cover
Contact Name
Zalvu Sandhiwana
Contact Email
jurnalpusluh@gmail.com
Phone
+6221-7815380
Journal Mail Official
jurnalpusluh@gmail.com
Editorial Address
Gedung D Lantai 5, Kementerian Pertanian Jl. Harsono RM No.3, Ragunan, Kec. Ps. Minggu, Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12550
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Suluh Tani
ISSN : 29866936     EISSN : 29853451     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Suluhtani: Jurnal Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian adalah media informasi ilmiah untuk menyebarluaskan hasil penelitian, pengkajian dan review artikel ilmiah di bidang pertanian dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta profesionalisme penyuluh pertanian, widyaiswara, dosen, peneliti, fungsional lain di bidang pertanian serta sumber informasi bagi pengambil kebijakan, pelaku dan pemerhati pembangunan pertanian Indonesia
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 31 Documents
KONTRIBUSI PAKET TEKNOLOGI CLIMATE SMART AGRICUKTURE (CSA) DALAM PENURUNAN GLOBAL WARMING POTENTIAL (CO2-E) Sri Mulyani, Lilik Winarti, Susi Deliana Siregar, Sri Mulyani, Lilik Winarti, Susi Deliana Siregar
Sumber Penyuluhan Pertanian Indonesia Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Suluh Tani
Publisher : Pusluhtan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan Teknologi Climarte Smart Agriculture (CSA) di lokasi demplot CSA Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation (SIMURP) dan Non CSA Tahun 2021 pada 68 BPP 17 Kabupaten di 8 Provinsi telah berkontribusi penurunan Global Warming Potensial (CO2-e). Untuk mengetahui jumlah kadar gas CH4, CO2 dan N2O dan pengaruh terhadap penurunan GWP (CO2-e) dilakukan pengukuran Gas Rumah Kaca (GRK) melalui uji Laboratorium Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) Kabupaten Pati Jawa Tengah. Data dianalisis dengan metode kuantitatif dan kualitatif. Hasil uji laboratorium Balingtan Pati, hasil pengukuran emisi CH4, N2O dan CO2 setelah diubah menjadi CO2 relatif (CO2-e), menunjukkan rata-rata penurunan emisi GRK (CO2-e) sebesar 38% dibandingkan konvensional. metode (tanpa intervensi CSA). Hal ini berarti bahwa intervensi teknologi CSA pada usahatani padi di 68 BPP mengurangi Potensi Pemanasan Global (CO2-e) secara efektif sebesar 38%.
Tanggapan Petani Terhadap Implementasi Penggunaan Kartu Tani di Kabupaten Sukabumi Dedi rosadi, Dedi rosadi
Sumber Penyuluhan Pertanian Indonesia Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Suluh Tani
Publisher : Pusluhtan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan petani terhadap implementasi penggunaan Kartu Tani yang mencakup kemudahan mendapatkan, memahami manfaat dan penggunaan kartu tani. Metode yang digunakan dalam pengkajian ini adalah kualitatif dengan respondennya yaitu petani di Desa Muaradua Kecamatan Kadudampit Kabupaten Sukabumi. Responden diwawancarai langsung pada tanggal 4 Desember 2021 di sekretariat kelompok tani. Sampel diambil 10 orang dari 42 orang responden untuk diwawancarai secara mendalam. Hasil dari pengkajian ini menunjukan bahwa proses mendapatkan dan pemahaman kegunaan kartu tani itu mudah. Responden telah memenuhi syarat sekaligus memiliki wawasan yang baik dalam menggunakan kartu tani. Responden menilai informasi yang didapat melalui kegiatan sosialisasi yang disampaikan oleh penyuluh pertanian setempat cukup baik sehingga harapannya tercapai.
TINJAUAN PUSTAKA SISTEMATIS: PEMASARAN PRODUK PERTANIAN DI ERA DIGITAL Budiastuti, Evrina
Sumber Penyuluhan Pertanian Indonesia Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Suluh Tani
Publisher : Pusluhtan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu permasalahan pada sektor pertanian adalah pemasaran produk. Pemasaran hasil pertanian dapat memanfaatkan kanal digital untuk meningkatkan penjualan. Studi ini bermaksud untuk 1) Mengetahui platform digital yang digunakan stakeholder untuk memasarkan produknya; 2) Mengetahui Mengetahui urgensi digital marketing produk pertanian; 3) Mengetahui hal yang mempengaruhi motivasi stakeholder terhadap layanan pemasaran secara digital. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka sistematis terhadap jurnal yang diterbitkan dengan kategori memiliki akses penuh dan fokus pada pemasaran produk pertanian di era digital. Jurnal yang direview menggunakan kata kunci pertanian, pemasaran, produk pertanian, pemasaran digital, strategi pemasaran, platform digital marketing, e-commerce, dan e-marketing. Penelusuran dengan menggunakan kata kunci tersebut memperoleh 892 jurnal, kemudian dianalisa lebih mendalam untuk memilih dengan peniadaan jurnal yang 1) tidak dapat diakses keseluruhan utuh, 2) bukan kategori jurnal dengan klasifikasi minimal Q4 atau Sinta 2, 3) tidak menggunakan bahasa inggris atau bahasa indonesia, 4) jurnal terpilih untuk rentang 10 tahun terakhir, 5) jurnal tidak relevan terhadap topik, 6) dan jurnal tidak menjawab pertanyaan penelitian. Pada akhirnya terpilih 18 jurnal yang mewakili secara mendalam akan pemasaran produk pertanian di era digital. Hasil penelitian menunjukkan 1) Produk pertanian perlu dipasarkan secara digital karena memberikan manfaat dari segi jangkauan pasar maupun penentuan harga. 2) Platform digital yang digunakan untuk pemasaran terdiri dari media sosial, marketplace, website, dan aplikasi. 3) Motivasi stakeholder terhadap layanan digital yaitu dari segi kemudahan, transparansi harga, membantu pemasaran, menguntungkan, dan menimbulkan inovasi layanan.
Peran dan Mekanisme Fungi Mikoriza dalam Pengendalian Penyakit Layu Fusarium pada Beberapa Jenis Tanaman Ade Sumarna, Ade Sumarna
Sumber Penyuluhan Pertanian Indonesia Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Suluh Tani
Publisher : Pusluhtan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit layu fusarium (Fusarium oxysporum) menjadi masalah utama pada budidaya tanaman bawang merah, tomat, cabai, pisang dan lain-lain. Pengendalian secara kimiawi akan berdampak negatif terhadap lingkungan dan ekosistem. Dampak negatif tersebut dapat diatasi dengan cara pengendalian yang lebih aman dan ramah lingkungan dengan menggunakan agens hayati fungi Mikoriza. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan mekanisme Mikoriza dalam pengendalian penyakit layu fusarium pada beberapa jenis tanaman. Metode penelitian yang digunakan adalah mengumpulkan data sekunder melalui studi pustaka, yaitu mengumpulkan informasi dari jurnal ilmiah, publikasi ilmiah, maupun berbagai studi eksperimental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mikoriza berperan dalam mengendalikan penyakit layu fusarium pada beberapa tanaman dengan cara lignifikasi pada bagian endodermis akar sehingga lebih tahan terhadap patogen, adanya produksi anti biotik dan memacu perkembangan mikroba saprofitik di sekitar perakaran tanaman, menginduksi ketahanan tanaman melalui peningkatan senyawa metabolit sekunder yang dapat mempertebal dan melindungi permeabilitas membran tanaman, memperluas jelajah akar tanaman untuk menyerap unsur hara fosfor sehingga akar tanaman menjadi lebih sehat dan tahan. Kemampuan Mikoriza dalam mengendalikan penyakit layu fusarium pada tanaman dapat menjadi pilihan dalam menciptakan pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Pengembangan Pertanian Organik Melalui Pemanfaatan Plant Growth Rhizobacteria (PGPR) Agustina Puwidyaningrum
Sumber Penyuluhan Pertanian Indonesia Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Suluh Tani
Publisher : Pusluhtan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan pestisida dan pupuk kimia pada tanaman memang terbukti mampu meningkatkan produksi tanaman. Namun demikian berbagai persoalan lingkungan akibat penggunaan bahan kimia secara terus menerus mulai muncul. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menangani dampak negatif yang ditimbulkan yaitu dengan memanfaatkan penggunaan nutrisi organik dan biologis pada tanaman. Salah satu mikroorganisme alami yang dapat diaplikasikan untuk memacu pertumbuhan tanaman adalah Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan pembuatan bakteri PGPR, aktifitas, zat produksi bakteri PGPR yang bermanfaat bagi tanaman dan contoh aplikasi PGPR pada beberapa jenis tanaman, serta cara peningkatan petani untuk mengaplikasikannya. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi literatur. Data dikumpulkan dari review artikel yang berkaitan dengan topik yang diangkat. Berdasarkan penelitian ini diketahui bahwa PGPR dapat dibuat dari akar bambu yang kemudian difermentasi dengan bahan-bahan lainnya. PGPR memiliki kandungan zat dan aktivitas yang bermanfaat bagi tanaman antara lain AIA, ACC deaminase, siderophore, chitinase, glukanase, aktivitas pelarutan phospor dan fiksasi nitrogen. Aplikasi PGPR pada tanaman secara umum memiliki pengaruh yang positif baik terhadap daya kecambah, pertumbuhan, dan pertahanan terhadap penyakit. Cara meningkatkan kemauan petani untuk mengaplikasikannya adalah dengan mengadakan demplot penggunaan PGPR pada tanaman padi sawah.
Pengaruh Penggunaan Hijauan Rawa Fermentasi Terhadap Penampilan Kambing Kacang (Capra hircus) Yonathan
Sumber Penyuluhan Pertanian Indonesia Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Suluh Tani
Publisher : Pusluhtan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang pengaruh penggunaan hijauan rawa fermentasi terhadap penampilan Kambing Kacang telah dilaksanakan di Kelurahan Barimba dari Agustus sampai September 2022. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 3 perlakuan dan 4 kelompok sebagai ulangan (3×4) sehingga diperoleh 12 unit. Perlakuannya adalah K1 (menggunakan 100% hijauan segar), K2 (menggunakan silase hijauan rawa), K3 (menggunakan hijauan rawa haylage). Bobot badan kambing adalah rata-rata 11-14 kg.Tujuan penelitian ini dilaksanakan yaitu untuk mengetahui pengaruh penggunaan hijauan rawa fermentasi terhadap penampilan kambing kacang. Hasil tes ANOVA menunjukkan bahwa penggunaan hijauan rawa fermentasi lebih nyata mempengaruhi konsumsi pakan (570,8 g/ekor/hari), dan berpengaruh nyata pada bobot badan akhir (16.3 kg) tetapi tidak berpengaruh nyata pada rata-rata pertambahan bobot badan dan konversi pakan. Perlakuan silase dari hijaun rawa dapat meningkatkan konsumsi dan bobot badan akhir kambing kacang.
Sistem Usahatani Sayuran Rendah Emisi di Lahan Gambut Terdegradasi Ani Susilawati, Achmad Adi Surya Sustama, Dedi Nursyamsi
Sumber Penyuluhan Pertanian Indonesia Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Suluh Tani
Publisher : Pusluhtan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sayuran merupakan salah satu komoditas hortikultura yang sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat. Beberapa jenis sayuran di antaranya seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih juga merupakan komoditas strategis yang ditargetkan menjadi komoditas ekspor. Lahan gambut sejak lama telah dimanfaakan petani untuk pengembangan tanaman sayuran. Tanaman hortikultura termasuk sayuran merupakan kelompok tanaman yang menempati urutan ketiga setelah tanaman perkebunan dan tanaman pangan yang banyak dibudidayakan di lahan gambut terdegradasi. Pemanfaatan lahan gambut untuk pertanian banyak menimbulkan perdebatan seiring dengan potensi ancaman dampak lingkungan, khususnya emisi gas rumah kaca (CO2), degradasi lahan, serta hilangnya fungsi lingkungan dari lahan gambut. Kebakaran lahan gambut menjadi isu global yang sangat merugikan baik dari segi ekonomi, ekologi, maupun politik luar negeri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan gambut yang terdegradasi terbatas (pada kategori degradasi ringan sampai menengah) mempunyai peluang untuk dikembangkan dengan pengelolaan yang baik seperti pemberian bahan amelioran dan pemilihan varietas tanaman yang cocok. Pemahaman terhadap sifat dan perilaku gambut sangat penting dalam sistem pengelolaan dan budidaya pertanian di lahan gambut, terutama dalam memitigasi emisi gas rumah kaca, sehingga pengelolaan lahan gambut menjadi ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Cangkang Buah Aren Sebagai Bahan Termitisida Nabati Rayap Tanah Dan Briket Arang Tatan Sukmayandi, Budy Rahmat, Adam Saepudin
Sumber Penyuluhan Pertanian Indonesia Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Suluh Tani
Publisher : Pusluhtan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cangkang buah aren (Arenga pinnata L) berasal dari limbah pengolahan kolang kaling yang belum dimanfaatkan secara optimal dan hanya sebagian kecil dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman. Cangkang buah aren dapat dipirolisis menjadi asap cair, ter, dan arang, karena limbah itu mengandung lignin, selulosa, hemiselulosa, dan senyawa karbon lainnya yang dapat digunakan sebagai antibakteri, antijamur pestisida nabati, dan arangnya sebagai bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asap cair cangkang buah aren sebagai termitisida nabati rayap tanah (Coptotermes curvignathus) dan mengetahui kualitas briket arangnya sebagai bahan bakar. Penelitian ini dilaksanakan di UPTD Balai Penyuluhan Pertanian Bojonggambir Kabupaten Tasikmalaya dan Laboratorium Proteksi Tanaman Universitas Siliwangi dilaksanakan dari Bulan Juni 2023 sampai Juli 2023. Percobaan ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas enam taraf konsentrasi, yaitu: 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, 10% dan 12,5% dengan empat ulangan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, karakteristik asap cair cangkang buah aren mempunyai warna kuning-kecoklatan, pH 5, kandungan asam asetat 1,44%.Hasil pengujian efektivitas asap cair menunjukkan bahwa, perlakuan konsentrask asap cair memberikan pengaruh yang signifikan terhadap intensitas serangan rayap tanah dan penurunan bobot umpan. Asap cair pada konsentrasi 12,5% memberikan intensitas serangan sebesar 9,35% dan penurunan bobot umpan sebesar 7,59%. Semakin tinggi konsentrasi asap cair yang diaplikasikan, maka semakin kecil angka intensitas serangan dan penurunan bobot umpan rayap tanah. Parameter yang diukur untuk briket arang cangkang buah aren adalah kadar karbon 44,82%, kepadatan 0,614 g/cm3 dan kekuatan tekan 31,77 g/cm2
Analisis Usahatani Nanas (Ananas comosus L. Merr) di Desa Senuro Barat Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan Yabani, Omar Nurcholis
Sumber Penyuluhan Pertanian Indonesia Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Suluh Tani
Publisher : Pusluhtan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumatera Selatan merupakan wilayah di Indonesia yang mempunyai sumber daya yang melimpah dengan lahan pertanian yang cukup luas sehingga dapat dimanfaatkan untuk budidaya pertanian. Sektor pertanian yang cukup sukses di Sumatera Selatan adalah budidaya tanaman nanas (Ananas comosus L. Merr). Penelitian ini bertujuan menganalisis jumlah biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani dan mengetahui jumlah pendapatan yang diterima oleh petani. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Senuro Barat Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan pada Februari hingga Mei 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah identitas petani contoh, jumlah penggunaan biaya produksi, harga faktor produksi, total produksi, umur petani, pengalaman berusaha tani, dan tingkat Pendidikan formal petani. Data sekunder diperoleh dari instansi atau lembaga yang berkaitan dengan penelitian. Hasil penelitian didapatkan biaya produksi yang digunakan oleh petani yaitu Rp. 31.357.335/Ha/tahun. penerimaan yang diperoleh yaitu Rp. 81.000.000/Ha/tahun sehingga pendapatan yang diperoleh petani nanas yaitu Rp. 49.642.665/Ha/tahun. Kelayakan usahatani nanas di Desa Senuro Barat kecamatan Tanjung Batu kabupaten Ogan Ilir diperoleh nilai R/C Ratio sebesar 1,58 maka penerimaan yang diterima lebih besar dibandingkan biaya yang dikeluarkan artinya usaha layak untuk dijalankan
Analisis Perbandingan Berbagai Perangkap Untuk Penggerek Batang Padi (Scirpophaga incertulas) Deni Prasetiyo
Sumber Penyuluhan Pertanian Indonesia Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Suluh Tani
Publisher : Pusluhtan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggerek batang padi kuning (Scirpophaga incertulas) merupakan salah satu hama utama yang dapat menyebabkan kerusakan signifikan pada tanaman padi di Indonesia, dengan potensi penurunan hasil mencapai 60-80% jika tidak dikelola dengan baik. Penggunaan perangkap feromon merupakan salah satu pendekatan pengendalian hama yang ramah lingkungan, namun salah satu efektivitasnya bergantung pada jenis perangkap yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas empat jenis perangkap feromon (perangkap ember, perangkap kantong (sleve trap), perangkap delta, dan perangkap ember dengan feromon digantung) dalam menangkap ngengat penggerek batang padi kuning jantan. Penelitian dilakukan di lahan Subak Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali, selama 13 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkap ember dan perangkap ember dengan umpan digantung memiliki efektivitas lebih tinggi dibandingkan perangkap lainnya, dengan peningkatan jumlah tangkapan yang signifikan pada minggu ke-7 hingga ke-8. Hasil ini menunjukkan bahwa pemilihan jenis perangkap yang tepat berperan penting dalam pengendalian hama secara efektif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan strategi pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan di sektor pertanian padi.

Page 3 of 4 | Total Record : 31