cover
Contact Name
Buyung Solihin Hasugian
Contact Email
jurnalpublik@dharmawangsa.ac.id
Phone
+6281376767017
Journal Mail Official
jurnalpublik@dharmawangsa.ac.id
Editorial Address
Jl. K. L. Yos Sudarso No. 224 Medan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
JURNAL PUBLIK REFORM
ISSN : 25416537     EISSN : 28073452     DOI : https://doi.org/10.46576/jpr.v10i1
Core Subject : Social,
Ruang Lingkup jurnal Publik Refrom pada prinsipnya berkenaan dengan model-model organisasi dan perilaku birokrasi. Manajemen publik, yaitu berkenaan dengan sistem dan ilmu manajemen, evaluasi program dan produktivitas, anggaran publik dan manajemen sumber daya manusia. Implementasi yaitu menyangkut pendekatan terhadap kebijakan publik dan implementasinya, privatisasi, administrasi antar pemerintah dan etika birokrasi. Tantangan-tantangan administrasi negara dan bagaimana menyesuaikan diri, Sistem administrasi dan organisasi efektif, administrasi negara terkait dengan usaha memperkuat hubungan dengan badan legislatif, badan-badan yang diangkat dan dipilih oleh rakyat, Bagaimana menyusun kebijakan dan program sukses, Administrasi perpajakan dan anggaran yang efektif, Manajemen sumber daya manusia, Bagaimana operasi pelayanan publik yang baik, serta praktek administrasi publik yang profesional dan etis (beretika).
Articles 122 Documents
penting nya sikap toleransi di lingkungan kampus Alya Amnindia Putri; Mallika Febri Gunadi; Nanda Alisa Putri; Ulfa Tresya Br Situmorang; Fandi Alfiansyah Siregar
Jurnal Publik Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jpr.v13i1.8905

Abstract

Langkah awal dalam memahami dinamika sosial di ruang lingkup perguruan tinggi harus dimulai dari pengakuan terhadap realitas keberagaman itu sendiri. Kampus, seperti halnya Universitas Dharmawangsa yang terletak di Kota Medan, merupakan sebuah ruang publik yang mempertemukan ratusan bahkan ribuan anak muda dari berbagai penjuru dengan latar belakang yang sangat heterogen. Mahasiswa yang masuk ke lingkungan ini tidak datang dengan kepala kosong; mereka membawa serta identitas kulturalnya masing-masing, mulai dari perbedaan suku bangsa, agama, budaya lokal, bahasa daerah, hingga pola pikir yang terbentuk dari lingkungan asal mereka. Keberagaman ini di satu sisi merupakan aset intelektual yang sangat berharga karena mampu memperkaya perspektif dalam ruang-ruang diskusi akademis. Namun, di sisi lain, jika perbedaan yang mencolok ini tidak dibarengi dengan kedewasaan bersikap, maka lingkungan kampus akan sangat rentan terhadap gesekan sosial, konflik horizontal, ataupun pengotak-ngotakan pergaulan. Oleh karena itu, kehadiran sikap toleransi yang bisa muncul akibat salah paham antarkelompok, kajian ini sengaja diangkat dengan fokus utama untuk menguliti seberapa penting sebenarnya penerapan sikap toleransi tersebut di dalam ekosistem kampus. Artikel ini dirancang dengan tujuan utama untuk menjelaskan secara gamblang mengenai urgensi nilai-nilai tenggang rasa di kalangan mahasiswa, sekaligus memetakan apa saja dampak nyata yang ditimbulkannya terhadap kualitas hubungan sosial antar-mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pemahaman yang mendalam mengenai fungsi toleransi, diharapkan mahasiswa tidak hanya mengejar pencapaian indeks prestasi kumulatif yang tinggi secara egois, melainkan juga mampu menumbuhkan kecerdasan emosional dan sosial mereka. Kampus harus diposisikan sebagai laboratorium sosial tempat mahasiswa belajar menjadi warga negara yang inklusif, terbuka, dan siap hidup berdampingan secara damai di tengah kemajemukan bangsa Indonesia. Untuk membedah fenomena ini secara objektif dan memiliki landasan teoretis yang kuat, penulisan artikel ini sepenuhnya mengandalkan metode studi pustaka (library research). Pendekatan ini dilakukan dengan cara memburu, mengumpulkan, menyaring, dan menganalisis berbagai sumber data sekunder yang relevan dengan topik yang dikaji. Bahan-bahan literatur tersebut didapatkan dari buku-buku teks akademik yang otoritatif, artikel-artikel jurnal ilmiah bereputasi hasil penelitian terdahulu, serta berbagai lembaran peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Beberapa regulasi utama yang dijadikan pisau analisis dalam kajian ini antara lain mencakup nilai-nilai dasar di dalam Pancasila, jaminan kebebasan beragama dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta amanat yang tertuang di dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Semua sumber literatur ini kemudian dibaca secara kritis, dicatat poin-poin pentingnya, lalu dikontekstualisasikan dengan realitas perilaku sosial mahasiswa di lingkungan kampus saat ini. Penerapan sikap tenggang rasa ini bukan hanya penting untuk kenyamanan belajar di kelas, melainkan juga merupakan bentuk manifestasi langsung dari pengamalan nilai-nilai luhur Pancasila dan pencapaian tujuan luhur pendidikan nasional. Oleh karena itu, direkomendasikan agar pihak pengelola perguruan tinggi, dosen, dan organisasi kemahasiswaan secara kolektif terus menggalakkan program-program yang inklusif demi menumbuhkan ruang akademis yang sehat, aman, dan mencerminkan karakter bangsa yang beradab
ETIKA KOMUNIKASI PUBLIK DI ERA POLARISASI DIGITAL Adit Tio; Bagas Prasetiya; Dzikra Aqila Hamdani; Surya Chandra; Budiman Purba
Jurnal Publik Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jpr.v13i1.8908

Abstract

Konsep etika komunikasi publik di era polarisasi digital merupakan aspek penting kewarganegaraan dalam kehidupan bernegara di Indonesia. Di Indonesia, media sosial merupakan platform atau akses utama untuk debat publik, kampanye politik, dan wacana nasional. Oleh karena itu, setiap warga negara dapat menyampaikan pandangannya atau menyuarakan pendapat serta dituntut untuk berkomunikasi secara etis. Artikel ini membahas etika komunikasi publik di era polarisasi digital dengan menekankan literasi digital, kesadaran akan hak dan kewajiban, serta tanggung jawab moral dalam berkomunikasi. Dengan Menggunakan metode tinjauan pustaka, penulis mempelajari konsep polarisasi digital, krisis etika komunikasi publik di media sosial, dan peran pendidikan kewarganegaraan dalam membentuk kewarganegaraan digital yang beretika. Analisis menunjukkan bahwa kurangnya penerapan etika komunikasi yang etis di ruang digital yang memperburuk retorika emosional, hoaks, dan ujaran kebencian. Dengan demikian, etika komunikasi publik di era polarisasi digital bukan hanya persoalan moral individu, tetapi juga masalah kewarganegaraan yang berdampak pada demokrasi dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Page 13 of 13 | Total Record : 122