cover
Contact Name
Dito Alif Pratama
Contact Email
ditoalifpratama@ptiq.ac.id
Phone
+6281385712783
Journal Mail Official
altasyree@ptiq.ac.id
Editorial Address
https://journal.ptiq.ac.id/index.php/altasyree/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Al-Tasyree: Jurnal Bisnis, Keuangan dan Ekonomi Syariah
Published by Institut PTIQ Jakarta
ISSN : 20860943     EISSN : 20860943     DOI : https://doi.org/10.59833/altasyree
Al-Tasyree: Jurnal Bisnis, Keuangan dan Ekonomi Syariah receive original manuscripts in the field of Islamic Economics, including research reports, case reports, application of theory, critical studies, and literature reviews. The spread of Islamic Economics includes (but is not limited to): 1. Islamic Finance and Capital Market 2. Islamic Banking 3. Business Management, Entrepreneurship, and Islamic Tourism 4. Islamic Accounting and Islamic Reporting 5. Sharia Risk Management and Sharia Insurance 6. Islamic Social Finance 7. Halal Industry
Articles 104 Documents
Zakat sebagai Instrumen Solidaritas Sosial Analisis Sosiologis terhadap Mekanisme dan Tantanganya Fandi Y. Irawan; Syamsurizal Yazid
Al-Tasyree: Jurnal Bisnis, Keuangan dan Ekonomi Syariah Vol. 17 No. 02 (2025): Al-Tasyree: Jurnal Bisnis, Keuangan dan Ekonomi Syariah
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59833/3ygzjx05

Abstract

Zakat is a socio-religious instrument that plays a strategic role in structuring distributive justice in society. This study aims to analyze the mechanism of zakat in constructing social solidarity and to map its contemporary challenges through a sociological perspective. Utilizing a library research method with content analysis, this study examines Yusuf al-Qardhawi's Fiqh az-Zakat framework using the theoretical lenses of Émile Durkheim, Marcel Mauss, and Pierre Bourdieu. The results indicate that zakat functions as a driver of organic solidarity through a pattern of functional interdependence between social classes. Based on Mauss's theory, zakat generates symbolic reciprocity in the form of communal stability. Meanwhile, in Bourdieu’s view, productive zakat acts as a vehicle for converting economic capital into cultural and social capital to eradicate marginalization. However, the effectiveness of zakat as a social technology faces severe challenges, including psychological distance caused by impersonal digitalization, issues of public trust in modern institutionalization (BAZNAS/LAZ), and low zakat awareness driven by individualism and materialism. This study concludes that the future success of zakat relies heavily on the synergy between socio-religious literacy enhancement, institutional professionalism, and humanistic technological adaptation
Tadlis Digital: Membongkar Arsitektur Manipulasi Dark Pattern E-Commerce Perspektif Etika Bisnis Islam Asep Koswara; Lina Herlina
Al-Tasyree: Jurnal Bisnis, Keuangan dan Ekonomi Syariah Vol. 18 No. 01 (2026): Al-Tasyree: Jurnal Bisnis, Keuangan dan Ekonomi Syariah
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59833/4rhwb739

Abstract

This study examines the phenomenon of dark patterns in e-commerce as a form of digital interface manipulation that unconsciously influences consumer behavior. The purpose of this research is to reconstruct dark pattern practices from the perspective of Islamic business ethics through the concept of tadlis. The method used is a qualitative approach based on library research with content analysis of literature on digital economics, consumer behavior, and Islamic jurisprudence. The findings show that dark patterns such as urgency manipulation, hidden costs, and scarcity cues create information asymmetry and encourage impulsive consumer decisions. This phenomenon can be reconstructed as a form of digital tadlis because it involves misleading information in transactions. The study confirms that such practices contradict the principles of honesty, justice, and mutual consent in Islamic business ethics. This research contributes conceptually by linking modern digital design with Islamic economic values and provides a foundation for developing more transparent and ethical e-commerce interface design.
Cryptocurrency as a Halal Transaction: An Innovative Study on the Use of Cryptocurrency as a Payment Method in Malaysia Siswoyo Munandar
Al-Tasyree: Jurnal Bisnis, Keuangan dan Ekonomi Syariah Vol. 17 No. 02 (2025): Al-Tasyree: Jurnal Bisnis, Keuangan dan Ekonomi Syariah
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59833/kgtsn888

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan cryptocurrency sebagai metode pembayaran zakat yang halal di Malaysia, dengan mengeksplorasi kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip Islam sambil mempertimbangkan inovasi teknologi dan kepatuhan syariah untuk pembayaran zakat yang efisien dan transparan. Pendekatan kualitatif digunakan, melibatkan tinjauan pustaka dan analisis regulasi terkait fatwa Malaysia, peraturan keuangan, serta sumber akademis tentang keuangan Islam dan cryptocurrency. Cryptocurrency dapat berfungsi sebagai sarana halal untuk zakat jika memenuhi kriteria syariah seperti transparansi, kepemilikan aset yang sah, serta menghindari gharar dan riba. Regulasi dan fatwa di Malaysia menunjukkan penerimaan yang berkembang di bawah pengawasan ketat; teknologi blockchain meningkatkan akuntabilitas distribusi zakat, meskipun volatilitas nilai dan pemahaman publik tetap menjadi tantangan utama. Integrasi cryptocurrency dapat memodernisasi sistem zakat, meningkatkan kepercayaan dan transparansi sekaligus memastikan kepatuhan syariah. Kolaborasi antara regulator, ulama Islam, dan pengembang fintech sangat penting untuk membangun ekosistem zakat digital yang inklusif dan dapat diakses oleh komunitas Muslim Malaysia. Studi ini menawarkan perspektif inovatif dengan menggabungkan analisis regulasi, teknologi, dan fiqh mengenai cryptocurrency halal untuk zakat di Malaysia, mengisi kekosongan penelitian tentang solusi keuangan Islam digital di pasar negara berkembang.
Pengaruh Label Halal dan Electronic Word of Mouth terhadap Minat Beli Produk Kosmetik pada Gen Z di Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan Neni Husniyah
Al-Tasyree: Jurnal Bisnis, Keuangan dan Ekonomi Syariah Vol. 17 No. 02 (2025): Al-Tasyree: Jurnal Bisnis, Keuangan dan Ekonomi Syariah
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59833/60jb3394

Abstract

Pesatnya pertumbuhan industri kosmetik halal di Indonesia telah meningkatkan signifikansi label halal dan komunikasi digital konsumen dalam membentuk perilaku pembelian Generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh label halal dan Electronic Word of Mouth (eWOM) terhadap minat beli produk kosmetik pada Generasi Z di Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 100 responden Generasi Z yang berdomisili di Kecamatan Pamulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa label halal berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli (t hitung = 10,718 > t tabel 1,984; sig. 0,01 < 0,05) dengan koefisien regresi sebesar 0,404. eWOM juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli (t hitung = 11,009 > t tabel 1,984; sig. 0,01 < 0,05) dengan koefisien regresi sebesar 0,673. Secara simultan, kedua vaaariabel berpengaruh signifikan terhadap minat beli (F hitung = 119,990 > F tabel 3,09; sig. 0,000 < 0,05). Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,712 menunjukkan bahwa label halal dan eWOM mampu menjelaskan 71,2% variasi minat beli. eWOM terbukti sebagai variabel paling dominan (Beta = 0,600) dibandingkan label halal (Beta = 0,584). Temuan ini mengkonfirmasi kerangka Theory of Planned Behavior (TPB) dan memiliki implikasi strategis bagi pelaku industri kosmetik di era digital.

Page 11 of 11 | Total Record : 104