cover
Contact Name
Friska Ernita Sitorus
Contact Email
jkn.jurnal@gmail.com
Phone
+6285372207091
Journal Mail Official
jkn.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bunga Sedap Malam IV No 8A, LK.VI. Kel. Sempakata, Kec. Medan Selayang
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Kesehatan dan Kebidanan Nusantara
ISSN : -     EISSN : 29855039     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan dan Kebidanan Nusantara (JKN) merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh CV. Utility Project Solution dengan SK Pendirian No 2998/2889/1/1/2006/07/2015 yang bergerak di bidang Penelitian, Pengabdian, Publikasi Ilmiah, Penerbitan Buku dan bidang lainnya. Jurnal Kesehatan dan Kebidanan Nusantara (JKN) dengan E-ISSN : 2985-5039 dengan Nomor SK ISSN: 29855039/II.7.4/SK.ISSN/02/2023 Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Februari dan Agustus. Misi dari Jurnal Kesehatan dan Kebidanan Nusantara (JKN) adalah untuk menyebarluaskan, mengembangkan dan menfasilitasi hasil penelitian inter-disiplin di bidang Ilmu-Ilmu Kesehatan sebagai media bagi para dosen, guru, peneliti dan para praktisi dalam melakukan pertukaran informasi tentang hasil-hasil penelitian terbaru yang telah dilakukan.
Articles 33 Documents
Skrining Gejala Depresi Antenatal Menggunakan EPDS di Wilayah Kerja Puskesmas Bebandem, Karangasem Ni Putu Novi Arisandi; Gusti Ayu Marhaeni; Gusti Ayu Tirtawati
Jurnal Kesehatan dan Kebidanan Nusantara Vol. 4 No. 2 (2026): Edisi Agustus
Publisher : CV. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyaring risiko gejala depresi antenatal pada ibu hamil menggunakan instrumen Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) di wilayah kerja Puskesmas Bebandem, Karangasem. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 52 ibu hamil dipilih menggunakan teknik simple random sampling berdasarkan rumus Slovin, dengan instrumen pengumpulan data berupa kuesioner EPDS versi Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak mengalami gejala depresi yaitu sebanyak 46 orang (88,5%), sedangkan 6 responden (11,5%) terdeteksi mengalami gejala depresi antenatal. Gejala depresi tersebut lebih banyak ditemukan pada kelompok ibu hamil berstatus kawin dengan karakteristik usia 20–35 tahun, berpendidikan rendah, paritas multigravida, serta tersebar di seluruh trimester kehamilan. Kesimpulannya, meskipun mayoritas responden berada dalam kondisi psikologis yang baik, sebagian kecil ibu hamil tetap menunjukkan risiko depresi. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi skrining kesehatan jiwa menggunakan EPDS secara rutin dalam pelayanan Antenatal Care (ANC) sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan gangguan mental selama kehamilan.
Hubungan Tingkat Pemahaman tentang Perawatan Pasca Khitan dengan Tingkat Kecemasan Orang Tua Darul Aswan
Jurnal Kesehatan dan Kebidanan Nusantara Vol. 4 No. 2 (2026): Edisi Agustus
Publisher : CV. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pemahaman orang tua tentang perawatan pasca khitan dengan tingkat kecemasan orang tua di Rumah Sunat Ar-Royyan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 79 orang tua yang mendampingi anak menjalani khitan di Rumah Sunat Ar-Royyan dan dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan secara bivariat menggunakan uji Pearson Chi-Square pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pemahaman sedang (57,0%) dan tingkat kecemasan sedang (51,9%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pemahaman orang tua tentang perawatan pasca khitan dengan tingkat kecemasan orang tua (χ² = 24,381; df = 6; p < 0,001), dengan nilai Cramer's V = 0,392 yang menunjukkan kekuatan asosiasi sedang. Kesimpulan: terdapat asosiasi yang signifikan antara tingkat pemahaman orang tua mengenai perawatan pasca khitan dengan tingkat kecemasan orang tua di Rumah Sunat Ar-Royyan. Temuan ini memberikan implikasi bahwa penguatan edukasi mengenai perawatan pasca khitan berpotensi menjadi strategi untuk meningkatkan pemahaman orang tua, namun efektivitasnya dalam menurunkan tingkat kecemasan masih perlu dibuktikan melalui penelitian dengan desain yang mampu menguji hubungan kausal.
Perubahan Kadar Hemoglobin Remaja Putri setelah Konsumsi Teh Daun Kelor: Studi Kuasi-Eksperimental Endang Sri Wahyuni; Tut Rayani Aksohini Wijayanti
Jurnal Kesehatan dan Kebidanan Nusantara Vol. 4 No. 2 (2026): Edisi Agustus
Publisher : CV. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang berisiko dialami remaja putri. Teh daun kelor (Moringa oleifera) merupakan salah satu pangan lokal yang berpotensi mendukung pemenuhan zat gizi yang berkaitan dengan pembentukan hemoglobin. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perubahan kadar hemoglobin pada remaja putri sebelum dan sesudah konsumsi teh daun kelor selama 21 hari di SMP Baitul Makmur Bangsalsari, Jember. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimental one-group pretest–posttest dengan teknik total sampling terhadap 20 remaja putri. Responden mengonsumsi sekitar 2 gram teh daun kelor yang diseduh dengan 200 ml air, dua kali sehari selama 21 hari. Kadar hemoglobin diukur menggunakan Nesco MultiChek2 Hemoglobin Meter berbasis Point-of-Care Testing (POCT). Normalitas skor perubahan (difference score) diuji menggunakan Shapiro-Wilk, sedangkan perubahan kadar hemoglobin dianalisis menggunakan Paired-Samples t-test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Rata-rata kadar hemoglobin meningkat dari 11,87 ± 0,77 g/dL sebelum intervensi menjadi 12,78 ± 0,62 g/dL setelah intervensi, dengan peningkatan rerata sebesar 0,91 g/dL. Hasil uji menunjukkan adanya perbedaan kadar hemoglobin yang signifikan secara statistik antara sebelum dan sesudah intervensi (t(19) = −7,552; p < 0,001), dengan ukuran efek yang besar (Cohen's d = 1,69). Temuan ini menunjukkan adanya perubahan kadar hemoglobin setelah periode konsumsi teh daun kelor. Namun, karena penelitian tidak menggunakan kelompok kontrol, perubahan tersebut tidak dapat diinterpretasikan sebagai bukti hubungan sebab-akibat atau efektivitas kausal teh daun kelor. Penelitian lebih lanjut dengan desain terkontrol diperlukan untuk memperoleh bukti yang lebih kuat.

Page 4 of 4 | Total Record : 33