cover
Contact Name
Adhyanti
Contact Email
adhymuna2@gmail.com
Phone
+6282348867406
Journal Mail Official
jurusangizipoltekkespalu@gmail.com
Editorial Address
Jl. Thalua Konchi, No.19, Mamboro, Kecamatan Palu Utara, Palu, Provinsi Sulawesi Tengah
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Svasta Harena
ISSN : -     EISSN : 28075463     DOI : https://doi.org/10.33860/jpmsh
Core Subject : Health,
Focus Jurnal Pengabdian Masyarakat: Svasta Harena is a medium for academicians, government, private companies, and social institutions to communicate community empowerment activities. Each published article is expected to provide new insights and inspire activities elsewhere on related issues. Scope Jurnal Pengabdian Masyarakat: Svasta Harena receives articles from all public service activities in the field of health, food, and nutrition.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2022): Agustus 2022" : 6 Documents clear
Utilization Of Gravestone (Pilsbryoconcha Exilis) A Local Food Ingredients Source Of Protein: Pemanfaatan Kerang Kijing (Pilsbryoconcha Exilis) Sebagai Bahan Pangan Lokal Sumber Protein Elvyrah Faisal; Bahja; Stevi Indriastuti Maharadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Svasta Harena Vol. 2 No. 1 (2022): Agustus 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpmsh.v2i1.485

Abstract

Food is one of the most important things in human survival and in terms of fulfilling a person's nutrients needed to grow and develop. In accordance with the diversity of resources, culture and local wisdom. Indonesia has a variety of local food sources that produce animal protein in the form of fish, shrimp, shellfish, and others. One source of animal protein that is still rarely known is freshwater clams or Gravestone (Pilsbryoconcha Exilis). People in the North Morowali or Morowali areas usually call the mussel (Pilsbryoconcha Exilis) as meti. One example of the use of this shellfish is making Chips. This Gravestone Chips (Pilsbryoconcha Exilis is made as an alternative to get protein intake. The purpose of this community service is to find out the development of Gravestone chips (Pilsbryoconcha Exilis). The results of community service showed that the results of the assessment before the counseling (pretest) were 27.3% of participants with good knowledge and there was an increase after attending the counseling (posttest) to 91.7%. The conclusion of this community service is that this activity has a good impact on participants in terms of knowledge about protein sources from local food and examples of their processing.
Counseling On The Provision Of Complementary Feeding Foods To Prevent Diarrhea In Toddlers In West Mamboro: Penyuluhan Pemberian MP-ASI Mencegah Diare Pada Balita Di Kelurahan Mamboro Barat Nurjaya Nurjaya; Nur Amalia; Syukur; Abd Farid Lewa
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Svasta Harena Vol. 2 No. 1 (2022): Agustus 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpmsh.v2i1.629

Abstract

Provision complementary feeding is one of the factors that influence the incidence of diarrhea. There are various reasons, including unhygienic formula feeding and early complementary feeding. Lack of knowledge of mothers in provision Complementary feeding can have an impact on the health of toddlers, one of which is toddlers will often experience diarrhea. The purpose of this community service is to provide additional knowledge of mothers under five in the provision of Complementary feeding to help prevent diarrhea in children. This service is carried out by providing counseling. The results of this activity indicate an increase in the knowledge of mothers under five about the provision of Complementary feeding. The percentage of mothers under five with good knowledge at the pre-test was 76,7% and mothers under five with good knowledge increased to 94,5% after attending the counseling. Increased knowledge of mothers under five can help improve skills in determ
A Fiber-Rich Dessert Made From Waste Plantain Peels: Dessert Kaya Serat Berbahan Dasar Limbah Kulit Pisang Raja Nurjaya Nurjaya; Wery Aslinda; Ginna Mahardina
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Svasta Harena Vol. 2 No. 1 (2022): Agustus 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpmsh.v2i1.792

Abstract

Food diversification is one way to improve the nutritional quality of food in meeting food needs. Banana is one of the local plants that is easy to grow in tropical areas such as Indonesia. Banana plant is a type of plant that does not know the season that is rich in nutritional value. The banana peel ice cream product is one example of food diversification as an effort to utilize local food waste, namely banana peels where the use of banana peels is still limited. The purpose of this activity is to utilize local food waste and provide information and examples of processing banana peel waste. The results of this activity show that the nutritional content for 1 ice cream recipe contains 4897.6 kcal of energy, 64.86 grams of protein, 233.52 grams of fat, 596.6 grams of carbohydrates and 91.74 grams of fiber. In 1 recipe can be made into 30 cups of ice cream with a weight of 70 gr each. This activity can be accepted by the community, the community can also understand how to process plantain peel waste into a fiber-rich ice cream dessert. It is hoped that food waste utilization activities can be carried out in a sustainable manner so that the community can increase knowledge and understanding related to food waste.
Balanced Nutrition Counseling During the Covid 19 Pandemic and Assessment Teenage Nutrition Status: Penyuluhan Gizi Seimbang Pada Masa Pandemi dan Penilaian Status Gizi Remaja di Posyandu Remaja Mamboro Barat Palu Utara Dwi Erma Kusumawati; Adhyanti; Ansar
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Svasta Harena Vol. 2 No. 1 (2022): Agustus 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpmsh.v2i1.1670

Abstract

Fase remaja merupakan fase kritis kehidupan dimana pertumbuhan terjadi sangat cepat (tercepat kedua setelah fase bayi) sehingga pemenuhan kebutuhan asupan gizi sangat penting untuk mendukung pertumbuhan. Promosi kesehatan pada remaja menjadi salah satu alternatif solusi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Program posyandu remaja merupakan suatu wadah yang diharapkan dapat memfasilitasi remaja dalam memahami permasalahan Kesehatan remaja serta memperluas peluang jangkauan akses pelayanan kesehatan remaja. Kondisi pandemi covid 19 berdampak pada kesehatan remaja. Masalah gizi pada remaja yang belum teratasi dengan baik tentu akan berkontribusi pada tingginya angka kejadian penularan virus covid 19 pada remaja. Meningkatkan daya tahan tubuh adalah salah satu kunci agar tidak tertular virus covid 19 yang dilakukan dengan cara makanan makanan bergizi seimbang, cuci tangan dengan air mengalir dan sabun serta rutin berolahraga. Pengabdian masyarakat ini bertujuan mengedukasi gizi seimbang pada remaja di masa pandemi dan penentuan status gizi. Kegiatan dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 28 Juni 2022 bertempat mamboro barat dengan peserta sebanyak 27 remaja. Masih terdapat masalah gizi obesitas, berat badan lebih (Overwight), dan kurus pada remaja. Ada peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan. Saran keberlajutan, perlu adanya kegiatan penyuluhan sinergis pada kegiatan Posyandu Remaja.
Improving Knowledge of Posyandu Cadres in Monitoring Toddler Growth : Peningkatan Pengetahuan Kader Posyandu Dalam Pemantauan Tumbuh Kembang Balita Adhyanti; Nurjaya; Fidya Rezkiana; Putu Candriasih; Fahmi Hafid
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Svasta Harena Vol. 2 No. 1 (2022): Agustus 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpmsh.v2i1.1796

Abstract

Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yang dapat digunakan untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. Program Posyandu tidak akan efektif atau berjalan dengan semestinya tanpa adanya dukungan dari pihak lain termaksud salah satunya adalah kader Posyandu. Tugas kader Posyandu cukup berat dalam mengelola dan melayani masyarakat, karena Posyandu merupakan sarana yang diciptakan dan dikembangkan atas kesadaran dan upaya sendiri atas partisipasi sosial setiap komunitas di desa dan di kota. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan kader posyandu berakibat kurang baiknya pemantauan tumbuh kembang balita sehingga kesehatan anak tidak akan termonitor dengan baik. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu dalam pengukuran tinggi badan dan berat badan balita agar tidak terjadi kesalahan dalam penentuan status gizi balita. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan melakukan observasi, penyuluhan, praktek pengukuran serta pengukuran pengetahuan kader posyandu. Hasil kegiatan ini menunjukan rata-rata nilai peserta sebelum mengikuti pelatihan 46,6 dan meningkat menjadi 76 setelah mengikuti pelatihan. Selain itu, berdasarkan hasil analisis diperoleh rata-rata peningkatan sebesar 11,5. Pengetahuan kader dalam pengukuran tinggi badan dan berat badan mengalami peningkatan, begitu juga dalam praktek penerapan pengukurannya. Peningkatan pengetahuan dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan kader posyandu dalam pengukuran tinggi badan dan berat badan balita sehingga tumbuh kembang balita dapat dimonitor.
Balanced Nutrition Education Through Video Media for Students at SDN 20 Balaesang, Donggala Regency : Edukasi Gizi Seimbang Melalui Media Video Pada Siswa SDN 20 Balaesang Kabupaten Donggala Faisal, Elvyrah; Alna, Alna; Adhyanti, Adhyanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Svasta Harena Vol. 2 No. 1 (2022): Agustus 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpmsh.v2i1.3407

Abstract

Masalah gizi pada usia sekolah masih kerap mengancam kualitas generasi. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan terkait gizi seimbang. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang gizi seimbang pada siswa SDN 20 Balaesang Kabupaten Donggala. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat berupa kegiatan edukasi dengan cara pemberian materi melalui media video. Kelompok sasaran kegiatan adalah anak siswa SDN 20 Balaesang Donggala. Sebelum dilakukan edukasi, terlebih dahulu dilakukan pre test untuk mengukur pengetahuan awal kelompok sasaran, kemudian di akhir kegiatan dilakukan post test untuk mengetahui perubahan pengetahuan. Materi edukasi yang diberikan berupa infromasi terkait gizi seimbang. Hasil menunjukan tingkat pengetahuan gizi sebelum dilakukan edukasi sebagian besar berpengetahuan kurang (95,8%), sedangkan sesudah dilakukan edukasi mengalami peningkatan dengan kategori pengetahuan baik 66,7%. Uji statistik menunjukan ada pengaruh edukasi menggunakan media video terdadap pengetahuan gizi Seimbang (p<0,005). Kegiatan edukasi yang melibatkan anak-anak sebagai kelompok sasaran hendaknya dikemas menggunakan media yang menarik atau dalam bentuk permainan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6