cover
Contact Name
Agus Junaidi
Contact Email
agusjunaidi@mediaantartika.id
Phone
+6281318340588
Journal Mail Official
jka.antartika@gmail.com
Editorial Address
Jl. Amil Wahab No.8, RW.9, Kramat Jati, Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13510
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Komputer Antartika
ISSN : -     EISSN : 29885272     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Komputer Antartika adalah jurnal yang diterbitkan oleh Antartika Media Indonesia yang berfokus pada penerbitan artikel ilmiah pada bidang ilmu-ilmu komputer meliputi: Komputasi dan pemrosesan data, Kecerdasan buatan, Jaringan dan keamanan, Sistem informasi dan manajemen, Grafis dan visualisasi, Arsitektur dan teknologi komputer, dan e-learning.
Articles 67 Documents
Perbandingan Akurasi Algoritma C4.5 dan K-NN Untuk Prediksi Kelulusan Mahasiswa Penerima Beasiswa Fakih, Andrian; Hamzami, Mohammad Alfi; Hadianto, Muhammad Raihan; Alifah, Najdah Ibtisamah Shafira
Jurnal Komputer Antartika Vol. 3 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Antartika Media Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70052/jka.v3i1.623

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan yang dihadapi oleh Administrator Universitas dalam pengambilan keputusan penerima beasiswa. Metode yang digunakan melibatkan pemrograman dinamis untuk menggantikan pendekatan tradisional yang masih sering digunakan. Penelitian ini berfokus pada perbandingan performa antara algoritma Decision Tree (C4.5) dan K-Nearest Neighbor (K-NN) dalam mengklasifikasikan data penerima beasiswa. Data yang diperoleh adalah sekunder, yaitu data historis penerima beasiswa yang telah dikumpulkan oleh pihak universitas. Tahapan penelitian dimulai dari pengumpulan dan pra-pemrosesan data, diikuti dengan penerapan algoritma C4.5 dan K-NN, serta evaluasi performa algoritma menggunakan metrik seperti akurasi, presisi, recall, dan AUC. Berdasarkan hasil pengujian, algoritma Decision Tree (C4.5) menunjukkan akurasi sebesar 74,95%, presisi 20,9%, recall 77,1%, dan AUC sebesar 0,752. Sementara itu, algoritma K-Nearest Neighbor hanya mencapai akurasi 71,79%, presisi 39,0%, recall 45,3%, dan AUC sebesar 0,734. Dengan demikian, algoritma Decision Tree (C4.5) memiliki performa yang lebih baik dalam menyelesaikan permasalahan klasifikasi ini dibandingkan algoritma K-Nearest Neighbor.   This research aims to analyze the problems faced by University Administrators in making decisions about scholarship recipients. The method used involves dynamic programming to replace the traditional approach which is still often used. This research focuses on the performance comparison between the Decision Tree (C4.5) and K-Nearest Neighbor (K-NN) algorithms in classifying scholarship recipient data. Data was obtained from secondary sources, specifically historical records of scholarship recipients. Based on test results, the Decision Tree algorithm (C4.5) shows an accuracy of 74.95%, precision of 20.9%, recall of 77.1%, and AUC of 0.752. Meanwhile, the K-Nearest Neighbor algorithm only achieved 71.79% accuracy, 39.0% precision, 45.3% recall, and an AUC of 0.734. Thus, the Decision Tree algorithm (C4.5) performs better in solving this classification problem than the K-Nearest Neighbor algorithm.
Klasifikasi Masyarakat Penerima Bantuan Sosial dari Pemerintah dengan Metode Algoritma C4.5 Bramanda, Julian
Jurnal Komputer Antartika Vol. 3 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Antartika Media Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70052/jka.v3i1.234

Abstract

Lembaga pemerintahan yang mengelola urusan sosial memberikan bantuan kepada masyarakat yang kurang mampu. Pemerintah merumuskan kebijakan, mengalokasikan anggaran, dan berkolaborasi dengan berbagai lembaga untuk menangani bantuan sosial. Untuk membedakan antara kelas menengah atas dan menengah bawah, kepala desa mengumpulkan informasi tentang kondisi ekonomi, sosial, dan kesehatan masyarakat mereka kepada lembaga terkait. Saat ini, sering terjadi kesalahan dalam memprediksi dan mengonfirmasi penerima bantuan sosial potensial. Dengan menerapkan Data Mining, kepala desa dapat menggunakan metode ini untuk mengevaluasi kelayakan masyarakat sebagai penerima bantuan sosial Dengan menerapkan teknologi Data Mining, kepala desa dapat mengoptimalkan proses identifikasi penerima bantuan sosial potensial. Data Mining memungkinkan analisis mendalam terhadap berbagai dataset yang mencakup informasi ekonomi, pendidikan, pekerjaan, dan kesehatan masyarakat. Melalui segmentasi data dan pengenalan pola, kepala desa dapat membedakan antara kelas menengah atas dan menengah bawah dengan lebih akurat. Algoritma Data Mining juga dapat digunakan untuk memprediksi penerima bantuan sosial di masa mendatang, mengurangi kesalahan dalam penentuan penerima bantuan dan memastikan alokasi sumber daya yang efisien. Dengan pemahaman yang lebih baik terhadap profil masyarakat yang memenuhi syarat, kepala desa dapat mengoptimalkan pengeluaran anggaran, meningkatkan efektivitas bantuan sosial, dan memastikan bahwa bantuan benar-benar mencapai mereka yang membutuhkan. Kolaborasi antara lembaga pemerintah dan organisasi terkait juga dapat ditingkatkan melalui penerapan Data Mining, menciptakan sistem yang lebih responsif dan adaptif terhadap dinamika kebutuhan sosial masyarakat Selain itu, penerapan Data Mining memungkinkan kepala desa untuk melakukan pemantauan dan evaluasi yang kontinyu terhadap dampak bantuan sosial.   Government institutions that manage social affairs provide assistance to underprivileged communities. The government sets policies, allocates budgets, and collaborates with various institutions to handle social assistance. To differentiate between the upper middle and lower middle classes, village heads collect information about the economic, social and health conditions of their community from the relevant institutions. Currently, errors often occur in predicting and confirming potential recipients of social assistance. By applying Data Mining, village heads can use this method to convey the community's suitability as recipients of social assistance. By applying Data Mining technology, village heads can optimize the process of identifying social assistance recipients. Data Mining enables in-depth analysis of various datasets that include economic, educational, employment, and public health information. Through data segmentation and pattern recognition, village heads can distinguish between upper middle and lower middle classes more accurately. Data Mining algorithms can also be used to predict future recipients of social assistance, reducing errors in determining aid recipients and ensuring efficient resource allocation. By better understanding the profile of eligible communities, village heads can optimize expenditure budgets, increase the effectiveness of social assistance, and ensure that assistance actually reaches those who need it. Collaboration between government agencies and related organizations can also be improved through the application of Data Mining, creating a system that is more responsive and adaptive to the dynamics of society's social needs. In addition, the application of Data Mining allows village heads to carry out continuous monitoring and evaluation of social impacts.
Evaluasi Tingkat Kesiapan Pelayanan Publik Digital Pemerintah Desa Menggunakan E-Government Readiness Framework Wiguna, Gede Era Arta
Jurnal Komputer Antartika Vol. 3 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Antartika Media Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70052/jka.v3i1.619

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi kesiapan pelayanan publik di Desa Tamblang dengan E-government Readiness Framework, mencakup empat komponen utama: infrastruktur teknologi informasi (TI), kebijakan, keterampilan SDM, dan partisipasi masyarakat. Information dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Analisis dengan skala Aydin dan Tasci menunjukkan bahwa pelayanan publik digital digital di Desa Tamblang berada pada kategori "tidak siap," dengan skor rata-rata 3,31. Komponen infrastruktur TI mencatat nilai 3,2, mengindikasikan keterbatasan perangkat keras, sementara kebijakan dan keterampilan SDM bernilai 3,82 dan 3,81, yang menunjukkan kesiapan moderat. Partisipasi masyarakat paling rendah dengan skor 2,41, mengindikasikan kurangnya keterlibatan. Strategi SWOT diusulkan untuk meningkatkan kesiapan melalui pendanaan pemerintah, kerja sama dengan universitas untuk pelatihan, pengadaan perangkat keras, dan program edukasi bagi masyarakat guna mengurangi resistensi terhadap layanan.   This study evaluates the readiness of public services in Tamblang Village with the E-government Readiness Framework, covering four main components: information technology (IT) infrastructure, policies, HR skills, and community participation. Information was collected through observations, interviews, and questionnaires. Analysis with the scale of Aydin and Tasci shows that digital digital public services in Tamblang Village are in the category of "not ready," with an average score of 3.31. The IT infrastructure component recorded a score of 3.2, indicating hardware limitations, while HR policies and skills scored 3.82 and 3.81, indicating moderate readiness. Community participation was the lowest with a score of 2.41, indicating a lack of involvement. The SWOT strategy is proposed to improve readiness through government funding, cooperation with universities for training, hardware procurement, and education programs for the community to reduce resistance to services.
Implementasi Algoritma C4.5 Untuk Klasifikasi Tingkat Kerawanan Kekeringan di Kabupaten Cilacap Arif Hidayat, Arif Hidayat; Rizky, Mochammad Rizky Saputra; Aryasatya, M. Daffa; Marco, Noel Dwi; Amien, Irsyad
Jurnal Komputer Antartika Vol. 3 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Antartika Media Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70052/jka.v3i2.664

Abstract

Kekeringan merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Kabupaten Cilacap dan berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan tingkat kerawanan kekeringan menggunakan Algoritma C4.5 dengan mempertimbangkan faktor jumlah penduduk. Data yang digunakan mencakup 105 desa dari berbagai kecamatan di Kabupaten Cilacap dengan atribut Jumlah_Jiwa sebagai variabel utama dalam klasifikasi. Proses klasifikasi menggunakan metode Decision Tree dengan Performance Vector menghasilkan model dengan akurasi 96.18% ± 4.94% (micro average: 96.19%). Berdasarkan Confusion Matrix, model berhasil mengklasifikasikan dengan tepat 42 desa kategori rawan, 2 desa kategori sangat rawan, dan 57 desa kategori tidak rawan. Hasil pohon keputusan menunjukkan bahwa daerah dengan Jumlah_Jiwa > 2004 diklasifikasikan sebagai sangat rawan, daerah dengan Jumlah_Jiwa > 997 dan ≤ 2004 sebagai rawan, dan daerah dengan Jumlah_Jiwa ≤ 997 sebagai tidak rawan. Model mencapai class recall 97.67% untuk kategori rawan, 66.67% untuk sangat rawan, dan 96.61% untuk tidak rawan, dengan class precision masing-masing 93.33%, 100%, dan 98.28%. Penelitian ini dapat membantu pemerintah daerah dalam mengidentifikasi dan memprioritaskan wilayah yang membutuhkan penanganan kekeringan berdasarkan tingkat kerawanannya.   Drought is one of the natural disasters that frequently occurs in Cilacap Regency and significantly impacts community life. This study aims to classify drought vulnerability levels using the C4.5 Algorithm by considering population factors. The data used includes 105 villages from various districts in Cilacap Regency with Total Population as the main classification variable. The classification process using the Decision Tree method with Performance Vector produced a model with 96.18% ± 4.94% accuracy (micro average: 96.19%). Based on the Confusion Matrix, the model successfully classified 42 villages as vulnerable, 2 villages as highly vulnerable, and 57 villages as not vulnerable. The decision tree results show that areas with a population > 2,004 are classified as highly vulnerable, areas with population > 997 and ≤ 2,004 as vulnerable, and areas with population ≤ 997 as not vulnerable. The model achieved class recall rates of 97.67% for vulnerable categories, 66.67% for highly vulnerable, and 96.61% for not vulnerable categories, with class precision of 93.33%, 100%, and 98.28% respectively. This research can assist local governments in identifying and prioritizing areas that need drought management based on their vulnerability levels.
Penerapan Quality of Service Menggunakan Hierarchical Token Bucket Pada Jaringan Internet Menggunakan Mikrotik di PT. Triwall Indonesia Wibowo, Ramadhani Bagus Satrio; Komalasari, Yuli
Jurnal Komputer Antartika Vol. 3 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Antartika Media Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70052/jka.v3i2.734

Abstract

Penerapan Quality of Services Menggunakan Hierarchical Token Bucket pada PT.Triwall Indonesia, bertujuan untuk memonitoring kecepatan Jaringan pada PT.Triwall Indonesia. Hierarchical Token Bucket adalah metode manajemen bandwidth yang mengatur alokasi bandwidth secara hierarkis, membagi bandwidth menjadi kelas-kelas yang lebih terstruktur untuk pengelolaan yang lebih mudah dan efektif,  memungkinkan pembagian bandwidth yang lebih presisi dan adil di antara pengguna jaringan, serta dapat meningkatkan kualitas layanan (QoS). PT.Triwall Indonesia terdapat memiliki beberapa ruangan didalamnya, seperti Ruang Direktur, Ruang HRD,Ruang Staff, Ruang IT, Ruang Purchasing, Ruang Meeting, Semua ruangan ini terhubung dengan Jaringan Komputer, termasuk Konfigurasi Jaringan menggunakan mikrotik, Mengatur Access Point, Switch Hub, Untuk mengirim/Menerima data-data tersebut menggunakan sistem Operasi Windows Server. Beberapa jenis dari QOS, yaitu, Simple queue dan Queue Tree, yang jadi perbedaannya adalah,untuk simple queue adalah untuk pengaturan bandwidth upload dan download per user, sedangkan queue tree menggunakan paket mark untuk mengatur upload dan download dan queue tree memiliki parent dan child untuk menentukan queue yang dipilih sebagai child queue.  Untuk hasil penelitiannya adalah, jika penulis mengatur max limit pada speed download 2 Mbps dengan actual speednya 2 Mbps, maka logo chart pada tabel tersebut berwarna merah, maka, bandwidth kecepatan maksimum Jaringan sudah tercapai.   Implementation of Quality of Services Using Hierarchical Token Bucket at PT. Triwall Indonesia, aims to monitor Network speed at PT. Triwall Indonesia. Hierarchical Token Bucket is a bandwidth management method that regulates bandwidth allocation hierarchically, divides bandwidth into more structured classes for easier and more effective management, allows for more precise and fair bandwidth sharing among network users, and can improve service quality (QoS). PT. Triwall Indonesia has several rooms in it, such as Director's Room, HRD Room, Staff Room, IT Room, Purchasing Room, Meeting Room, All of these rooms are connected to the Computer Network, including Network Configuration using Mikrotik, Setting Access Point, Switch Hub, To send / Receive data using the Windows Server Operating system. Several types of QOS, namely, Simple queue and Queue Tree, the difference is, for simple queue is for setting upload and download bandwidth per user, while queue tree uses mark packages to manage upload and download and queue tree has parent and child to determine the queue selected as a child queue. The research results are, if the author sets the max limit on the download speed to 2 Mbps with the actual speed of 2 Mbps, then the chart logo in the table is red, then the maximum speed bandwidth of the network has been reached.
Analisis Penerapan Model Open BRR Dalam Pengujian Kualitas Perangkat Lunak Pada Website Company Profile Sneakcrafters Prasetya, Muhammad Alfinn Eka; Hidayat, Adita Rahmat; Miranda, Nabila Sasa; Salsabilla, Reva Rizqia; Purbaningtyas, Rani
Jurnal Komputer Antartika Vol. 3 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Antartika Media Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70052/jka.v3i2.749

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kualitas aplikasi company profile berbasis web sebagai media informasi perusahaan bagi pengguna. Evaluasi menggunakan model Open BRR yang mencakup tujuh indikator: Development Process, Documentation, Operational Software, Support, Software Technology, Functionality, serta Community and Adoption. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan metode Euclidean Distance. Hasil analisis menunjukkan bahwa indikator Development Process memperoleh nilai tertinggi sebesar 82%, yang mencerminkan proses pengembangan sistem telah berjalan dengan baik. Disusul oleh Operational Software dengan 81%, serta Support dan Software Technology yang masing-masing mendapat 80%, menunjukkan bahwa aspek operasional, dukungan, dan teknologi sudah cukup andal. Sementara itu, Functionality dan Community and Adoption masing-masing memperoleh 79%, menandakan masih adanya ruang perbaikan pada fitur sistem dan keterlibatan pengguna. Indikator dengan nilai terendah adalah Documentation, yaitu 72%, yang menunjukkan perlunya perbaikan pada dokumentasi agar lebih informatif dan mudah dipahami. Secara keseluruhan, aplikasi ini telah menunjukkan kualitas yang cukup baik, dan evaluasi ini memberikan gambaran objektif serta rekomendasi perbaikan yang dapat dijadikan acuan untuk pengembangan lebih lanjut.   This study was conducted to evaluate the quality of a web-based company profile application that serves as an information medium for users. The evaluation applied the Open BRR quality model, which includes seven indicators: Development Process, Documentation, Operational Software, Support, Software Technology, Functionality, and Community and Adoption. Data were collected through questionnaires and analyzed using the Euclidean Distance method. The results showed that the Development Process indicator scored the highest at 82%, indicating that the system development process is well-managed. This was followed by Operational Software at 81%, and Support and Software Technology at 80% each, suggesting that operational performance, support, and technology implementation are reliable. Meanwhile, Functionality and Community and Adoption scored 79%, implying that there is still room for improvement in system features and user engagement. The lowest score was found in the Documentation indicator, at 72%, highlighting the need for clearer and more comprehensive user documentation. Overall, the application demonstrates a good level of quality, and this evaluation provides an objective overview along with improvement recommendations that can be used for further development.
Pengukuran Kualitas Website Mitra Sengon ThinkWood dengan Model Bertoa Prasetyo, Kayla Aurel Putri; Puspitasari, Aulia Dewi; Rohma, Fitri Rossesita Dewi; Arofah, Sofiyatul; Purbaningtyas, Rani
Jurnal Komputer Antartika Vol. 3 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Antartika Media Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70052/jka.v3i2.773

Abstract

Pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) dalam sektor kehutanan dan agribisnis telah mendorong transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan usaha. PT Keong Nusantara Abadi, melalui divisi ThinkWood, mengembangkan website Mitra Sengon sebagai platform kemitraan digital antara perusahaan dan petani lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kualitas perangkat lunak website tersebut menggunakan model Bertoa, yang mencakup enam indikator utama: Functionality, Reliability, Usability, Efficiency, Maintainability, dan Portability. Metode pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terhadap 20 responden, dan hasilnya dianalisis secara kuantitatif menggunakan rumus Euclidean Distance untuk memperoleh nilai keseluruhan kualitas perangkat lunak. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Efficiency dan Portability memperoleh nilai tertinggi (1,15), sedangkan Usability mendapat nilai terendah (0,7). Nilai total kualitas perangkat lunak yang diperoleh adalah 1,15 dari skala ideal 5. Temuan ini menunjukkan bahwa website berada pada kategori cukup baik, namun masih memerlukan peningkatan khususnya pada aspek pemeliharaan. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk perbaikan sistem guna mendukung pengalaman pengguna yang lebih optimal dalam program kemitraan digital berbasis agribisnis.   The utilization of Information Technology (IT) in the forestry and agribusiness sectors has driven digital transformation to enhance efficiency and business sustainability. PT Keong Nusantara Abadi, through its ThinkWood division, developed the Mitra Sengon website as a digital partnership platform between the company and local farmers. This study aims to assess the software quality of the website using the Bertoa model, which includes six key indicators: Functionality, Reliability, Usability, Efficiency, Maintainability, and Portability. Data was collected through questionnaires administered to 20 respondents and quantitatively analyzed using the Euclidean Distance formula to determine the overall software quality score. The evaluation results indicate that Efficiency and Portability received the highest scores (1.15), while Usability received the lowest score (0.7). The total software quality score obtained was 1.15 on an ideal scale of 5. These findings suggest that the website falls into the "fairly good" category but still requires improvement, particularly in the area of maintainability. This study provides recommendations for system enhancement to support a more optimal user experience in the digital agribusiness partnership program.
Perancangan Sistem Manajemen Dokumen Laporan Perusahaan Berbasis Web pada PT Inti Teknologi Indonesia Kholid, Fauzan; Anwar, Mochamad Masdarul; Adiansyah, Dimas; Haryono, Wasis
Jurnal Komputer Antartika Vol. 3 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Antartika Media Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70052/jka.v3i2.853

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi informasi mendorong perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan dokumen, termasuk distribusi laporan hasil pengujian. PT Inti Teknologi Indonesia masih menggunakan metode manual, seperti pengiriman dokumen melalui aplikasi pesan singkat, yang berisiko menyebabkan kehilangan data, kesalahan pencatatan, serta kesulitan dalam pelacakan dokumen. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem manajemen dokumen laporan perusahaan berbasis web dengan menerapkan metode Agile. Proses pengembangan dilakukan secara iteratif melalui tahapan perencanaan, perancangan, pengembangan, pengujian, evaluasi, dan pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dibangun mampu meningkatkan efisiensi dan kerapihan pengelolaan dokumen, serta memberikan kemudahan bagi customer dalam mengakses laporan secara langsung melalui portal web. Sistem ini dilengkapi dengan fitur unggah dokumen, pencarian, pengelompokan laporan, dan manajemen pengguna. Implementasi sistem ini diharapkan mampu menggantikan proses manual, mengurangi risiko kehilangan data, serta meningkatkan profesionalitas dalam distribusi dokumen perusahaan.   The rapid development of information technology encourages companies to improve efficiency in document management, including distribution of test result reports. PT Inti Teknologi Indonesia still uses manual methods, such as sending documents via short message applications, which risk causing data loss, recording errors, and difficulties in document tracking. This study aims to design a web-based company report document management system by implementing the Agile method. The development process is carried out iteratively through the stages of planning, designing, developing, testing, evaluating, and maintaining. The results of the study show that the system built is able to improve the efficiency and neatness of document management, as well as provide convenience for customers in accessing reports directly through the web portal. This system is equipped with features for uploading documents, searching, grouping reports, and user management. The implementation of this system is expected to replace manual processes, reduce the risk of data loss, and increase professionalism in the distribution of company documents.
Analisis Kualitas Website barat.jakarta.go.id Pada Kantor Sudin Kominfotik Walikota Jakarta Barat Menggunakan Metode Webqual 4.0 Adipratama, Putu Yoga
Jurnal Komputer Antartika Vol. 3 No. 3 (2025): September
Publisher : Antartika Media Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70052/jka.v3i3.915

Abstract

Transformasi digital dalam sektor pemerintahan menuntut peningkatan kualitas layanan publik berbasis website guna menjawab kebutuhan transparansi, aksesibilitas, dan keterlibatan masyarakat. Namun, di wilayah Jakarta Barat, meskipun didukung infrastruktur teknologi yang memadai, masih ditemukan permasalahan dalam penyampaian informasi digital yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kualitas website barat.jakarta.go.id menggunakan metode Webqual 4.0 yang memengaruhi kualitas website sudin kominfotik untuk memecahkan masalah terhadap meningkatkan kualitas website dan kepuasan pengguna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner Likert berskala lima poin kepada 60 responden yang merupakan pengguna aktif website tersebut. Data dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, dan statistik deskriptif melalui perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua dimensi Webqual 4.0 berada dalam kategori kualitas yang baik berdasarkan penilaian dimensi Webqual 4.0 menurut persepsi pengguna website sudin kominfotik walikota jakarta barat, dengan dimensi usability dan information quality sebagai faktor dominan. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya optimalisasi aspek teknis dan konten informasi dalam layanan e-government untuk meningkatkan kepuasan publik. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan strategi digital pemerintahan daerah serta menjadi dasar bagi studi lanjutan dalam konteks evaluasi kualitas layanan digital publik.   Digital transformation in the government sector demands improvements in the quality of website-based public services to meet the needs for transparency, accessibility, and citizen engagement. However, in the West Jakarta region, despite being supported by adequate technological infrastructure, there are still issues in delivering digital information effectively. This study aims to assess the quality of the barat.jakarta.go.id website using the WebQual 4.0 method, which influences the website performance of the West Jakarta Communication, Informatics, and Statistics Office (Sudin Kominfotik) in solving problems related to improving website quality and user satisfaction. A quantitative approach was employed, using a survey method with a five-point Likert scale questionnaire distributed to 60 respondents who are active users of the website. The data were analyzed using validity tests, reliability tests, and descriptive statistics with SPSS software. The results show that all dimensions of WebQual 4.0 fall into the "good" quality category based on user perceptions of the Sudin Kominfotik West Jakarta website, with usability and information quality identified as the dominant factors. The conclusion of this study emphasizes the importance of optimizing technical aspects and information content in e-government services to enhance public satisfaction. This research offers practical contributions to the development of local government digital strategies and serves as a foundation for future studies in the context of evaluating digital public service quality.
Perancangan Sistem Informasi Persediaan Barang Berbasis Web Pada PT Chucu Teknologi Indonesia Halawa, Ratakan Berkat; Junaidi, Agus
Jurnal Komputer Antartika Vol. 3 No. 3 (2025): September
Publisher : Antartika Media Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70052/jka.v3i3.997

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun Sistem Informasi Persediaan Barang Berbasis Web Pada PT Chuchu Teknologi Indonesia yang bergerak di bidang penjualan produk kebutuhan rumah tangga dan aksesoris kosmetik. Permasalahan yang dihadapi perusahaan adalah proses pencatatan barang yang masih dilakukan secara manual, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan, duplikasi data, dan sulitnya memantau stok barang secara real-time. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah metode Prototype, dengan tahapan komunikasi, perencanaan cepat, perancangan desain awal, pembangunan prototipe, dan pengujian. Sistem ini dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP Native, database MySQL, serta framework Bootstrap sebagai pendukung antarmuka agar tampilan web lebih responsif. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah aplikasi web yang memiliki fitur pengelolaan data barang, transaksi barang masuk, transaksi barang keluar, hingga pembuatan laporan stok barang. Berdasarkan hasil pengujian dengan metode Black Box Testing, seluruh fungsi sistem dapat berjalan sesuai kebutuhan pengguna. Dengan adanya sistem ini diharapkan dapat mempermudah admin gudang dalam mengelola data barang, meminimalkan kesalahan pencatatan, mempercepat proses pembuatan laporan, serta mendukung pengambilan keputusan manajerial secara lebih akurat.   This research aims to design and develop a Web-Based Inventory Information System At PT Chuchu Teknologi Indonesia, a company engaged in selling household necessities and cosmetic accessories through online platforms. The main problem faced by the company is that inventory data management is still done manually, which often leads to data entry errors, duplicate records, and difficulties in monitoring stock levels in real-time. The system was developed using the Prototype Model, which consists of the stages of communication, quick planning, initial design modeling, prototype construction, and testing. The application was built using PHP Native as the programming language, MySQL as the database, and Bootstrap framework to create a responsive and user-friendly web interface. The result of this research is a web application that includes features for managing master data of goods, recording incoming and outgoing goods, and generating stock reports. Based on the testing using the Black Box Testing method, all system functions run properly according to user requirements. It is expected that this system will help warehouse administrators manage inventory data more easily, reduce recording errors, speed up report generation, and support managerial decision-making with more accurate data.