dan produktifvitas serta keuntungan yang meningkat. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya peningkatan dari tahun sebelumnya.

Page 2 of 4 | Total Record : 31