cover
Contact Name
Fera Tri Susilawaty
Contact Email
feralawata@gmail.com
Phone
+6287843836544
Journal Mail Official
jurnal.komunikasiuho@gmail.com
Editorial Address
Gedung Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Halu Oleo. Kampus Hijau Bumi Tridharma, Anduonohu, Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara 93232
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25279173     DOI : 10.52423
Scope of the Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi covers communication management, mass media (TV, Radio, Newspapers), public relations, marketing communications, political communication, organizational communication, cultural communication, online media and popular culture. Also focus on studies of information and libraries including information literacy, information technology, digital library, librarian profession development, information management.
Articles 175 Documents
REPRESENTASI PESAN KEBERANIAN MORAL DALAM FILM BRAVE CITIZEN: ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE Hasanuddin, Hasanuddin; Jumrana, Jumrana; Masrul, Masrul
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol. 11 No. 2 (2026): EDISI APRIL
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi Fisip UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jikuho.v11i2.2053

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis makna dan pesan dalam film Brave Citizen menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Film ini dipilih karena mengangkat isu perundungan di lingkungan pendidikan yang masih menjadi persoalan serius. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis semiotik model triadik Peirce yang mencakup representamen, objek, dan interpretant. Data diperoleh melalui observasi terhadap sembilan adegan kunci yang merepresentasikan ikon, indeks, dan simbol terkait ketidakadilan, penyalahgunaan kekuasaan, serta keberanian moral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perundungan dalam film direpresentasikan sebagai bentuk pembungkaman sistemik terhadap kelompok rentan dalam struktur komunikasi yang timpang. Film ini juga menegaskan bahwa keberanian bersuara di ruang publik merupakan tindakan etis untuk melawan dominasi simbolik. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi semiotika Peirce dan Muted Group Theory untuk mengungkap proses pembungkaman simbolik melalui tanda visual, perilaku diam, dan mekanisme institusional. Secara teoretis, penelitian ini memperluas penerapan Muted Group Theory dalam analisis visual film serta memperkuat kajian semiotika dalam studi komunikasi massa dan budaya populer.
MEDIA, PEREMPUAN, DAN REPRODUKSI KEKUASAAN PATRIARKAL: REPRESENTASI DISKRIMINASI GENDER DALAM DRAMA KOREA KONTEMPORER Kasim, Syaifudin Suhri; Tawulo, Megawati A; Jabar, Aryuni Salpiana; Azizah, Lutfiana Nur; Rosdiana, Rosdiana; Harnia, Sitti
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol. 11 No. 2 (2026): EDISI APRIL
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi Fisip UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jikuho.v11i2.2054

Abstract

Artikel ini menganalisis representasi perempuan dalam drama Korea kontemporer serta reproduksi kekuasaan patriarkal melalui narasi, karakterisasi, dan relasi romantik-domestik. Berbasis perspektif feminis kritis dan teori representasi media, penelitian ini menggunakan analisis wacana kritis terhadap drama populer periode 2018–2025, serta didukung wawancara dan FGD dengan 10 mahasiswa penggemar drama Korea.Temuan menunjukkan bahwa meskipun perempuan digambarkan kuat, mandiri, dan berpendidikan, alur cerita tetap menempatkan mereka dalam ketergantungan emosional dan legitimasi maskulinitas. Representasi “perempuan kuat” dinegosiasikan melalui romantisasi ketergantungan, pengorbanan domestik, dan penguatan figur laki-laki sebagai penyelamat. Praktik simbolik seperti standar kecantikan, representasi tubuh, dan pembagian kerja domestik memperlihatkan bagaimana patriarki bekerja secara halus dan terinternalisasi.Diskriminasi gender tidak selalu hadir secara eksplisit, melainkan melalui normalisasi dan glamorisasi ketimpangan. Namun, terdapat pula momen resistensi ketika karakter perempuan menantang norma tradisional dan membuka ruang agensi. Studi ini menegaskan bahwa drama Korea merupakan arena ambivalen yang sekaligus mereproduksi dan meretakkan struktur patriarki, serta penting dalam memahami dinamika politik gender dalam budaya populer global.
SOCIAL MEDIA UTILIZATION IN DIGITAL JOURNALISTIC PRACTICES: A SURVEY OF AJI MAKASSAR JOURNALISTS Safnas, Sri Nabila; Sanusi, Hartinah; Siagian, Haidir Fitra
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol. 11 No. 2 (2026): EDISI APRIL
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi Fisip UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jikuho.v11i2.2057

Abstract

This study examines how journalists affiliated with the Alliance of Independent Journalists (AJI) Makassar integrate social media into their digital newswork through the lens of the Uses and Gratifications (USG) framework. Using a descriptive quantitative survey of 92 journalists, the data were analyzed using descriptive statistics (frequencies and mean scores) and inferential analysis through Spearman correlation to explore the relationship between journalists’ demographic characteristics and patterns of social media use. The findings show that 81.4% of journalists demonstrate high-intensity engagement with social media, indicating its deep integration into routine journalistic practices. Instagram emerges as the dominant platform for both information sourcing (30.4%) and news dissemination (53.3%). Information seeking constitutes the primary motivation for platform use, followed by social interaction, identity expression, and entertainment. Usage intensity is significantly associated with age, professional experience, and media type, with younger and less experienced journalists relying more heavily on social media. These findings highlight the role of social media as a hybrid personal–professional space while reinforcing its function as a platform infrastructure shaping contemporary digital journalism.
STRATEGI POLITICAL BRANDING BERBASIS IDENTITAS AGRARIS PADA KEMENANGAN MONADI-MURISON DALAM PILKADA KERINCI 2024 Gilang Pratama, Muhammad; Destemi Elsi, Sutri; Anshori, M Wira; Muhammad, Hatta Abdi
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol. 11 No. 2 (2026): EDISI APRIL
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi Fisip UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jikuho.v11i2.2058

Abstract

Meskipun sektor pertanian mendominasi struktur sosial-ekonomi di banyak daerah di Indonesia, narasi politik seringkali terjebak pada jargon pembangunan umum yang gagal menyentuh realitas pemilih tradisional. Di Kabupaten Kerinci, tantangan ini diperumit oleh polarisasi wilayah yang tajam antara Kerinci Hulu dan Hilir yang seringkali menghambat konsolidasi suara berbasis isu sektoral. Penelitian ini mengeksplorasi efektivitas strategi political branding melalui penggunaan tagline "Pejuang Petani" yang diusung pasangan Monadi-Murison pada Pilkada Kabupaten Kerinci 2024 . Masalah utama yang dikaji adalah bagaimana narasi identitas petani mampu memitigasi polarisasi tersebut dan mengonversi dukungan elektoral secara signifikan. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dihimpun melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam terhadap informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pasangan ini ditentukan oleh tiga faktor utama: (1) Diferensiasi produk politik yang tajam melalui simbolisme agraris; (2) Komunikasi politik yang menyentuh aspek emosional pemilih tradisional; dan (3) Konsolidasi basis massa melalui penguatan identitas kolektif. Tagline tersebut terbukti bukan sekadar jargon kampanye, melainkan mekanisme psikologis yang membangun kepercayaan pemilih terhadap representasi kepentingan mereka. Kesimpulannya, penguasaan atas isu mayoritas sosiologis (petani) merupakan kunci memenangkan kontestasi di wilayah dengan karakteristik masyarakat agraris yang kuat.
PRAKTIK KOMUNIKASI DAN REPRESENTASI DALAM PERSPEKTIF JURNALISME INKLUSIF SLB DI KENDARI Ismail, Muhammad; Lestari, Indra; Arifuddin, Lisa; Raharjo, Trisusilo; Sarlis, Deprianus
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol. 11 No. 2 (2026): EDISI APRIL
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi Fisip UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jikuho.v11i2.2065

Abstract

Jurnalisme inklusif menekankan keadilan, nondiskriminasi, dan penghormatan terhadap keberagaman, terutama dalam merepresentasikan kelompok rentan seperti penyandang disabilitas. Penelitian ini menyoroti praktik komunikasi jurnalis dan representasi media terhadap Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota Kendari, dengan latar belakang minimnya liputan mendalam serta kecenderungan narasi berbasis charity model yang menampilkan penyandang disabilitas sebagai objek belas kasih, berbeda dengan social model yang menekankan hambatan sosial dan lingkungan yang membatasi partisipasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, melibatkan sembilan SLB sebagai konteks sosial pemberitaan, menganalisis 36 konten berita dari 26 media lokal, serta mewawancarai jurnalis, guru, siswa, dan pemangku kepentingan terkait, termasuk Dinas Pendidikan Kota Kendari, UPTD Siswa Berkebutuhan Khusus, dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sulawesi Tenggara. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan berlandaskan kerangka teoritik representasi, agenda setting, dan framing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media lokal di Kendari membentuk tiga pola framing utama: inklusif, karitatif, dan pasif. Temuan ini menjadi dasar perumusan model konseptual praktik jurnalisme inklusif yang adaptif terhadap realitas pendidikan berkebutuhan khusus, sekaligus memberikan rekomendasi praktis bagi media lokal untuk memperkuat representasi penyandang disabilitas, meningkatkan kesadaran publik, dan mendorong terciptanya masyarakat yang lebih inklusif dan setara.