cover
Contact Name
Fera Tri Susilawaty
Contact Email
feralawata@gmail.com
Phone
+6287843836544
Journal Mail Official
jurnal.komunikasiuho@gmail.com
Editorial Address
Gedung Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Halu Oleo. Kampus Hijau Bumi Tridharma, Anduonohu, Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara 93232
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25279173     DOI : 10.52423
Scope of the Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi covers communication management, mass media (TV, Radio, Newspapers), public relations, marketing communications, political communication, organizational communication, cultural communication, online media and popular culture. Also focus on studies of information and libraries including information literacy, information technology, digital library, librarian profession development, information management.
Articles 202 Documents
PERAN BRAND AMBASSADOR KATSEYE DALAM MENINGKATKAN BRAND AWARENESS PADA IKLAN “BETTER IN DENIM” Muhammad Ali Zaidan Ash Shiddiqin; Nurudin Nurudin
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol. 11 No. 1 (2026): EDISI JANUARI
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi Fisip UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jikuho.v11i1.2044

Abstract

Persaingan industri fashion menuntut strategi komunikasi pemasaran interaktif melalui penggunaan brand ambassador. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran grup KATSEYE dalam meningkatkan brand awareness GAP melalui kampanye "Better in Denim" dengan perspektif Teori Model VisCAP. Metode kualitatif deskriptif diterapkan melalui observasi metrik YouTube dan studi dokumen rilis pers internasional. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KATSEYE memenuhi dimensi VisCAP: visibilitas global, kredibilitas mode, daya tarik estetika, dan kekuatan pengaruh. Iklan tersebut mencatatkan lebih dari 50 juta penayangan, secara signifikan melampaui kampanye tanpa duta merek. Simpulan penelitian menyimpulkan bahwa KATSEYE telah berperan dan berkontribusi dalam meningkatkan brand awareness GAP serta memenuhi seluruh karakteristik model VisCAP. Grup KATSEYE merupakan figur publik yang layak dijadikan sebagai ambassador baik bagi sebuah merek maupun kampanye iklan
POLA KOMUNIKASI RITUAL EGEK PADA SUKU MOI DI MALAUMKARTA, PAPUA BARAT DAYA Annisa Mutmainnah; Andi Ahriani; Efa Rubawati Syaifuddin
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol. 11 No. 1 (2026): EDISI JANUARI
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi Fisip UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jikuho.v11i1.2045

Abstract

Ritual Egek merupakan praktik adat masyarakat Moi di Malaumkarta, Kabupaten Sorong Papua Barat untuk menghindari ekploitasi sumber daya alam secara berlebihan. Ritual ini bersifat sakral, juga sebagai media komunikasi yang memuat pesan-pesan pelestarian dan penegakan hukum adat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi komunikasi yang tepat untuk mengeksplorasi makna simbolik, bentuk interaksi sosial, dan konteks budaya dalam peristiwa ritual adat. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif yang dilakukan selama tujuh bulan dan wawancara mendalam terhadap enam informan kunci, terdiri atas tetua adat, pemilik marga pesisir, nelayan, dan pemuda adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa delapan komponen komunikasi dalam model S.P.E.A.K.I.N.G hadir secara sistematis dalam setiap tahapan ritual dan berperan dalam menyampaikan pesan konservasi, meneguhkan kesakralan adat, serta menegakkan norma sosial masyarakat. Temuan ini menunjukkan bahwa ritual Egek tidak hanya berfungsi sebagai larangan pemanfaatan sumber daya alam, tetapi juga sebagai pola komunikasi budaya kolektif yang bersifat performatif dan normatif, yang menghubungkan relasi manusia dengan alam, roh leluhur, dan Tuhan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemaknaan ritual Egek sebagai pola komunikasi budaya yang mengintegrasikan dimensi ekologis, spiritual, dan hukum adat, sehingga memperluas penerapan model S.P.E.A.K.I.N.G dalam kajian komunikasi budaya masyarakat adat.